Archive for January, 2014

Hukum Memasang Batu Nisan

January 31st, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Apakah batu nisan juga yang dilarang dibangun di atas kubur? Jika iya, apa yg menjadi penanda makam?

Jawab:
Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah berkata:
Tidak boleh membuat bangunan di atas kuburan, baik berupa batu nisan ataupun lainnya, dan tidak boleh menuliskan tulisan padanya, karena telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang membuat bangunan pada kuburan dan menulisinya.
Imam Muslim rahimauhullah meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk memagari kuburan, duduk-duduk di atasnya dan membuat bangunan di atasnya”.
Lagi pula, hal ini merupakan sikap berlebihan sehingga harus dicegah, dan karena tulisan itu bisa menimbulkan akibat yang mengerikan, yaitu berupa sikap berlebihan dan bahaya-bahaya syar’iyah lainnya. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on Hukum Memasang Batu Nisan

Definisi Pakaian ‘Syuhroh’

January 27th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Seperti apakah ciri2 pakaian syuhroh? Apakah pakaian dengan banyak hiasan (yg membuat terlihat menarik) dan berharga mahal (diatas harga pakaian rata2 pd umumnya) termasuk di dalamnya?

Jawab:
Asy Syaikh Saleh alu asy Syaikh berkata dalam al Minzhar, ketika beliau menyebutkan beberapa kesalahan seputar pakaian lelaki:

Mengenakan pakaian syuhrah. Pakaian syuhrah adalah pakaian yang jarang dipakai dalam kebiasaan kaum muslimin, atau pakaian yang seseorang menjadi pusat perhatian dengannya karena pakaian itu sangat mewah dan membuat orang yang mengenakannya terkenal, dan semacamnya. Demikian halnya dengan pakaian ‘ala zuhud’ yang membuat pemiliknya terkenal dengannya, padahal dia mempunyai pakaian yang lebih bagus dari pada itu. Semua jenis pakaian ini terlarang dikenakan, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ
“Siapa saja yang mengenakan pakaian syuhrah, maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan kepadanya.”
Ini adalah hadits yang hasan. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on Definisi Pakaian ‘Syuhroh’

Jika Suamiku Masuk Neraka …

January 23rd, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Kalau suami kita ternyata masuk ke dalam neraka, apakah istri juga ikut masuk ke dalam neraka mendampinginya?

Jawab:
Saya berasumsi bahwa penanya di sini memaksudkan: Jika istri masuk ke dalam surga namun suaminya masuk ke dalam neraka, apakah istrinya juga ikut ke dalam neraka?
Maka jawabannya:
Jika si istri adalah ahli surga, maka dia tidak akan dimasukkan ke dalam neraka, hanya gara-gara suaminya masuk ke dalam neraka. Karena jika itu terjadi, maka berarti wanita ini telah dizhalimi. Sementara tdk ada kezhaliman pd hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman:
وﻻ يظلم ربك أحدا
“Dan Rabbmu tidak akan menzhalimi siapa pun.” (QS. Al-Kahfi: 49)
Juga firman-Nya:
وهم ﻻ يظلمون
“Dan mrk tdk akan dizhalimi.” (QS. Al-Ahqaf: 19)

Istrinya atau siapapun dari kerabatnya tdk akan menanggung dosa lelaki tersebut. Allah Ta’ala berfirman:
(أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ)
“Bahwa tidak ada seorang pun pendosa yang menanggung dosa orang lain.” (QS. An Najm: 38) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • suami masuk neraka karena istri

Category: Muslimah | Comments Off on Jika Suamiku Masuk Neraka …

Hukuman Bagi Gay

January 18th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Apa hukuman bagi kaum gay yang berzina sesama mereka dan bagaimana kita menyikapi mereka yang menjadi gay dikarenakan kelainan yang dibawa sejak lahir ?

Jawab:
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma secara marfu’:
مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمَ لُوْط فَاقْتُلُوْا الْفَاعِلَ وَ الْمَفْعُوْلَ بِهِ
“Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual, penj.) maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“ (HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh al Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 6565)
Jadi, hukuman bagi para gay adalah dibunuh. Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai cara membunuhnya.
Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma sendiri berkata, “Gay dinaikkan ke bangunan tertinggi yang ada di daerah itu, lalu dia dilempar darinya dengan posisi pundak di bawah, lalu dilempari dengan bebatuan.” Read the rest of this entry »

Category: Jawaban Pertanyaan | Comments Off on Hukuman Bagi Gay

Bolehkah Mendoakan Anak Non Muslim?

January 14th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bolehkah kita mendoakan anak orang kafir yang baru lahir dan mengucapkan selamat kepada orang tuanya?

Jawab:
Insya Allah tidak mengapa. Kita mendoakan semoga anaknya mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat dengan cara memeluk islam, dan kita doakan semoga anak ini bisa menjadi sebab orang tuanya mendapat hidayah kelak. Atau kita doakan dengan doa-doa kebaikan lainnya. Hal itu karena bagaimana pun juga, asalnya anak ini dilahirkan di atas fitrah.
Lagipula, jika mendoakan orang kafir yang sudah dewasa agar dia mendapatkan hidayah itu diperbolehkan, maka mendoakan bayi orang kafir agar dia mendapat hidayah, itu jelas lebih dibolehkan lagi.
Kemudian patut dicatat, bahwa mendoakan anak mereka dalam kondisi seperti di atas, insya Allah bisa menjadi sarana guna memperlihatkan keindahan adab Islam kpd non muslim. Wallahu a’lam

Category: Seputar Anak, Zikir & Doa | Comments Off on Bolehkah Mendoakan Anak Non Muslim?

Bab Air dan Bejana

January 10th, 2014 by Abu Muawiah

KITAB BERSUCI

Air yang bisa digunakan bersuci ada 7 air:

1. Air hujan.

2. Air laut.

3. Air sungai.

4. Air sumur.

5. Mata air.

6. Air salju.

7. Air dingin.

Kemudian, air terbagi menjadi 4 jenis:

1. Air suci lg bisa digunakan bersuci dan tdk makruh. Ini adalah air mutlak (yg masih di atas bentuk asal penciptaannya, penj.)

2. Air suci namun makruh digunakan bersuci. Yaitu air yg dipanaskan dgn sinar matahari. Read the rest of this entry »

Category: Ragam | Comments Off on Bab Air dan Bejana

Muqaddimah Matan Abi Syuja’

January 6th, 2014 by Abu Muawiah

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala pujian hanya milik Allah Rabb alam semesta. Shalawat Allah senantiasa kpd sayyid kita, Muhammad sang Nabi, juga kepada seluruh keluarga beliau yang suci, dan kepada seluruh sahabat beliau.

Al Qadhi Abu Syuja’ Ahmad bin al Husain bin Ahmad al Ashfahani rahimahullahu Ta’ala berkata:

Sebagian kawan-kawanku -semoga Allah Ta’ala menjaga mereka- meminta aku untuk menulis sebuah tulisan ringkas dalam fiqhi mazhab Imam asy Syafii -semoga rahmat dan keridhaan Allah Ta’ala atas beliau-. Namun tulisan ini diharapkan seringkas dan sesingkat mungkin, agar lebih mudah dipelajari dan lebih mudah dihafal oleh pemula. Mereka memintaku agar di dalamnya aku memperbanyak pembagian dan pembatasan poin-poin pembahasan. Maka aku pun memenuhi permintaan mereka karena memohon pahala, seraya berharap kepada Allah Ta’ala taufik menuju kebenaran. Karena sesungguhnya Dia Maha mampu atas semua yang Dia kehendaki, serta Maha lembut dan Maha memgetahui hamba-hambaNya.

Category: Ragam | Comments Off on Muqaddimah Matan Abi Syuja’

Biografi Imam Abi Syuja’

January 2nd, 2014 by Abu Muawiah

Sebagai pembuka silsilah terjemahan kitab al Ghayah wa at Taqrib karya Imam Abu Syuja’ asy Syafi’i rahimahullah, berikut kami bawakan biografi beliau sbg bentuk penunaian trhdp hak beliau -rahimahullahu rahmatan wasi’ah-:

Bagi pelajar fiqh Syafi’i, kitab al-Ghayah wa at-Taqrib atau yang lebih dikenal kitab Matan Taqrib merupakan kitab yang tidak asing lagi. Kitab ini menjadi kitab kurikulum bagi para pemula pelajar fiqh Syafi’i. Kitab ini merupakan kitab kecil yang lengkap mulai dari bab Thaharah hingga `itq. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama Syafi’iyah yang hidup pada abad ke-5 H.

Beliau adalah Ahmad bin al-Husen bin Ahmad al-Asfahaniy yang terkenal dengan panggilan al-Qadhi (Hakim) Abu Syuja’. Beliau juga mendapat gelari (kun-yah) Abu Thayyib. Beliau belajar fiqih Syafi’i di Basrah lebih dari 40 tahun.[1]

Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off on Biografi Imam Abi Syuja’