Beberapa Larangan Syariat

March 30th 2010 by Abu Muawiah |

14 Rabiul Akhir

Beberapa Larangan Syariat

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا
“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2097)
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا مَرَّ بِالْحِجْرِ قَالَ لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ أَنْ يُصِيبَكُمْ مَا أَصَابَهُمْ ثُمَّ تَقَنَّعَ بِرِدَائِهِ وَهُوَ عَلَى الرَّحْلِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berjalan melewati al-Hijr (negeri kaum Nabi Saleh), beliau bersabda, “Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka sendiri kecuali jika kalian menangis, karena dikhawatirkan kalian terkena musibah sebagaimana mereka mendapatkannya”. Kemudian beliau menutup kepala dan wajahnya sementara beliau berada di atas tunggangan.” (HR. Al-Bukhari no. 3380 dan Muslim no. 2980)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْثٍ فَقَالَ إِنْ وَجَدْتُمْ فُلَانًا وَفُلَانًا فَأَحْرِقُوهُمَا بِالنَّارِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَرَدْنَا الْخُرُوجَ إِنِّي أَمَرْتُكُمْ أَنْ تُحْرِقُوا فُلَانًا وَفُلَانًا وَإِنَّ النَّارَ لَا يُعَذِّبُ بِهَا إِلَّا اللَّهُ فَإِنْ وَجَدْتُمُوهُمَا فَاقْتُلُوهُمَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus kami dalam suatu pasukan, maka beliau bersabda, “Jika kalian menemukan si fulan dan si fulan maka bakarlah keduanya dengan api”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali bersabda ketika kami sudak akan berangkat (keesokan harinya), “Sungguh aku telah memerintahkan kalian agar membakar si fulan dan si fulan, padahal sesungguhnya tidak boleh ada yang menyiksa dengan api kecuali Allah. Karenanya jika kalian menemukan keduanya maka bunuhlah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 3016)

Penjelasan ringkas:
Syariat telah melarang banyak amalan karena adanya suatu hikmah dan maslahat, yang mana hikmah ini terkadang kita ketahui dan kebanyakannya tidak kita ketahui. Hanya saja sebagai seorang muslim, kita wajib meninggalkan semua larangan tersebut tanpa memperhatikan apakah kita mengetahui hikmahnya ataukah tidak. Karena tidak boleh bagi seorang mukmin dan mukminah, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu hukum, lantas mereka masih mempunyai pilihan lain di dalamnya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.

Di antara larangan-larangan tersebut adalah apa yang tersebut dalam dalil-dalil di atas, yaitu:
1.    Larangan memakai sandal atau sepatu atau kaos kaki hanya sebelah. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Sesungguhnya aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا انْقَطَعَ شِسْعُ أَحَدِكُمْ فَلَا يَمْشِ فِي الْأُخْرَى حَتَّى يُصْلِحَهَا
“Apabila tali sandal salah seorang di antara kalian terputus, maka janganlah kalian berjalan dengan sebelah sandal hingga kalian memperbaikinya terlebih dahulu.” (HR. Muslim no. 2098)
2.    Larangan memasuki tempat-tempat yang pernah tertimpa siksaan, karena dikhawatirkan dia terkena siksaan sebagaimana penghuni sebelumnya mendapatkan siksaan. Kalaupun terpaksa dia melalui tempat tersebut maka hendaknya dia berjalan dengan segera dan menjadikan tempat tersebut sebagai bahan pelajaran agar tidak meniru mereka yang terkena siksaan tersebut.
3.    Larangan untuk menyiksa atau membunuh makhluk hidup manapun -walaupun dia binatang- dengan menggunakan api. Karena tidak ada yang menyiksa dengan api kecuali Rabbnya api, yaitu Allah Ta’ala.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, March 30th, 2010 at 12:35 pm and is filed under Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Beberapa Larangan Syariat”

  1. dr.Abu Hana said:

    Bismillah,

    Ustadz Abu Muawiah, ana mo tanya mengenai hukum menggunakan:
    1. Pembunuh nyamuk elektrik
    2. Cauter, yakni alat berupa elemen yg dipanaskan dari sumber listrik biasanya dlm bidang medis digunakan utk mengkhitan atau menghentikan perdarahan ketika operasi bedah.

    Apakah termasuk jenis “api” yg dilarang? Mhn penjelasannya.
    Jazaakallaahu khairan..

    Wallahu a’lam, dalam hal ini ana pribadi lebih condong kepada pendapat yang membolehkan pemakaian raket nyamuk, cauter, dan semacamnya. Ini berdasarkan dua alasan:
    a. Panas atau listrik bukanlah api, sementara yang dilarang hanyalah api. Buktinya, jika seseorang memegang listrik tegangan tinggi maka dia langsung mati tanpa terbakar. Atau misalnya kita meletakkan benda yang tidak bisa berfungsi sebagai medan penghubung antara listrik negatif dan positif -misanya kertas- pada raket, apakah dia terbakar? Tentu tidak. Maka ini menunjukkan listrik itu berbeda dengan api. Wallahu a’lam.
    b. Pada kasus raket nyamuk, nyamuk terkadang terbakar setelah dia lama melekat pada raket tersebut. Hanya saja sudah dipastikan bahwa ketika itu dia sudah mati, sehingga matinya nyamuk dikarenakan listrik dan bukan karena terbakar. Karenanya ini tidak termasuk menyiksa dengan api, karena nyamuk itu sudah mati sebelumnya.
    Wallahu Ta’ala a’lam