Archive for the 'Mengenal Syi’ah Rafidhah' Category

Ada Apa Dengan Ahlul Bait? (Bagian 1)

September 19th, 2013 by Abu Zakariyya

Ada Apa Dengan Ahlul Bait? (Bagian 1)

 Sesungguhnya kalimat ‘Ahlul Bait’ bukanlah sesuatu yang asing lagi di bumi Indonesia, bahkan bagi masyarakat awam sekalipun biasa mendengar dan mengungkapkannya. Tidak sedikit oknum yang mengaku sebagai ‘Ahlul Bait’ atau membentuk organisasi atau jama’ah yang  mengatasnamakan ‘Ahlul Bait’, sedangkan dalam waktu yang bersamaan tidak sedikit pula oknum yang mencela bahkan mengkafirkan ‘Ahlul Bait’. Semua hal di atas bisa jadi muncul dari ketidaktahuan tentang hakikat ‘Ahlul Bait’ atau kedengkian terhadap ‘Ahlul Bait’.

Lantas siapa yang dimaksud dengan ‘Ahlul Bait’? apa keutamaan mereka? dilarangkah seseorang mencela mereka? simak pembahasannya berikut ini;

Definisi Ahlulbait secara etimologi

Sesungguhnya para ilmuwan Bahasa Arab dan Ulama Islam telah menjelaskan makna ‘Ahlul Bait’ secara detail dan gamblang, diantaranya apa yang telah dijelaskan oleh salah seorang ulama bahasa Arab Abul Husain Ahmad Ibnu Faaris dalam kitabnya yang berjudul Mu’jam Maqooyiis Al-Lughoh(1/150):

“Ahlu(keluarga) seorng lelaki adalah istrinya, berkeluarga ertinya beristri dan ahlu(keluarga) seorang lelaki  adalah orang khususnya, dan ahlul bait(orang rumah) adalah penghuni (rumah tersebut) dan Ahlul Islam(orang Islam) adalah orang yang beragama dengan (agama tersebut)”

Abul Qoosim Al-Husain bin Muhammad yang lebih terkenal dengan nama Ar-Rhooghib Al-AshFahaaniy berkata :

“Ahlu(keluarga) seorang lelaki adalah orang yang ia dan dirinya terkumpul dalam satu garis keturunan atau agama atau yang semisal dengan keduanya berupa profesi, rumah dan negeri, dan pada asalnya ahlu(keluarga) seseorang itu adalah orang yang ia dengan dirinya tinggal dalam satu rumah, kemudian (istilah) itu digunakan di luar (makna asalnya) seperti jika dikatakan: Ahli Baitnya seseorang adalah orang yang ia dengan dirinya berada dalam satu garis keturunan, dan jika dikatakan Ahlul Bait, biasanya (istilah itu) untuk keluarga Nabi ‘alaihis shalaatu wassalam secara mutlak sebagaimana dalam firmanNya: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • definisi ahlulbayt

Category: Aqidah, Manhaj, Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Ada Apa Dengan Ahlul Bait? (Bagian 1)

Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

July 31st, 2012 by Abu Muawiah

Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

 

Di antara kesesatan Rafidhah adalah: Mereka membolehkan seseorang melakukan jima’ dengan budak orang lain jika pemiliknya mengizinkan. Al-Hulli berkata, “Boleh ‘berhubungan’ dengan budak milik orang lain dengan syarat yang mengizinkannya adalah orang yang bisa memerdekakannya dan sudah diakui hak kepemilikannya, serta budak tersebut halal bagi orang yang akan ‘berhubungan’ dengannya[1].

Cukuplah sebagai bantahan terhadap kebatilan ini adalah firman Allah Ta’ala:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki.” (QS. Al-Mu`minun: 5-6)

Dan sudah diketahui bersama bahwa ‘berhubungan’ dengan budak orang lain bukanlah pernikahan dan budak itu juga bukan budaknya. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

July 28th, 2012 by Abu Muawiah

Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

 

Di antara kesesatan Syiah Rafidhah adalah: Mereka membolehkan nikah tanpa adanya wali dan tanpa saksi-saksi, padahal ini jelas merupakan perbuatan zina. Salah seorang ulama mereka yang bernama Al-Hulli berkata, “Tidak dipersyaratkan adanya wali dalam pernikahan wanita dewasa, dan juga tidak dipersyaratkan adanya saksi-saksi dalam semua akad yang berkenaan dengan pernikahan. Seandainya kedua calon mempelai sengaja menyembunyikan pernikahan mereka, maka pernikahannya tidaklah batal.[1]

Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ وَشاهِدَيْ عَدْلٍ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Asy-Syafi’i, Ath-Thabrani, Ad-Daraquthni, dan Al-Baihaqi[2])

Walaupun sanad hadits ini terputus, akan tetapi para ulama tetap berpendapat dengan kandungannya.

Dari Abu Musa dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmizi, dan Al-Hakim[3])

Al-Hakim berkata, “Riwayat tentangnya telah shahih dari para istri Nabi shallallahu alaihi wasallam seperti: Aisyah dan Zainab bintu Jahsy. Dalam permasalahan ini juga ada hadits dari Ali dia berkata:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ وَشاهِدَيْ عَدْلٍ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali dan dua orang saksi yang adil.[4]

Juga ada hadits dari Ibnu Abbas[5] dan selainnya.” Lalu beliau membawakan total 30 nama orang sahabat. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

Nikah Mut’ah (Kontrak)

July 19th, 2012 by Abu Muawiah

Nikah Mut’ah (Kontrak)

Di antara kesesatan mereka: Mereka membolehkan nikah mut’ah, bahkan mereka menganggapnya lebih baik daripada 70 kali pernikahan sebenarnya (yang syar’i). Salah seorang syaikh mereka yang ekstrim yang bernama Ali bin Al-Ali bahkan membolehkan  11 orang lelaki melakukan mut’ah dengan satu orang wanita dalam satu malam. Jika wanita ini akhirnya hamil dan melahirkan anak, maka kesebelas orang ini harus diundi. Siapa yang namanya terpilih maka anak itu menjadi anaknya.

Saya berkata: Nikah mut’ah ini persis seperti pernikahan ala jahiliah yang telah dibatalkan oleh syariat, sebagaimana yang tersebut dalam Ash-Shahih[1].

Dari Ali dia berkata[2]:

رسول الله صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ نِكاحِ الْمُتْعَةِ

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang nikah mut’ah[3].” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan selainnya[4])

Dan dari Salamah bin Al-Akwa’ radhiallahu anhu:

أنه صلى الله عليه وسلم أباحَ نِكاحَ الْمُتْعَةِ ثُمَّ حَرَّمَها

Bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam pernah membolehkan nikah mut’ah kemudian beliau mengharamkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim[5]) Dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Saburah[6] dengan lafazh yang mirip dengannya.

Dari Ibnu Umar beliau berkata:

نَهانا عَنْها – يَعْنِي المُتْعَةَ – رسولُ الله صلى الله عليه وسلم

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kami melakukannya – maksudnya mut’ah -.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad yang kuat[7])

Juga telah dinukil dari Ibnu Abbas pernyataan rujuknya beliau dari pembolehan mut’ah[8]. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Nikah Mut’ah (Kontrak)

Imam Harus Ma’shum

July 16th, 2012 by Abu Muawiah

Imam Harus Ma’shum

 

Di antara kesesatan mereka (Rafidhah) adalah: Mereka mensyaratkan seorang imam haruslah orang yang ma’shum (terjaga dari dosa). Mereka juga menyatakan bahwa Allah wajib tidak membiarkan satu pun zaman kosong dari seorang imam yang ma’shum. Lalu mereka membatasi imam[1] yang ma’shum itu hanya pada 12 orang imam mereka[2].

Batilnya aqidah ini, kontradiktifnya, dan bagaimana aqidah ini mengandung adab yang buruk kepada Allah sangat jelas sehingga tidak perlu disebutkan. Dengan pendapat mereka ini, mereka telah membatalkan pensyariatan shalat berjamaah (bersama imam), yang mana shalat berjamaah ini termasuk dari syiar-syiar Islam yang tertinggi. Mereka tidak mempunyai bagian dari syiar ini[3], sehingga mereka mengharamkan kemuliaan yang tinggi ini dari diri mereka sendiri. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Imam Harus Ma’shum

Menjamak Dua Shalat Tanpa Uzur

July 4th, 2012 by Abu Muawiah

Menjamak Dua Shalat Tanpa Uzur

 

Di antara kesesatan mereka adalah mereka membolehkan untuk menjamak antara zuhur dengan ashar dan antara magrib dengan isya tanpa ada uzur.

Padahal At-Tirmizi telah meriwayatkan dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدْ أَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْكَبَائِرِ

“Barangsiapa menjamak antara dua shalat tanpa udzur, maka ia telah mendatangi salah satu pintu dari pintu pintu dosa besar.[1]

Dan juga ada riwayat yang menyebutkan bahwa di antara tanda-tanda hari kiamat adalah mengundurkan pelaksanaan shalat dari waktu-waktunya. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwa beliau menjamak antara dua ashar (baca: Zuhur dengan ashar) dan antara dua isya (baca: Magrib dengan isya)[2], maka ditafsirkan bahwa beliau mengerjakan shalat yang pertama di akhir waktu dan mengerjakan shalat yang kedua di awal waktu (sehingga seakan-akan dijamak, pent.) Wallahu a’lam. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Mereka Menambah-Nambah Lafazh Azan

June 23rd, 2012 by Abu Muawiah

Mereka Menambah-Nambah Lafazh Azan

Di antara kesesatan mereka adalah:
Pada zaman-zaman belakangan ini, mereka menambahkan pada bacaan azan, iqamah, dan bacaan tasyahud setelah dua kalimat syahadat, mereka menambahkan kalimat: ‘Bahwa Ali adalah wali Allah’.
Ini adalah bid’ah yang bertentangan dengan agama, tidak ada satu pun dalil dari kitab dan sunnah yang menunjukkan tambahan kalimat ini. Juga tidak ada ijma’ yang mendukungnya, tidak pula qias yang benar. Bahkan hal ini juga bertentangan dengan pengikut mazhab mereka. Karenanya kesesatan ini tidak perlu dibantah(1).

[Diterjemah dari Risalah fii Ar-Radd ala Ar-Rafidhah hal. 84-85]

__________________

(1) Di antara kalimat yang Syiah tambahkan ke dalam lafazh-lafazh azan adalah, ‘Hayya ‘ala khairil ‘amal’ (mari menuju amalan yang terbaik), yakni shalat. Dan ini merupakan bid’ah.
Ibnu Taimiah berkata dalam Minhaj As-Sunnah (6/293-294), “Mereka -maksudnya Rafidhah- telah menambahkan dalam azan suatu syiar (kalimat) yang tidak pernah diketahui adanya pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan tidak ada seorang pun yang meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan hal itu dalam azan. Kalimat yang dimaksud adalah: ‘Hayya ‘ala khairil ‘amal’.”

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Mereka Meyakini Ar-Raj’ah (Reinkarnasi)

June 21st, 2012 by Abu Zakariyya

Mereka Meyakini Ar-Raj’ah[i] (Reinkarnasi)

(Diantara kesesatan Syi’ah Rafidhah) : adalah apa yang telah diucapkan oleh orang yang paling sesat di kalangan mereka yaitu Muhammad Baabuuyah Al-Qummiy[ii] tentang akidahnya  dalam pembahasan keimanan terhadap Ar-Raj’ah(reinkarnasi) :

“Sesungguhnya mereka(para Nabi) –semoga shalawat terlimpahkan atas mereka- mengatakan : barangsiapa yang tidak mengimani reinkarnasi kami maka ia tidak termasuk golongan kami”

Seluruh ulama mereka (Syi’ah Rafidhah) berpendapat seperti ini, mereka mengatakan  :

“Sesungguhnya Nabi  shallallahu’alaihiwasallam, Ali radhiyallahu anhu dan para imam yang dua belas orang itu akan hidup kembali pada akhir zaman dan akan dikumpulkan setelah keluarnya Al-Mahdi dan membunuh Dajjal, dan akan dihidupkan seluruh khalifah yang tersisa (Abu Bakar, Umar & Utsman radhiyallahu ‘anhum) dan para imam yang terbunuh, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan membunuh para khalifah sebagai hukum had dan para imam akan mengqishash dan menshalib orang-orang yang dzalim, mereka mulai dengan menshalib Abu Bakar dan Umar di atas pohon”.

 Ada seseorang (di antara mereka) yang mengatakan : “sesungguhnya pohon itu lembab kemudian menjadi kering  setelah keduanya disalib padanya”, dengan demikian tersesatlah kebanyakan dari pengikut kebenaran seraya berkata : “kita telah mendzalimi mereka”

Ada pula yang mengatakan : “pohon itu kering kemudian menghijau setelah keduanya disalib, dengan demikian kebanyakan dari orang-orang yang mencintai keduanya mendapatkan hidayah”.

Disebutkan pada buku-buku mereka bahwasanya pohon itu adalah pohon kurma yang sangat tinggi sehingga dapat dilihat oleh penduduk timur dan barat, dan setelah itu dunia ini akan tetap ada sampai  lima puluh ribu tahun (akan datang), ada yang mengatakan seratus dua puluh ribu tahun, bagi setiap Imam yang dua belas itu memiliki umur dua belas ribu tahun, sebagian mereka mengatakan : “kecuali Al-Mahdi, ia hanya memiliki umur delapan puluh ribu tahun, kemudian setelah itu Nabi Adam dihidupkan, kemudian Asy-Syiitsiy, Nabi Idris, Nabi Nuh, kemudian para nabi yang tersisa hingga berakhir dengan Al-Mahdi, dunia ini (menurut Syi’ah Rafidhah) tidak akan punah dan akhirat itu tidak akan datang”.

Demikian hal ini dinukil darinya wallahu a’lam. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Mereka Menyelisihi Ahlussunnah Wal Jama’ah

June 19th, 2012 by Abu Zakariyya

Mereka Menyelisihi Ahlussunnah Wal Jama’ah

Mereka menjadikan penyelisihan mereka terhadapa Ahlussunnah yaitu orang-orang yang berada di atas tuntutunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya sebagai sumber kebahagiaan, sehingga  apa saja yang dikerjakan oleh Ahlussunnah maka mereka akan tinggalkan, (dan sebaliknya) jika (Ahlussunnah) meninggalkan sesuatu maka mereka mengerjakannya dengannya mereka keluar dari Agama secara garis besar, sesungguhnya syaithan telah menggoda dan menuntun mereka , dan mereka mengklaim bahawa penyelisihan ini merupakan alamat bahwa mereka adalah Firqoh An-Najiyyah(kelompok yang selamat). [Lihat Ramadhatul Jannaat 6/306]

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda : “Al-Firqoh An-Najiyah(kelompok yang selamat itu adalah Sawadul A’dzom(kelompok terbesar) dan apa yang aku dan para shahabatku berada diatasnya”.[1]

Maka hendaknya diperhatikan kelompok-kelompok tersebut, keyakinan(akidah) dan amalan mereka, jika mencocoki (tuntunan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya maka ia merupakan Al-Firqoh An-Najiyah(kelompok yang selamat). Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Selain Mereka Akan Kekal Dalam Neraka

June 15th, 2012 by Abu Zakariyya

Selain Mereka Akan Kekal Dalam Neraka

Di antara ucapan mereka  sebagaimana dalam (kitab) “syarah At-Tajriid” Al-Hulliy (tokoh besar syi’ah) mengatakan :

“Imam-imam (Syi’ah Rafidhah) berselisih tentang : apakah firqoh-firqoh(selain Rafidhah) dalam Islam itu akan keluar dari Neraka dan akan masuk ke Surga ataukah semua firqoh itu akan kekal dalam Neraka?”, ia berkata : kebanyakan (Imam Syi’ah Rafidhah) di atas pendapat kedua dan Asy-Syardzamah memilih pendapaat pertama, Ibnu Naubakhat berkata : “mereka akan keluar dari Neraka dan tidak akan masuk ke Surga akan tetapi mereka berada di Al-A’raaf.  (Mukhtashar At-Tuhfah Al-Itsnaa ‘Asyariyah : halaman 207).

Keyakinan ini dibangun di atas dasar akidah mereka bahwasanya kaum muslimin (selain mereka) adalah kafir atau fasiq, yang bersamaan dengan itu mereka meyakini bahwasanya orang yang fasik kekal di dalam neraka. Konsekwensi dari keyakinan mereka adalah mendustakan apa-apa yang telah shahih  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa  keluarnya pelaku maksiat dari kalangan orang-orang yang bertauhid dari neraka, sebagaimana dalam hadits Anas radihyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka di bakar dalam neraka, kemudian mereka akan masuk ke dalam surga. Penduduk surga menamakan mereka dengan  Jahannamiyyun” (riwayat Al-Bukhary nomor 6559). Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »