Definisi Muamalah Keuangan Kontemporer

October 13th 2008 by Abu Muawiah |

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagai materi awal dari kategori ini, kami akan membawakan secara bersambung, tiga tulisan Al-Ustadz Al-Fadhil, Abu Muhammad Zulqarnain bin Sunusi -hafizhahullah- yang kami kutip dari majalah An-Nashihah dengan judul: STUDI SYAR’I TENTANG BEBERAPA MUAMALAT KEKINIAN’. Berikut silsilah pertama:

Pendahuluan

Syari’at Islam yang mulia telah meletakkan suatu garis lurus yang sangat jelas menerangi seluruh sisi dan aspek kehidupan manusia, sehingga tidak ada celah dan bagian dari kehidupan manusia kecuali tercakup dalam penjelasan syari’at Islam dan tidak keluar dari naungan hukum-hukum Al-Qur`an dan Sunnah yang suci lagi penuh berkah dan rahmat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ
“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab”. (QS. Al-An’am : 38)
Dan Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur`an) sebagai penjelas atas segala sesuatu, petunjuk dan rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl : 89)
Dan dalam hadist ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma riwayat Muslim, Rasulullah shollallahu ‘alahi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِيْ إِلَّا كَانَ حَقًا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ
“Sesungguhnya tidak seorang nabipun sebelumku kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan kepada ummatnya segala kebaikan yang ia ketahui bagi mereka dan memperingatkan kepada mereka segala kejelekan yang ia ketahui atas mereka”.

Termasuk dari masalah yang mendapatkan perhatian sangat besar dalam syari’at Islam masalah mu’amalat dan perekonomian dalam kehidupan. Syari’at Islam menegakkan mu’amalat dan perekonomian ini di atas asas yang sangat kokoh dan nilai yang amat tinggi serta maksud dan tujuan yang paling mulia. Al-Qur`an telah menjelaskan dasar-dasarnya dan sunnah Rasulullah shollallahu ‘alahi wa ‘ala alihi wa sallam telah merinci kaidah dan pondasinya. Karena itu, tidaklah pantas seorang muslim lalai dari tuntunan agamanya dalam masalah seperti ini yang tiada lepas darinya dalam kehidupan dan kesehariannya.

Pembahasan kita kali ini berkaitan dengan beberapa mu’amalat yang banyak dilakukan oleh orang-orang saat ini. Pembahasan ini dalam bahasa Arabnya disebut dengan “Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh”. Yang secara umum pembahasan ini akan dibagi sebagai berikut :
1.    Definisi Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh.
2.    Beberapa dhobith (pijakan/kaidah) dalam bab mu’amalat.
3.    Studi syar’i tentang beberapa mu’amalat masa kini.

Definisi Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh:
Satu : Definisi Mu’amalat.
Suatu hal yang dimaklumi bahwa kebanyakan ‘ulama menbagi masalah Fiqh menjadi empat bagian :
1.    Fiqh Ibadah. Seperti Thoharah, Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan lain-lain.
2.    Fiqh Mu’amalat. Seperti Jual-Beli, sewa, Wakaf, Wasiat dan lain-lain.
3.    Fiqh Munakahat (Nikah). Seperti Nikah, Talak, Zhihar dan lain-lain
4.    Fiqh Ahkamul Janayat (Hukum-hukum pelanggaran/pidana) dan perhakiman.

Mu’amalat (مُعَامَلَاتٌ) secara bahasa adalah bentuk jamak dari kata Mu’amalah (مُعَامَلَةٌ) yang berarti interaksi atau hubungan kepentingan.
Secara istilah, Mu’amalat adalah Hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan interaksi dalam perkara dunia.

Mu’amalat meliputi dua perkara :
1.    Ahkamul Mu’awadhot (Hukum-hukum pergantian/pertukaran). Yaitu Mu’amalat yang dimaksudkan dengannya mengambil ganti berupa keuntungan, usaha, perdagangan dan lain-lainnya. Maka tercakuplah di dalamnya masalah jual-beli, sewa, serikat, tawar menawar dan lain-lainnya.
2.    Ahkamut Tabarru’at (Hukum-hukum derma). Yaitu Mu’amalat yang dimaksudkan dengannya berbuat baik dan kasih sayang seperti masalah Hibah, pemberian, Wakaf, Wasiat dan lain-lainnya.

Dua : Definisi Al-Maliyah.
Al-Maliyah (الْمَالِيَّةُ) asalnya dari kata Al-Mal (الْمَالُ). Para ‘ulama memberikan definisi yang tidak terlalu berbeda yaitu setiap harta benda yang bisa dimanfaatkan maka itu adalah Al-Mal (harta) kecuali apa yang diperkecualikan oleh syari’at.

Para ‘ulama menggunakan kalimat harta pada tiga penggunaan :
1.    Barang dagangan. Seperti rumah, mobil, makanan, pakaian dan lain-lain.
2.    Manfaat. Seperti manfaat tinggal disuatu rumah atau manfaat jual-beli di sebuah toko dan seterusnya.
3.    Benda. Seperti emas, perak dan yang menduduki kedudukannya seperti uang (walaupun yang terkenal dikalangan ahli fiqh bahwa uang termasuk dari jenis pertama).

Tiga : Definisi Al-Mu’ashiroh.
Makna Al-Mu’ashiroh disini adalah waktu/masa sekarang ini.

Kesimpulan Definisi:
Jadi Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh adalah Hukum-hukum syari’at tentang beberapa masalah harta yang nampak atau terjadi di zaman kita.

Incoming search terms:

  • pengertian muamalah
  • definisi muamalah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, October 13th, 2008 at 1:24 am and is filed under Ekonomi Islam. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Definisi Muamalah Keuangan Kontemporer”

  1. Dani said:

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

    Ustadz saya mau tanya,
    Gimana hukumnya bekerja disalah satu anak cabang usaha Koperasi URL: http://www.ksusb.co.id//page/sekilas-koperasi-sejahtera-bersama
    yang membuka anak usaha simpan pinjam dan juga anak usaha perdagangan sedangkan saya akan bekerja dibagian anak cabang usaha perdagangannya yaitu KSBMART yang akan membuka sekitar 100 toko kebutuhan pokok.
    Apakah boleh bekerja disini dan tidak termasuk riba karena koperasi ini memiliki anak usaha simpan pinjam juga ?

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Kalau memang muamalah cabang yang antum berada di situ betul-betul bersih dari riba dan hal-hal haram lainnya, maka insya Allah tidak mengapa dengan pekerjaan dan gaji yang diperoleh. Wallahu a’lam

  2. hady said:

    assalaamu’alaikum ustadz…

    saya dapat order mencetak kaos koperasi (hanya tulisan nama koperasi)dan mencetak sablon kantong plastik ‘idul fithri dari koperasi indonesia yang bidang usaha nya macam-macam.. termasuk didalamnya adalah usaha simpan pinjam…

    bagaimana hukumnya ustadz?

    jazaakumullaahu khairan katsiiran atas jawabannya..

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa insya Allah.