Tabungan Zakat Untuk Hewan Kurban

September 26th 2009 by Abu Muawiah |

Tabungan Zakat Untuk Hewan Kurban

Tanya:
Assalamu alaikum. Saya mengeluarkan zakat gaji saya 2,5% sebesar 230rb/bln dan saya menabungnya. Bolehkah tabungan zakat tersebut saya belikan qurban di hari idul adha nanti?

08524212????

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Pertama perlu diketahui bahwa zakat penghasilan/profesi tidak dikenal dalam agama Islam. Orang yang pertama kali memunculkan bid’ah ini adalah seorang yang bernama Yusuf Al-Qardhawi, dan dia berdalih dengan dalil-dalil yang sangat lemah, padahal hukum asal harta seorang muslim tidak boleh diambil kecuali jika ada haknya. Di antara syarat wajib zakat adalah nishab telah berada di tangan selama setahun, sementara zakat profesi dia wajibkan keluar tiap bulannya, dan ini adalah kebatilan.
Yang kedua juga butuh diketahui bahwa syariat Islam tidak mewajibkan seorang muslim untuk mengumpulkan harta hingga cukup nishab zakat dan juga tidak mewajibkan untuk mempertahankan agar jumlah nishab tidak berkurang. Karenanya menyisihkan uang sebagai tabungan zakat bukanlah keharusan walaupun boleh-boleh saja dia kerjakan. Allah memberikan kemudahan, kapan terkumpul nishabnya maka dia keluarkan zakatnya tahun depan, dan jika di tengah tahun dia menggunakan hartanya sehingga berkurang dari nishab maka itu tidak bermasalah dan kewajiban zakatnya gugur.
Jika ini sudah diketahui maka jawaban dari pertanyaan di atas sudah jelas, yaitu boleh saja tabungan itu dia belikan hewan qurban, karena tabungannya itu tidak wajib dia pertahankan jumlahnya dan juga keyakinan dia akan adanya zakat penghasilan adalah keyakinan yang keliru. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • bagaimana jika zakat mal dirupakan dengan hewan qurban
  • zakat mal boleh dialokasikan untuk qurban
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, September 26th, 2009 at 7:43 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

11 responses about “Tabungan Zakat Untuk Hewan Kurban”

  1. Roni said:

    Assalamualaikum
    Ustadz, kalau kita tidak punya niat mempertahankan uang yang ada ditangan kita hingga terkumpul nishabnya maka bagaimana harta orang kaya dapat beredar kepada orang – orang lemah. Dan bagaimana pula cara Rasulullah dan para shahabatnya mengumpulkan dana untuk memberantas kemiskinan?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Mempunyai niat boleh-boleh saja bahkan termasuk niat yang baik yangmendapatkan pahala, hanya saja yang kita permasalahkan apakah hal itu wajib atau tidak. Dan kita katakan hal itu tidak wajib, karena kalau kita mengatakan hukumnya wajib menjaga atau mengumpulkan nishab maka berarti orang yang tidak punya harta wajib menabung uang untuk zakat dan dia tidak boleh memakai tabungan tersebut, dan bagi yang sudah punya harta cukup nishab maka dia tidak boleh menggunakan harta tersebut, dan itu tentunya melahirkan kesusahan dan kesulitan pada kaum muslimin. Dan sungguh agama ini adalah agama yang mudah dan tidak memberikan kesusahan dalam menjalankan syariatnya.
    Rasulullah bukan diutus untuk memberantas kemiskinan akan tetapi beliau diutus untuk memberantas kekafiran dan kesyirikan, karena kemiskinan hanya berbahaya tatkala mengantarkan kepada kekafiran dan maksiat. Tapi tatkala keimanan dan tauhid seorang muslim sempurna maka insya Allah kemiskinan tidak akan memberikan mudharat kepadanya, contohnya para sahabat yang mayoritas di antara mereka adalah orang-orang miskin.
    Adapun masalah harta maka Islam mewajibkan adanya zakat dengan keempat jenisnya, zakat fithr, dan sedekah-sedekah sunnah lainnya. Kesemuanya bertujuan untuk menyucikan harta dan pemilik dari harta itu dan mencegah orang-orang miskin meminta-minta. Bukan untuk menggalang dana agar tidak ada lagi orang miskin. Kalau kemiskinan hilang dengan semua zakat dan sedekah yang terkumpul maka alhamdulillah, tapi kalau tidak itu juga tidak bermasalah karena tujuan utama dari zakan dan sedekah memang bukan untuk menghilangkan kemiskinan.
    Lagipula adanya kemiskinan sudah menjadi ketetapan dari Allah dan hikmahnya, ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah, dan seterusnya. Karenanya -wallahu a’lam- tidak mungkin kemiskinan itu hilang secara menyeluruh dari dunia ini karena itu bertentangan dengan hikmah Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.
    Lagipula hilangnya kemiskinan akan menimbulkan mudharat yang besar yaitu hilangnya ibadah-ibadah yang besar semacam zakat dan ibadah harta lain yang penyalurannya kepada fakir miskin. Dan hilangnya suatu ibadah dari dunia ini merupakan musibah yang besar.
    Tapi itu tentu saja tidak menunjukkan kemiskinan itu baik dan terpuji secara mutlak, akan tetapi terkadang dia terpuji (karenanya Nabi meminta dijadikan hamba biasa daripada jadi raja) dan terkadang dia tercela tatkala dia mengantarkan kepada kemaksiatan dan kekafiran. Wallahu a’lam.

  2. ruwadi said:

    bismillah bolehkah zakat mal dipergunakan untuk membangun pondok atau yang lainnya?jazakallah khoir atas jawabanya

    Tidak boleh, karena yang berhak menerima zakat hanyalah kedepalan kelompok yang tersebut dalam Al-Qur`an. Allah Ta’ala berfirman:
    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)
    Sudah jelas, pembangunan ponpes tidak termasuk ke dalam ayat di atas. Adapun menggolongkannya ke ‘jalan Allah’, maka itu tidak tepat. Karena yang dimaksudkan dengan ‘jalan Allah’ (fisabilillah) dalam ayat ini hanyalah berjihad dengan senjata di jalan Allah. Silakan baca keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=95

  3. Gatot Jasmine said:

    Assalamualikum Kawanku, sekedar bertanya…apakah ada yang bisa beri info tentang hukumny menggunakan iuran/dana umat untuk keperluan operasional organisasi (fotocopy, bensin, ongkos) dengan pertimbangan organisasi tersebut baru mulai berjalan,,dan apakah ada ayat quran / hadist yang menguatkan hal tersebut..,,mohon info yach kawanku..

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Yang saya tangkap dari kalimat ‘mulai berjalan’ adalah ini merupakan organisasi yang bersifat baku, bukan organisasi yang didirikan sementara untuk membantu orang miskin, seperti organisasi yang didirikan untuk membntu korban bencana alam, yang jika tugasnya sudah selesai maka organisasi itupun bubar.
    Jika organisasinya bentuk yang kedua (dadakan/sementara) maka insya Allah boleh menggunakan dana tersebut dalam proses pengiriman bantuan ke sana.
    Adapun jika dia berupa ormas -walaupun ormas Islami- atau organisasi dan yayasan lainnya maka tidak boleh menggunakan harta infak dan sedekah dari kaum muslimin untuk tujuan operasional organisasi, karena itu merupakan bentuk khianat dan memakan harta tanpa hak.
    Lagipula yang berhak menerima dan menyalurkan zakat dan sedekah adalah pemerintah atau yang mewakilinya, tidak sembarang orang bisa mendirikan organisasi pengumpul zakat dan sedekah lalu dengan seenaknya memanfaatkan uang yang terkumpul untuk kepentingan organisasi, karena pada dasarnya organisasi seperti ini tidak perlu ada dan tidak dibutuhkan. Wallahu a’lam

  4. Gatot Jasmine said:

    Subhanallah..
    Terima kasih Akhy..

    Apakah ada ayat quran / hadist yang bisa kita jadikan landasan sehingga kita bisa tetap eksis, berkembang dijalan yang tetap diridhai allah SWT

    Wallahu a’lam

    Afwan kami nggak paham maksudnya. Semua ayat dan hadits itu merupakan landasan agar bisa tetap eksis dan berkembang di jalan yang Allah ridhai.

  5. Gatot Jasmine said:

    Subhanallah..terima kasih akhy,,
    Tapi kalau bentuk organisasi ini semisal pengurus kematian disuatu wilayah, yang memang pada hakikatnya dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi si pengurus, semisal biaya bensin untuk pengurusan makam, fotocopy surat kematian / data, kartu iuran, dsb … apakah hukumnya masih sama a’ ..?

    Dan minta tolong, apakah ada ayat quran / hadist sebagai landasan kita untuk tetap eksis dan berada dijalur yang benar yang diridhai allah ..
    Wallahu a’lam

    Kalau memang semuanya dalam rangka pengurusan mayit dari saat dia meninggal sampai dikuburkan, insya Allah tidak masalah, selama cara pengumpulan dananya syar’i.

  6. ibnusaryuti said:

    assalamualaikum warahamtullohi wabarakatuh.
    ada pertanyaan.yang dimaksud qurban sapi untuk 7 orang gimana.karena saya berencana qurban sapi tahun inin,insyaAlloh.saya niatkan 7 orang itu untuk ibu bapak.nenek kakek yang sudah meninggal.saya sendiri.atau gimana yang syar`inya.terimakasih

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Apa yang tersebut di atas sudah benar dan boleh diamalkan. Untuk keterangan lengkapnya silakan baca artikel ‘Ahkam Al-Udhhiah’ dalam situs ini.

  7. abu ahrits said:

    Ada ssorang punya kwajiban/hutang dan dia tidak mampu bayar. Apakah boleh piutang tsb kita ikhlaskan dan diniatkan utk mmbayar zakat maal kpd org tsb?

    Jazakallahu khair.

    Insya Allah boleh selama memang dia sudah punya kewajiban membayar zakat mal dan selama orang yang berutang itu termasuk dalam 8 kelompok yang wajib menerima zakat, wallahu a’lam.

  8. syifa said:

    bln 4 taon ini sy mulai bekerja dgn gj yg lmyn bsr,
    klo misalnya taon dpn tabungan sy uda cukup/mLebihi nishab zakat maal,
    apakah bln 4 taon dpn sy uda bs kluarkan zakat?
    JazakALLAHu khairan

    Belum bisa. Kalo hartanya mencapai nishab tahun depan, maka dikeluarkannya dua tahun kedepan jika pada dua tahun kedepan hartanya masih mencukupi nishab. Karena di antara syarat dikeluarkannya zakat mal adalah bahwa nishab tersebut harus dimiliki selama setahun.

  9. kiki said:

    Assalamualaikum
    jika saya ingin berqurban untuk org yang sudah meninggal apakah boleh?
    jika boleh, niatnya bagaiamana?
    1. Niat langsung untuk orang yg sudah meninggal tersebut. atau
    2. Niat untuk diri kita sendiri tapi pahalanya untuk org yg sudah meninggal

    Adakah hadist yang menguatkannya dan bisakah pahala itu langsung di terima ke alm?
    Terima Kasih

    Waalaikumussalam
    Boleh saja berqurban atas nama orang yang meninggal, tapi sebaiknya mereka digandengkan dengan orang yang masih hidup. Misalnya untuk sapi, 5 orang yang masih hidup dan 2 orang yang sudah meninggal.
    Insya Allah masalah apakah kiriman pahala kepada mayit sampai atau tidak, insya Allah akan kami bahas tersendiri.

  10. ummu zea said:

    assalamualaikum
    Ustad,, benar kan bila kepala keluarga yg berkurban, istri dan anak2 nya juga mendapt pahala ??
    Dan jika istri yg berkurban apa suami dan anak2 nya juga mendapat pahala??

    Waalaikumussalam.
    Benar jika dia mengatakan saat berqurban, “Ini dariku dan dan dari keluargaku.”
    Wallahu a’lam untuk bentuk yang kedua.

  11. Mika said:

    Assalamualaikum

    Bolehkah zakat mal, kita rupakan dalam bentuk Hewan Qurban pd saat Idul Adha.
    Terima kasih
    WAssalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, keduanya merupakan ibadah yang berdiri sendiri, tidak boleh digabungkan.