Archive for May, 2012

Khalifah Hanya Ada 12 Orang

May 30th, 2012 by Abu Muawiah

Khalifah Hanya Ada 12 Orang[1]

Di antara kesesatan syiah rafidhah adalah membatasi kekhalifahan hanya pada 12 orang saja, karena hanya kedua belas orang ini sajalah yang terdapat nash dan yang diperlihatkan dari orang-orang sebelumnya[2].

Ini adalah klaim tanpa dalil yang mengandung kedustaan. Kebatilannya terlalu sangat jelas sehingga kebatilannya tidak perlu dijelaskan. Dengan keyakinan ini, mereka memvonis batilnya semua kekhilafahan selain dari kedua orang imam mereka ini[3]. Pada keyakinan ini terdapat pendustaan terhadap nash-nash yang datang menjelaskan akan kekhalifahan keempat khulafa` ar-rasyidin dan kekhalifahan Quraisy[4]. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Hukum Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Terkhitan

May 28th, 2012 by Abu Muawiah

Hukum Bayi Yang Lahir Dalam Keadaan Terkhitan

Tanya:
Assalamualaikum
ustadz waktu kecil saya dulu pernah dikhitan.
dan sebelum dikhitan kemaluan saya ini sudah tampak seperti dikhitan tidak ada kulit kuncup yang menutupi ujung kemaluan saya.
nahhh ketika kelas 5 SD saya dikhitan 3 hari setelah dikhitan saya buka perbannya kemudian saya lihat hasil khitannya seprtinya tidak ada bekas kulit yang dipotong yang ada hanya bekas jahitan itu pun ikut putus waktu saya buka perban dan sampai sekarang tidak ada bedanya sebelum dikhitan ataupun sesudah dikhitan..
APAKAH KHITAN SAYA DULU ITU SAH MENURUT ISLAM
mohon pencerahannya. .. !!!!

tri yulian
ikhsanudintriyulian@gmail.com

Jawab:
Sebelumnya butuh kami tekankan bahwa yang dimaksud dengan telah terkhitan di sini adalah ujung kemaluannya tidak mempunyai kulit menutupinya. Dan hal ini adalah kejadian yang wajar dalam dunia medis, bukan dikarenakan adanya campur tangan makhluk ghaib seperti tahayul yang diyakini oleh banyak kaum muslimin di zaman ini.

Adapun jawabannya, maka sebenarnya anda sudah tidak perlu dikhitan kalau memang lahir dalam keadaan sudah terkhitan. Berikut uraiannya:

Para ulama berbeda pendapat mengenai bayi yang lahir dalam keadaan sudah terkhitan, dalam hal apakah dia tetap harus dikhitan setelah dewasa atau tidak?
1.    Disunnahkan menggesekkan pisau khitan dan semacamnya pada daerah yang biasa dikhitan. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh sebagian Al-Malikiah.
2.    Sudah tidak disyariatkan lagi untuk berkhitan, tidak diwajibkan dan tidak disunnahkan. Dan jika masih ada sedikit kulit yang menutupi ujung kemaluannya, maka itu saja yang dipotong, sebagaimana layaknya kalau ada orang yang dikhitan secara tidak sempurna.
Ini adalah mazhab Asy-Syafi’iah dan Al-Hanabilah, dan ini merupakan pendapat yang dirajihkan oleh Ibnu Rusyd dari kalangan Al-Malikiah. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Grup FB Tafsir Al-Qur`an Online Akhwat [Update]

May 27th, 2012 by Abu Muawiah

Grup FB Tafsir Al-Qur`an Online Akhwat [Update]

Bismillah.
Alhamdulillah, setelah kami memposting pengumuman tentang adanya grup Tafsir Al-Qur`an Online Akhwat di FB pekan lalu, kami tidak mengira kalau ternyata program ini akan mendapatkan sambutan yang baik dari kaum muslimah. Sehingga dalam jangka waktu 10 hari ini, member yang tercatat telah join hampir sekitar 200 muslimah.

Hanya saja -qaddarallah- karena keterbatasan admin untuk ‘mengurus’ jumlah yang banyak dalam hal teknis kajian, maka para admin telah bersepakat untuk menutup TIDAK LAGI MENERIMA member baru sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karenanya kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kaum muslimah yang belum atau baru akan mendaftar, jika kami tidak meng’approve’ request anda.

Tapi jangan khawatir. KHUSUS BAGI MUSLIMAH yang belum bergabung namun ingin mengikuti silsilah pelajaran Ikhtishar Tafsir Ibni Katsir dalam grup ini, maka kami telah mempunyai semua rekaman dari setiap pertemuan, yang bisa anda dengarkan. Adapun teknis cara mendapatkannya/mendownloadnya, silakan menghubungi salah satu dari admin grup berikut via akun FB: Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan | 1 Comment »

Hukum Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat

May 26th, 2012 by Abu Muawiah

Hukum Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata sebagaimana dalam Taysir Al-Ali Al-Qadir Ikhtishar Tafsir Ibni Katsir hal. 8-9:
Dalam permasalahan ini ada tiga pendapat:
1.    Wajib membaca. Yakni: Wajib membaca Al-Fatihah bagi imam, makmum, dan yang shalat sendiri.
Hal ini berdasarkan keumuman hadits-hadits yang datang dalam permasalahan ini seperti:
لاَ صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفاتِحَةِ الْكِتابِ
“Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Al-Fatihah.”
مَنْ صَلَّى صَلَاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat apa saja yang dia tidak membaca Al-Fatihah di dalamnya maka shalatnya itu cacat, tidak sempurna.”
لاَ تَجْزِئُ صَلاةٌ لاَ يُقْرَأُ فِيْها بِأُمِّ الْقُرْآنِ
“Tidak syah shalat yang di dalamnya tidak dibaca surah Al-Fatihah.”
Ini adalah pendapat Asy-Syafi’i rahimahullah.

2.    Makmum tidak wajib membaca apa-apa sama sekali, baik itu Al-Fatihah maupun surah lainnya, baik itu pada shalat jahriah maupun shalat sirriah.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam kitabnya Al-Musnad dari Jabir bin Abdillah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَنْ كانَ لَهُ إمامٌ, فَقِرَاءَةُ الإمامِ لَهُ قِراءَةٌ
“Barangsiapa yang mempunyai (baca: bermakmum kepada seorang) imam, maka bacaan imam adalah bacaan dia juga.”
Akan tetapi pada sanadnya ada kelemahan. Malik juga meriwayatkannya dari Wahb bin Kaisan dari Jabir tapi dari ucapan beliau (baca: secara mauquf). Hadits ini telah diriwayatkan dari beberapa jalan, akan tetapi tidak ada satu pun di antaranya yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Wallahu A’lam Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • membaca surah alfatihah

Category: Fiqh | 15 Comments »

Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

May 24th, 2012 by Abu Muawiah

Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Risalah fi Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah hal. 73-74:

Di antara kesesatan mereka adalah mereka menghina nama-nama para sahabat(1), terlebih kesepuluh orang sahabat(2).
Padahal telah mutawatir dari Nabi shallallahu alaihi wasallam hadits-hadits yang menunjukkan wajibnya menghormati dan memuliakan mereka. Dan Allah Ta’ala juga telah menuntunkan hal itu pada beberapa ayat dalam Al-Qur`an. Penghinaan mereka kepada para sahabat melazimkan mereka menganggap remeh semua tuntunan Allah tersebut. Dan siapa saja di antara mereka yang meyakini keyakinan yang berisi penghinaan kepada para sahabat, maka sungguh dia telah mendustakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada pengabaran beliau berupa kewajiban menghormati dan memuliakan mereka. Dan siapa saja yang mendustakan beliau pada masalah yang telah pasti shahih dari beliau maka sungguh dia telah kafir.
Dan di antara keanehan mereka adalah mereka menjauhi (baca: tidak mau) memberi nama dengan nama-nama para sahabat, namun mereka justru memberi nama dengan nama-nama anjing. Maka betapa jauhnya mereka dari kebenaran dan betapa miripnya mereka penganut kesesatan dan siksaan. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

Arti Simbol Pada Kemasan Plastik

May 22nd, 2012 by Abu Muawiah

Arti Simbol Pada Kemasan Plastik

Plastik merupakan material yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Plastik telah banyak digunakan untuk membuat produk atau barang-barang yang berguna bagi kehidupan manusia. Sejak abad ke-20, penggunaan plastik telah berkembang secara luar biasa.

Pada kemasan yang terbuat dari plastik, biasanya ditemukan simbol atau logo daur ulang yang berbentuk segi tiga dengan kode-kode tertentu. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:

1.    Berada atau terletak di bagian bawah
2.    Berbentuk segitiga
3.    Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4.    Serta nama jenis plastik di bawah segitiga

Simbol daur ulang (recycle) menunjukkan jenis bahan resin yang digunakan untuk membuat materi. Simbol ini dibentuk berdasar atas Sistem internasional koding Plastik dan lazim digambarkan sebagai angka (dari 1 sampai 7) dilingkari dengan segitiga atau loop segitiga biasa (juga dikenal sebagai Mobius loop), dengan akronim dari bahan yang digunakan, tepat di bawah segitiga.

Berikut adalah deskripsi singkat dari masing-masing 7 simbol daur ulang yang sering digunakan: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • arti tanda segi tiga pada kemasan botol plastik

Category: Artikel Umum | 2 Comments »

[Masih] Keutamaan Al-Fatihah

May 20th, 2012 by Abu Muawiah

[Masih] Keutamaan Al-Fatihah

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَهُوَ يُصَلِّي فَقَالَ يَا أُبَيُّ فَالْتَفَتَ فَلَمْ يُجِبْهُ ثُمَّ صَلَّى أُبَيٌّ فَخَفَّفَ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَعَلَيْكَ قَالَ مَا مَنَعَكَ أَيْ أُبَيُّ إِذْ دَعَوْتُكَ أَنْ تُجِيبَنِي قَالَ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ كُنْتُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَفَلَسْتَ تَجِدُ فِيمَا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ أَنْ { اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ }. قَالَ قَالَ بَلَى أَيْ رَسُولَ اللَّهِ لَا أَعُودُ قَالَ أَتُحِبُّ أَنْ  أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ تَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا قَالَ قُلْتُ نَعَمْ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا تَخْرُجَ مِنْ هَذَا الْبَابِ حَتَّى تَعْلَمَهَا قَالَ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي يُحَدِّثُنِي وَأَنَا أَتَبَطَّأُ مَخَافَةَ أَنْ يَبْلُغَ قَبْلَ أَنْ يَقْضِيَ الْحَدِيثَ فَلَمَّا أَنْ دَنَوْنَا مِنْ الْبَابِ قُلْتُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ مَا السُّورَةُ الَّتِي وَعَدْتَنِي قَالَ فَكَيْفَ تَقْرَأُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ أُمَّ الْقُرْآنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلَهَا وَإِنَّهَا لَلسَّبْعُ مِنْ الْمَثَانِي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui Ubai bin Ka’ab ketika ia sedang shalat, maka beliau memanggil; “Wahai Ubai, ” Ubai lalu menoleh meskipun tidak menjawab, kemudian Ubai segera shalat dengan cepat seraya berbegas menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berucap; “Assalaamu ‘Alaika ya Rasulullah, ” Rasulullah menjawab, “Wa ‘Alaika (dan keselamatan bagimu), ” lalu beliau bersabda: “Wahai Ubai, apa yang menghalangimu untuk menjawabku ketika aku panggil?” Ubai berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku dalam shalat, ” beliau bersabda: “Bukankah kamu telah mendapatkan wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ” Ubai berkata; “Iya wahai Rasulullah, aku tidak akan mengulanginya, ” beliau bersabda: “Apakah kamu senang jika aku ajarkan kepadamu surat yang Allah tidak menurunkan semisalnya dalam Taurat, Zabur, Injil maupun Al Furqon (Al Qur`an)?” Ubai berkata; Aku berkata; “Iya wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku sangat berharap engkau tidak keluar dari pintu ini hingga engkau mengetahuinya, ” Ubai berkata; Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggait tanganku sambil mengajakku bicara, dan aku sendiri memperlambat jalanku karena takut akan sampai ke pintu sebelum beliau selesai berbicara, maka tatkala dekat pintu aku berkata; “Wahai Rasulullah mana surat yang telah engkau janjikan kepadaku?” lalu beliau bersabda: “Apa yang engkau baca ketika shalat?” Ubai berkata; “Aku membaca surat Al fatihah.” Ubai berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, tidaklah Allah menurunkan dalam Taurat, Injil maupun Al Qur`an yang semisalnya, ia adalah As Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang ulang).”

Diriwayatkan juga oleh At-Tirmizi lalu dia menyebutkan haditsnya, namun dalam riwayatnya dengan lafazh:

إِنَّهَا سَبْعٌ مِنْ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ

“Ia adalah tujuh (ayat) yang diulang-ulang dan al-Qur`an yang agung yang diberikan padaku.”

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu Ta’ala meriwayatkan dalam kitabnya Al-Musnad dari Abu Sa’id Al Mu’alla radhiallahu anhu ia berkata:

كُنْتُ أُصَلِّي فَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ حَتَّى صَلَّيْتُ فَأَتَيْتُهُ فَقَالَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي قَالَ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ }. ثُمَّ قَالَ لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ أَوْ مِنْ الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ قَالَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَالَ نَعَمْ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ   

“Suatu saat saya sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilku, namun saya tidak menjawab panggilannya hingga shalatku selesai. Ketika aku datang, beliau pun bertanya: “Apa yang menghalangimu untuk mendatangiku?” saya menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya sedang shalat.” beliau bersabda: “Bukankah Allah ‘azza wajalla telah berfirman: ‘(Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu…) ‘ (Qs. Al Anfaal: 24). Beliau bersabda lagi: “Sungguh, saya akan mengajarimu satu surat paling agung yang terdapat di dalam Al Qur`an, atau dari Al Qur`an sebelum kamu keluar dari Masjid.” Abu Sa’id berkata; Kemudian beliau memegang tanganku, dan saat beliau hendak keluar Masjid, saya pun berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah mengatakan ‘Saya akan mengajarimu surat yang paling agung yang terdapat di dalam Al Qur`an? ‘ Beliau menjawab, “Benar. Yaitu AL HAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN (Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam). Ia adalah As Sab’u Al Matsani, dan Al Qur`an Al Azhim yang telah diwahyukan kepadaku.”
Demikian diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Abu Daud, An-Nasai, dan Ibnu Majah dari beberapa jalan. Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on [Masih] Keutamaan Al-Fatihah

Syiah Rafidhah Mengkafirkan Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

May 18th, 2012 by Abu Muawiah

Syiah Rafidhah Mengkafirkan
Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

Di antara kesesatan mereka adalah mengkafirkan para sahabat yang pernah berperang melawan Ali radhiallahu anhu. Yang mereka maksudkan di sini adalah Aisyah, Thalhah, Az-Zubair, dan pasukan mereka, serta Muawiah dan pasukan beliau.

Padahal telah mutawatir penukilan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan para sahabat tersebut(1), dan bahwa sebagian di antara mereka ada yang telah diberikan kabar gembira berupa jaminan masuk surga. Karenanya, perbuatan mengkafirkan mereka merupakan perbuatan mendustakan semua pengabaran tersebut. Sehingga kalau pun mereka tidak menjadi kafir karena pendustaan ini, maka tidak diragukan mereka menjadi fasik karenanya. Dan kefasikan ini sudah cukup menjadi kerugian bagi mereka dalam perdagangan mereka. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Syiah Rafidhah Mengkafirkan Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

Rafidhah Mencela Aisyah Radhiallahu Anha

May 16th, 2012 by Abu Muawiah

Rafidhah Mencela Aisyah Radhiallahu Anha

Di antara kesesatan mereka adalah mereka menuduh (Aisyah) Ash-Shiddiqah -yang suci lagi disucikan dari tuduhan mereka- berbuat keji1 (baca: zina). Dan tuduhan ini sudah tersebar pada zaman ini di antara mereka, sebagaimana yang telah dinukil dari mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ. لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ. لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ. إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ. وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ. يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ. إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”. Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 11-21) Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Nama-Nama Al-Fatihah dan Turunnya

May 14th, 2012 by Abu Muawiah

Tafsir Al-Fatihah
Makkiah dan Jumlah Ayatnya Tujuh

Turun Setelah Surah Al-Muddatstsir

Bismillahirrahmanirrahim

Nama-Nama Al-Fatihah
1. Fatihah (pembuka) al-kitab, yakni pembuka kitab dalam bentuk tulisan (mushaf). Dan dengannyalah bacaan-bacaan dalam shalat dimulai.
2. Ummu (induk) al-kitab dan ummu al-qur`an, karena makna-makna Al-Qur`an semuanya kembali kepada kandungan surah al-fatihah ini.
3. As-sab’ul matsani (tujuh ayat yang berulang) dan Al-Qur`an Al-Azhim. Telah tsabit dalam hadits yang shahih riwayat At-Tirmizi -dan dia menyatakannya shahih- dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعالَمِيْنَ: أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتابِ وَالسَّبْعُ الْمَثانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيْمُ
“Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (al-fatihah) adalah induk Al-Qur`an, induk al-kitab, tujuh ayat yang berulang, dan Al-Qur`an Al-Azhim.”
4. Dinamakan juga ‘al-hamdu’.
5. Dan juga ‘ash-shalah’, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam (yang beliau riwayatkan) dari Rabbnya:
قُسِمَتِ الصَّلاةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ. فَإذا قالَ الْعَبْدُ: اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعالَمِيْنَ, قالَ اللهُ: حَمِدَنِي عَبْدِي
“Shalat dibagi antara Aku dengan hamba-Ku. Jika hamba mengatakan, “Alhamdulillahi Rabbil alamin,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku,” sampai akhir hadits.
Maka di sini al-fatihah dinamakan shalat karena membacanya merupakan syarat syah di dalam shalat. Read the rest of this entry »

Category: Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Nama-Nama Al-Fatihah dan Turunnya