Seputar Sahur

August 15th 2009 by Abu Muawiah |

Seputar Sahur

Keutamaan Makan Sahur
Dari Anas bin Malik bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Bersahurlah kalian karena di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Al-Bukhari no. 1923 dan Muslim 1095)
Dalam hadits Amr bin Al-Ash secara marfu’:
“Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Dan dalam riwayat An-Nasa`i, Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda tentang makan sahur, “Sesungguhnya dia adalah berkah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya.” Dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-Shahih (2/422)

Hukum Makan Sahur
Imam Ibnul Mundzir berkata dalam Al-Isyraf, “Umat telah ijma’ bahwa sahur itu dianjurkan lagi disunnahkan, tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.”
Dan Ibnu Qudamah juga berkata dalam Al-Mughni (3/54), “Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini.” Maksudnya dalam hal sunnahnya makan sahur.

Sunnahnya Mengakhirkan Sahur
Berdasarkan hadits Anas dari Zaid bin Tsabit dia berkata, “Kami makan sahur bersama Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- kemudian kami berdiri mengerjakan shalat.” Anas bertanya, “Berapa lama selang waktu antara azan dan makan sahur?” dia menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat.” (HR. Al-Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097)
Berdasarkan hadits ini maka akhir waktu sahur adalah awal waktu berpuasa dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama, berdasarkan ayat 87 dari surah Al-Baqarah, “Makan dan minumlah kalian sampai nampak benang putih dari benang hitam yaitu fajar. Karenanya, walaupun tanda imsak sudah diumumkan, maka tetap dihalalkan untuk makan dan minum selama azan subuh belum dikumandangkan. Tanda imsak yang kami maksudkan adalah seruan untuk menghentikan makan dan minum sekitar 15 atau 20 menit sebelum azan subuh guna berjaga-jaga. Kami katakan, syah-syah saja kalau seseorang mau menghentikan makan dan minum sebelum azan, apakah karena dia kenyang atau alasan lainnya. Akan tetapi yang salah besar kalau imsak ini dijadikan tanda haramnya makan dan minum dan mengharuskan orang lain untuk menaatinya, sehingga tersebarkan keyakinan rusak bahwa orang yang makan pada waktu imsak (padahal belum azan) maka puasanya batal. Kalau sekedar ingin berjaga-jaga, maka seseorang bisa tetap makan pada waktu imsak dan segera berhenti kurang lebih satu menit -misalnya- sebelum azan subuh.

Dengan Apa Seseorang Bersahur?
Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Bersahurlah kalian walaupun dengan seteguk air.” (HR. Ibnu Hibban no. 3476) Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- juga bersabda, “Sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah korma.” (HR. Abu Daud no. 2345)
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fatul Bari (1922), “Sahur bisa dikerjakan dengan makanan atau minuman sekecil apapun yang dimakan oleh seseorang.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiah juga berkata dalam Kitab Ash-Shiyam (1/520-521), “Yang lebih tepat adalah jika dia sanggup untuk makan maka itulah yang sunnah.”

Orang Yang Ragu Akan Terbitnya Fajar
Apakah seseorang masih bisa makan selama dia ragu kalau fajar telah terbit? Misalnya karena dia mengetahui muazzinnya sering azan sebelum waktu subuh dan semacamnya.
Ia dia masih bisa makan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, ”Makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187) Sementara orang ini belum jelas baginya kalau fajar telah terbit.
Syaikhul Islam berkata sebagaimana dalam Al-Fatawa (25/260), “Orang yang ragu akan terbitnya fajar, dia boleh makan, minum, dan jima’ berdasarkan kesepakatan ulama.”
Akan tetapi yang benarnya ini adalah pendapat mayoritas ulama, karena Imam An-Nawawi menyebutkan dalam Al-Majmu’ bahwa Imam Malik berpendapat lain dalam masalah ini. Dan tentunya pendapat yang benar adalah pendapat mayoritas ulama.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, August 15th, 2009 at 7:51 am and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

11 responses about “Seputar Sahur”

  1. dr. Abu Hana said:

    Bismillah,

    Ustadz Abu Muawiah, Artikel antum sangat bermanfaat, ana izin copas..

    Marhaban Ramadhan, Bagi yang belum punya E-Book Kumpulan Fatwa Syaikh Muqbil tentang Ramadhan (hukum suntikan, cabut gigi, berenang, jima saat puasa, dll) bisa di download gratis disini :

    http://kaahil.wordpress.com/2009/08/14/e-book-kumpulan-fatwa-asy-syaikh-muqbil-tentang-ramadhan/

    Baarokallaahu fiikum..

    Tafadhdhal, wabarakallahu fikum

  2. Abu Sufyan Manokwari said:

    Jazakallahu khair akh, semoga semakin banyak yang paham tentang keutamaan makan sahur.
    Afwan, mau tanya apakah masih dibolehkan makan dan minum ketika adzan sudah dikumandangkan–yang tersisa, dan masih ditangan. Ada yang mengatakan hadistnya lemah tentang hal ini, apa benar?
    Jazakallahu khair

    Ia dulu awal kali pulang dari Yaman, ust. Zul menukil dari Imam Abu Hatim kalau beliau melemahkan hadits ini dan waktu itu pendapat Abu Hatim yang dipegang oleh ust, tapi wallahu a’lam sekarang.
    Akan tetapi kalaupun haditsnya shahih maka seingat ana -wallahu a’lam- ada dua jawaban dari para ulama:
    1. Haditsnya berlaku kalau muazzin subuhnya azan sebelum waktunya, maka masih boleh makan dan minum.
    2. Haditsnya bukan tentang sahur tapi tentang buka puasa. Yakni makna haditsnya: Jika kalian mendengar azan maghrib sementara bejana ada di tangannya untuk berbuka/makan, maka jangan dia letakkan bejananya -hanya karena dia ingin cepat pergi shalat maghrib- sampai dia menyelesaikan hajatnya.
    Ini sejalan dengan perintah untuk makan terlebih dahulu sebelum shalat kalau makanan telah tersedia.
    Yang jelas, menurut ana hadits tersebut -kalaupun shahih- tidak bisa diamalkan zhahirnya karena bertentangan dengan ayat yang memerintahkan makan dan minum sampai terbit fajar, wallahu a’lam

  3. fajar said:

    assalamualaikum,

    ustad, saya ijin copas artikelnya. Jazakallah khoiron.

    Waalaikumussalam warahmatullah. Tafadhdhal, tapi lain kali avatarnya jangan berupa foto ya!

  4. Seputar Sahur « Cari Tau Islam Itu Penting said:

    […] Dikutip dari:  http://al-atsariyyah.com/?p=851 […]

  5. abu khadijah said:

    Assalamu’alaikum warahmatullah.

    Akhi, ada yang ingin ana tanyakan:
    Jika kita sahur, dan ketika minum dan makan ternyata ada di antara muadzin mengumandangkan adzan, dan ada pulan muadzin (masjid terdekat) belum mengumandangkan adzan, dan jarak antara adzan dari tempat lain dengan masjid terdekat dgn ana itu kira2 2 menit. Bagaimana mendudukkan hal tersebut (hukum minum) waktu itu?

    Jazakallahu khairan

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Sebelumnya kami katakan bahwa sepantasnya dalam waktu-waktu shalat seorang muazzin tidak taqlid kepada masjid lain atau hanya berpatokan dengan jadwal imsakiah. Akan tetapi dia hendaknya melihat sendiri kapan fajar shadiq (kedua) terbit atau mencari tahu tentangnya dari orang-orang yang tinggal di tempat dia bisa melihat terbitnya fajar.
    Kemudian, kasus yang antum hadapi dikembalikan kepada masalah di atas, kalau bisa antum sendiri mengetahui kapan terbitnya fajar atau mencari tahu dari orang yang tahu. Kalau tidak bisa maka dia bisa memilih muazzin yang lebih amanah dan lebih bertaqwa dan lebih tepat azannya di luar ramadhan. Kalau tidak bisa maka syariat tetah membolehkan makan dan minum sampai kita yakin fajar telah terbit, artinya kalau belum yakin maka masih boleh makan dan minum. Walaupun demikian sikap kehati-hatian juga butuh dipertimbangkan dalam masalah ini walaupun hal itu tidak wajib, wallahu a’lam bishshawab.

  6. Prili said:

    Assalamu’alaikum warahmatullah,

    Ustad, mohon ijin untuk copas artikelnya. Semoga Ustad dan sahabat semua selalu diberkahi Allah Subhanallahu wata’ala, amin.

    Terima kasih,
    Wassalam.

    wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
    silahkan dengan mencantumkan sumber URLnya.
    Allahumma amin, barakallhufiik

  7. ikhwan said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh,

    Ustadz tentang tempat makan yang ada ditangan ketika azan ana pernah baca penjelasannya di..

    http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=262

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Jazakallahu khairan atas linknya, memang dalam hal ini ada silang pendapat di kalangan ulama, sebagaimana mereka berbeda pendapat dalam menghukumi haditsnya. Silakan seseorang mengikuti pendapat yang hatinya tenang dalam mengamalkannya, wallahu a’lam

  8. Seputar Sahur « Blogna Kang Ian said:

    […] Apakah seseorang masih bisa makan selama dia ragu kalau fajar telah terbit? Misalnya karena dia mengetahui muazzinnya sering azan sebelum waktu subuh dan semacamnya. Ia dia masih bisa makan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, ”Makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187) Sementara orang ini belum jelas baginya kalau fajar telah terbit. Syaikhul Islam berkata sebagaimana dalam Al-Fatawa (25/260), “Orang yang ragu akan terbitnya fajar, dia boleh makan, minum, dan jima’ berdasarkan kesepakatan ulama.” Akan tetapi yang benarnya ini adalah pendapat mayoritas ulama, karena Imam An-Nawawi menyebutkan dalam Al-Majmu’ bahwa Imam Malik berpendapat lain dalam masalah ini. Dan tentunya pendapat yang benar adalah pendapat mayoritas ulama. (sumber) […]

  9. (TERBARU) BID’AH IMSAKIYAH RAMADHAN 1432H | JADWAL & DO’A BUKA PUASA 2011 | “syah-syah saja kalau mau menghentikan makan dan minum sebelum adzan, akan tetapi yang salah besar kalau imsak ini dijadikan tanda haramnya makan minum dan meyakini bahw said:

    […] http://al-atsariyyah.com/seputar-sahur.html […]

  10. denny prabowo said:

    assalamu alaikum ustadz

    saya mau tanya, bagaimana hukum orang yg terlambat bangun dan ketika sedang makan terdengar suara adzan. apakah harus segera menghentikannya? atau boleh melanjutkan sampai makan selesai? mohon dalilnya.

    jazakallah khoitan katsir

    Waalaikumussalam.
    Dia wajib menghentikan makannya, kapan dia lanjutkan maka puasanya batal.
    Dalilnya saya kira jelas, orang puasa itu dilarang makan kalau sudah masuk subuh.

  11. Andi Isran said:

    Bismillah, Mau tanya ustadz
    1. bagaimana jika ana mempergunakan alarm HP atau jam untuk membangunkan di akhir malam untuk makan sahur atau shalat tahajud apakah di bolehkan?
    2. apakah ini termasuk bertawakkal kepada Makhluk bukan kepada Alllah Ta’ala jika ana bergantung kepada alarm tersebut?

    1. Boleh saja.
    2. Bahkan ini termasuk tawakkal yaitu melakukan ikhtiyar.