Zikir Saat Sujud

March 19th 2010 by Abu Muawiah |

3 Rabiul Akhir

Zikir Saat Sujud

Dari Huzaifah bin Al-Yaman -radhiallahu anhu-:
أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
“Bahwa dia pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka ketika ruku’ beliau membaca: “SUBHANA RABBIYAL AZHIM (Maha suci Rabbku yang Maha Agung),” dan ketika sujud beliau membaca: “SUBHANA RABBIYAL A’LA (Maha suci Rabbku yang Maha Tinggi).” (HR. Abu Daud No. 871, At-Tirmizi no. 262, An-Nasai no. 998, Ibnu Majah no. 878, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 333)
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku’ dan sujudnya dengan bacaan: “SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 dan Muslim no. 484)
Aisyah -radhiallahu anhu- berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
“Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam biasa berdoa dalam rukuk dan sujudnya, “SUBBUHUN QUDDUSUN RABBUL MALA`IKATI WAR RUUH (Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh).” (HR. Muslim no. 487)
Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- dia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
أَلَا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
“Ketahuilah, sesungguhnya aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an dalam keadaan ruku’ atau sujud. Adapun saat ruku’ maka agungkanlah Rabb Azza wa Jalla padanya, sedangkan saat sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam doa, karena saat itu sangat layak dikabulkan untukmu.” (HR. Muslim no. 479)

Penjelasan ringkas:
Lihat keterangan masalah ini di artikel ‘Zikir Ruku’’, karena pembahasan yang ada di sana juga berlaku di sini.

Incoming search terms:

  • subuhun quddusun sujud
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, March 19th, 2010 at 12:38 pm and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Zikir Saat Sujud”

  1. abu salman said:

    Ustadz, boleh sertakan juga dong do’a-do’a yang warid dibaca saat sujud… Ana pingin ngamalin tapi nggak hapal. Jazakallahu khairan

    Antum bisa baca semuanya di buku Sifat Shalat Nabi karya Asy-Syaikh Al-Albani, insya Allah bukunya sudah masyhur dan tersebar.

  2. ramlah said:

    Bismillah. Bagaimana jika dalam suatu safar dg menggunakan kapal laut yg tidak mpunyai sekat tertutup untuk membuka hijab pada saat berwudhu sedangkan waktu shalat tlah tiba dan jika tidak dilaksanakan pada saat itu maka waktu akan terlewat, mis shalat subuh dan tiba di tempat tujuan pada pukul 9 pagi. jazaakumullahu khairon atas jawabannya.

    Maaf sebelumnya, saya rasa kasus seperti ini tidak mungkin terjadi. Karena dalam kapal laut terlalu banyak kamar mandi untuk wanita yang bisa dia masuki untuk berwudhu di dalamnya. Bahkan pada kamar berkelas, ada kamar mandi di dalamnya. Jadi, dia tidak perlu berwudhu di tempat wudhu. Wallahu a’lam.

  3. Abu Muqaffa said:

    As-Salamu alaikum wa rahmatullah.

    Ustadz -jazakallahu khairan-, dalam artikel Zikir Ruku, di sana diterangkan tentang wajibnya membaca dzikir dalam ruku (dan ini sejalan dengan hati kami -wal hamdu lillah-). Yang jadi pertanyaan:

    [1]. Apakah yang diwajibkan dzikir -pada saat ruku-, yang dimaksud adalah dzikir yang terdapat tasbih (pujian kepada Allah -Ta’ala-) di dalamnya (sebagaimana pendapat Imam Ahmad -dalam suatu riwayat dari beliau-, Ishaq, Dawud dan Ibnu Hazm -rahimahumullah-), ataukah boleh selainnya?

    [2]. Apakah kewajiban tersebut juga berlaku dalam sujud?

    Ataukah, pada saat sujud diwajibkan berdoa (berdasarkan perintah Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- dalam Hadits Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma- di atas)?

    Wal hamdu lillah. Jazakumullahu khairan.

    Barakallahu fikum.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Para ulama menyatakan bahwa zikir ruku’ dan sujud adalah kewajiban shalat, karenanya semua tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam ruku’ dan sujud bisa diamalkan dan sudah mencukupi dalam menutupi kewajiban. Wallahu a’lam

  4. Abu Zulfa said:

    As-Salaamu ‘alaikum wa rahmatullah.

    Ustadz -baarakallahu fiik-, pada jawaban ustadz di atas, berarti, -misalnya- jika seseorang yang shalat dalam rukunya membaca, “Subbuuhun qudduusun Rabbul malaaikati warruuh,” atau yang lainnya, dan dalam sujudnya membaca, “Subhaanaka Allahumma Rabbanaa wa bihamdika Allahummaghfirlii,” atau bacaan (dzikir) yang lainnya, maka sudahkah cukup mengangkat kewajiban atasnya dalam dzikir ketika ruku dan sujud -dalam shalatnya-?

    Lalu, apakah ada batasan jumlah membacanya?

    Jazaakumullahu khairan.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Ia, insya Allah itu sudah menggugurkan kewajibannya.
    Tidak ada hadits yang shahih mengenai berapa kali zikir sujud atau sujud dibaca. Karenanya minimal sekali dan maksimalnya terserah dia.

  5. faisal said:

    assalamu’alaikum wa rohmatullah wa barokatuh
    ustadz, apakah benar batasan dalam membaca dzikir saat ruku/sujud adalah 3x? bolehkah lebih?

    Waalaikumussalam warohmatullah wabarokatuh
    Tidak benar, boleh lebih. Karena hadits yang membatasinya adalah dha’if.

  6. budi said:

    As-Salaamu ‘alaikum wa rahmatullah.
    Ustadz Biasanya saya membaca “SUBHANA RABBIYAL AZHIM dan bolehkah saya membaca lagi “SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII….?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Sebaiknya dipilih salah satunya atau dibaca bergantian, dan tidak menggabungkan keduanya dalam satu ruku’. Karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah menggabungkannya. Wallahu a’lam.