Dimanakah kiblatnya doa ?

November 24th 2008 by Abu Muawiah |

Dimanakah kiblatnya doa ?

Langit adalah kiblatnya doa dan diangkatnya tangan ke langit termasuk dalil-dalil Ahlus Sunnah (yang menunjukkan) akan ketinggian Allah Ta’ala. Sampai binatangpun, jika dia tertimpa musibah maka dia akan menengadahkan kepalanya ke atas. Dan ka’bah juga merupakan kiblatnya doa sebagaimana dia adalah kiblatnya shalat.

[Fatawa Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi, bagian Aqidah no. 22]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, November 24th, 2008 at 11:18 pm and is filed under Tahukah Anda?. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Dimanakah kiblatnya doa ?”

  1. muhammad reza said:

    syaikh abdurrazaq afifiy bukanya sudah wafat ustadz?

    Ia -rahimahullahu rahmatan wasiah-. Antum reza SMADA Makassar?

  2. bangkit said:

    Bismillah
    Ustadz, kami ingin bertanya..
    1.kami masih bingung yang mana yang rojih apakh khidir itu nabi atau hanya seorang hamba yang sholih karena ana mendapati 2 pndapat yg brbeda namun penjelasannya masih kurang, harap dijelaskan dalilnya, kami sudah mencari lewat gsalaf tapi tidak ketemu mengenai pembahasan khidir?
    2. dali2 shof sholat wanita dengan imam wanita hrus sejajar dngan makmum apa saja selain atsar

    1. Yang rajih khidir adalah seorang Nabi. Seingat saya masalah ini pernah dibahas di majalah Asy-Syariah. Mungkin antum bisa search di situsnya.
    2. Wallahu a’lam kami tidak mengetahui adanya dalil lain selain dari atsar Aisyah dan Ummu Salamah. Tapi kedua atsar ini sudah cukup menunjukkan syariat tersebut karena tentunya tuntunan seperti itu mereka pelajari dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-.

  3. indra said:

    ustad.apa maksud dari iblis dan bala tentaranya.akan menjerumuskan(menghalang halangi),anak keturunan ADAM alaihissalam,dari muka,belakang,dari kiri dan kana?dan apa maksud dari muka,belakang dan dari kiri,kanan itu ustad?

    Yakni setan akan mengikuti dan bersama mereka dimanapun mereka berada, bahkan mengalir di dalam darah mereka sebagaimana yang tersebut dalam hadits yang shahih. Itu semua karena mereka sangat berhasrat untuk menyesatkan manusia dengan cara apa saja yang mereka bisa tempuh.

  4. Fulanah said:

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

    Ustadz, mana yang lebih rajih apakah berdo’a dengan mengangkat kedua tangan boleh di setiap tempat dan setiap keadaan atau hanya pada waktu-waktu tertentu yang ditunjukkan oleh sunnah seperti saat berdo’a minta turun hujan? bolehkah berdo’a selain dzikir setelah shalat fardhu, (misalnya doa untuk kedua orang tua, kebaikan dunia akhirat, dll) klo boleh, mengangkat tangan atau tidak?

    Jazakumullahu khoir.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    1. Yang benarnya boleh mengangkat kedua tangan secara mutlak ketika berdoa, yakni kapan dan dimanapun. Tapi dalam hal ini harus dibedakan antara doa dan zikir, doa disyariatkan angkat tangan sementara zikir tidak.
    2. Tidak disyariatkan berdoa setelah shalat fardhu, karena waktu mustajabah doa adalah ketika dia berada di dalam shalat, seperti ketika dia sujud dan duduk tasyahud terakhir sebelum salam. Maka berdoa setelah shalat adalah kurang tepat dan bukan pada tempatnya yang sesuai.
    Lagi pula tidak ada hadits shahih yang menerangkan syariat berdoa setelah shalat fardhu. Ada hadits dari Abu Umamah akan tetapi haditsnya lemah sebagaimana yang telah kami terangkan di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=380

  5. sahlah said:

    Bismillah..’afwan, ana senang dengan situs ini karena betul-betul murni memberikan ‘ilmu ad-dien, semoga ke depan kita sama-sama saling mendukung dalam menyebarkan ad-dien ini meskipun kita berbeda organisasi yang penting masih dalam lingkup sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jama’ah.

    Jazakillahu khairan. Maaf, link anti sebutkan kami tidak sebutkan karena kami meyakini dan kami beragama kepada Allah dengannya bahwa yayasan itu bukanlah termasuk dari ahlussunnah wal jamaah, tidak dari jauh apalagi dari dekat.
    Keengganan kami untuk membicarakan masalah-masalah sekte, organisasi, serta tahdzir mentahdzir dalam situs ini, tidak lain kecuali karena keinginan kami agar kaum muslimin tanpa terkecuali tidak larut membicarakan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi agama mereka. Tapi itu bukan artinya kami mentolerir dan bergandengan tangan dengan semua kelompok/sekte/yayasan yang bersifat hizbiah dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin, tidak sama sekali.

  6. bip said:

    assalamu’alaikum
    bole tidak do’a dhuha dibaca secara bersama dan ada imam do’a?
    Rasul menuntunkan cara berdo’a bagaimana?

    Waalaikumussalam
    Apa itu doa dhuha?
    Yang jelas, sebaiknya doa itu dilakukan sendiri-sendiri, kecuali jika ada dalilnya doa itu boleh dipimpin satu orang yang lainnya meng’amin’kan. Wallahu a’lam