Untung rugi persalinan caesar

October 28th 2008 by Abu Muawiah |

UNTUNG-RUGI PERSALINAN CAESAR

Ada beda pendapat di antara para ibu dan bapak soal pilihan cara melahirkan melalui operasi caesar. Di antara kaum bapak ada yang merasa “diuntungkan” dengan operasi itu. Sebaliknya, banyak ibu yang merasa belum sempurna bila tidak pernah merasakan pengalaman melahirkan anak secara alami. Tapi sebenarnya, untung-rugi operasi caesar tak cuma itu.
Ibu Lisa telah memiliki dua orang anak yang manis-manis. Mereka lahir dengan cara normal. Namun, menjelang melahirkan anak ketiga, dia disarankan dokter untuk melahirkan dengan cara operasi caesar. Pertimbangannya, keluarga ini berencana langsung melakukan operasi sterilisasi usai melahirkan. Saran dokter ini diterima dan operasinya berlangsung baik. Ibu dan anaknya pun dalam keadaan baik.
Sayang, keesokan harinya cateter urine yang terpasang pada ibu agak macet. Kantung kemihnya membengkak. Hari berikutnya, di sekitar vulva terus-menerus terasa basah. Setelah diperiksa dengan teliti, ternyata telah terbentuk satu fistula (semacam saluran antara kantung kemih dan vagina, vesico vaginalis ). Dari hasil konsultasi dengan urolog diputuskan untuk dilakukan operasi koreksi. Fistula pun berhasil diangkat. Namun, pada saat penyembuhan justru terdapat dua fistula di dekat fistula yang sudah diangkat. Operasi koreksi dilakukan lagi. Setelah sembuh ternyata fistula masih tetap bercokol. Sang urolog pun angkat tangan.
Berbulan-bulan Ibu Lisa menderita karena fistula. Berbungkus-bungkus pamper (pembalut) telah dihabiskannya. Tanpa bahan penyerap ini urinenya akan membasahi tempat tidur atau tempat duduknya. Penderitaan berkepanjangan itu baru berakhir setelah seorang urolog dari Jerman berhasil melakukan operasi pengangkatan fistula.
Pengalaman di atas memang amat jarang terjadi. Namun, kejadian itu bisa menggambarkan bahwa teknik operasi, yang namanya diambil dari nama kaisar Romawi yang lahir dengan pembedahan, Julius Caesar, ini tak sepenuhnya aman. Ada kalanya, operasi untuk mengeluarkan bayi ini menyisakan masalah baru yang tak terduga. Sebaliknya, perlu diakui pula operasi caesar telah banyak menyelamatkan jiwa ibu yang mengalami kesulitan melahirkan.

Perkembangan bedah caesar
Dengan makin majunya perkembangan ilmu kedokteran, bidang teknik pembedahan, anestesi, dan perineonatologi (bidang yang menangani janin berusia 28 minggu sebelum dilahirkan hingga 28 minggu usai dilahirkan), yang berkaitan dengan bedah caesar juga ikut maju pesat. Dalam bidang teknik pembedahan, kini frekuensi ibu yang bisa menjalani operasi caesar dengan aman telah meningkat menjadi empat kali semasa hidupnya. Padahal, sebelumnya cuma bisa tiga kali.
Arah sayatannya pun berkembang. Dulu hanya dikenal teknik operasi caesar klasik ( corpora ) dengan sayatan membujur dari bawah pusar ke arah tulang kemaluan. Kini sayatan bisa melintang dari kiri ke kanan di atas tulang kemaluan ( trans profunda ). Secara estetis, teknik pembedahan baru ini lebih baik. Bila hendak mandi matahari dengan cuma mengenakan bikini, bekas operasi dengan sayatan klasik akan tampak pada perut, sehingga orang Malang menyebutnya tidak sulum (baca: mulus) lagi. Sedangkan dengan sayatan trans profunda bekas operasi bisa disembunyikan dari pandangan umum. Luka bekas operasi juga bisa dimanipulasi (tapi halal) agar tidak tampak. Caranya, dengan teknik penjahitan yang sering digunakan oleh ahli bedah plastik.
Dalam bidang pembiusan ( anestesia ), dulu sering digunakan aether yang berbau merangsang tidak kepalang. Bahkan, bau ini tetap terasa hingga pascaoperasi. Akibatnya, penderitanya mual-mual dan hilang nafsu makan. Kini, telah dikembangkan beberapa obat bius baru yang tidak berbau dan yang bisa disuntikkan langsung ke pembuluh darah atau tulang belakang. Dulu pembiusan juga dilakukan secara menyeluruh, sehingga pasien jadi tergeletak tak sadarkan diri. Kini, pembiusan ini bisa dibuat macam pas foto, hanya setengah badan di bawah pusar. Jadi, yang dibius bisa tetap sadar dan bisa mendengarkan gemerincingnya peralatan bedah yang dipilih atau diletakkan oleh tim bedah selama operasi berlangsung. Si ibu pun bisa mendengar tangisan pertama si bayi yang telah diangkat dari rahimnya.
Dalam bidang perineonatologi juga terjadi perkembangan menarik. Misalnya, bayi yang dilahirkan dengan bobot badan 500 g kini dapat diselamatkan. Bayi prematur yang umumnya mengalami gangguan pernapasan ( respiratory distress syndrome ) karena kekurangan surfactan subtance (lipoprotein yang memungkinkan paru-paru berkembang selama bernapas) pun kini bisa diselamatkan dengan preparat surfactan subtance , meski untuk itu pasien atau keluarganya mesti merogoh kantung lebih dalam.
Seiring dengan majunya bidang-bidang yang berkaitan dengan operasi caesar, kriteria perlu tidaknya suatu persalinan melalui operasi caesar juga ikut berkembang. Dalam proses persalinan terdapat tiga faktor penentu, yakni power (tenaga mengejan atau kontraksi otot dinding perut dan dinding rahim), passage (keadaan jalan lahir), dan passenger (si janin yang akan dilahirkan).
Mula-mula indikasi operasi caesar hanya karena ada kelainan passage , sehingga kelahiran tidak bisa melalui jalan yang benar, vagina. Namun, akhirnya merambat ke faktor 3P lainnya, yakni power dan passenger . Kelainan power yang memungkinkan dilakukannya operasi caesar, misalnya daya mengejan lemah, ibu berpenyakit jantung atau penyakit menahun lain yang mempengaruhi tenaga. Soal kelainan passenger di antaranya anak terlalu besar, anak “mahal”, anak dengan kelainan letak lintang, premi gravida di atas 35 tahun dengan letak sungsang, anak tertekan terlalu lama pada pintu atas panggul, dan anak menderita foetal distress syndrome (denyut jantung janin kacau dan melemah).
Sementara itu kelainan passage yang membuat operasi caesar bisa dilakukan tidak cuma terbatas pada sempitnya panggul, tapi bisa juga lantaran diduga akan terjadi trauma persalinan serius pada jalan lahir atau pada anak. Atau, adanya infeksi di jalan lahir yang diduga bisa menular ke anak, umpamanya herpes kelamin ( herpes genitalis ), condyloma lata (kondiloma sifilitik yang lebar dan pipih), condyloma acuminata (penyakit infeksi yang menimbulkan massa mirip kembang kol di kulit luar kelamin wanita), hepatitis B, dan hepatitis C.
Indikasi lain yang sulit dipercaya tetapi nyata dan hampir atau sama sekali tidak berhubungan dengan 3P, di antaranya karena ibu tidak ingin keadaan vaginanya agak longgar, atau karena terlalu sayang pada anak sehingga tidak tega membiarkan anak menunggu lahir atau bersusah payah “mendobrak” jalan lahir. Atau, karena percaya adanya hubungan antara saat kelahiran dengan perjalanan nasib. Nasib seakan-akan bisa diatur dengan merekayasa waktu persalinan. Anehnya lagi, kok ada dokter yang mau dilibatkan dalam rekayasa seperti ini.

Jalan lahir jadi tak teruji
Terlepas dari apakah indikasi operasi caesar wajar atau tidak, tindakan medis ini bisa menguntungkan, bisa pula merugikan.
Menguntungkan, apabila tindakan ini dilakukan dengan pertimbangan tepat dan didukung data objektif lainnya. Umpamanya, diagnosis kesempitan panggul atau foetal distress didukung data pelvimetri dan rekaman jantung anak yang akurat. Sulitnya bagi penderita atau keluarganya, tidak semua indikasi caesar mudah dibuktikan. Tidak jarang seorang dokter menentukan indikasi tindakan berdasarkan firasat dan perasaannya (dalam hal ini, kepercayaan menjadi dasar terpenting dalam hubungan penderita dan dokternya). Misalnya, ada dugaan bakal terjadi trauma kelahiran lebih serius pada ibu atau anak setelah proses persalinan.
Yang merugikan pada operasi caesar tidak cuma terjadi pada sang ibu, tetapi juga pada anak yang dilahirkan. Pada anak, pembiusan yang terlalu lama (semula dimaksudkan untuk membius sang ibu) bisa membuat anak ikut terbius. Akibatnya, anak yang dilahirkan tidak spontan menangis melainkan harus dirangsang sesaat untuk bisa menangis. Kelambatan menangis ini mengakibatkan kelainan hemodinamika dan mengurangi apgar score (penilaian) terhadap anak. Pengeluaran lendir atau sisa air ketuban di saluran napas anak juga tidak sempurna. Pada persalinan alamiah, tubuh bayi harus melalui lorong jalan lahir sempit seakan-akan dadanya diperas sehingga sisa cairan dalam saluran napas terperas keluar.
Dengan operasi caesar, bayi yang dilahirkan selalu dibayangi penyakit hyalin membrane disease (HMD). Kemungkinan terjadinya trauma persalinan juga ada. Sayatan terlampau dalam bisa mengakibatkan tubuh bayi ikut tersayat.
Di samping itu, pada persalinan alamiah anak akan melewati vagina yang dalam keadaan normal mengandung bakteri dan jamur. Pada tubuh ibu sehat sudah terkandung antibodi terhadap antigen asing itu dan secara pasif membagikan sebagian antibodinya kepada janin. Pada persalinan alamiah sistem kekebalan tubuh janin segera dan langsung terpapar ulang antigen yang sama sehingga respons kekebalannya akan secara aktif lebih cepat membentuk antibodi dan secara bertahap diperkenalkan dengan antigen lain di sekitarnya. Pada persalinan lewat bedah caesar, proses ini tidak terjadi karena bayi berhadapan langsung dengan lingkungan steril.
Yang merugikan ibu bila persalinan dilakukan dengan operasi caesar juga tak sedikit. Yang pasti ibu akan mendapat luka operasi baru di perut dan kemungkinan timbulnya infeksi bila luka operasi tidak dirawat dengan baik. Ibu juga akan membatasi pergerakan tubuhnya karena adanya luka operasi tadi, sehingga proses penyembuhan luka dan pengeluaran cairan atau bekuan darah kotor dari rahim ibu setelah melahirkan ikut terpengaruh.
Kemampuan jalan lahir juga tidak teruji bila ibu belum pernah melahirkan per vagina dan keadaan penyempitan panggul berada dalam batas perkiraan yang meragukan. Apalagi kalau anak yang dilahirkan tidak terlalu besar, mungkin bobotnya cuma 2.500 – 4.000 g. Waktu pemulihan pasca-melahirkan juga lebih lama karena pemulihan bekas luka operasi memerlukan tempo lebih lama. Bahkan, ibu berpeluang mendapatkan efek sampingan yang tidak diharapkan seperti bekas parut luka operasi di perut yang tidak estetis, infeksi pascapersalinan, dan fistula.
Adanya parut luka di rahim akan membatasi jumlah tindakan operasi caesar sehingga jumlah anaknya juga akan terbatas. Karenanya tindakan pembedahan pada rahim mestinya sangat dibatasi dan hanya dilakukan bila perlu. Terakhir, setiap tindakan manipulasi rongga perut akan mengakibatkan perlekatan antar organ dalam rongga perut. Ini menghalangi lapangan operasi berikutnya atau perlu waktu lebih lama karena operator harus membersihkan lapangan operasi dari perlekatan itu.
Bagi masyarakat, setidaknya ada tiga aspek yang merugikan akibat adanya operasi caesar. Kalau tindakan ini kurang tepat sasaran, sebagian dana produktif harus dipakai untuk mendanai sesuatu yang berada di luar perencanaan. Sebagian dana masyarakat tersedot untuk investasi di rumah sakit, operasi caesar seyogyanya dilakukan di rumah sakit yang dilengkapi peralatan dan SDM (sumber daya manusia) untuk itu. Tindakan operasi caesar dapat dianggap sebagai suatu “penyiksaan” di kalangan beberapa suku yang tidak memiliki kebiasaan beristirahat lama setelah melahirkan.
Jadi, sebaiknya pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan menerima tindakan operasi caesar. Kalau memang faktor 3P itu tidak memungkinkan terjadinya proses kelahiran secara normal, ya apa boleh buat. (dr. Paul Zakaria daGomez, M.S.)

Incoming search terms:

  • persalinan caesar
  • proses persalinan caesar
  • proses melahirkan caesar
  • pasca melahirkan caesar
  • persalinan cesar
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, October 28th, 2008 at 11:57 pm and is filed under Artikel Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

8 responses about “Untung rugi persalinan caesar”

  1. Agian said:

    Ass…wr..wb.

    4 bulan yg lalu istri saya melahirkan melalui operasi..dokter memang tidak menganjurkan harus operasi..tapi hanya memberi pertimbangan saja..bahwasanya kandungan istri saya sangat banyak mengandung air (atw kata orang “kembar air”)..dan umur kandungan sudah mencapai 10 bulan belum ada tanda-tanda mau melahirkan..itulah mengapa kami melakukan tindakan operasi..syukur alhamdulillah anak kami lahir dengan selamat dan sehat..beratnya 4.500 gr..pjg 50 cm…
    yang jadi pertanyaan…setelah operasi, pada panggul istri saya terasa sakit saat berjalan..jika kambuh malah hampir tidk bisa berdiri setelah duduk lama..kami telah konsul dengan dokter kandungan yg kemrn membantu proses operasi dan menjelaskan keluhan yg ada..tapi kami tidak mendapatkan jawaban yg memuaskan..katanya “kemungkinan ada syaraf yg terjepit” dan disarnkan konsul ke dokter syaraf..akhirnya kami ke dokter syaraf..namun hanya diberi obat…bila minum obat tersebut sakitnya memang hilang..tetapi apabila tidak minum maka sakitnya akan kambuh…jadi akibatny istri saya ketergantungan obat..harus minum apabila tidak ingin sakitnya kambuh lagi…akhirnya istri saya memutuskan tuk fisiotherapy..hingga saat tulisan ini saya kirimkan..istri saya masih melakukan fisio therapy tersebut setiap 3 kali seminggu..dan memang setelah fisio agak lumayan hilang sakitnya

    jadi saya mohon bantuannya..apa benar tindakan kami ini terutama fisiotharapy tersebut..dan apakah ada cara pengobatan lain…mohon pencerahannya…dan kalau tidak keberatan jawabannya dikirimkan ke email saya (sgn_5y.co.id)..

    wassalam..

    Maaf sekali, di sini kami hanya mengcopy tulisan orang lain ini sebagai info dan kami tidak paham mengenai masalah kesehatan. Jadi untuk masalah yang penanya sebutkan tentunya lebih tepat untuk berkonsultasi dengan dokter.

  2. X Men said:

    Cara pihak rumah sakit utk ambil untung besar dari melahirkan secara Caesar.
    Ini cerita pengalaman sy,
    -**** emang Dokter RS skrg, dgn dalih demi keselamatan jiwa ibu dan kandungan maka diharuskan Caesar, suami mana yg tdk takut dgn pernyataan tsb.
    Tp keyakinan sy dan istri Kepada Allah yg membuat kami berani mengambil keputusan.
    Saran dokter dan pihak RS sy tolak mentah2 krn sy yakin istri sy bs melahirkan anak ke-2 sy secara normal sprti yg pertama.
    Tapi herannya pihak Dokter dan RS tdk mau melayani melahirkan dgn cara normal.
    Dgn alasan yg sy sebutkan diatas.
    Akhirnya detik itu jg istri sy pindahkan ke Bidan dekat rumah sy dan Alhamdulillah, bisa lahir secara NORMAL dan tanpa mengeluarkan biaya belasan juta hanya utk caesar akal2n tsb.
    Mhn maaf, biaya belasan juta utk caesar’ Insya Allah sy msh sanggup.
    Tp krn pengalaman teman sy yang menjadi sy tahu dgn cara RS dan pihak dokter ambil untung besar dari melahirkan dgn cara Caesar.
    Ilustrasinya bgni,
    kalau biaya lahir secara normal biayanya sktr
    Rp 1 – 3 jt’an.
    Lahir dgn cara caesar biayanya sktr
    Rp 10 – 20 jt’an bahkan bisa lebih trgantung kelas dan fasilitas rumah sakitnya.
    Bagaimana menurut anda.

    Pengalaman yang sama juga pernah kami dengar dari beberapa teman, dimana para istri mereka diancam, kapan lewat dari hari yang telah dijadwalkan maka langsung dicaesar. Bahkan yang lebih parah dari itu juga pernah terjadi dimana terkadang sang dokter sengaja memecahkan ketuban agar dilakukan caesar, wal’iyadzu billah.
    Karenanya kami menasehatkan kepada para dokter secara umum dan yang melakukan pengkhianatan terhadap tugasnya secara khusus, agar mereka takut kepada Allah dalam mempermainkan nyawa-nyawa manusia. Dan hendaknya mereka meyakini bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas tugasnya tersebut.

  3. Anto said:

    Assalamualaikumwrwb…
    sekedar saran buat mas Agian, mungkin anda coba tanyakan ke Web Blog pak DR. Abu Hanna di http://www.Kaahil.wordpress.com……..semoga mendapat solusi yang baik…makasih..
    Wassalamualaikumwrwb..

  4. iLmoe said:

    assalamu’alaikum Ustadz, alhamdulillah hanya copy paste, ana kira kalau Ustadz yg menulis sendiri, soalnya ada istilah mandi matahari, hal ini biasanya dilakukan orang yang berkulit bule dengan hanya mengenakan pakaian yg sangat minim dan tiduran di pantai agar kulitnya menjadi coklat.

  5. Ummu roja said:

    Demi ALLAH, janji ALLAH itu pasti

  6. aini said:

    Assmlkm….
    Sy aini,sy blm lm ini melhrkan scara cesar…
    sy mo tnya,pa da obt yg bs mempercepat pemulihan luka dlm?yg sy dengar dr tetangga (obt cina yg d bli d apotik).apa tidak masalah mengkonsumsi obt itu?
    karna luka bekas operasi na msh trasa…
    dan berapa lama waktu untuk melakukan hubungan intim dengan suami?
    trimakasih…

    Selama obatnya tidak mengandung barang yang haram, maka insya Allah tidak mengapa mengkonsumsinya. Masalah yang lain lebih tepat ditanyakan ke dokter kandungan.

  7. imiyati fikriyah said:

    saya juga termasuk ibu yang merugi setelah melahirkan karena harus dicesar…..sekarang kondisi saya tidak sekuat seperti biasa,baru kerja sedikit luka cesar saya masih cenat-cenut…harus bagaimana lagi itu da nasib yang harus saya jalani,bagi ibu-ibu yang sedang hamil sebaiknya beruhasa untuk melahirkan dengan normal.

  8. nie said:

    Sy br mrlhrkn cesar. Dr awal hamil sampe kontrol terakhir sblm mlhirkn. Kandungan saya baik2 saja. Bahkan dokterpun mnyatakan bs lahir normal. Tp ketika waktu lahir. Tiba2 sy di suruh cesar. Karna ada penyempitan pinggul.
    Apa bs tulang pinggul menyempit seketika? Atau cm akal2 dokter dan pihak RS aja.

    Wah, kyknya masalah ini lebih tepat ditanyakan ke spesialis kandungan bu.