Main Picture

 

Sunnahnya Mengakhirkan Shalat Isya

March 27th 2010 by Abu Muawiah |

11 Rabiul Akhir

Sunnahnya Mengakhirkan Shalat Isya

Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي
“Suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat ‘atamah (isya`) sampai berlalu sebagian besar malam dan penghuni masjid pun ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Beliau bersabda: “Sungguh ini adalah waktu shalat isya’ yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim no. 638)
Dari Jabir bin Samurah -radhiallahu anhu- dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤَخِّرُ صَلَاةَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengakhirkan shalat isya.” (HR. Muslim no. 643)
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
أَعْتَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعِشَاءِ حَتَّى نَادَاهُ عُمَرُ: الصَّلاَةُ، نَامَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ. فَخَرَجَ فَقَالَ: مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ غَيْرُكُمْ. قَالَ: وَلاَ يُصَلَّى يَوْمَئِذٍ إِلاَّ بِالْمَدِيْنَةِ، وَكاَنُوْا يُصَلُّوْنَ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَغِيْبَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الْأَوَّلِ
“Rasulullah mengakhirkan shalat isya hingga malam sangat gelap sampai akhirnya Umar menyeru beliau, “Shalat. Para wanita dan anak-anak telah tertidur.” Beliau akhirnya keluar seraya bersabda, “Tidak ada seorang pun dari penduduk bumi yang menanti shalat ini kecuali kalian.” Rawi berkata, “Tidak dikerjakan shalat isya dengan cara berjamaah pada waktu itu kecuali di Madinah. Nabi beserta para sahabatnya menunaikan shalat isya tersebut pada waktu antara tenggelamnya syafaq sampai sepertiga malam yang awal.” (HR. Al-Bukhari no. 569 dan Muslim no. 1441)
Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu dia berkata:
أَبْقَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَةِ الْعَتَمَةِ، فَأَخَّرَ حَتَّى ظَنَّ الظَّانُّ أَنَّهُ لَيْسَ بِخَارِجٍ، وَالْقَائِلُ مِنَّا يَقُوْلُ: صَلَّى. فَإِنَّا لَكَذَلِكَ حَتَّى خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوْا لَهُ كَماَ قَالُوْا. فَقَالَ لَهُمْ: أَعْتِمُوْا بِهَذِهِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّكُمْ قَدْ فَضَّلْتُمْ بِهَا عَلَى سَائِرِ الْأُمَمِ وَلَمْ تُصَلِّهَا أُمَّةٌ قَبْلَكُمْ
“Kami menanti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat isya (‘atamah), ternyata beliau mengakhirkannya hingga seseorang menyangka beliau tidak akan keluar (dari rumahnya). Seseorang di antara kami berkata, “Beliau telah shalat.” Maka kami terus dalam keadaan demikian hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar, lalu para sahabat pun menyampaikan kepada beliau apa yang mereka ucapkan. Beliau bersabda kepada mereka, “Kerjakanlah shalat isya ini di waktu malam yang sangat gelap (akhir malam) karena sungguh kalian telah diberi keutamaan dengan shalat ini di atas seluruh umat. Dan tidak ada satu umat sebelum kalian yang mengerjakannya.” (HR. Abu Dawud no. 421 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Penjelasan ringkas:
Hukum asal dari shalat-shalat lima waktu adalah dikerjakan di awal waktunya masing-masing. Kecuali shalat isya, karena adany dalil-dalil yang tegas menunjukkan disunnahkannya untuk mengerjakan shalat isya di akhir malam. Walaupun demikian, Rasulullah  tidaklah mengharuskan umatnya untuk terus mengerjakannya di akhir waktu disebabkan adanya kesulitan. Dalam pelaksanaan shalat isya berjamaah di masjid, beliau melihat jumlah orang-orang yang berkumpul di masjid untuk shalat, sedikit atau banyak. Sehingga terkadang beliau menyegerakan shalat isya dan terkadang mengakhirkannya. Bila beliau melihat para makmum telah berkumpul di awal waktu maka beliau mengerjakannya dengan segera. Namun bila belum berkumpul beliau pun mengakhirkannya.
Hal ini ditunjukkan dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhuma, ia mengabarkan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ وَالْمَغْرِبَ إِذَا وَجَبَتْ وَالْعِشَاءَ أَحْيَانًا يُؤَخِّرُهَا وَأَحْيَانًا يُعَجِّلُ، كَانَ إِذَا رَآهُمْ قَدِ اجْتَمَعُوْا عَجَّلَ وَإِذَا رَآهُمْ أَبْطَأُوْا أَخَّرَ …
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat zhuhur di waktu yang sangat panas di tengah hari, shalat ashar dalam keadaan matahari masih putih bersih, shalat maghrib saat matahari telah tenggelam dan shalat isya terkadang beliau mengakhirkannya, terkadang pula menyegerakannya. Apabila beliau melihat mereka (para sahabatnya/jamaah isya) telah berkumpul (di masjid) beliau pun menyegerakan pelaksanaan shalat isya, namun bila beliau melihat mereka terlambat berkumpulnya, beliau pun mengakhirkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 565 dan Muslim no. 1458)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata, “Yang afdhal/utama bagi para wanita yang shalat di rumah-rumah mereka adalah mengakhirkan pelaksanaan shalat isya, jika memang hal itu mudah dilakukan.” (Asy-Syarhul Mumti’ 2/116)

Bila ada yang bertanya, “Manakah yang lebih utama, mengakhirkan shalat isya sendirian atau melaksanakannya secara berjamaah walaupun di awal waktu?” Jawabannya, kata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu, adalah shalat bersama jamaah lebih utama. Karena hukum berjamaah ini wajib (bagi lelaki), sementara mengakhirkan shalat isya hukumnya mustahab. Jadi tidak mungkin mengutamakan yang mustahab daripada yang wajib. (Asy-Syarhul Mumti’ 2/116, 117)

[Penjelasan ringkas ini kami nukil dari: http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1349]

Incoming search terms:

  • sholat isya
  • mengakhirkan shalat isya
  • shalat isya
  • sholat isya di akhir waktu
  • mengakhirkan sholat isya
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, March 27th, 2010 at 8:28 pm and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

9 responses about “Sunnahnya Mengakhirkan Shalat Isya”

  1. Noname said:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…Maaf,,bagaimana dengan seorang yang mampu mengakhirkan sholat isya akan tetapi ia tidak melakukannya karena ia takut,ketika ia tidur ,ia tidak berkesempatan lagi untuk shalat isya(wafat).Adakah nasihat dalam hal ini ?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Mengakhirkan shalat isyah bagi yang tidak wajib shalat berjamaah di masjid adalah sunnah, bukan wajib dan harus. Karenanya jika dia khawatir ketiduran maka lebih disunnahkan dia untuk shalat isya di awal waktu.

  2. abu abdillah rudi said:

    kapan batas akhir boleh dilakukannya sholat isya? benarkah sampai fajar ?

    Sebagian ulama ada yang menyatakan bahwa fajar shadiq merupakan akhir waktu isya bagi mereka yang mempunyai uzur, misalnya yang tertidur atau lupa dan semacamnya. Adapun yang tidak mempunyai uzur, maka akhir waktu bagi mereka adalah pertengahan malam. Wallahu a’lam.

  3. ummu afra said:

    bismillah.
    bagaimanakah perhitungan untuk akhir shalat isya?
    maksudnya..dihitung mulai jam berapa hingga jam bearpa untuk mengetahui pertengahan malam sehingga ketmu pada jam berapa waktu shalat isya berakhir?
    jazakumullahu khairan

    Misalnya jika kita anggap waktu magrib jatuh pada jam 6 sore dan waktu subuh jatuh pada jam 5 subuh, maka pertengahan malam adalah jam 11.30 malam.

  4. Usman Kosasih said:

    Saya kadang2 suka menunda sholat.
    Dan kadang2 pula lupa, atau ragu sudah liwat waktu sholat belum ? Saya kurang faham pakai ukuran bayangan, atau cahaya. Bisa tidak saya minta daftar waktu batas akhir suatu sholat menurut jam di Jakarta :

    Subub batas akhirnya jam …..
    Dzuhur batas akhirnya jam …..
    Azhar batas akhirnya jam …..
    Isya batas akhirnya jam …..

    Ini saya tanyakan karena :

    1. Sy kurang faham batasan cahaya atau tergelincirnya matahari
    2. Kelupaan itu diawali dengan menunda waktu sholat, sehingga saya pikir sudah tidak boleh lagi sholat setelah berakhrinya batas waktu
    sholat, kecuali lupa sejak awal (tidak ada penundaan sebelumnya).

    Demikian pertanyaan saya

    Wassallam

    Usman Kosasih

    Kalo jam tepatnya tidak bisa ditetapkan karena waktu terbit dan terbenamnya matahari tidak bisa dipastikan. Sebaiknya jangan menunda shalat agar tidak ada masalah.

  5. wahyu frenzack said:

    klo mengakhiri sholat isya’ berjemaah dgn istri bagaimana hukumnya?

    Kalau dia ada udzur tidak shalat di masjid berjamaah, maka tidak mengapa.

  6. Haikal said:

    Assalamualaikum…
    Ane pernah membaca hadits seberat-beratnya orang munafik melakukan sholat yaitu sholat isya dan shubuh….dikhawatirkan seseorang yang menunda sholat isya akan menimbulkan malas untuk melaksanakannya dan akan jatuh sifat munafik sebagaimana ane pernah baca hadits dari Rasululloh tersebut….?

    Waalaikumussalam.
    Ya betul. Adapun keutamaan ini adalah bagi orang yang tidak khawatir akan meninggalkan shalat isya.

  7. Nenty hardiyanti said:

    Assalamua’laikum wr.wb…
    Bagaimana hukumnya kalo sy mengakhirkan shalat isya dengan maksud mengerjakannya bersamaan dengan tahajud, sy merasa susah sekali bngun tahajud karena beranggapan hanya sunah. dengan begitu sy mudah bangun malam karena tdk berani meninggalkan shalat wajib isya. Apa boleh yg sy lakukan?
    Syukron atas jwabannya..

    Waalaikumussalam.
    Pertanyaannya diinput di fb juga ya, alhamdulillah sudah dijawab di sana. Silakan dicek.

  8. marinah said:

    1. Apa hukumnya mengakhirkan shalat isya dengan maksud mengerjakannya bersamaan dengan tahajud, sy merasa susah sekali bngun tahajud karena beranggapan hanya sunah. dengan begitu sy mudah bangun malam karena tdk berani meninggalkan shalat wajib isya. Apa boleh yg sy lakukan?
    2. Apa hukumnya jika shalat isya dan tarawih pada tengah malam lalu langsung shalat tahajud,apakah saya harus tidur terlebih dahulu baru shalat tahajud ataw langsung shalat tahajud?

    1. Boleh saja, asalkan tidak lewat dari 1/2 malam.
    2. Tidak perlu tidur. Langsung dilanjutkan saja.

  9. Kabar Online said:

    Alhamdulillah,
    jadi keutamaan mengakhirkan shalat isya Itu bennar, baru baca nih, terimakasih nfonya