Syariat Meminta Izin Ketika Bertamu

May 14th 2010 by Abu Muawiah |

28 Jumadil Ula

Syariat Meminta Izin Ketika Bertamu

Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Allah Ta’ala juga berfirman:
وَإِذَا بَلَغَ الأَطْفَالُ مِنكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ
“Dan apabila anak-anak kalian telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (QS. An-Nur: 59)
Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma berkata:
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِي فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ مَنْ ذَا فَقُلْتُ أَنَا فَقَالَ أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا
“Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membayar hutang ayahku. Ketika aku mengetuk pintu rumah beliau, beliau bertanya, “Siapa itu?” aku menjawab, “Saya.” Beliau bersabda: “Saya! Saya!,” seolah-olah beliau membencinya.” (HR. Al-Bukhari no. 6245 dan Muslim no. 2153)
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhuma dia berkata: Seorang laki-laki pernah melongokkan kepalanya ke salah satu kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, waktu itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tengah membawa sisir untuk menyisir rambutnya. Maka beliau bersabda:
لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْظُرُ لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ
“Sekiranya aku tahu kamu mengintip, sungguh aku akan mencolok kedua matamu. Sesungguhnya tidaklah meminta izin itu diberlakukan kecuali karena (untuk menjaga) pandangan.” (HR. Al-Bukhari no. 6250 dan Muslim no. 2155)
Seorang laki-laki dari Bani Amir bercerita bahwasanya dia pernah minta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau di dalam rumah. Dia berkata, “Bolehkah saya masuk?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata kepada pelayannya:
اخْرُجْ إِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الِاسْتِئْذَانَ فَقُلْ لَهُ قُلْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ
“Temuilah orang ini dan ajari dia cara minta izin. Suruh dia mengucapkan, “Assalamu alaikum, bolehkah saya masuk?” (HR. Abu Daud no. 5176 dan At-Tirmizi no. 2711)
Dalam riwayat At-Tirmizi disebutkan nama laki-laki itu adalah Kaldah bin Hanbal radhiallahu anhu.
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدُكُمْ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ
“Apabila salah seorang dari kalian meminta izin namun tidak diberi izin, maka hendaknya dia pulang.” (HR. Al-Bukhari no. 6241 dan Muslim no. 2156)

Penjelasan ringkas:
Minta izin termasuk dari adab-adab mulia yang disyariatkan oleh Islam guna menjaga dan melindungi aib serta hak privasi setiap manusia. Disyariatkan untuk meminta izin sebanyak 3 kali baik dengan mengetuk pintu atau hanya dengan meminta izin masuk. Jika dia diizinkan maka silakan dia masuk dan jika tidak diizinkan atau tidak ada yang menjawab maka hendaknya dia pulang dan tidak menambah salam lebih dari 3 kali, kecuali kalau dia sangkakan sang pemilik rumah tidak mendengar salamnya.
Syariat meminta izin ini berlaku secara mutlak termasuk kepada anak-anak jika mereka mau masuk ke kamar yang bukan kamarnya. Dan hendaknya jika yang meminta izin ditanyai namanya maka dia menjawabnya dengan menyebutkan namanya dengan jelas.
Keterangan tambahan mengenai hal ini bisa dibaca di sini: http://al-atsariyyah.com/akhlak-dan-adab/adab-adab-meminta-izin.html. Dan untuk lebih lengkap lagi mengenai adab-adab meminta izin, silakan mendownload adab-adab minta izin dari kitab Fiqh Al-Adab karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.

Adab Minta Izin

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, May 14th, 2010 at 2:30 am and is filed under Akhlak dan Adab, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Syariat Meminta Izin Ketika Bertamu”

  1. ummu said:

    kalo sekiranya ada yang mengucapkan salam untuk masuk rumah, bolehkah pemilik rumah untuk tidak menjawab salamnya karena ada hal yang membuatnya tdk ingin menerima tamu? jazakumullahu khoiran atas jawabannya ustadz.

    Ia boleh saja, karena itu merupakan hak dia.

  2. ummahat said:

    ustadz, bisakah kasus tidak menjawab soalan dari soalan di atas di qiaskan dengan tidak menjawab salam apabila ada orang menghantar sms lewat handphone? seperti seseorang ga mau membalas sms itu dan menjawab pertanyaan sms itu, terus apa hukumnya? apa boleh dikatakan ga punya adab ya kalo gitu? jazaakumullohu khairan.

    Yang ditanyakan di sini, yang mengirim sms atau yang menerima sms?

  3. ummahat said:

    begini ustadz, kalo ana mengirim sms dengan seorang teman dan menanya soalan, terus ga dibalas oleh teman ana itu, apa kasus ini bisa di qiaskan dengan tetamu yang meminta izin utk masuk ke rumah namun ga mendapat respon dari tuan rumah? apa ini di katakan kurang beradab kepada yang menerima sms karena ga membalas sms?

    Wallahu a’lam. Yang jelas penerima sms punya hak untuk menjawab atau tidak menjawab sms yang masuk. Mengingat kesulitan yang dia lakukan ketika menjawabnya misalnya harus mengetik, apalagi jika jawaban pertanyaan itu panjang.