Archive for December, 2014

Buya Hamka: Mereka Memusuhi Wahabi Demi Penguasa Pro Penjajah

December 25th, 2014 by Abu Muawiah

Belakangan ketika isu terorisme kian dihujamkan di jantung pergerakan Ummat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Nama Wahabi menjadi salah satu faham yang disorot dan kian menjadi bulan-bulanan aksi “tunjuk hidung,” bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kiyai yang berasal dari tubuh Ummat Islam itu sendiri.

Beberapa buku propaganda pun diterbitkan untuk menghantam pergerakan yang dituding Wahabi, di antaranya buku hitam berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi-Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bertubi-tubi, berbagai tudingan dialamatkan oleh alumnus dari Universitas di Bawah Naungan Kerajaan Ibnu Saud yang berhaluan Wahabi, yaitu Prof. Dr. Said Siradj, MA. Tak mau kalah, para kiyai dari pelosok pun ikut-ikutan menghujat siapapun yang dituding Wahabi. Kasus terakhir adalah statement dari kiyai Muhammad Bukhori Maulana dalam tabligh akbar FOSWAN di Bekasi baru-baru ini turut pula menyerang Wahabi dengan tudingan miring. Benarkah tudingan tersebut?

Menarik memang menyaksikan fenomena tersebut. Gelagat pembunuhan karakter terhadap dakwah atau personal pengikut Wahabi ini bukan hal baru, melainkan telah lama terjadi. Hal ini bahkan telah diurai dengan lengkap oleh ulama pejuang dan mantan ketua MUI yang paling karismatik, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa disapa Buya HAMKA. Siapa tak mengenal Buya HAMKA? Kegigihan, keteguhan dan independensinya sebagai seorang ulama tidak perlu diragukan lagi tentunya.

Dalam buku “Dari Perbendaharaan Lama,” Buya HAMKA dengan gamblang beliau merinci berbagai fitnah terhadap Wahabi di Indonesia sejatinya telah berlangsung berkali-kali. Sejak Masa Penjajahan hingga beberapa kali Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada era Orde Lama, Wahabi seringkali menjadi objek perjuangan yang ditikam fitnah dan diupayakan penghapusan atas eksistensinya. Mari kita cermati apa yang pernah diungkap Buya Hamka dalam buku tersebut:

Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | Comments Off on Buya Hamka: Mereka Memusuhi Wahabi Demi Penguasa Pro Penjajah

Benarkah Rumah Nabi jadi WC Umum?

December 18th, 2014 by Abu Muawiah

Ustadz, beberapa kali saya melihat orang menyebar berita fitnah ttg kerajaan saudi. Lalu apa benar, tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah dijadikan WC umum? terima kasih

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Bersikap waspada dan hati-hati, menjadi prinsip penting yang harus selalu kita kedepankan dalam menerima setiap berita. Terlebih berita yang memicu emosi masyarakat. Mudah menyebarkan berita, bisa jadi termasuk menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Penyesalan baru terjadi ketika muncul konflik di tengah mereka. Inilah yang Allah ajarkan dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6).

Salah satunya, kabar rumah kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijadikan WC umum oleh kerajaan Saudi. Serasa sangat lezat di telinga, terlebih bagi mereka yang suka menyebarkan kebencian di tengah umat. Semoga tulisan berikut, bisa memicu kita untuk berfikir lebih dewasa.

Antara Hijrah dan Fathu Mekah

Kita akan mengawali pembahasan ini memberikan catatan seputar hijrah.

Pertama, mereka yang telah hijrah, pantangan untuk balik lagi dan tinggal di Mekah. Sekalipun kota ini telah ditaklukan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah meninggalkan Mekah bersama para sahabat. Mereka berhijrah meninggalkan tanah dan rumah yang mereka miliki di Mekah. Hingga di tahun 8 H, beliau berhasil menaklukkan kota itu, menjadi bagian wilayah kekuasaan kaum muslimin.

Aturan yang berlaku, orang yang telah hijrah meninggalkan mekah, pantangan bagi mereka untuk mengambil kembali apa yang mereka tinggalkan di Mekah.

Read the rest of this entry »

Category: Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Benarkah Rumah Nabi jadi WC Umum?

Berargumen Dengan Ungkapan: ‘Dalam Permasalahan Ini Ada Perbedaan Pendapat’

December 11th, 2014 by Abu Muawiah

Allah Ta’ala berfirman:
(وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)
“Dan bahwa ini adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah jalan itu. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan selainnya karena semua jalan itu akan memecah belah kalian dari jalanNya. Itulah wasiatNya kepada kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al An’am: 153)
Dan Allah Ta’ala berkata:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah ar Rasul, dan pemerintah di antara kalian. Jika kalian berbeda pendapat dalam satu hal maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya, jika kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (QS. an Nisa`)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافًا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي تمسكوا بها وعضو عليه بالنواجذ”
“Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perbedaan pendapat yang sangat banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk sepeninggalku. Berkomitmenlah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan geraham kalian.” Sampai akhir hadits.
Read the rest of this entry »

Category: Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Berargumen Dengan Ungkapan: ‘Dalam Permasalahan Ini Ada Perbedaan Pendapat’

Perwujudan Kegembiraan

December 4th, 2014 by Abu Muawiah

Kita sering mendengar dan membaca pada momen dua hari raya yang diberkahi -idul fitri dan idul adha-, orang yang menyeru untuk menampakkan kegembiraan dalam menyambut kedua hari raya ini. Dia menyebut bahwa kemungkaran yang bertentangan dengan syariat yang dilakukan oleh sebagian orang awam pada hari raya merupakan perwujuduan kegembiraan yang dibenarkan dan tidak boleh dilarang. Maka kami katakan: Tidak boleh melakukan dan menyetujui kemungkaran, kapan pun terjadinya. Karena mengingkari kemungkaran merupakan kewajiban, dan meninggalkannya akan mengundang azab dan kemurkaan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala. Yang saya ingin katakan adalah: Apa yang terjadi pada kedua hari raya ini berupa adanya para penyanyi serta pagelaran sandiwara dan teater, semua ini tidak sejalan dengan kemuliaan bulan ini. Demikian halnya dengan pertunjukan sulap dari para penyulap, berkumpulnya kaum lelaki dan wanita, begadang di malam hari, dan menelantarkan pelaksanaan shalat dari waktunya bersama jamaah di masjid. Karenanya, jika ada pihak berwenang yang berusaha untuk melarang semua kegiatan ini, maka itu sudah menjadi kewajiban mereka dan itu memang sudah merupakan tugas mereka. Kita wajib membantu dan bekerjasama dengan mereka, bukan justru mengkritisi dan menghina mereka melalui makalah-makalah di surat kabar, atau pada obrolan sehari-hari, serta menyifati mereka sebagai ekstrimis. Karena mereka melarang perwujudan kegembiraan semacam ini yang hakikatnya mengotori kesucian hari raya yang Mubarak dan bertolak belakang dengan tujuan syariat dari pelaksanaan hari raya.
Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on Perwujudan Kegembiraan