Wajibkah Mencuci Anggota Wudhu 3 kali?

April 29th 2014 by Abu Muawiah |

Tanya:
Apakah jumlah membasuh ketika wudhu harus berjumlah 3x, atau bolehkah hanya mencukupkan sekali saja?

Jawab:
Ada silang pendapat di kalangan ulama dlm permasalahan ini:
1. Disunnahkan mencuci semua anggota wudhu sebanyak 3 kali kecuali kepala, krn kepala cukup diusap sekali.
Ini adl pendapat al Hanafiah, al Malikiah, dan al Hanabilah.
2. Semuanya disunnahkan dicuci 3 kali, termasuk kepala.
Ini adl pendapat asy Syafiiah.
Yg tepat adl pendapat yg pertama. Berdasarkan hadits Utsman bin Affan radhiallahu anhu riwayat al Bukhari dan Muslim, yg menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mencuci semua anggota wudhunya 3 kali kecuali kepala.

Kemudian, selain 3 kali 3 kali, Nabi shallallahu alaihi wasallam jg pernah mencuci anggota wudhunya 1 kali 1 kali, dan pernah juga 2 kali 2 kali, tentunya kecuali kepala. Bahkan beliau jg pernah membedakan jumlah cucian pd anggota wudhu, dimana sebagiannya ada yg 3 kali, sebagiannya ada yg 2 kali, dan sebagiannya ada yg 1 kali. Demikian dinyatakan oleh Imam an Nawawi rahimahullah.
Dalil bolehnya mencuci anggota wudhu 1 kali 1 kali adl hadits Ibnu Abbas riwayat al Bukhari. Dalil bolehnya 2 kali 2 kali adl hadits Abdullah bin Zaid riwayat al Bukhari. Dan dalil bolehnya membedakan cucian anggota wudhu adl hadits Abdullah bin Zaid riwayat al Bukhari dan Muslim, dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mencuci tangan 3 kali, kumur2 dan menghirup air 3 kali, mencuci wajah 3 kali, mencuci tangan sampai siku 2 kali, mengusap kepala 1 kali, dan mencuci kaki 3 kali.

Masalah: Apakah mencuci 3 kali 3 kali itu lbh utama secara mutlak drpd pd 2 kali atau 1 kali, ataukah disunnahkan tuk melakukan semuanya secara bergantian?
Ada khilaf di kalangan ulama, namun yg lebih tepat adl pendapat kedua. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • apa boleh berwudhu hanya satu kali
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, April 29th, 2014 at 7:57 am and is filed under Dari Grup WA, Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.