Seputar Fidyah

October 10th 2008 by Abu Muawiah |

Seputar Fidyah

Tanya:
Seorang janda yang masih punya tanggungan membayar fidyah puasa Ramadhan tahun lalu, siapakah yang harus membayarkannya? Apakah dia sendiri atau walinya?

tasjilat_al_atsariyyah@yahoo.co.id |

Jawab:
Asalnya, yang harus membayar fidyah adalah dia sendiri karena itu adalah tanggung jawabnya. Akan tetapi kalau dia tidak mampu, maka dia boleh menunda pembayarannya sampai dia sanggup untuk membayarnya. Jika ada orang lain -baik dari pihak keluarganya maupun orang lain- yang membantunya untuk membayarkan fidyah tersebut, maka itu syah dan kewajibannya sudah gugur. Karena fidyah ini termasuk ibadah harta pelaksanaannya bisa digantikan oleh orang lain, sedangkan ibadah harta yang seperti ini boleh dibayarkan oleh orang lain -walaupun bukan keluarganya- berdasarkan pendapat imam empat. Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 10th, 2008 at 1:56 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Seputar Fidyah”

  1. Abu Said said:

    Apakah benar, jika fidyah dibayar melalui makanan siap saji , untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan diganti/dihitung dengan 3x makan satu orang miskin (makan pagi, siang, malam)? Jazakallah khoiran.

    Betul kalau fidyah itu dibayarkan dalam bentuk makanan siap saji. Tapi satu hari itu hanya diganti satu kali makan. Jadi kalau 3 kali makan maka itu berarti menggantikan 3 hari.

  2. Abu 'Ukkasyah said:

    Bismillah. Manakah yg rojih mengqadha puasa atau membayar fidyah bagi ibu menyusui yg tdk bisa brpuasa di bulan Ramadhan? Karena ada yg brpendapat bhw fidyah hanya brlaku bagi orang yg benar2 tdk mampu lg brpuasa. Barakallahu fikum

    Wallahu a’lam. Yang benarnya, wanita yang menyusui mengqadha` puasa.

  3. Tanya Jawab Seputar Fidyah « Daarelhijrah said:

    […] Abu Said said: March 30th, 2011 at 4:30 am […]

  4. Ummi Rafah said:

    Assalamu’alaikum,,,
    1.bgm jika fidyah tahun lalu blm dibyr sampai Ramadhan berikutny apakah digandakan uangnya?
    2.kalo ibu hamil yg tidak puasa apakah diqadla’ atau byr fidyah?
    Wassalamu’alaikum,,,

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak perlu, cukup dibayarkan sesuai dengan tahun lalu.
    2. Bayar qadha.

  5. Mhdrizal said:

    Assalamualaikum, pak ustad bolehkah membayar fidyah dgn beras atau makanan pokok lainnya yg belum dimasak?

    Waalaikumussalam.
    Ayatnya menyebutkan ‘memberi makan’, jadi untuk berjaga-jaga, sebaiknya fidyah itu berupa makanan yang sudah siap dimakan.