Archive for February, 2014

Biografi Ibnu al Mundzir rahimahullah

February 28th, 2014 by Abu Muawiah

Nama dan Nasab:
Muhammad bin Ibrahim bin al Mundzir an Naisaburi. Kun-yah beliau adl Abu Bakr

Kelahiran:
Lahir di kota Naisabur pd tahun 242 H.
Adz Dzahabi berkata, “Wafat pd tahun wafatnya Ahmad bin Hanbal.”

Perjalanan Menuntut Ilmu:
Tidak ada keterangan detil ttg perjalanan menuntut ilmu beliau. Namun yg jelas, selain menuntut ilmu di kota kelahiran beliau Naisabur, sebagian pakar sejarah jg menyebutkan bahwa beliau juga menuntut ilmu ke Makkah, hanya saja tdk ada keterangan ttg waktunya. Dan ada kemungkinan beliau jg pernah ke Mesir dan menuntut ilmu dr para ulama di sana, seperti ar Rabi’ dan selainnya.
Namun yg jelas, beliau tdk pernah mendatangi kota Bagdad dan Damaskus, sbgmn hal ini dipastikan oleh adz Dzahabi.
(Muqaddimah al Awsath: 1/14 oleh Abu Hammad Shaghir  Ahmad) Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off on Biografi Ibnu al Mundzir rahimahullah

Ada Apa Dengan ODOJ?

February 24th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bagaimana pandangan syar’i masalah ODOJ?

Jawab:
Berikut sebagian dari jawaban ust. Sufyan Chalid hafizhahullah berkenaan dengan metode ODOJ ini:

Berikut ini mekanisme ODOJ yang kami kutip dari salah satu website:
MEKANISME ONE DAY ONE JUZ WHATSAPP / BBM
1. Calon member mendaftarkan nomer whatsappnya ke contact person ODOJ.
2. ODOJ akan mengalokasikan calon member ke admin grup whatsapp yang tersedia.
3. Setelah grup whatsapp terbentuk admin akan mengundang calon ke grup.
4. Setelah masuk maka resmi menjadi member ODOJ dengan nomer grup yang ditentukan.
5. Member akan diminta untuk perkenalan dengan member yang lain sesama grup agar saling mengenal seperti nama, daerah asal dan biodata lainnya.
6. Di malam sebelum hari pertama setiap member akan kebagian juz yang harus dibaca
7. Member dipersilahkan mulai membaca, untuk yang selesai silahkan posting di grup.
8. Admin / Penanggung Jawab akan merekap hasil posting member setiap pkl 8, 11, 14, 17 dan 20.00, diharapkan pukul 20.00 selesai / khalas 30 juz.
9. Jika belum selesai 30 juz, maka sisa juz yang tidak bisa terselesaikan akan dilelang atau dibagikan ke member yang berminat.
10. Waktu lelangan mulai pukul 20.00 – 21.00 tilawah juz lelangan mulai pukul 20.00 – 22.00
11. Pukul 22.00 selesai 30 juz, besoknya dipersilahkan melanjutkan dari juz yang dibaca hari ini.

Read the rest of this entry »

Category: Ilmu al-Qur`an, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Ada Apa Dengan ODOJ?

Membaca Al Quran Dengan Kesalahan Gramatikal

February 20th, 2014 by Abu Muawiah

Soal:
Bolehkah Membaca al-Qur’an Dengan Membuat Kesalahan Gramatikal Karena Si Pembaca Tidak Memahami Bahasa Arab?

Jawab:
Tetaplah membaca, sekalipun salah, sekalipun terbata-bata. Tetaplah membaca, mempelajari, tidak perlu terburu-buru, dan bersabar sampai mampu melafalkan kalimat-kalimat dengan tepat, dan hingga mengetahui dan membaca secara baik seluruh huruf-huruf al-Qur’an. Seandainya ia bersungguh-sungguh, niscaya Allah akan memudahkan urusannya.
Allah telah berfirman:
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. al-Qamar 17)
juga berfirman:
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.S. al-Ṭalāq 4) Read the rest of this entry »

Category: Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Membaca Al Quran Dengan Kesalahan Gramatikal

Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

February 16th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Afwan ustadz ana mau tanya:
Apakah ada istilah “keberatan nama” dalam Islam, sehingga anak bisa sakit sakitan memakai nama tersebut, tetapi setelah namanya diganti, sakitnya sembuh.

Jawab:
وعليكم السﻻم ورحمة الله وبركاته
Tidak ada yang seperti itu dalam agama Islam. Keyakinan bahwa nama mempengaruhi kesehatan seseorang adalah murni tathayyur (pamali). Dan pamali ini merupakan syirik kecil jika diyakini bahwa Allah menurunkan penyakit kepadanya karena namanya yang ‘berat’. Namun jika diyakini kalau nama itu lah yang membuat dia sakit, bukan Allah yang membuat dia sakit, maka ini adalah syirik akbar.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dlm hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu:
الطيرة شرك الطيرة شرك
“Thiyarah adl kesyirikan, thiyarah adl kesyirikan.”
Masalah sakit dan sembuhnya si anak, murni ujian dari Allah Ta’ala, tidak ada hubungannya dengan nama anak itu. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Seputar Anak | Comments Off on Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

Shalat Isya di Akhir Waktu

February 12th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Saya pernah dengar kalau sholat 5 waktu harus tepat waktu kecuali isya, isya harus di akhir waktu. Apakah sholat isya baiknya dilakukan bersamaan dgn sholat tahajjud?

Jawab:
Bukan harus, tapi memang dianjurkan dan disunnahkan untuk mengundurkan pelaksanaan shalat isya, sampai ke akhir waktu isya, dlm hal ini adalah sampai pertengahan malam. Jika kita asumsikan magrib masuk jam 6 pm dan subuh masuk jam 5 am, maka pertengahan malam berarti jam 11:30pm. Tidak boleh shalat isya melewati jam itu, kecuali bagi yg punya uzur.
Karenanya, jika shalat tahajjudnya sebelum pertengahan malam, maka habis shalat isya, dia boleh lanjutkan dengan shalat tahajjud. Tapi jika shalat tahajjudnya pada 1/3 malam terakhir, maka tdk boleh mengundur shalat isya sampai waktu tahajjudnya. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | Comments Off on Shalat Isya di Akhir Waktu

Wanita Haid Bolehkah Berenang?

February 8th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bagaimana hukumnya bila kita sedang haid tetapi berenang di kolam renang dengan terpaksa untuk nilai Ujian Praktek SMA ? Apakah boleh berenang dalam keadaan haid?

Jawab:
Tidak ada masalah insya Allah. Tidak ada larangan bagi wanita yang haid untuk mandi di dalam air yang diam, seperti kolam renang.
Adapun hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لا يغتسِلُ أحدُكم في الماءِ الدَّائم ِوهو جنُبٌ
“Jangan salah seorang dari kalian mandi di dalam air yang diam, dlm keadaan dia junub.” (HR. Muslim no. 283)
Maka hadits ini hanya berlaku bagi orang yang junub.
Dan walaupun haid dan junub sama-sama hadats akbar, namun menyamakan keduanya dalam hukum permasalahan ini adalah kurang tepat, karena adanya perbedaan mencolok di antara keduanya. Yaitu: Junub bisa dihilangkan segera dengan mandi, sementara haid tidak bisa dihilangkan kecuali setelah berhentinya darah haid. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • hukum berenang saat haid dalam islam

Category: Muslimah | Comments Off on Wanita Haid Bolehkah Berenang?

Setan Ada Dimana-Mana

February 4th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Adakah dalil tentang ruangan/kamar yg tidak ditempati akan huni oleh jin (dalil seputar perihal kamar atau ruangan ataukah rumah yang tak dihuni akan ditempati oleh jin)?

Jawab:
Wallahu a’lam jika ada dalil khusus tentang itu. Tapi yang jelas, banyak dalil yang menyebutkan bahwa jin/setan bisa berada dimana saja, baik itu ruangan maupun rumah atau di tempat lain, baik itu berpenghuni maupun tidak.
Di antaranya:
1. Setan/jin mengalir bersama darah anak Adam.

2. Nabi shallallahu alaihi wasallam menyuruh membaca basmalah sebelum membuka aurat -baik di kamar tidur maupun kamar mandi- agar auratnya tidak terlihat oleh jin.

3. Disyariatkan berlindung dari jin/setan sebelum buang air, baik di alam terbuka maupun ketika masuk ke dalam wc

4. Setan lari dari rumah yg dibacakan di dalamnya surah al Baqarah, menunjukkan setan bisa ada di dalam rumah berpenghuni. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Setan Ada Dimana-Mana