Tidak ada akal = Tidak ada agama

November 27th 2008 by Abu Muawiah |

Tidak ada akal = Tidak ada agama

الدِّيْنُ هُوَ الْعَقْلُ وَمَنْ لاَ دِيْنَ لَهُ لاَ عَقْلَ لَهُ

“Agama itu adalah akal, dan barangsiapa yang tidak beragama maka dia orang yang tidak berakal.”

Diriwayatkan oleh An-Nasai dalam Al-Kuna dan Ad-Dulabi dari jalannya (An-Nasai) dalam Al-Kuna wa Al-Asma (2/104) dari jalan Abu Malik Bisyr bin Ghalib bin Bisyr bin Ghalib dari Az-Zuhri dari Majma’ bin Jariyah dari pamannya secara marfu’ tanpa kalimat yang pertama, “Agama itu adalah akal.”
An-Nasai berkata setelah meriwayatkannya, “Ini adalah hadits yang batil lagi mungkar.”
Asy-Syaikh Al-Albani berkata, “Sebab lemahnya adalah si Bisyr ini, karena dia adalah rawi yang majhul (tidak dikenal) sebagaimana yang Al-Azdi katakan.”
Faidah:
Kitab Al-Aql karya Daud Al-Muhbir, Al-Hafizh berkomentar tentangnya, “Semua isinya adalah hadits yang palsu.” Adapun penulisnya, maka Imam Ahmad telah berkata, “Orang ini tidak tahu apa itu hadits,” dan Ad-Daraquthni berkata, “Ditinggalkan haditsnya.”
Demikian halnya kitab Al-Aql wa Fadhluhu karya Ibnu Abi Ad-Dun-ya, di dalamnya tidak ada satupun hadits yang bisa diterima. Karenanya Asy-Syaikh Al-Albani berkata, “Semua hadits yang menerangkan keutamaan akal, tidak ada satupun yang shahih, semua hanya berputar antara lemah dan palsu.”

[Selesai ringkasan dari Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah hadits no. 1 karya Al-Albani -rahimahullah-]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, November 27th, 2008 at 10:13 am and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Tidak ada akal = Tidak ada agama”

  1. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, kalau hadist diatas lemah/palsu maka kesimpulanya tidak ada akal bukan sama dengan tidak ada agama. Benar demikian?
    Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Orang yang tidak berakal adalah orang gila yang tidak dibebani hukum-hukum agama.
    Hanya saja butuh diketahui bahwa lemah/palsunya sebuah hadits itu hanya dari sudut tinjauan sanadnya sampai kepada kita, tidak ada hubungannya secara umum dengan isi haditsnya. Jadi, bisa jadi sanad sebuah hadits itu palsu tapi isinya benar karena didukung oleh dalil-dalil yang lain.
    Jadi, kesimpulan yang anda sebutkan tidak selamanya seperti itu.