Seputar Ta’aruf

October 5th 2009 by Abu Muawiah |

Seputar Ta’aruf

Tanya:
Ust, kalau sebelum nazhar didahului dengan tukar-menukar biodata dari masing-masing calon pasangan, boleh nggak?
Abu Isa Sukabumi (085659565545)

Jawab:
Nggak apa-apa insya Allah dengan 3 syarat:
1. Kedua belah pihak harus jujur dalam informasinya.
2. Tanpa disertai foto dan no tlp calon.
3. Tanpa disertai keterangan detail tentang tubuh, yang dengannya bisa dikhayalkan bentuk tubuh calonnya.
Bahkan mungkin sebaiknya seperti ini sebelum nazhar, agar jika dari informasi keadaan si ikhwan/akhwat merasa tidak cocok dengan calon pasangannya -misalnya dalam hal tinggi atau warna kulit atau jenis rambut atau pekerjaan atau suku dan semisalnya-, jika dia merasa tidak cocok dengan itu maka tidak perlu dilanjutkan ke jenjang nazhar (saling melihat).
Syarat yang kedua dan ketiga harus perhatikan agar tidak timbul fitnah di antara keduanya baik lamarannya dilanjutkan atau dibatalkan. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • taaruf
  • syarat taaruf
  • pertanyaan seputar taaruf
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, October 5th, 2009 at 12:08 am and is filed under Jawaban Pertanyaan, Muslimah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Seputar Ta’aruf”

  1. Hukum TA’ARUF & PACARAN : Bolehkah Tukar-menukar Biodata & Foto? Bolehkah Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Calon Istri? « ‎ ‎طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi | said:

    […] SUMBER :  http://al-atsariyyah.com/?p=936 […]

  2. Rhosyied said:

    Assalamualaikum…
    Dalil2nya mana ya? Jazakumullohu khoiron

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Dalilnya sangat jelas, karenanya kami tidak sebutkan.
    Dalil syarat pertama adalah semua dalil yang memerintahkan untuk jujur dan haramnya berdusta
    Dalil syarat kedua adalah untuk menutup wasilah terjadinya fitnah yang lebih besar dengan melihat kepada wajah lawan jenisnya atau berbincang-bincang dengannya. Maka semua dalil yang mengharamkan perzinahan dan wasilahnya berlaku pada syarat ini
    Dalil syarat ketiga juga sama seperti pada syarat yang kedua. Karena penggambaran detail bentuk tubuh akan mengantarkan kepada perzinahan hati dengan cara mengkhayalkannya. Wallahu a’lam

  3. Hamba Allah said:

    Bismillah.
    ‘Afwan Ustadz, bolehkah seorang perempuan yang ingin menikah ta’aruf dengan lebih dari satu orang laki-laki dalam waktu bersamaan?
    Jazakallahu khairan.

    Sebaiknya itu tidak dilakukan karena itu lebih dekat kepada perbuatan memenuhi hawa nafsu dibandingkan usaha untuk mencari jodoh.

  4. Ummu Abdillah said:

    Assalamualaykum
    Afwan ustad…apakah diperbolehkan menunda pernikahan dikarenakan si ikhwan sedang menyelesaikan studynya di ma’had?padahal sudah dilakukan ta’aruf. Sang akhwat tetap memilh untuk menunggunya padahal sempat ditawarin untuk ta’aruf dengan ikhwah lain namun dengan kualitas ilmu din lebih dibawah ikhwan pertama…

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, selama tidak terjadi kontak sama sekali di antara keduanya. Walaupun yang lebih utama keduanya segera menikah. Kesalahan di sini sudah dari awal, kalau memang masih berniat belajar, kenapa berani maju untuk ta’aruf?!

  5. Abdullah said:

    Assalamu’alaykum.
    Ustadz. Bgaimana langkah awal untk melakukan ta’aruf?
    Apakah sang ikhwan langsung menghubungi wali sang akhwat dan menyampaikan maksudnya? atau ada pihak yg mewakilkan sang ikhwan trsbt?

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja keduanya, tergantung adat kebiasaan di tempat itu.

  6. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum.
    Ustadz, apabila seorang akhwat belum siap mental untuk menikah apakah boleh mencoba ta’aruf hanya untuk mencari kenalan saja ataukah menunggu kesiapan mental dulu baru mulai ta’aruf?

    Waalaikumussalam.
    Nanti betul2 sudah siap nikah, baru boleh ta’aruf.