Tidak Ada Qadha` Bagi yang Sengaja Membatalkan Puasanya

July 18th 2013 by Arvan |

Tidak ada Qadha` Bagi yang Sengaja Membatalkan Puasanya

 

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata dalam Madarij As-Salikin (1/381):

“Allah Subhanahu telah mensyariatkan untuk mengqadha` puasa Ramadhan bagi orang yang tidak berpuasa karena adanya uzur, seperti: Haid atau safar atau sakit. Namun Allah tidak pernah mensyariatkan qadha` ini bagi orang yang sengaja tidak berpuasa tanpa ada uzur, tidak ada satu pun nash, tidak pula isyarat, tidak pula tanbih (catatan), dan itu juga tidak sejalan dengan aturan-aturan syariat-Nya. Argumen terkuat yang kalian[1] miliki hanyalah menganalogikannya dengan tidak berpuasanya orang yang mempunyai uzur. Padahal aturan-aturan syariat telah baku menetapkan adanya perbedaan antara yang mempunyai uzur dengan yang tidak mempunyai uzur. Bahkan syariat telah mengabarkan bahwa puasa sepanjang tahun pun tidak akan bisa mengqdha` satu hari puasa Ramadhan yang dia tinggalkan tanpa uzur[2], apalagi jika hanya diqadha` dengan satu hari juga.[3]



[1] Maksudnya adalah para ulama yang membolehkan qadha` bagi orang yang tidak berpuasa tanpa uzur.

[2] HR. Abu Daud (2396), At-Tirmizi (723), Ibnu Majah (1672), dan Ahmad (2/386). Hanya saja hadits ini dinyatakan lemah oleh Al-Albani rahimahullah dalam Dha’if Al-Jami’ (5462)

[3] Diterjemah dari Jami’ Al-Fiqhi Ibnu Al-Qayyim (3/97)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, July 18th, 2013 at 11:32 am and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.