Seputar Shalat Sunnah Fajar 2

April 6th 2010 by Abu Muawiah |

21 Rabiul Akhir

Seputar Shalat Sunnah Fajar 2

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai mendengar azan (shubuh), maka beliau shalat dua rakaat fajar dengan meringankan (raka’at) keduanya.” (HR. Muslim no. 724)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Dalam dua raka’at fajar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ‘QULYA AYYUHAL KAFIRUN’ dan ‘QUL HUWALLAHU AHAD’.” (HR. Muslim no. 726)
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فِي الْأُولَى مِنْهُمَا: قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا, الْآيَةَ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَفِي الْآخِرَةِ مِنْهُمَا: آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
“Dalam dua raka’at fajar, tepatnya di raka’at pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca, “Katakanlah, kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,” ayat yang terdapat dalam surah Al-Baqarah (ayat 136) dan pada rakaat terakhir membaca, “Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami orang-orang muslim.” (QS. Ali Imran 52) (HR. Muslim no. 727)

Penjelasan ringkas:
Di antara sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat ini secara ringan, dalam artian bacaan surah dan zikir-zikir di dalamnya tidak dipanjangkan. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam hanya membaca surah-surah yang sangat pendek sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah di atas, bahkan beliau juga pernah membaca beberapa ayat yang pendek sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas di atas.

Incoming search terms:

  • Sholat Sunnah Fajar
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, April 6th, 2010 at 11:34 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Seputar Shalat Sunnah Fajar 2”

  1. Roni said:

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, bila seseorang menunaikan shalat sunnah fajar dirumah, kemudian sampai dimasjid shalat tahiyyatul masjid, bagaimana hukumnya?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Nggak ada masalah, hal itu boleh.

  2. yae said:

    apakah shlt fajar itu sama dgn shlt sunah sblum shlt shubuh?

    Ia keduanya sama.

  3. yae said:

    kadang ada org yg sering melakukan puasa tirakat agar yg dia inginkan berhasil,apakah itu diperbolehkan? hukumnya bgmna? trmksh

    Apa itu puasa tirakat, dan bagaimana bentuknya?

  4. said tuan said:

    asslmualaikum pak ustadz.
    saya biasa shalat dengan mmbaca 3 qul skali gus pada satu2 rakaat. adakah prkara ini dibolehkan @ apa baca 1 surah shja sudah cukup untuk 1 rakaat? jazakallah..

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja tidak ada masalah insya Allah, walaupun satu surah itu sebenarnya sudah cukup.

  5. madd said:

    assalamualaikum, apakah wajib hukumnya ketika melakukan sholat sunnah kita harus memenuhi shaf di masjid? terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak. Shalat sunnah bisa dikerjakan di bagian mana di dalam dan di luar masjid.

  6. budi said:

    assalamualaikum pak ustasz,
    apa benar shalat sunnah fajar dan shalat sunnah qabliyah subuh itu sama?saya pernah baca buku tuntunan shalat tp niatnya kok beda pak ustadz antara halat sunnah fajar dan shalat sunnah qabliyah subuh?

    mohon penjelasannya pak ustadz
    terima kasih sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    Ya, keduanya shalat yang sama.