Hukum Berzikir Dalam WC

May 23rd 2014 by Abu Muawiah |

Tanya:
Apa hukumnya menjawab salam dan berzikir di dalam wc?

Jawab:
Ada dua pendapat di kalangan para ulama mengenai hukum berzikir di dalam wc:
1. Makruh.
Ini adalah mazhab al Hanafiah, asy Syafiiah, dan al Hanabilah. Dan pendapat ini dinisbatkan kpd Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.
2. Boleh.
Ini adl pendapat Malik, an Nakhai, Ibnu Sirin, dan asy Sya’bi. Pendapat ini dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Amr.

Maka dari sini kita bisa melihat, bahwa tidak ada seorang pun ulama yang menyatakan haramnya berzikir di dalam wc. Pendapat yg melarang di sini hanya berpendapat makruhnya.

Kemudian, anggaplah kita lebih memilih pendapat yang menyatakan makruhnya, maka sudah diketahui bersama bahwa jika ada amalan yang makruh bertentangan dengan amalan yang wajib, maka melakukan amalan yang wajib itu lebih didahulukan walaupun harus melanggar sesuatu yang makruh.

Misalnya: Menjawab salam dan mendoakan org yg bersin adalah wajib. Namun jika zikir ini butuh diucapkan di dalam wc, maka tetap didahulukan mengucapkannya karena berzikir di dalam wc paling berat hukumnya makruh, sementara kedua jenis zikir di atas adalah wajib.

Adapun jika zikirnya sunnah, maka hukumnya lebih jelas lagi tentunya, yakni dibolehkan secara mutlak.

Kembali kepada dua pendapat di atas, kami katakan: Pendapat yang paling kuat di kalangan ulama adalah pendapat al Malikiah dan selainnya yang menyatakan bolehnya berzikir kepada Allah dalam wc.
Hal itu karena hukum asal berzikir adalah boleh dilakukan kapan dan dimana saja, sampai ada dalil yang melarang. Dan dlm masalah ini, tidak ada satu pun dalil yang shahih lagi tegas yang melarang berzikir di dalam wc.

Jadi kesimpulannya, berzikir kepada Allah dalam wc adalah boleh, baik zikir yang wajib maupun zikir yang sunnah. Dan ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh al Qurthubi rahimahullah. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • berdzikir di wc
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, May 23rd, 2014 at 5:53 pm and is filed under Dari Grup WA, Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.