Mayat janin harus dishalati?

October 6th 2008 by Abu Muawiah |

Mayat Janin Harus Dishalati?

Tanya:
Bagaimana hukum bayi yang meninggal di dalam kandungan, apakah dia juga dimandikan, dishalati dan dikafani sebagaimana layaknya orang dewasa?

085255013175

Jawab:
Bayi yang meninggal dalam kandungan diperlakukan seperti jenazah orang dewasa kalau dia telah berumur empat bulan dalam kandungan, karena pada umur itulah roh ditiupkan ke dalam tubuhnya. Hal ini berdasarkan hadits yang msyhur dari Ibnu Mas’ud riwayat Al-Bukhari dan Muslim tentang penulisan takdir setiap janin ketika dia masih di dalam perut ibunya. Artinya, jika si ibu keguguran sebelum janinnya berumur 4 bulan maka tidak ada kewajiban untuk memandikan dan dan tidak pula menyolatinya. Cukup dibungkus dengan baik kemudian langsung dikuburkan, wallahu a’lam.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, October 6th, 2008 at 7:28 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Mayat janin harus dishalati?”

  1. sunarko said:

    trm kasih informasinya smg bermanfaat

  2. Andi Isran said:

    Bismillah Mau tanya Ustadz apakah benar Bayi dan anak-anak yang meninggal sebelum baliq dan orang dewasa yang meninggal sebelum sampai kepadanya da’wah islam nanti di akhirat akan di uji dengan di perintahkan masuk ke dalam neraka. kalau masuk maka dia akan masuk surga kalau menolak maka dia masuk neraka? bagaimana tanggapannya Ustadz

    Jazakamullahu Khairan

    Itu hanya berlaku bagi anak-anak orang kafir. Adapun anak-anak kaum muslimin, maka mereka akan masuk surga tanpa ada ujian.