Syirik Akbar

September 6th 2014 by Abu Muawiah |

Pembagian Syirik Kepada Allah:

Nash-nash al Kitab dan as Sunnah menunjukkan bahwa syirik kepada Allah ada 2 jenis:

Jenis Pertama: Syirik Akbar

Syirik ini ada 3 bentuk:

Bentuk Pertama: Syirik Dalam Rububiah.

Syirik dalam rububiah terjadi pada 3 perkara:

Satu: Syirik Dalam Keyakinan.
Seperti keyakinan bahwa ada selain Allah yang mampu mencipta atau menghidupkan atau mematikan atau menguasai atau mengatur alam semesta. Keyakinan ini dihukumi syirik akbar karena semua hal di atas adalah perbuatan yang hanya Allah yang bisa melakukannya, dan karenanya semua perbuatan itu tidak boleh disematkan kepada selainNya.

Dua: Syirik Dalam Amalan.
Seperti menggantung jimat, mengenakan gelang (perlindungan, penj.) dan semacamnya. Dimana seseorg meyakini bahwa benda itu lah dengan sendirinya yang mewujudkan apa yg dia inginkan.
Ibnu al Utsaimin berkata, “Jika orang yang mengenakannya meyakini bahwa benda itu dengan sendirinya yang memberikan pengaruh tanpa bantuan Allah maka dia musyrik dengan kesyirikan akbar dalam tauhid rububiah. Hal itu karena dia meyakini adanya pencipta lain bersama Allah.” (Al Qaul al Mufid:1/207)

Tiga: Syirik Dalam Ucapan.
Seperti ucapan bahwa alam ini tidak ada awalnya. Hal itu karena ucapan seperti ini mengandung penolakan terhadap eksistensi Rabb Subhanahu wa Ta’ala dan pengingkaran terhadap al Khaliq Azza wa Jalla. Juga seperti ucapan bahwa semua yang ada adalah satu wujud yg sama, dimana mereka meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah makhluk itu sendiri.

Termasuk syirik bentuk ini adalah kesyirikan sekte al Qadariah yang mengatakan bahwa manusia sendiri lah yang menciptakan perbuatannya tanpa ada kehendak, kemampuan, dan keinginan dari Allah.

Bentuk Kedua: Syirik Dalam Uluhiah.

Kesyirikan ini terjadi pada 3 perkara:

Satu: Syirik Dalam Keyakinan.
Seperti meyakini adanya selain Allah yang boleh ditaati secara mutlak, dimana mereka meyakini halalnya sesuatu yang Allah haramkan dan haramnya sesuatu yang Allah halalkan karena menaati selain Allah tersebut. Padahal mereka mengetahui bahwa selain Allah itu telah menyelisihi agama para rasul. Ini adalah kesyirikan walaupun mereka tidak shalat dan tidak sujud kepada selain Allah tersebut.
Di antara bentuknya adalah kesyirikan kepada Allah dalam cinta dan pengagungan. Dimana dia mencintai makhluk sama seperti cintanya kepada Allah. Ini adalah syirik yang Allah tidak ampuni, dan merupakan kesyirikan yang Allah Subhanahu berfirman tentangnya:

(وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِِ)

“Dan di antara manusia ada yang mengangkat tandingan-tandingan selain Allah, dimana mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti cintanya kepada Allah.” [QS. Al-Baqarah: 165]
Para pelaku kesyirikan ini akan berkata kepada para sembahan mereka, ketika mereka semua dikumpulkan dalam neraka:

(تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ. إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ)

“Demi Allah, sungguh kami betul-betul merasa dalam kesesatan yg nyata. Ketika kami menyamakan kalian dengan Rabb alamin.” [QS. Asy-Syu’ara: 97-98]
Dan sudah dimaklumi bahwa kaum musyrikin ini tidak menyamakan sembahan mereka dengan Allah Subhanahu dalam hal penciptaan, pemberian rezki, mematikan, menghidupkan, kepemilikan alam, dan kemampuan. Mereka hanya menyamakan sembahan mereka dengan Allah dalam hal kecintaan, penyembahan, ketundukan, dan penghinaan diri kepada mereka.

Dua: Syirik Dalam Amalan.
Seperti seseorang yang shalat untuk selain Allah atau sujud atau ruku kepada selain Allah.
Ibnu Taimiah berkata dalam permasalahan ini, “Intinya, berdiri, ruku, dan sujud adalah hak Yang Maha Esa, Yang disembah, Pencipta langit dan bumi. Dan apa saja yang menjadi hak khusus milik Allah, maka tidak ada seorg pun yang boleh punya bahagian di situ.” (Majmu’ al Fatawa: 27/93)
Karenanya, siapa saja yang memperuntukkan ibadah apapun kepada makhluk -siapa pun orangnya-, maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah Ta’ala dalam ibadahnya, dan dia telah mengangkat tandingan-tandingan bagi Allah.

Tiga: Syirik Dalam Ucapan.
Karenanya siapa saja yang berdoa, atau ber-istighatsah, atau meminta tolong, atau meminta perlindungan kepada selain Allah pada hal-hal yg tidak ada yang sanggup memenuhinya kecuali Allah Azza wa Jalla, maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan. Dan tidak ada bedanya, apakah selain Allah ini adalah seorang nabi atau wali atau malaikat atau jin atau makhluk lainnya.
Ibnu al Qayyim berkata menjelaskan buruknya kesyirikan, “Di antara bentuknya (syirik akbar) adalah meminta kebutuhan kepada orang-orang yang telah meninggal, ber-istighatsah kepada mereka, dan menghadapkan hati kepada mereka. Ini adalah asal kesyirikan yang terjadi di alam semesta. Hal itu karena orang yang telah meninggal itu telah terputus amalannya, sehingga dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri dari mudharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri. Maka bagaimana bisa dia memberikan manfaat dan menghindarkan mudharat dari orang yang ber-istighatsah kepada dirinya, yang meminta pemenuhan hajat kepadanya, atau yang meminta syafaat kepadanya di sisi Allah. Ini terjadi karena kebodohannya tentang siapakah sebenarnya pemberi syafaat dan siapakah sebenarnya yang diberi syafaat di sisiNya.” (Madarij as Salikin: 1/353)

 

Bentuk Ketiga: Syirik Dalam Nama2 dan Sifat Allah.

Kesyirikan ini terjadi pada 3 perkara:

Satu: Syirik Dalam Keyakinan
Seperti keyakinan bahwa ada yang mengetahui perkara gaib selain Allah. Keyakinan ini banyak didapati pada para penganut sekte-sekte yg menyimpang, seperti (Syiah) Rafidhah, Sufiah ekstrim, dan Batiniah secara umum. Dimana Rafidhah meyakini bahwa para imam mereka mengetahui yang gaib. Demikian halnya Batiniah dan Sufiah meyakini hal itu pada wali-wali mereka.
Juga seperti keyakinan bahwa ada makhluk yang bisa merahmati seperti rahmat Allah Azza wa Jalla, atau ada yang mampu mengampuni dosa-dosa dan memaafkan berbagai kesalahan dan keburukan hambaNya, seperti yang Allah Ta’ala lakukan.

Dua: Syirik Dalam Amalan
Seperti seseorang yang merasa lebih agung dibandingkan semua makhluk, sebagai bentuk tandingan dan penyerupaan terhadap Allah dan sifat-sifatNya, dimana salah satu dari sifat-sifat Allah adalah ‘agung’.
Ibnu al Qayyim berkata, “Karenanya siapa saja yang mengangungkan dirinya dan bersombong hingga dia mengajak orang-orang agar mengkultuskan dirinya secara berlebihan melalui pujian, pengagungan, ketundukan, harapan, ketergantungan hati dalam takut dan harapan, bersandar, dan memohon bantuan, maka sungguh dia telah menyerupai dan menentang Allah dalam rubuhiah dan uluhiahNya.” (Al Jawab al Kafi hal. 202)

Tiga: Syirik Dalam Ucapan
Seperti menggunakan nama Allah ‘ar Rahman’ atau ‘al Ahad’ atau ‘ash Shamad’ untuk menamakan selain Allah, atau menyematkan nama-nama itu kepada berhala. Demikian halnya dengan menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allah Ta’ala dalam sifat-sifatNya. Atau berbuat ilhad (penyimpangan, penj.) dalam nama2Nya, dengan cara mengarahkan hakikat dan makna dari nama-nama itu dari makna yang benar lagi shahih (menuju makna yg batil, penj.)
Ibnu al Qayyim berkata, “Berkata atas nama Allah tanpa ilmu dalam nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatanNya, dan menyifati Allah dengan kebalikan dari apa yg Allah sifati dirinya dengannya dan apa yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sifati Allah dengannya, semua itu adalah perbuatan yang paling bertentangan dan bertolak belakang dengan kesempurnaan Allah sang Pemilik penciptaan dan perintah. Itu juga merupakan celaan terhadap rububiah dan sifat-sifat ketuhanan Allah. Jika pelanggaran ini terjadi dalam keadaan pelakunya mengetahui, maka itu adalah penentangan yg lebih buruk daripada kesyirikan dan merupakan dosa yg terbesar di sisi Allah.” (Ibid. hal. 211)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, September 6th, 2014 at 1:19 pm and is filed under Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.