Adakah White Magic?

January 6th 2010 by Abu Muawiah |

20 Muharram

Adakah White Magic?

Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ. فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ. وََيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya bagian di akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 102)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَلا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى

“Dan tidak akan beruntung tukang sihir itu, dari mana saja dia datang.” (QS. Thaha: 69)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kesyirikan kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

Penjelasan ringkas:

Ayat di atas jelas menunjukkan kafirnya semua jenis penyihir (magician) tanpa ada perbedaan dan pengecualian. Karenanya membagi sihir menjadi white magic dan black magic, ini sama dengan membagi zina menjadi zina haram dan zina halal/islami (mut’ah) atau khamar terbagi dua khamar yang haram dan khamar yang halal (minuman rohani) atau membagi music menjadi music haram dan music islami (nasyid), padahal semuanya jelas keharamannya dalam syariat Islam.

Adapun patokan mereka bahwa white magic adalah yang menggunakan sihirnya untuk kebaikan dan demikian pula sebaliknya dengan black magic, ini adalah kebatilan yang nyata. Karena sudah dipahami bahwa dalam syariat Islam, baiknya niat dan tujuan tidaklah menghalalkan segala cara, yakni tidaklah membuat semua cara yang digunakan untuk menggapai niat yang baik itu menjadi baik juga, jika memang caranya adalah cara yang salah. Dalam diterimanya amalan bukan hanya dipersyaratan niat yang baik akan tetapi dalam pelaksanaannya juga harus sejalan dengan tuntunan Nabi -alaihishshalatu wassalam-. Ada seorang alim yang pernah berkata kepada seorang yang mencuri untuk dia sedekahkan hasilnya, “Kenapa kamu mencuri?” dia menjawab, “Aku berdagang dengan Rabbku. Aku mencuri mendapatkan 1 dosa dan aku bersedekah mendapatkan 10 pahala,” maksudnya jadi dia masih mempunyai 9 pahala. Maka alim tersebut menjawab, “Kamu mencuri maka kamu berdosa dan kamu bersedekah dengannya maka Allah tidak akan menerima sedekahmu. Karena Allah hanya menerima yang baik.”

Dalil kafirnya semua penyihir:

Sisi kafirnya semua jenis penyihir (apapun tujuan sihirnya) dalam ayat ini ada pada 3 sisi:

  1. Firman-Nya, “Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” Jadi di antara sebab kekafiran adalah mengajarkan sihir, dan mengajarkan sihir tentu saja merupakan bentuk mengamalkan sihir. Karenanya barangsiapa yang mengajarkan sihir walaupun dia sendiri tidak menyihir orang lain maka dia juga kafir.
  2. Firman-Nya, “Sedang keduanya tidak mengajarkan (sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maksudnya: Janganlah kamu belajar sihir. Jadi sekedar mempelajari sihir seseorang sudah menjadi kafir, walaupun dia tidak menyihir orang lain dengannya.
  3. Firman-Nya, “Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya bagian di akhirat. Maka setiap penyihir telah menjual agamanya dengan sihir, sehingga dia tidak mendapatkan bagian kebaikan sedikitpun di akhirat, dan ini menunjukkan kafirnya dia. Karena seorang muslim -bagaimanapun bejatnya selama dia masih muslim- pasti akan tetap mendapatkan bagian kebaikan di akhirat walaupun sedikit.

Karenanya Allah Ta’ala menyatakan bahwa setiap penyihir tidak akan beruntung darimanapun datangnya sihirnya, yakni sihir apapun yang dia gunakan dan untuk tujuan apapun sihirnya dia gunakan. Dan telah diketahui bahwa Allah Ta’ala telah menempatkan sihir pada dosa setelah kesyirikan yang menunjukkan besarnya dosanya.

Insya Allah rincian lengkap tentang sihir dan jenis-jenisnya akan kami bahas pada pembahasan tersendiri, yassarallah.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, January 6th, 2010 at 3:08 am and is filed under Aqidah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

9 responses about “Adakah White Magic?”

  1. ardith said:

    Assalamu’alaykum…
    Bagaimana dengan mempelajari ilmu hipnotis yang kata mereka menggunakan kekuatan alam bawah sadar?? dan bagaimana hukumnya jika dipakai di bidang kedokteran(sebagai ganti bius)?
    Jazakallohu khayr…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ilmu hipnotis tidak diragukan lagi termasuk dari bentuk sihir, karena di antara bentuk sihir ada yang berupa memberikan khayalan kepada penderita, seakan-akan dia melihat atau melakukan sesuatu padahal tidak demikian, dan ini adalah sihir terhadap mata dan hati. Dan hipnotis ini merupakan sihir yang kadang mengenai mata atau hati korbannya dimana dia melakukan sesuatu tanpa sadar atau dia melakukan apa yang disuruh berdasarkan matanya (yang telah disihir).
    Kalau sudah jelas bahwa hipnotis itu sihir, maka telah kita jelaskan bahwa baiknya maksud tidak membuat hal yang haram menjadi halal. Sihir tetap haram dan mengkafirkan, sebaik apapun niat pelakunya. Karenanya para ulama -di antaranya Ibnu Al-Qayyim- menegaskan bahwa an-nusyrah (melepas sihir) dengan menggunakan sihir adalah hal yang haram.
    Adapun dari sisi alasan kesehatan, maka obat bius jauh lebih baik daripada dihipnotis, wallahu a’lam.

  2. Bekam, Fatwa Kesehatan & Thibbunnabawiy said:

    Bismillah,
    Ustadz Abu Muawiah, mohon penjelasan mengenai hukum mempelajari dan melakukan ” yoga” dan “taichi atau reiki” untuk tujuan pengobatan?
    Baarokallaahu fiikum.

    Afwan ana tidak paham mengenai tata cara dari 3 hal yang antum sebutkan di atas. Mungkin antum bisa jelaskan secara detail kaifiatnya atau ada situs yang menerangkan lengkap tentang itu?

  3. ummu ahmad said:

    assalamu’alaikum ijin share di facebook y…..

    Waalaikumussalam warahmatullah. Tafadhdhali

  4. Bekam, Fatwa Kesehatan & Thibbunnabawiy said:

    Ustadz, Berikut ini salahsatu link tentang masalah REIKI :
    http://iwandahnial.wordpress.com/2008/07/19/reiki-“pengobatan-energi”-energy-healing/

    Tentang YOGA :
    http://ecosisters.blog.com/2006/03/11/about-yoga-dari-rainny/
    http://artvisualizer.wordpress.com/2009/07/10/yoga-mampu-atasi-berbagai-macam-penyakit/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Yoga

    Tentang TAICHI :
    http://www.indospiritual.com/artikel_senam-tai-chi-dan-gerakan-dalam-sholat.html

    Baarokallaahu fiikum..

    Ada pembahasan yang cukup menarik dalam masalah ini. Coba antum baca artikel tentang tenaga dalam di sini: http://www.scribd.com/doc/4903133/kesesatan-tenaga-dalam
    Ana rasa artikel itu sudah cukup lengkap.

  5. Smanunggal Dewi said:

    assalamu’alaykum, didekat rumah saya ada kejadian langsung megenai seseorang yg terhipnotis.cuma hanya berpegang tangan kok hp langsung dibwa tgan penculik dan beserta uang,motor.smpai2 tidak sadar.apa yg dikasih oleh penculik yaa……apa itu berarti magic…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Jelas sekali itu adalah magic/sihir. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa melakukan hal-hal semacam itu kecuali dengan bantuan jin.

  6. Fahri said:

    Assalamu’alaykum tadz mau nanya nih.
    Apa orang2x yg menonton film di media televisi dengan tema sihir a/film tersebut mengandung perkara keajaiban sihir tidak diterima amalan sholat mereka selama 40 hari ? Yaitu sama saja dgn hukum orang yg mendatangi dukun & bertanya kepada dukun tersebut ?
    Jazakallah khairan tadz

    waalaikumussalam warahmatullah
    Wallahu a’lam, jika memang di dalamnya dia mendengar ramalan secara seksama maka itu sama hukumnya. Tapi kalau tidak, maka tidak sama. Wallahu a’lam

  7. Adakah Sihir Putih? « Kabut Fajar said:

    […] : http://al-atsariyyah.com Tags: Akidah Komentar RSS […]

  8. opick said:

    asslamu’alaykum
    tadz,,,an taufiq,an mw nanya,,,,
    gmn cranya mnghlngkan rsa tkut,

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Rasa takut terhadap apa? Kalau terhadap sihir, maka hendaknya dia memperkuat tawakkalnya kepada Allah serta meningkatkan keimanannya terhadap takdir. Dan hendaknya dia meyakini bahwa apa yang sudah ditakdirkan akan menimpanya berupa kejelekan tidak akan bisa dia menghindarinya dan kejelekan apa saja yang ditakdirkan meleset darinya niscaya itu tidak akan mengenainya. Dan kalaupun dia ditakdirkan terkena kejelekan maka hendaknya dia meyakini akan adanya hikmah baik di baliknya, tinggal dia mencari dan mentadabburi hikmah tersebut. Wallahu a’lam

  9. anam said:

    asalamualaikum wr.wb
    kaifa khaluk ya ustadz?
    tadz ane mau tanya,bagaimana kalau sekedar bersahabat dengan jin..?
    apakah itu magic?,
    Soalnya ada banyak teman”ku yang brsahabat dengan mereka(jin).dan mereka meminta bantuan menyelidiki kasus di sekolah,,,
    sukron ya ustadz
    wasalamualaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, tidak ada kebaikan dari berteman dengan jin walaupun pada perkara yang mubah. Kalau manusia yang menjadi teman kita saja terkadang susah dipercaya dan mengkhinati kita, apalagi jin yang tidak terlihat. Bisa saja di awalnya dia menipu orang tersebut sampai pada akhirnya mengantarkan manusia itu kepada kesyirikan. Cukuplah menjadi bukti bahwa berteman dengan jin ini tidak masyhur di kalangan para ulama kaum muslimin dari kalangan sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.