Terapi Tabir Juz

January 14th 2010 by Abu Muawiah |

Terapi Tabir Juz

Tanya:
Saya mohon penjelasan Ustadz tentang TIRAI JUZ karya Gus AA
dan H. Ziyad Ulhaq SQ, yaitu sebuah metode mengenal karakter melalui
tadarus Al-Quran untuk mengetahui dan bersikap dengan seseorang.
Info yang saya dapat bahwa metoda tersebut mengajarkan bahwa
setiap manusia memiliki juz nya masing² (berbeda) sesuai dengan
kepribadiannya. Jika kita sudah mengetahui juz kita, maka jika kita
dalam kesulitan lalu membaca juz kita, kesulitan akan hilang.
Bagaimana menurut al qur’an dan sunnah tentang hal ini? Jazakallohu khoyran
“Abu Aisyah” <alfalimbany@ymail.com>

Jawab:
Keyakinan bahwa setiap manusia mempunyai juznya masing-masing adalah keyakinan yang bid’ah karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- tidak pernah menyinggung sedikit pun tentang hal itu. Al-Qur`an diturunkan kepada beliau, dan para sahabat langsung mempelajari Al-Qur`an itu dari mulut beliau, dan beliau adalah makhluk yang paling semangat agar umatnya (terkhusus para sahabatnya) mendapatkan kebaikan dan paling khawatir kalau umatnya mendapatkan kesusahan dan kesulitan. Akan tetapi bersamaan dengan semua itu, beliau -alaihishshalatu wassalam- sama sekali tidak pernah mengajarkan kepada mereka untuk memanfaatkan Al-Qur`an seperti ini (tirai juz) ketika mereka tertimpa musibah.
Betul, semua ayat Al-Qur`an adalah obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Karenanya ayat apapun yang dia baca dengan harapan dengannya dia bisa terhindar atau lepas dari kesulitan, maka hal itu diperbolehkan karena termasuk bertawassul kepada Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatNya atau tawassul dengan amalan saleh (membaca Al-Qur`an). Hanya saja jika dia membatasi kemampuan Al-Qur`an menghilangkan kesulitan hanya pada juz tertentu (tergantung orangnya) maka ini adalah bid’ah yang mungkar. Karena di antara kaidah mengenal bid’ah yang disebutkan oleh para ulama adalah: Mengkhususkan/membatasi sebuah amalan yang bersifat umum tanpa ada dalil maka itu adalah bid’ah. Wallahu a’lam bishshawab.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, January 14th, 2010 at 12:37 pm and is filed under Aqidah, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.