Archive for the 'Warisan' Category

Warisan Untuk Ibu dan Saudara

May 11th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah. Ustadz ada pertanyaan: Bagaimana pembagian warisan dari seorang wanita yang meninggal dan dia memiliki ibu,3 saudara perempuan, 4 saudara laki?
Jazakumullah khairan.

Jawab:
Dalam kondisi seperti ini maka:
Ibu mendapat bagian 1/6 dari harta warisan. Krn wanita yang wafat ini tidak mempunyai ahli waris lain kecuali saudara dan saudarinya.
Sementara 5/6 sisa hartanya diberikan kepada seluruh saudaranya; yang lelaki maupun yg wanita, dimana semua saudaranya dalam kasus ini bertindak sebagai ashabah. Tentunya dengan ketentuan, saudara lelaki mendapatkan bagian 2 kali lipat dari saudara perempuan.
Sehingga ketiga orang saudarinya masing-masing mendapatkan 5/66 bagian, sementara keempat orang saudaranya masing-masing mendapatkan 10/66 bagian. Wallahu a’lam.

Category: Dari Grup WA, Warisan | Comments Off on Warisan Untuk Ibu dan Saudara

Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

July 7th, 2012 by Abu Muawiah

Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

 

Pertanyaan:

Berapa banyak warisan untuk orang yang berkelamin ganda (hermaprodit)? Apakah seperti bagian laki-laki atau perempuan?

 

Jawaban:

Hermaprodit adalah orang yang belum jelas statusnya, apakah dia seorang laki-laki ataukah perempuan. Jika pemilik harta meninggal dalam keadaan orang ini masih anak-anak atau sudah dewasa namun masih belum jelas statusnya, maka diberikan kepadanya setengah bagian laki-laki dan setengah bagian perempuan. Jika tidak demikian, maka dia bisa diberikan bagian berdasarkan status dia yang diyakini. Atau ditangguhkan pemberian bagiannya sampai dia balig dan statusnya menjadi jelas.

 

[Asy-Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa Islamiah: 3/54]

Category: Fatawa, Warisan | Comments Off on Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

Warisan dan Anak Memberikan Bagiannya Kepada Ibu

September 2nd, 2011 by Abu Muawiah

Warisan dan Anak Memberikan Bagiannya Kepada Ibu

Tanya:
Assalamualaikum,
saya mau tanya perihal pembagian warisan ayah saya yg sudah meninggal dng meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak laki2 semua.Berapa persentasi yg diterima ibu saya dan 5 orang anak laki2nya dan kalau ada anaknya yg memberikan haknya ke ibunya boleh apa tidak ?
terimakasih,Assalamualaikum
novie rendra [novierendra@yahoo.co.id]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah
Istri mendapatkan 1/8 dari harta warisan karena suaminya mempunyai anak.
Sementara sisanya yaitu 7/8 harta dibagi secara rata antara kelima orang anak laki-lakinya.
Setelah semuanya dibagi lalu ada anak yang ingin memberikan bagiannya kepada ibunya maka itu tidak ada masalah, karena harta itu sudah menjadi miliknya dan pemberiannya kepada ibunya dihukumi sedekah atau hadiah atau yang semacamnya. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • waris al atsariyyah com

Category: Jawaban Pertanyaan, Warisan | 5 Comments »

Mengeluarkan Zakat Dari Warisan

July 11th, 2011 by Abu Muawiah

Mengeluarkan Zakat Dari Warisan

Tanya:
Bismillah.
Wal-hamdu lillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.
Ustadz, kami ingin menanyakan hukum pembagian seputar warisan, sebagai berikut:
Seorang ayah memiliki 5 anak kandung –3 putra dan 2 putri–. Setelah istri pertama meninggal, beberapa lama kemudian ia menikah dengan seorang wanita yang telah memiliki satu anak –putri–. Kesemua anak kandungnya –juga anak tirinya– sudah menikah dan telah meliki anak-anak. Berikut urutan anak-anaknya:
1. Putra (kandung),
2. Putri (kandung),
3. Putra (kandung),
4. Putri (kandung),
5. Putri (tiri), dan
6. Putra (kandung).
Setelah ayah tersebut meninggal, terjadilah perseteruan dalam pembagian harta warisan, dimana anak pertamanya –yakni laki-laki– meminta harta warisan yang lebih banyak daripada yang lainnya. Dari sanalah terjadi perseteruan. Lalu, mereka semua –kelima anak kandungnya– meniatkan 2,5 % dari total warisan tersebut untuk dizakatkan.

Pertanyaannya:
[1]. Apakah dibenarkan –secara syari’at- mengenai 2,5 % yang mereka niatkan untuk dizakatkan?
[2]. Bagaimana perincian pembagian harta warisan tersebut?

Mohon jawaban Ustadz, dikarenakan terdesak hal ini –sebelum terjadi kekeliruan dalam pembagian warisan tersebut–. Barakallahu fikum.
Semoga jawaban Ustadz menjadi sebuah penerang suatu kebaikan. Dan, semoga Allah Ta’ala menjadikan jawaban antum sebagai catatan amal shalih yang menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Allahumma amin.
Jazakumullahu khairan.
Abu Khuzaimah [al.asqalany@yahoo.com]

Jawab:
1.    Zakat tidak wajib dan tidak perlu dikeluarkan jika nishab (85 gram emas) tidak terpenuhi dan belum dimiliki selama setahun. Dalam kasus ini, walaupun harta totalnya mencapai nishab, akan tetapi setelah pemiliknya (ayah) meninggal maka kepemilikan harta itu berpindah kepada anak-anak mereka setelah dibagi sesuai dengan aturan mawaris dalam Islam.
Untuk itu, seharusnya harta ayah ini dibagikan terlebih dahulu kepada seluruh ahli warisnya. Dan siapa saja di antara mereka yang mendapatkan bagian harta melebihi nishab maka dia wajib mengeluarkan zakatnya pada tahun depannya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum syariat islam zakat hasil penjualan rumah warisan
  • zakat penjualan rumah warisan dalam islam
  • zakat penjualan tanah warisan

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan | 1 Comment »

Pembagian Warisan Ayah Saat Ibu Meninggal

June 10th, 2011 by Abu Muawiah

Pembagian Warisan Ayah Saat Ibu Meninggal

Tanya:
Ibunda sy beberapa bulan yg lalu dipanggil oleh Allah SWT setelah dicoba olehNya dengan penyakit selama lebih kurang 6 bulan. Maninggalkan seorang suami (ayah kami) dan kami anak2nya ada 5 bersaudara, satu diantaranya perempuan, semuanya alhamdulillah sudah mandiri dan berkeluarga. Setelah lewat sebulan ibunda wafat, ayahanda sy menikah lagi dengan seorang janda beranak tiga (semoga Allah memberkahi mrk). selama bersama almarhumah ibunda, ayah telah dikarunia harta yg lumayan banyak. Cuman ayah yg bekerja memang sementara ibu hanya berperan sebagai IRT. Pertanyaan saya, apakah setelah wafatnya ibunda sy, harta milik org tua sy tersebut sdh harus dibagikan sesuai dengan ketentuan faraid, atau tidak bisa dibagikan selama ayah sy masih hidup?
Erza Chaldun [anaxaiak@hotmail.com]

Jawab:
Harta yang boleh dibagikan hanyalah harta yang murni milik ibu. Adapun jika ibu hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan tidak mempunyai penghasilan sehingga tidak mempunyai harta, maka tidak ada harta yang harus dibagikan.
Adapun harta ayah yang merupakan hasil pekerjaannya, maka dia nanti dibagikan setelah ayah meninggal. Dimana pembagiannya akan dibagi bersama istri keduanya beserta semua anak-anaknya (dari istri pertama). Adapun anak tirinya maka tidak mendapat warisan, karena bukan darah dagingnya. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • pembagian harta warisan ibu ketika ayah masih hidup

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan | 2 Comments »

Pembagian Warisan

June 6th, 2011 by Abu Muawiah

Pembagian Warisan

Tanya:
ustadz hafidzokumulloh,ana mau nanya,ada seorang laki-laki meninggal,dan mempunyai sebidang tanah,dan meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki dan dua anak perempuan, berapakah bagian masing-masing ahli waris, jazaakumulloh khoir
abu muslim [abu.muslim123@yahoo.id]

Jawab:
Istri mendapatkan 1/8 dari harta warisan karena adanya anak-anak.
Sementara 7/8 lainnya untuk anak-anaknya dengan catatan anak perempuan mendapatkan bagian 1/2 anak laki-laki. Atau dengan kata lain, anak laki-laki mendapatkan 7/16 bagian dan kedua anak perempuan juga mendapatkan 7/16 bagian. Tinggal nilai tanahnya yang dikonversi menjadi uang, lalu dihitung.

Ini tentu saja setelah ditunaikan hak dan kewajiban mayit, seperti penunaian wasiat kalau ada, pembayaran utang kalau ada, dan biaya penyelenggaraan jenazah. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • warisan

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan | 27 Comments »