Archive for December, 2013

Biografi Ringkas asy Syaikh as Sa’di

December 29th, 2013 by Abu Muawiah

Nama dan Nasab Beliau:
Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir bin Hamd alu Sa’di at Tamimi

Kelahiran dan Pertumbuhan Beliau:
Beliau dilahirkan di kita Unaizah pada tahun 1307 H. Ibu beliau wafat ketika beliau masih berusia 4 tahun, sementara ayah beliau wafat ketika beliau berusia 7 tahun. Setelahnya, beliau dirawat dengan baik oleh saudara tertua beliau, yang bernama Muhammad. Muhammad menyekolahkan beliau di madrasah asy Syaikh Ibnu Damigh, dimana di situ beliau mengkhatamkan al Quran.
Asy Syaikh sudah menuntut ilmu  dan mulazamah dengan para ulama di usia yg sangat muda. Beliau belajar dari mereka, berbagai kitab dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda.
Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off on Biografi Ringkas asy Syaikh as Sa’di

Istri-Istri Nabi Muhammad

December 25th, 2013 by Abu Muawiah

Istri Rosulullah shollallahu ‘alahi wa sallam ada 11. Berikut cara agar mudah mengingatnya:
1. Ada 4 org yg urutannya sesuai dgn tarikh (yg lbh awal dinikahi oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam):
Khodijah
Saudah
Aisyah
Hafshoh

2. Ada 2 org yg dikenal dgn kun-yah:
Ummu Habibah
Ummu Salamah

3. Ada 2 org yg bernama Zainab:
Zainab bintu Jahsy
Zainab bintu Khuzaimah

4. Kemudian 3 org yg lainnya:
Juwairiyyah
Shofiyyah
Maymunah
rhodhiyallahu ‘anhunna. Read the rest of this entry »

Category: Muslimah, Tahukah Anda? | Comments Off on Istri-Istri Nabi Muhammad

Lebah Juga Diberi Wahyu

December 21st, 2013 by Abu Muawiah

Ada makhluk yg diberi wahyu oleh Allah, namun mereka bukan manusia, bukan jin, dan bukan pula malaikat.
Siapakah mereka?

Jawaban:
Makhluk yg dimaksud adalah lebah.
LAllah Ta’ala berfirman:
(وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ) [Surat An-Nahl : 68]
“Dan Rabb-mu telah mewahyukan
kepada lebah, “Buatlah rumah- rumah di bukit-bukit dan pada
pohon-pohon dan pada kisi-kisi yang mereka buat.”

Category: Dari Grup WA, Tahukah Anda?, Teka Teki Diniah | Comments Off on Lebah Juga Diberi Wahyu

Batasan Selesainya Shalat

December 17th, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Ustadz, sahkah sholat seorang makmum yang cuma ikut salam pertama  imam, sedang imam salam 2 kali?

Jawab:
Insya Allah tetap syah shalatnya, tp dia berdosa krn tdk mengikuti imam. Wallahu a’lam
Shalatnya tdk batal krn yg menjadi rukun dlm shalat adalah salam yg pertama saja.
al Bihaqi berkata, “Diriwayatkan dr sejumlah sahabat radhiallahu anhum bahwa mereka mengucapkan salam hanya sekali.”
at Tirmizi jg mengutip hal yg sama dr para sahabat. Lalu beliau membawakan ucapan asy Syafii, “Jika mau mk silakan seseorg salam hanya sekali, dan jika mau, maka silakan dia salam 2 kali.”
Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Batasan Selesainya Shalat

Hukum Perlombaan Memasak

December 13th, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalamualaikum. Ustad apa hukum lomba memasak?

Jawab:
Waalaikumussalam.
Tidak mengapa mengikuti lomba masak dan makan darinya, selama tdk ada unsur perjudian dan membuang2 harta dan makanan padanya. Wallahu a’lam.
Adapun hadits riwayat Abu Daud dr Ibnu Abbas ttg larangan memakan makanan dr 2 org yg saling mengalahkan, maka:
1. Ada perselisihan dlm keabsahannya. Abu Daud sendiri dan diikuti oleh Adz Dzahabi menyatakan sanadnya mursal (terputus).
2. Kalau pun shahih, maka sebab larangan dlm hadits itu sdh dijelaskan oleh para ulama. Yaitu karena riya, sombong, memakan harta manusia dgn cara yg batil, dan semacamnya.
Sebagian lainnya menafsirkan, ini dlm hal undangan makan dimana ada 2 org yg berlomba mengundang makan, lantas keduanya berlomba dlm memperbanyak makanan agar org2 mendahulukan undangannya dibandingkan yg lainnya, atau hanya menghadiri undangannya, tdk undangan lainnya. Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Muslimah | Comments Off on Hukum Perlombaan Memasak

Golput = Mati Jahiliah?

December 9th, 2013 by Abu Muawiah

Golput = Mati Jahiliah?

Tanya:
Ada masuk bc banyak seperti ini isinya:
Ulama berbeda pendapat tentang siapa yang menetapkan dan membai’at imam (kepala negara). Sebagian ulama berpendapat bahwa yang berwenang menetapkan dan membai’at imam adalah ahl al- hall wa al- ‘aqd. Penetapan dan pembai’atan mereka adalah final, karena mereka adalah wakil- wakil rakyat yang telah diberi kepercayaan. Pendapat ini antara lain di dukung oleh Imam al- Mawardi. Ulama kontemporer yang mendukung pendapat ini adalah Dr. Ahmad Syalabi, ahli sejarah dan kebudayaan dari Mesir. Menurutnya, pemilihan imam berlangsung melelui perantara ahl al- hall wa al- ‘aqd yang merupakan manifestasi dari umat dalam memilih pemimpin. Ia menyatakan bahwa masyarakat umum tidak memiliki wewenang untuk memilih pemimpin, karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memilih calon yang ideal untuk pejabat tinggi ini.Pendapat lain mengatakan bahwa ahl al- hall wa al- ‘aqd hanya berwenang mengemukakan calon imam, sedangkan yang menetapkan dan membai’atnya adalah umat atau rakyat. Dengan demikian suatu kepemimpinan tidak bisa ditetapkan kecuali setelah selesai bai’at umat dan kerelaan mereka. Pendapat ini antara lain didukung oleh Ibnu Taimiyah dari Mazhab Hanbali. Ia mangatakan Usman bin Affan tidak menjadi imam melalui pemilihan, melainkan melalui pembai’atan semua umat Islam kepadanya. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Usman bin Affan dibai’at melalui ijma”.Untuk masa kini baiat pada masa lalu sulit untuk dilaksanakan jika masing-masing penduduk membaiat pemimpin, maka sesuai dengan kaedah ushul fiqh: ”Kesulitan itu melahirkan kemudahan”. Maka membaiat pemimpin untuk masa kini adalah dengan cara mencoblos gambar.
MATI DALAM KEADAAN GOLPUT ADALAH MATI JAHILIYAH.
Mohon penjelasannya

Jawab:
Apa yg disebutkan dr para ulama salaf adl benar. Hanya saja, menganggap pemilu adl bentuk perwujudan baiat, itu jelas keliru, krn adanya perbedaan yg nyata di antara keduanya. Di antaranya: 1. Menyamakan suara muslim dgn non muslim.
2. Menyamakan suara lelaki dgn wanita, dst dr perbedaan lainnya.

Lgpl, baiat itu dilakukan kpd pemimpin yg sdh syah sbg pemimpin, bkn kpd tokoh yg belum tentu jd pemimpin.

Kemudian, konsekuensi ucapan mereka: Kapan kita mencoblos capres tertentu, trnyata bukan dia yg jd presiden, brarti kita telah membaiat selain pemimpin. Itu yg namanya mati jahiliah.

Category: Dari Grup WA, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Golput = Mati Jahiliah?

Nikmat Atau Istidraj?

December 5th, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalamu’alaikum ustad. Bgmn cara membedakan nikmat dari Allah dan istidraj dari Allah? Bgmn dgn orang yang rajin ibadah dan juga menjauhi dosa syirik namun dia jg terjerumus dalam dosa2 baik dosa besar atau dosa kecil (akan tetapi dosa yg dilakukan diluar 7 dosa besar yg membinasakan yg tersebut dlm hadist). Orang tsb selalu mendapat nikmat dunia (terpenuhi segala macam kenikmatan dunia sprti harta melimpah, kedudukan jabatan dunia, istri cantik, dll). Apakah yg dialami orang yg semacam ini dikatagorikan nikmat dari allah atau istidraj dari allah ? Syukron ustad mohon ulasannya.

Jawab:
Waalaikumussalam.
Menurut ana pribadi, pertanyaan semacam ini tidak ada manfaatnya. Hal itu krn perintah dr Allah sdh jelas, yaitu wajib mensyukuri semua pemberian Allah Ta’ala.
Jadi jika seseorg mendpt pemberian dr Allah, mk dia wajib mensyukurinya, tdk perduli pemberian itu nikmat atau istidraj. Wallahu a’lam.

Category: Dari Grup WA | Comments Off on Nikmat Atau Istidraj?

Bolehkah Makan Sambil Duduk Bersila?

December 1st, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillahi,ustad apa ada larangan duduk bersila pada saat makan ? jazakallahukhair

Jawab:
Boleh duduk bersila dlm kegiatan apapun, termasuk makan.
Dari Jabir bin Samurah dia berkata:
كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  إذا صلَّى الفجرَ، تربَّع في مجلسِهِ، حتى تطلعَ الشمسُ حسناءَ
“Jika Nabi shallallahu alaihi wasallam telah shalat subuh, beliau duduk bersila di tempat shalatnya sampai matahari terbit dan bersinar terang.” (HR. Abu Daud, dan dinyatakan shahih oleh al Albani)
Bahkan Aisyah radhiallahu anha berkata:
أنَّهُ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لمَّا صلَّى جالِسًا تربَّعَ
“Bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam duduk bersila ketika beliau shalat sambil duduk.” (Dinyatakan shahih oleh Ibnu al Mulaqqin)
Jika shalat sambil duduk saja boleh sambil bersila, apalagi hanya pada saat makan. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • Makan dengan duduk bersila

Category: Akhlak dan Adab, Dari Grup WA | Comments Off on Bolehkah Makan Sambil Duduk Bersila?