Zakat Onta
August 9th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
27 Sya’ban
Zakat Onta
Anas radhiallahu anhu berkata:
أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَتَبَ لَهُ هَذَا الْكِتَابَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْبَحْرَيْنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذِهِ فَرِيضَةُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ وَالَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا رَسُولَهُ فَمَنْ سُئِلَهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَهَا فَلَا يُعْطِ فِي أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ الْإِبِلِ فَمَا دُونَهَا مِنْ الْغَنَمِ مِنْ كُلِّ خَمْسٍ شَاةٌ إِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا وَعِشْرِينَ إِلَى خَمْسٍ وَثَلَاثِينَ فَفِيهَا بِنْتُ مَخَاضٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَثَلَاثِينَ إِلَى خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ فَفِيهَا بِنْتُ لَبُونٍ أُنْثَى فَإِذَا بَلَغَتْ سِتًّا وَأَرْبَعِينَ إِلَى سِتِّينَ فَفِيهَا حِقَّةٌ طَرُوقَةُ الْجَمَلِ فَإِذَا بَلَغَتْ وَاحِدَةً وَسِتِّينَ إِلَى خَمْسٍ وَسَبْعِينَ فَفِيهَا جَذَعَةٌ فَإِذَا بَلَغَتْ يَعْنِي سِتًّا وَسَبْعِينَ إِلَى تِسْعِينَ فَفِيهَا بِنْتَا لَبُونٍ فَإِذَا بَلَغَتْ إِحْدَى وَتِسْعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِيهَا حِقَّتَانِ طَرُوقَتَا الْجَمَلِ فَإِذَا زَادَتْ عَلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ فَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ وَفِي كُلِّ خَمْسِينَ حِقَّةٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ إِلَّا أَرْبَعٌ مِنْ الْإِبِلِ فَلَيْسَ فِيهَا صَدَقَةٌ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبُّهَا فَإِذَا بَلَغَتْ خَمْسًا مِنْ الْإِبِلِ فَفِيهَا شَاةٌ
“Abu Bakar radhiallahu ‘anhu telah menulis surat ini kepadanya ketika dia mengutusnya ke negeri Bahrain: “Bismillahirrahmaanirrahiim. Inilah kewajiban zakat yang telah diwajibkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap kaum muslimin dan seperti yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya tentangnya. Karenanya barangsiapa dari kaum muslimin dimintai zakat sesuai ketentuan maka hendaknya dia mengeluarkannya. Dan bila dia diminta melebihi ketentuan maka jangan memberinya: Pada setiap 24 ekor unta dan yang kurang dari itu zakatnya dengan kambing, yaitu untuk setiap lima ekor unta zakatnya adalah seekor kambing. Bila mencapai 25 hingga 35 ekor unta maka zakatnya adalah satu ekor onta bintu makhadh betina. Bila mencapai 36 hingga 45 ekor unta maka zakatnya adalah seekor onta bintu labun betina. Jika mencapai 46 ekor hingga 60 ekor unta maka zakatnya adalah seekor onta hiqqah yang sudah siap dibuahi oleh unta pejantan. Jika telah mencapai 61 hingga 75 ekor unta maka zakatnya adalah seekor onta jadza’ah. Jika telah mencapai 76 hingga 90 ekor unta maka zakatnya adalah dua ekor bintu labun. Jika telah mencapai 91 hingga 120 ekor unta maka zakatnya adalah dua ekor hiqqah yang sudah siap dibuahi unta jantan. Bila sudah lebih dari 120 ekor maka ketentuannya adalah pada setiap kelipatan 40 ekornya maka zakatnya adalah seekor onta bintu labun dan setiap kelipatan 50 ekornya zakatnya adalah seekor hiqqah. Dan barangsiapa yang tidak memiliki unta kecuali hanya 4 ekor saja maka tidak ada kewajiban zakat baginya kecuali bila pemiliknya mau mengeluarkan zakatnya. Jika ontanya sudah ada 5 ekor maka baru ada zakatnya yaitu seekor kambing.” (HR. Al-Bukhari no. 1454)
Penjelasan ringkas:
Para ulama sepakat bahwa zakat hewan ternak diambil dari onta, sapi, dan kambing. (lihat Al-Mughni: 2/620)
Hewan ternak itu ada 4 jenis:
1. Yang digembalakan di padang rumput sepanjang tahun atau sebagian besarnya. Hewan ternak jenis inilah yang wajib dikeluarkan zakatnya.
2. Yang dipelihara di kandang dan tidak digembalakan di padang rumput. Dia dipelihara untuk diperah susunya dan untuk dikembangbiakkan. Jenis seperti ini tidak ada zakatnya.
3. Yang digunakan sebagai pekerja, seperti pengangkut, penarik, atau pembajak. Jenis ini juga tidak wajib dizakati berdasarkan pendapat mayoritas ulama.
4. Yang diperjualbelikan. Jenis ini diperselisihkan oleh para ulama, dibangun di atas apakah zakat perdagangan ada dalam Islam atau tidak.
Ada 3 syarat wajib keluarnya zakat hewan:
1. Terpenuhi nishab seperti yang diterangkan dalam hadits di atas ukurannya.
2. Hewan tersebut telah dimiliki selama setahun (haul)
3. Hewan tersebut merupakan hewan yang digembalakan (jenis pertama di atas).
Umur-umur onta yang tersebut dalam hadits di atas:
a. Bintu makhad: Onta betina yang telah genap berusia setahun dan sudah masuk tahun kedua.
b. Bintu labun: Onta betina yang sudah genap berusia 2 tahun dan memasuki tahun ketiga.
c. Hiqqah: Onta betina yang telah genap berusia 3 tahun dan sudah memasuki tahun keempat.
d. Jadza’ah: Onta betina yang telah genap berusia 4 tahun dan sudah memasuki tahun kelima.
Tabel zakat onta:
| Jumlah Onta (ekor) | Zakatnya (ekor) |
| 1 sampai 4 | tidak ada |
| 5 sampai 9 | 1 kambing |
| 10 sampai 14 | 2 kambing |
| 15 sampai 19 | 3 kambing |
| 20 sampai 24 | 4 kambing |
| 25 sampai 35 | 1 bintu makhad |
| 36 sampai 45 | 1 bintu labun |
| 46 sampai 60 | 1 hiqqah |
| 61 sampai 75 | 1 jadza’ah |
| 76 sampai 90 | 2 bintu labun |
| 91 sampai 120 | 2 hiqqah |
| 121 sampai 129 | 3 bintu labun |
| 130 sampai 139 | 1 hiqqah dan 2 bintu labun |
| 140 sampai 149 | 2 hiqqah dan 1 bintu labun |
| 150 sampai 159 | 3 hiqqah |
| 160 sampai 169 | 4 bintu labun |
| 170 sampai 179 | 3 bintu labun dan 1 hiqqah |
| 180 sampai 189 | 2 bintu labun dan 2 hiqqah |
| 190 sampai 199 | 3 hiqqah dan 1 bintu labun |
| 200 sampai 209 | 4 hiqqah dan 5 bintu labun |
Incoming search terms:
- Zakat unta
Related posts:
This entry was posted on Monday, August 9th, 2010 at 5:16 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.







