Warisan bagi yang menikah sebelum cerai

October 30th 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Adakah warisan bagi wanita yang menikah sebelum cerai?

Tanya:
Bagaimana hak warisan anak/istri atas harta suami yang sudah meninggal. Sedangkan sebelum meninggal istri sudah menikah. Dan bagaimana setatus istri yang sudah menikah katanya belum dicerai?

Imam (081520?????)

Jawab:
Yang nampak, dia punya hak warisan, sedangkan pernikahannya yang kedua adalah pernikahan yang batil (tidak syah) lagi haram. Allah Allah ‘Azza wa Jalla berfirman setelah menyebutkan ayat:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ …
“Diharamkan bagi kalian (untuk menikahi) ibu-ibu kalian”. Sampai akhir ayat.
Kemudian Allah -Ta’ala- berfirman setelahnya:
وَالْمُحْصَنَاتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diri mereka”.
Maka dia (wanita ini) tidak boleh menikah sedangkan dia masih diharamkan untuk (dinikahi oleh) selainnya. Kecuali jika dia (wanita ini) melakukan khulu’ (gugatan cerai) kepada suaminya, maka tidak apa-apa (ketika itu) dia menikah setelah selesainya satu kali haid.
[Dijawab oleh Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi -hafizhahullah-]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, October 30th, 2008 at 11:03 pm and is filed under Fatawa, Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

15 responses about “Warisan bagi yang menikah sebelum cerai”

  1. ibnu saryuti said:

    assalamualaikum.warahmatullohi wabarakatuh.
    ustadz tanya…tentang definisi waris.masalahnya kakek saya menjual sawah..kemudian hasil penjualannya setengah untuk dia.kemudian anak-anak ya baik laki/ perempuan di bagi rata dengan sejumlah uang.terimakasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Itu bukan warisan namanya tapi hibah. Karena di antara syarat warisan adalah pemilik hartanya telah meninggal. Dan hukum-hukum hibah berbeda dengan hukum-hukum warisan. Wallahu a’lam.

  2. ibnusaryuti said:

    allhamdulillah.o berarti boleh-boleh saja.?rencana nya saya bulan besok berniat mengembalikan uang ibu saya itu yang dibagi rata dengan anak laki-laki.oleh kakek saya

    Tunggu dulu. Dipertanyaan sebelumnya antum tidak menyinggung tentang ibu, kok di sini tiba2 ada ibu? Kalau bertanya harap dilengkapi dan masalahnya didetailkan agar jawabannya bisa jelas. Jawaban ana yang sebelumnya itu belum tentu benar (karena pertanyaan yang tidak lengkap) dan tidak bisa antum amalkan.

  3. ibnusaryuti said:

    kakek saya punya anak wanita 3 dan laki-laki 2.anak wanita yang pertama itu ibu saya.saya berniat mengembalikan uang ibu saya yang dikasih dari kakek tersebut diatas yang dibagi rata.begitu

    Ia, di sini siapa yang meninggal? Bukannya antum bilang kasusnya masalah warisan?

  4. ibnusaryuti said:

    tidak ada yang meninggal.kakek saya masih hidup…dia yang membagi.rata anak laki-laki dan wanita salah satu nya ibu saya.

    Insya Allah itu tidak mengapa karena dia tergolong hibah/hadiah dimana orang tua wajib berlaku adil di dalamnya antara semua anaknya. Wallahu a’lam.

  5. rizki said:

    Assalamu alaikum

    Saya ingin mengetahui bagaimana perhitungan pembagian warisan?

    Kakek-Nenek saya sudah meninggal dan meninggalkan 1 rumah,Rumah tersebut sudah di jual anggap saja seharga 150jt. Bln juni si pembeli baru bayar 135jt dan uang tersebut sudah di bagikan ke anak2 dari kakek nenek saya(3 org perempuan&3 org Laki).(sebagian besar ayah saya-anak ke5- yang mengurusi urusan jual beli tersebut)

    Awal juli ayah saya meninggal.Sebelumnya saya,mama dan adik saya tidak mengetahui apakah si pembeli sudah membayar lunas atau belum sampai akhirnya mama menemukan surat perjanjian jual beli yang isinya pelunasan sisa pembayaran akan di bayar akhir juli. Sebelum mama menemukan surat tersebut, saya sudah melihat si pembeli datang kerumah ncing(anak bungsu). Sampai sekarang ncing saya tidak memberi tahu apakah pembeli sudah melunasinya. fikiran mama dan saya adalah si pembeli datang untuk melunasinya.

    Kami sudah menanyakan tentang pelunasan ke ncing saya,tapi jawaban dia hanya “iya” saja tanpa ada keterangan lain dan berlalu pergi. Yang ingin saya tanyakan,apakah keluarga almarhum masih boleh mengetahui urusan jual beli tersebut mengingat sebelumnya almarhum yang mengurusi semua(semua saudara almarhum sperti menutupi masalah jual-beli ini)dan apakah kami sebagai ahli waris almarhum masih mendapat bagian dari pelunasan sisa penjualan itu?jika iya, bagaimana perhitungannya?apakah saudara almarhum bersalah karena telah menutupi&berpura2 tidak mengetahui masalah ini??.jujur saja setelah almarhum pergi dan saudaranya tidak pernah membahas atau memberi tahu urusan tersebut, kami bermimpi ayah saya menangis

    Mohon bantuannya untuk meluruskan masalah ini

    Terima Kasih

    Waalaikumussalam
    Kalau memang saudara ayah menutupi kebenaran maka dia telah berdosa dan melakukan kezhaliman kepada saudaranya yang lain.
    Adapun masalah warisan maka:
    Harta kakek: 150.000.000 dengan ahli waris 3 anak lelaki dan 3 anak wanita.
    Sehingga ketiga anak lelaki mendapatkan 2/3 harta atau Rp. 100.000.000,- mereka bagi tiga.
    Sedang ketiga anak perempuan mendapatkan 1/3 harta atau Rp. 50.000.000,- mereka bagi tiga.
    Wallahu A’lam.

  6. prama said:

    apakah anak tiri berhak mendapatkan warisan dari ayah tirinya??

    Anak tiri tidak berhak mendapatkan warisan.

  7. mirwan said:

    bapak saya uda meninggal,sblum meniggal dia suda cerai mama saya,dan menikah lagi ada anakn satu perempuan,bapak saya 3 bersaudara 1 perempua dan 2 laki laki,skarang yg masi hidup tinggal saudara laki bpk saya,kakek dan nenek saya uda meninggal juga, yang saya mau tanxkan bageman dengan hak waris saya dari bpak saya…saya anak laki laki.saya tidak tau sampe skarang sblum kakaek dan nenek saya meninggal blum di bagi harta warisanx kepada ke tiga anaknx,,mohon bantuanx

    Maaf pertanyaannya tolong dilengkapi, masih ada beberapa hal yang kurang.

  8. Rifa'i said:

    Assalamua’alaikum warohmatullohi wabarokatuh..
    Mau nanya, kakek saya sudah meninggal , sedangkan nenek saya msih hidup. Saat kakek meninggal seluruh harta kkayaan berupa rumah dan sejumlah tanah telah di bagi sama rata oleh nenek kepada anak2nya(1 perempuan dan 4 laki-laki). Pertanyaan saya, pembagian harta kakek saya tersebut apakah sudah benar menurut syar’i? Apakah tidak seharus’y waris dibagi nanti setelah nenek saya meninggal?

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.
    Itu sudah tepat jika memang yang dibagi adalah murni harta kakek. Karena disyariatkan membagikan warisan sesegera mungkin setelah pemilik harta meninggal.

  9. irwan said:

    assalamua’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
    mau nanya ustad,
    ayah saya sudah meninggal,tinggal ibu sendiri ,punya 9 anak:perempuan no: 1,2,3 laki no:4,5,6 perempuan no: 7 laki no:8,9. meninggal 2 orang anak laki no:5 dan 9, anak no 5 udah meninggalkan istri dan 3 putra,saya anak laki no:4 (laki terbesar)yang saya tanyakan:’bagaimana hitungan dalam pembagian warisan orang tua?rencana ibu mau beli rumah dulu,sisanya baru diberikan keanaknya,wassalam

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh
    Jika uang yang akan digunakan membeli rumah adalah uang ayah maka itu tidak boleh dilakukan. Yang wajib adalah warisan dibagikan terlebih dahulu, baru ibu membeli rumah dengan bagiannya. Atau setelah warisan dibagi, anak-anak bisa menghadiahkan sebagian bagiannya untuk membantu ibu membeli rumah. Yang jelas, warisan harus dibagi dahulu sebelum dimanfaatkan.
    Adapun pembagiannya adalah:
    Ibu mendapatkan 1/8 harta karena dia ayah mempunyai anak.
    Sementara sisanya yaitu 7/8 harta dibagi untuk semua anak-anaknya yang masih hidup saja (7 orang), dengan ketentuan anak laki-laki mendapatkan bagian 2 kali dari bagian anak perempuan. Adapun keluarga dari saudara yang telah meninggal (2 orang) maka tidak mendapatkan warisan karena dia telah mendapatkan warisan dari ayah mereka masing-masing. Wallahu a’lam.

  10. Doel Rahman said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Ana mau tanya UStad,

    Kakek saya menikah memiliki 3 anak perempuan dan 3 anak laki-laki kemudian nenek saya membeli sebuah rumah dikawasan Jakarta Pusat yang mana rumah tersebut sudah atas nama Nenek saya dan beberapa tahun kemudian Nenek saya meninggal dunia.
    Beberapa tahun kemudian kakek saya menikah lagi dan tidak memiliki anak sampai akhir hayatnya (Wafat beberapa tahun yang lalu).
    Pertanyaan Saya :
    Apakah Istri ke 2 kakek saya mendapat hak waris rumah atas nama nenek saya yang dibeli oleh nenek saya dikawasan jakarta pusat tersebut ?
    Afuan

    Terima kasih Ustad.
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak dapat. Yang mendapatkan bagian dari harta nenek hanyalah suami dan keenam anaknya. Sementara istri kakek yang kedua hanya mendapat warisan dari harta kakek. Wallahu a’lam.

  11. dedi said:

    SUAMI meninggal berapa warisan istrinya ? tidak mempunyai anak, si suamai masih mempunyai ayah dan saudara kandung. tks

    Istrinya mendapatkan 1/4 bagian.
    Sisanya, 3/4 menjadi milik ayahnya.
    Sementara saudara lelakinya tidak mendapatkan warisan karena adanya ayah.

  12. Afwan said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Sy mau tanya UStad,bagaimana hukum waris bagi seorang istri, sementara si istri telah menikah lg setelah suami meninggal, lalu bagaimana posisi si istri akan barang2 peninggalan di rmh suami pertama(rmh mertua)padahal istri sudah menikah lg?terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak berpengaruh. Istri tetap mendapatkan warisan dan dia masih berhak memiliki barang2 dia yang dahulu ketika suaminya masih hidup.

  13. virgo said:

    saya ingin bertanya :
    ada suatu peristiwa dimana pasangan suami istri telah bercerai. kemudian si istri telah menikah lagi dengan orang lain. saat sang suami meninggal apakah si istri berhak mendapatkan warisan dari suami tersebut… terima kasih sebelumnya.

    Sudah tidak berhak, karena dia bukan lagi istri lelaki itu ketika lelaki itu meninggal.

  14. Syaiful said:

    assalamualaikum ustadz

    saya mau bertanya tentang hak waris istri yg sudah menikah lg ketika suaminya sudah meninggal,apakah msh mempunyai hak waris atau tidak.jika msh ada kira2 berapa pembagiannya..?

    mohon pencerahannya..terima kasih, wassalam

    Waalaikumussalam.
    Jika si istri menikah setelah suaminya wafat, maka dia tetap berhak mendapatkan bagian warisan dari harta suaminya.
    Pembagiannya tergantung ada tidaknya ahli waris lainnya.

  15. Nahda febby ryani said:

    Ass..
    Gimana kalo misalkan orangtua 22nya masih hidup ,terus mereka cerai lalu ayah ingin menikah lagi, sementara sebagian anak2nya tidak ada yg setuju calonnya ayah tinggal bersama kami. kalo aku boleh usul jalan yang bener bolehkah aku ngambil pendapat untuk jual rumah ayah yg sudah diwariskan oleh orangtuanya ayah sejak dulu. yg ingin aku tanyakan? hasil rumah ayah terjual itu bolehkah ayah nerima sebagian dari rumah itu? kalo iya? berapa kira2 aku mengasihnya? setengah dari hasil rumah itu? atau 1/4 dan 1/2 dari rumah itu. tolong yah kasih solusi..

    Ini nyambungnya kemana? Maaf, saya tidak paham maksud pertanyaannya.