Jika Bacaan Imam Terlalu Cepat

October 3rd 2008 by Abu Muawiah |

Jika Bacaan Imam Terlalu Cepat

Tanya:
Saya pernah shalat Zhuhur dan Ashar di belakang imam yang sangat cepat bacaannya. Jika saya membaca Al-Fatihah dengan tartil, maka tidak akan sempurna sebelum imam ruku, dan bila saya memaksa untuk menyempurnakannya maka membuat saya tidak tuma`ninah karena terlalu cepat membacanya. Apa yang seharusnya saya perbuat?

(Abu Salamah)
Tarakan

Jawab:
Jika demikian keadaan imamnya, maka boleh bagimu untuk membaca Al-Fatihah dengan cepat sepanjang tidak mengakibatkan salah dalam membaca, atau meninggalkan sebagian dari huruf-hurufnya atau yang semisalnya yang bisa merubah makna ayat. Dan bukan syarat dalam membaca Al-Fatihah harus dilafadzkan dengan lambat dan pelan, walaupun itu tentunya lebih afdhol, akan tetapi jika keadaan seperti yang digambarkan di atas maka boleh baginya membacanya dengan cepat dan hal tersebut tidak menafikan tuma’ninah dalam sholat, wallahu A’lam.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 8:49 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

7 responses about “Jika Bacaan Imam Terlalu Cepat”

  1. abdullooh said:

    assalamu’alaykum,Ustadz hal serupa jg terjadi d tempat ana,ana baru kira-kira 2 ayat[al fatihah] sang imam sudah turun ruku’ bagaimana dg hal yg demikian,syukron

    Waalaikumussalam.
    Memangnya imam baca surah apa secepat itu? Antum juga harus mempercepat bacaan alfatihahnya kalau imam seperti itu. Jangan santai ketika membaca alfatihah. Kalau sudah dipercepat tapi tetap tidak bisa dikejar, sebaiknya cari imam yang lain saja.

  2. Putra said:

    Jalan yg lebih baik menurut saya pribadi adalah setelah selesai sholat menegor imamnya agar tidak terlalu cepat bacaan nya.

    Hanya Allahlah Yang maha benar dan mengetahui

  3. Sri.s said:

    Bismillah, alangkah indahnya bila dimasjid dekat rumah berlangsung sholat berjama’ah dg tuma’ninah.

  4. irhanudin said:

    Ass..maaf sy mau nanya soal lain, bagaimana sikap makmum jika imam dalam mbaca S.Al Fatihah dan surat lain ada ayat yang kelewatan 1 atau 2 ayat apakah makmum mengingatkan dengan membunyikan ayat yang kelewatan atau diam aja?mohon sertakan dalilnya!

    Harus diingatkan. Jika dia tidak memperbaiki, maka kewajiban makmum sudah gugur.

  5. cowobaex said:

    wah imamnya harus ditegur

  6. Heri said:

    Assallamualaikum wr,wb

    Saya juga mengalami hal yg demikian di mesjid dekat kantor saya. Saya sengaja tidak solat di Musholla kantor karena ingin berjamaah di Mesjid, tp saya sering kecewa krn harus tergesa gesa krn sang imam begitu cepat.
    Saya jg gak tau apa nikmatnya solat cepat seperti itu.

  7. Nurrohman said:

    Bagaimana dengan hadits di dalam buku sifat-sifat shalat Rasulullaah shalallallaahu ‘alaihi wasallam yang ditulis Syaikh Al Albani yang mengatakan bahwa kita mesti mengikuti imam. Dalam kasus ini jika imam ruku’ kita juga ruku’ meskipun bacaan alfatihah kita belum selesai.

    Apakah dengan ini kita boleh memperlambat alfatihah kita sehingga tetap dengan imam yang sama? Mencari imam yang lain membuat kita repot apalagi kalau tidak ada mesjid dekat rumah kita yang bacaannya lambat. Beberapa mesjid dekat kosan saya imamnya cepat-cepat bacaannya bahkan dengan bacaan saya yang saya rasa paling cepat pun tidak terkejar.

    Bagaimana juga dengan bacaaan shalawat tasyahud awal? shalawat tasyahud awal yang biasa dibaca oleh masyarakat kita pada umumnya (termasuk imam) cuman “Allaahumma shalli ‘alaa muhammad”. Sedangkan shalawat yang seharusnya kita baca pada shalat entah tasyahud awal maupun tashahud akhir panjang. Harus cepat jugakah? Tidak mungkin terkejar. Apakah tetap cari imam lain?

    Saya tidak paham dengan pertanyaan anda.