Perselisihan adalah rahmat

October 3rd 2008 by Abu Muawiah |

Perselisihan Adalah Rahmat

اِخْتِلاَفُ أُمَّتِي رَحْمَةٌ

“Perselisihan umatku adalah rahmat”.

Perkataan ini dibawakan oleh Nashr Al-Maqdasi dalam Al-Hujjah dan Al-Baihaqi dalam Ar-Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.

Syaikh Al-Albani -rahimahullah- berkata dalam Adh-Dho’ifah no. 57, “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu), dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi mereka tidak menemukannya”.

Oleh karena itulah, Al-Munawy menukil dari Imam As-Subki bahwa beliau menyatakan, “(Ucapan ini) tidak dikenal di kalangan para muhaaditsin, dan saya tidak menemukan untuknya sanad yang shahih, tidak pula (sanad) yang lemah dan tidak pula (sanad) yang palsu”.

Adapun dari sisi matan (redaksi) hadits, maka Imam Ibnu Hazm setelah mengisyaratkan bahwa ucapan di atas bukanlah hadits Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, beliau menegaskan, “Ini adalah termasuk di antara ucapan yang paling rusak, karena jika seandainya perselisihan adalah rahmat maka tentunya persatuan adalah siksaan, dan hal ini tentunya tidak akan dikatakan oleh muslim manapun”.

Lihat: Adh-Dhaifah (57), Al-Asrar Al-Marfuah (506) dan Tanzih Asy-Syariah (2/402)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 9:17 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.