Ucapan Jelek Kepada Allah

September 24th 2010 by Abu Muawiah |

15 Syawal

Ucapan Jelek Kepada Allah

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ
“Janganlah kalian mencela masa, karena sesungguhnya Allahlah masa.” (HR. Muslim no. 2246)
Makna ‘Allah adalah masa’ diterangkan dalam hadits qudsi riwayat Al-Bukhari no. 6937 dan Muslim no. 4166 juga dari hadits Abu Hurairah, Allah Ta’ala berfirman:
يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ بِيَدِي الْأَمْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
“Anak adam menyakiti-Ku dengan dia mencela masa, padahal Aku adalah masa, di tangan-Ku lah segala urusan. Akulah yang membolak-balikkan siang dan malam.”
Jadi, makna ‘Allah adalah masa’ adalah Allah pencipta dan pengatur masa.
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
لَا تَقُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ وَشَاءَ فُلَانٌ وَلَكِنْ قُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شَاءَ فُلَانٌ
“Jangan kalian mengatakan: “Apa yang Allah dan si fulan kehendaki,” akan tetapi katakanlah: “Apa yang Allah kehendaki kemudian si fulan kehendaki.” (HR. Abu Daud no. 4328, Ahmad no. 23257, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7406)
Dari Thufail bin Sakhbarah radhiallahu anhu saudara seibu Aisyah, bahwa Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَقُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ مُحَمَّدٌ
“Janganlah kalian mengatakan: “Apa yang Allah kehendaki dan apa yang Muhammad kehendaki.” (HR. Ahmad no. 20645)

Penjelasan ringkas:
Syariat telah melarang beberapa lafazh untuk diucapkan karena di dalamnya terkandung celaan kepada Allah atau merupakan bentuk kurang adab kepada Allah Ta’ala atau mengandung penyetaraan antara Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya. Di antaranya contohnya adalah mencela masa atau waktu ketika terjadi suatu musibah atau kejelekan pada masa atau waktu tersebut. Mencela masa merupakan perbuatan kebodohan karena masa itu sendiri tidak berbuat apa-apa. Masa hanyalah wadah tempat terjadinya kejadian yang Allah Ta’ala telah takdirkan. Karenanya, mencela masa sama saja dengan mencela Allah, karena sebenarnya Allah lah yang berbuat pada masa tersebut, Dia yang menciptakan siang dan malam serta semua kejadian yang baik dan yang jelek yang terjadi di dalamnya.

Contoh yang lain adalah ucapan: ‘Apa yang Allah kehendaki dan si fulan kehendaki’. Ucapan ini merupakan bentuk kekurangajaran kepada Allah Ta’ala bahkan merupakan kesyirikan. Karena ucapan ini menyetarakan antara kehendak Allah dengan kehendak makhluk, yakni bahwa kehendak makhluk sama kuatnya dengan kehendak Allah Ta’ala, dan ini jelas ucapan yang menyekutukan Allah Ta’ala. Karenanya hal ini terlarang walaupun hanya sekedar ucapan tanpa meyakini maknanya, dan walaupun makhluk yang disetarakan dengan Allah itu adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam selaku makhluk yang paling dekat dengan Allah Ta’ala.

Dan sebagai jalan keluar, Nabi shallallahu alaihi wasallam memberikan tuntunan untuk mengucapkan: ‘Apa yang Allah kehendaki kemudian apa yang Allah kehendaki’. Karena ucapan ‘kemudian’ menunjukkan urutan, berbeda dengan kata ‘dan’ yang menunjukkan penggandengan dan penyamaan secara mutlak.

Ucapan Jelek Kepada Allah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, September 24th, 2010 at 5:08 am and is filed under Aqidah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Ucapan Jelek Kepada Allah”

  1. Mahensi said:

    Assalamu’alaikum
    Fulan, mksudnya apa?

    Waalaikumussalam.
    Kalau di bahasa indonesia kita biasa katakan si ‘anu’ (ungkapan untuk orang).