Archive for October, 2013

Tuyul & Babi Ngepet, Fakta atau Mitos?

October 30th, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Apakah makhluk tuyul & babi ngepet yg suka ngambil uang itu benar 2 ada atw cuman rumor di masyarakat. Kalau benar ada, adakah cara mencegahnya.

Jawab:
Yang bisa ana komentari adl:
Pertama: Kita wajib mengimani adanya jin, dan bahwa di antara mereka ada yg fasik dan yg kafir, sbgmn layaknya manusia.

Kedua: Kita harus mengimani bahwa jin bisa merubah wujud mereka menjadi apa saja yg mereka inginkan, kecuali wujud Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ketiga: Kita jg harus mengimani bahwa jin bisa memberikan mudharat pd tubuh dan harta manusia, namun tentu saja semuanya atas seizin dr Allah Ta’ala.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • fakta babi ngepet

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Tuyul & Babi Ngepet, Fakta atau Mitos?

Bangkai yang Halal

October 26th, 2013 by Abu Muawiah

Bagaimana menurut antum semua jika ada org yg dihadiahi bangkai. Lalu dia memakannya dgn sengaja, pdhl dia tidak kelaparan, tidak terpaksa, dan dia jg msh punya makanan halal lainnya. Tapi anehnya, org ini tdk berdosa.

Jawaban:
Org yg dihadiahi ikan. Karena semua bangkai hewan yg hidup di air adl halal. Berdasarkan hadits Abu Hurairah yg shahih:
هو الطهور ماؤه والحل ميتته
“Laut itu penyuci airnya dan halal bangkainya.” (HR. Empat Imam)

Category: Teka Teki Diniah | Comments Off on Bangkai yang Halal

Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbaad hafidzahullah

October 22nd, 2013 by Abu Zakariyya

Seorang penanya berkata: Wahai Syaikh kami, semoga Allah menjagamu.

Di antara taufiq Allah bagi para penuntut ilmu, hadirnya (pelajaran) Muqoddimah Muslim beserta penjelasannya dari anda yang mulia. Akan tetapi nikmat ini, yaitu kaidah-kaidah yang disebutkan oleh Imam Muslim telah menjadi rancu atas sebagian orang, sebagian mereka menerapkannya atas sebagian saudara-saudaranya dari kalangan Ahlussunnah. Jika seorang alim berijtihad membid’ahkan seseorang dan ia diselisihi oleh (seorang alim) yang lain, mereka ini mengharuskan orang lain untuk membid’ahkan orang tersebut, kemudian mereka berpindah kepada orang-orang yang menyelisihi mereka dan  memboikot dan mentahdzirnya dengan keyakinan bahwasanya ini adalah manhaj Salaf, padahal akidah dan manhaj kedua belah pihak adalah satu.

 

Kebanyakan negeri mereka-mereka ini telah tersebar padanya syirik, sihir dan tashawwuf. Apakah ada nasehat(dari anda) yang akan menjelaskan kebenaran dan mempersatukan kalimat?

 

Syaikh: saya katakan, sesungguhnya barangsiapa yang diberikan taufiq oleh Allah, maka hendaknya ia menjelaskan kebenaran dan ia memohon hidayah kepada Allah bagi orang yang telah ia jelaskan. Akan tetapi, tidak boleh setelah itu ia mengintai jika pada orang tersebut tidak terjadi (apa yang diinginkannya), lantas ia memboikotnya dan tidak diajak bicara, sebagaimana yang terjadi pada sebagian penuntut ilmu shigor (yang masih muda).

Sesungguhnya mereka ini tidak mengerti agama sama sekali dan mereka ini ada di Eropah, Timur dan Barat, yakni mereka tidak mengetahui sama sekali perkara-perkara asas dalam agama akan tetapi mereka telah ditimpa musibah dengan mentabdi’ dan memboikot. Yaitu fulan telah membid’ahkan si fulan, maka barangsiapa yang tidak mentabdi’nya maka ia juga adalah mubtadi’  dan diboikot, ini bukanlah jalannya As-Salaf.

Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbaad hafidzahullah

Akidah Empat Imam Madzhab Terhadap Shahabat -radhiyallahu ‘anhum-

October 18th, 2013 by Abu Zakariyya

Akidah Empat Imam Madzhab Terhadap Shahabat -radhiyallahu ‘anhum.

 

Tidak diragukan lagi, bahwasanya empat Imam madzhab dalam Islam menghormati dan memuliakan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum. Hal ini dapat dilihat di dalam buku-buku induk dalam akidah yang tersebar di kalangan kaum muslimin.

Semua ini menunjukkan pemulian dan penghormatan mereka kepada para Shahabat radihyallahu ‘anhum yang telah banyak berjasa dalam agama ini, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah Ta’ala untuk menemani Nabi-Nya dan mendapatkan pujian langsung dari Rabb alam semesta sebagaimana tersebut di dalam Al-Qur’an.

Bersamaan dengan hal itu, masih ada saja manusia durhaka yang membenci dan menghina bahkan mengkafirkan Shahabat-shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika ada seorang muslim menyerukan dan menjelaskan kesesatan bahkan kekafiran manusia-manusia durhaka yang telah mencela bahkan mengkafirkan para Shahabat itu, maka tidak jarang ia dituduh dengan berbagai tudingan dan celaan dengan alasan “toleransi”.

Intinya, seorang muslim yang marah dan cemburu jika shahabat radhiyallahu ‘anhum dicela adalah orang yang “intoleransi”?, benarkah demikian? Mari kita simak apa kata empat Imam Madzhab berikut ini:

Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Akidah Empat Imam Madzhab Terhadap Shahabat -radhiyallahu ‘anhum-

Mereka Bukan Saudara Kita!

October 14th, 2013 by Abu Zakariyya

Mereka Bukan Saudara kita!!!

 

Asy-Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (ulama besar kota Riyadh) -semoga Allah menjaganya- ditanya sebagai berikut:

 

Penanya : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,

 

Sebagian dai dan penuntut ilmu ketika berbicara tentang Syi’ah dan  Rofidhoh, mengatakan: “sesungguhnya mereka adalah saudara kita”.

 

Apakah boleh kita mengatakan demikian? Dan kewajiban apa (yang harus dilakukan) dalam hal itu?

 

Asy Syaikh: “Kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, dan kita berlepas diri kepada Allah dari ucapan ini , mereka (Syi’ah Rofidhoh) bukan saudara-saudara kita, demi Allah! Mereka bukan saudara-saudara kita,  bahkan mereka adalah saudara-saudaranya syaithan. Karena mereka mencaci-maki ibu kaum mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah pilih (sebagai istri) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia (Aisyah) adalah As-Shiddiiqah(wanita jujur) putri As-Shiddiiq(Abu Bakar)

Mereka juga mengkafirkan dan melaknat Abu Bakar dan Umar, mereka mengkafirkan para Shahabat secara menyeluruh kecuali Ahlulbait Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, sedangkan Ali(radhiyallahu ‘anhu) berlepas diri dari mereka (Syi’ah Rofidhoh), Ali radhiyallahu ‘anhu berlepas diri dari mereka. Ali(radhiyallahu ‘anhu) adalah imam kita dan bukan imam mereka, ia (Ali radhiyallahu ‘anhu) adalah imam Ahlussunnah dan bukan imam (syi’ah) Rofidhoh yang keji.

 

Maka kita berlepas diri kepada Allah dari mereka, mereka bukan saudara-saudara kita, barangsiapa yang mengatakan mereka adalah saudara-saudara kita, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan beristighfar kepada Allah.

Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Manhaj | Comments Off on Mereka Bukan Saudara Kita!

Pembodohan Publik Berskala Internasional

October 10th, 2013 by Abu Zakariyya

Pembodohan Publik Berskala Internasional

Berbohong merupakan sifat yang sangat tercela dalam Islam dan pelakunya terancam dengan api neraka, sebaliknya sifat jujur adalah sifat yang dicintai dan dianjurkan dalam Islam serta dijanjikan surga bagi mereka yang bersifat dengannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Wajib atas kalian untuk bersikap jujur, sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan akan  mengantarkan kepada surga. Seorang yang terus menerus jujur dan berusaha untuk selalu jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang snagat jujur. Dan jauhilah sifat dusta, karena sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan (pelakunya) kepada keburukan, sedangkan keburukan akan mengantarkan (pelakunya) menuju neraka. Tidaklah seorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim,  No. 6586)

Sudah dimaklumi bersama bahwasanya kebohongan memiliki dampak negatif yang sangat besar dan akan merusak tatanan kehidupan manusia, terlebih lagi jika kebohongan itu mengatasnamakan agama demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Beberapa hari lalu ummat Islam Indonesia dibuat gelisah dan kaget dengan sebuah perayaan yang disebut dengan “Hari Raya Ghadir Khum”, banyak dari kaum muslimin tidak mengerti ada apa dibalik perayaan tersebut. Sebenarnya perayaan ini sudah menjadi tradisi agung bagi sebuah kelompok sempalan yang disebut “Syi’ah(Rafidhoh)” yang kini bermarkas induk di Iran. Mereka adalah kelompok yang membenci bahkan mengkafirkan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum. Baru akhir-akhir ini kaum Syi’ah(Rafidhoh) berani unjuk gigi setelah sebelumnya mereka menyadari bahwasanya kaum muslimiin Indonesia menolak ajaran mereka, dengan perayaan ini kaum Syi’ah mengusik perhatian ummat Islam Indonesia yang mayoritasnya tidak mengenal dengan sebuah perayaan seperti itu.

Read the rest of this entry »

Category: Manhaj | Comments Off on Pembodohan Publik Berskala Internasional

Tips Menghilangkan Was-Was

October 6th, 2013 by Abu Muawiah

Tips Menghilangkan Was-Was

Tanya:
Seseorang sering meniatkan akan berbuat kebaikan, tapi kemudian setan datang lalu membisikkan was-was kepadanya dengan ucapan: ‘Kamu mengamalkan itu hanya untuk riya dan sum’ah’, agar setan bisa mencegah kita dari berbuat kebaikan. Bagaimana tips menjauh dari was-was ini?

Jawab:
Was-was ini bisa dihilangkan dengan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk, lalu tetap melanjutkan perbuatan baik yang tadi akan dilakukan. Jangan dia meladeni was-was semacam itu, yang bisa menghalanginya dari perbuatan kebaikan. Maka jika dia menepis was-was itu seraya dia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, niscaya was-was itu akan hilang darinya dengan izin Allah. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa | Comments Off on Tips Menghilangkan Was-Was

Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an

October 2nd, 2013 by Abu Muawiah

Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an

Tanya:
Mohon berikan petunjuk kepadaku mengenai metode yang bisa membantuku dalam menghafal kitabullah.

Jawab:
Kami menganjurkan kamu agar mencurahkan perhatian dalam menghafal (Al-Qur`an) dan fokus terhadapnya. Hendaknya kamu memilih waktu-waktu yang ‘pas’ untuk menghafal, misalnya: Akhir malam, atau setelah shalat subuh, atau di pertengahan malam, atau waktu lainnya dimana pada waktu itu kamu sedang santai agar kamu bisa menghafal dengan baik. Kami juga menganjurkan kamu agar bisa memilih teman yang baik, yang bisa membantumu dalam menghafal dan meroja’ah (mengulangi hafalan). Tentunya sambil senantiasa meminta taufiq dan bantuan kepada Allah. Memohon kepadanya dengan merendahkan diri, semoga Dia berkenan untuk menolongmu, memberikan taufiq kepadamu, dan selalu menjagamu dari semua hal yang bisa menghalangimu (dari menghafal Al-Qur`an). Karena siapa saja yang jujur meminta bantuan kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan bantuan kepadanya dan memudahkan semua urusannya. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an