Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

January 20th 2010 by Abu Muawiah |

بسم الله الرحمن الرحيم

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi
-shallallahu alaihi wasallam-

Cover depan

Sinopsis:
Perayaan Maulid Nabi  bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Dia dijadikan lambang oleh kebanyakan mereka dari kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad . Akan tetapi, pernahkah terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan studi dan penelitian tentang asal muasal munculnya perayaan ini? Pernahkah kita mempertimbangkan ucapan sebagian orang yang menyatakan bid’ahnya maulid? Ataukah kita serta merta langsung menyalahkan ucapan tersebut tanpa melihat dalil-dalil dari pihak yang pro dan kontra terhadapnya? Tentunya sikap yang kedua ini bukanlah sikap yang adil bahkan merupakan kecurangan, baik dari sisi akal, terlebih lagi dari sisi syariat.

Buku ini insya Allah diharapkan bisa menjadi penuntun bagi setiap orang yang menginginkan kebenaran dalam masalah hukum perayaan maulid. Insya Allah akan menjadi bahan studi bagi setiap orang yang mau bersikap adil dan obyektif dalam menilai perayaan ini. Akan menjadi hujjah yang kuat bagi yang kontra terhadapnya dan akan menjadi penentang yang tegas bagi yang pro terhadapnya.

Isi buku secara umum terbagi menjadi dua bahagian besar, yaitu: Pendahuluan dan Inti Pembahasan. Dalam Pendahuluan dibahas beberapa dasar masalah penting, yang sebenarnya setiap bab dalam pendahuluan ini merupakan bantahan bagi dalil-dalil pihak yang pro kepada perayaan maulid. Sebut saja di antaranya: Taklid kepada mayoritas umat Islam, adanya bid’ah hasanah, maulid merupakan sarana untuk bershalawat dan mencintai Nabi , dan seterusnya. Adapun inti pembahasan, maka disini merupakan tempat beradu argumen antara pihak yang pro dan yang kontra, serta tempat untuk memisahkan antara yang hak dan yang batil.

Kesimpulan dari bab-bab dalam inti pembahasan ini antara lain: Maulid pertama kali dirayakan oleh kelompok yang lebih kafir daripada Yahudi dan Nashara, membantah secara lengkap dan meluas 22 dalil pihak yang pro kepadanya serta 24 kemungkaran besar yang terjadi di tengah-tengah perayaan maulid, dan juga tentu saja nukilan dari sekitar 50 ulama salaf baik yang dahulu maupun yang belakangan yang memvonis perayaan ini sebagai amalan yang melenceng dari tuntunan Rasulullah .

Keterangan Buku:
Judul: Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi 
Penulis: Abu Muawiah Hammad bin Amir Al-Makassari
Editor: Ust. Abu Faizah Abdul Qadir Lc
Setting & Lay Out: Abu Aliyah
Desain Sampul: Abu Yahya At-Tambuni
Penerbit: Al-Maktabah Al-Atsariyyah
Cetakan: I, Jumad Ats-Tsani 1418 H/Agustus 2007
II, Shafar 1431 H/Januari 2010
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: 244 Halaman
Harga: Rp. 35.000,
Beli Sekarang

Daftar Isi:
Bagian Pertama: Pendahuluan yang terdiri dari delapan bab sebagai berikut:
1. Bab Pertama: Wajibnya Mengembalikan Semua Perkara yang Diperselisihkan Kepada Al-Kitab dan As-Sunnah Sesuai dengan Pemahaman Para Ulama As-Salaf
a.    Dalil Naqli
b.    Dalil Ijma
c.    Dalil Akal
d.    Syubhat dan Bantahannya.

2. Bab Kedua: Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah
a.    Kesempurnaan Islam
b.    Syarh Definisi Bid’ah
c.    Dalil-dalil Tercelanya Bid’ah serta Akibat Buruk yang Akan Menimpa Pelakunya
d.    Perkataan Para Ulama Salaf dalam Mencela Bid’ah

3. Bab Ketiga: Tidak Ada Bid’ah Hasanah dalam Islam
a.    Dalil-dalil Tercelanya Semua Bentuk Bid’ah
b.    Tujuh Syubhat Para Penyeru Bid’ah Hasanah serta Bantahannya

4. Bab Keempat: Syarat Diterimanya Amalan
a.    Syarat Pertama: Pemurnian Keikhlasan
b.    Syarat Kedua: Pemurnian Ittiba`

5. Bab Kelima: Terlarangnya Taqlid Dalam Agama
a.    Definisi Taqlid
b.    Pembagian dan Hukum Taqlid
c.    Perkataan Imam Empat dalam Melarang Taqlid

6. Bab Keenam: Haramnya Tasyabbuh Kepada Orang-Orang Kafir
a.    Definisi dan Bentuk-bentuk Tasyabbuh.
b.    Hukum Tasyabbuh
c.    Hikmah Diharamkannya Tasyabbuh
d.    Dalil-dalil Umum Pengharaman Tasyabbuh
e.    Dalil-dalil Khusus Pengharaman Tasyabbuh

7. Bab Ketujuh: Hakikat Kecintaan Kepada Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam-
a.    Hakikat Kecintaan kepada Nabi -Shallallahu alaihi wasallam-
b.    Tanda-tanda Kecintaan kepada Beliau.
c.    Beberapa Kisah Sahabat Seputar Kecintaan Mereka kepada Nabi -Shallallahu alaihi wasallam-

8. Bab Kedelapan: Tuntunan Nabi -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- Dalam Bersholawat
a.    Tafsir Ayat Shalawat (Al-Ahzab: 56)
b.    Keutamaan Shalawat dan Taslim.
c.    Kaifiat Shalawat dan Taslim
d.    Waktu dan Tempat Disyariatkan Membaca Shalawat dan Taslim.
e.    Beberapa Contoh Shalawat Bid’ah (Badar, Nariyah, Qashidah Al-Burdah, Maulidul Barzanji, dan dua shalawat lainnya)

Bagian Kedua : Inti Pembahasan, yang terdiri dari enam bab, yaitu:
9. Bab Kesembilan: Definisi dan Sejarah Munculnya Perayaan Maulid
a.    Definisi Maulid
b.    Perselisihan Ulama Tentang Hari Lahirnya Nabi -Shallallahu alaihi wasallam-
c.    Yang Pertama Kali Merayakannya.
d.    Sekilas tentang Al-Bathiniyah, Sebagai Pencetus Perayaan Maulid.

10. Bab Kesepuluh: Penetapan bahwa Orang-Orang yang Merayakan Maulid Menganggap Perayaaan Itu Bagian dari Agama

11. Bab Kesebelas: Syubhat dan Argumen yang Dijadikan Sandaran oleh Orang-Orang yang Membolehkan Maulid Beserta Bantahannya
22 dalil yang sering dipakai untuk membolehkan perayaan maulid lengkap dengan bantahannya satu persatu.

12. Bab Keduabelas: Kemungkaran-Kemungkaran dalam Perayaan Maulid
a.    Bentuk-bentuk Perayaan Maulid
b.    18 Dosa Besar dalam Perayaan Maulid -dari sisi aqidah dan yang lainnya- serta bantahannya.

13. Bab Ketiga belas: Perkataan dan Fatwa Para Ulama Tentang Bid’ahnya Perayaan Maulid
a.    Perkataan 53 Ulama Salaf (Terdahulu dan Zaman ini) Akan Bid’ahnya Perayaan Maulid.
b.    Apakah Para Ulama Mengkafirkan Para Pelaku Maulid?

14. Bab Keempat belas: Kumpulan Fatwa Seputar Perayaan Maulid
Fatwa Para Ulama Seputar Beberapa Kejadian Dalam Perayaan Maulid (Hukum menghadiri, menyumbang uang, menerima dan memakan makanannya, hukum orang yang membelanya, sikap terhadap perayaannya, dan selainnya)

Bagian Ketiga : Penutup

Sirkulasi dan Peragenan:
Bagi yang berminat membeli (on line) atau menjadi agen penjualan buku ini, silakan menghubungi:
HP: 0813 5544 1994 atau (021) 937 55 664
Email: abumuawiah@yahoo.com atau atsariyyah_06@yahoo.co.id atau attambuny@gmail.com
YM: abumuawiah@yahoo.com (jika online) dan jika tidak online maka silakan meninggalkan pesan offline.
Atau melalui kolom komentar pada artikel ini.

Incoming search terms:

  • maulid nabi
  • perayaan maulid nabi
  • hukum sholawat simtudduror
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, January 20th, 2010 at 1:18 pm and is filed under Info Kegiatan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

70 responses about “Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi -shallallahu alaihi wasallam-”

  1. Insighter said:

    Assalamu’alaikum,
    wahai ahlul bid’ah jk kalian tetap dgn pndirian kalian pdahal tlh jelas Hujjah yg dtang dr Alqur’an & Assunnah,namun ttap ingkar & menyombongkan diri ,mk kalian tdk jauh beda dgn kaum quraisy & kaum ibnu hanifah yg tlh dperangi rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mereka jg syahadat,& ibdh namun menyelisihi rasulullah & & bpak pendahulu mereka yakni ibrahim ‘alaihissallam,niscaya kalian jg akn binasa seperti mereka kelak baek dunia / akherat krna menyelesihi nabi & para sahabat!,sejauh mana ilmu kalian shngga berani melakukan hal tersebut..Rasulullah adl uswatun khasanah apakah itu tdk cukup bagimu?mk jika tdk cukup carilah wasilah selain beliau,jika itu bisa menyelamatkanmu kelak,& ingat !amal tdk dterima jk tdk memenuhi 2 syarat utama:
    1)ikhlas krna Allah ta’ala
    2)ittiba'(mgikut tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baek dgn prktaan / prbuatan beliau)

    Manusia trbagi mjdi 4 macam:
    1)Org yg Tau dan tau bhwa dia tau,
    2)org yg tau namun dy tdk tau bhwa dia tau,
    3)org yg tdk tau & tau bhwa dy tdk tau,
    4)org yg tdk tau namun dy tdk tau bhwa dy tdk tau..

    “Ahlussunnah a’lamunnasi bilhaq,wa arhamuhum bilkhalq”,
    “ahlussunnah mereka mengerti yg haq,syang trhdp makhluk”
    Ahlussunnah akn senantiasa mjaga umat dgn menasehati yg haq yg datang dari sumbernya(Nabi,parasahabat,& generasi penerus asshaleh)

    kenapa bid’ah lbh disukai syetan dr bentuk maksiat/dosa laen dlm mggoda manusia??
    *pelakunya tdk merasa melakukannya.
    *bid’ah adl sarana empuk & lbh sukses dlm mnjerat kdalam lembah kekufuran /kesyirikan utk org awam trmsuk a’bidh wa ‘alim(ahli ibdah & ahli ‘ilmu)skalipun.
    *trkadang biasanya ddlmnya trdpt nilae kbaekan akn ttpi jauh dr Alqur’an & assunnah,shngga tanpa mgetahui mudharat2nya enggan utk dtinggalkannya,
    *sbagian mereka menilae bhwa bid’ah ada yg baek & buruk,bid’ah yg baek tak mengapa diamalkan..apkah amalan risalah2 yg diajarkan oleh rasululloh msh krg sempurna?bknkah beliau suri tauladan yg paling baek & mulia,na’udzubillahi mindzalik..!sungguh hnya org jahil yg berani brpaling dr risalah yg dbawanya.
    *pd dasarnya smua bid’ah adl munkar,& tlh dsbtkan jlas dlm kitabNYA bhwa stiap yg munkar tmptnya adl dineraka.
    *amalan bid’ah adl trtolak(tdk dtrima).sesuai yg disabdakan oleh beliau rasululloh.wallohu a’lam..

  2. abi alif fauzan said:

    Alhamdulillah, semoga hati kita dibukakan oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya. Mohon penjelasan tentang sejarah dan hukum mempernati/merayakan malam nisfu sya’ban, misalnya dengan membaca surat yasin 3x, memberi makanana, dll. Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Insya Allah akan dibahas dalam artikel tersendiri.

  3. Bilal said:

    Assalamualaikum,apakah sholat tarawih yg 23/39 bid’ah ?

    Waalaikumussalam.
    Bukan bid’ah, hal itu dibolehkan.

  4. tata said:

    kalau semua yang baru disebut bid’ah bagaimana dengan alQuran yang asalnya tidak di bukukan

    Silakan baca artikel ‘Tidak Ada Bid’ah Hasanah Dalam Islam’

  5. arif said:

    Assalamualaikum. Ustadz mohon artikel/bahasan kupas tuntas tentang sunnah dan bid’ah.(pengertian,apa saja yg termasuk sunnah/bid’ah(contoh2nya khususnya yg di Indonesia))Sebagian org berpendapat kalo pakai gamis/jubah itu berlebihan krn itu adalah adat org arab jd bukan sunnah tp adat, ada jg yg bilang tdk semua sunnah Nabi untuk umatnya seperti Nabi beristri 9 kita umatnya maksimal 4, Nabi puasa wishol kt dilarang…Mohon pencerahannya Ustadz.Jazakallohu khoiron.

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca artilkel ‘meluruskan pemahaman tentang bid’ah’ dan ‘tidak ada bid’ah hasanah dalam Islam’ dalam situs ini.

  6. arif said:

    Ma’af Ustadz satu lg pertanyaan keluar dari tema..mumpung ingat krn srg jd ganjalan dihati…Amalan apa saja yg bisa dilakukan org hidup terhdap orang yg sudah meninggal..contoh: Jika kita shodaqoh jariyah atas nama org yg sdh meninggal apakah pahalanya sampai? apakah do’a-do’a untuk si mayit sampai ? Bilamana Haji Badal? Baca’an Al Qur’an (seringnya Alfatihah) akan sampai ke si mayit ? Jazakallohu Khoiron..

    Semua amalan di atas sampai kecuali haji badal dan membaca Al-Qur`an. Insya Allah kami akan membawakan pembahasan khusus tentang ini.

  7. Bilal said:

    Kalau sholat tarowih yg 23/39 bukan bid’ah kenapa rosulullah tdk pernah melakukan yg 23 apalagi yg 39?,tlg standard bid’ahnya yg jelas

    Standar bid’ah itu jelas. Silakan baca penjelasannya dalam artikel ‘meluruskan pemahaman tentang bid’ah’ di situs ini.
    Shalat tarawih 23/29 rakaat memang tidak pernah beliau lakukan tapi beliau membolehkannya.
    Sama seperti membukukan mushaf, shalat tarawih berjamaah 30 sebulan penuh, mengusir non muslim dari jazirah arab, dan selainnya sangat banyak. Semua amalan ini beliau tidak pernah lakukan tapi beliau bolehkan, karenanya semua itu bukan bid’ah.

  8. abi daffa said:

    co dong ingatkan pemerintah.kalau pemerintah yang melarang kan enak. rakyat juga otomatis akan patuh (walaupun tidak semuanya)

  9. Bang Nur said:

    Jika doa-doa bisa sampai kepada orang yg sdh meninggal, kenapa Al-Qur’an yg notabene didalamnya banyak terdapat doa tapi tidak bisa sampai.

    Jika Perayaan Ulang Tahun (Milad) tidak dibenarkan karena mengikuti adat orang Kafir, bagaimana dengan Perayaan Milad Ormas/Partai. Padahal PKS banyak memiliki kader2 yg berfaham SALAFY…??? Dan bagaimana pula hukumnya Perayaan HUT Kemerdekaan RI yg dilaksanakan setiap tahun.

    Kalau sekedar baca ayat yang berupa doa, insya Allah sampai. Tapi isi Al-Qur`an kan bukan hanya doa, ada kisah-kisah, ada hukum-hukum, ada penjelasan aqidah.
    Kayaknya itu bukan salafy deh, soalnya dalam akidah ahlissunnah, mereka meyakini diharamkannya berpecah belah dalam agama dan dunia, dan termasuk bentuk berpecah belah adalah mendirikan partai dan ormas. Jadi siapa yang ikut ke partai/ormas maka kami yakin dia bukan ahlussunnah.

  10. anang dwicahyo said:

    ….maka kami yakin dia bukan ahlussunnah.

    mohon untuk menjaga lesan dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada kebinasaan.

    Jangan bermudah-mudah menghukumi saudaranya bukan ahlus sunnah dikarenakan salah satu kesalahan yang dilakukannya.

    Mohon maaf kalau tidak berkenan.

    Kami sangat berkenan dengan nasehatnya, dan insya Allah kami tidak akan bergampangan dalam hal ini. Karena kami yakin bahwa ahlussunnah merupakan milik Allah dan Rasul-Nya, sehingga tidak ada seorangpun yang boleh mengeluarkan orang lain dari ahlussunnah kecuali dengan argumen yang jelas dari Allah dan Rasul-Nya.
    Hanya saja, ahlussunnah itu sama seperti Islam. Islam punya aturan yang jelas kapan seseorang keluar darinya, demikian halnya dengan ahlussunnah. Karenanya kapan aturan ini jelas dilanggar maka insya Allah kami tidak ragu untuk memberikan hukum terhadap orangnya, selama hujjah telah ditegakkan.

  11. Abu Dhiya said:

    Assalaamu’alaikum Ustadz,

    Adakah batas kesabaran utk menyampaikan bahwa sebaiknya perayaan2 spt maulid, tahun baru agar tidak dilakukan? Atau sebaiknya dibiarkan saja bagi mereka yg penting kita dan keluarga tidak ikut dan kt berlepas diri krn sdh menyampaikan?

    Bagaimana kalau malah menimbulkan perpecahan?

    Mohon jawabannya.
    Syukron katsiran

    Wassalam,

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas orang yang ingin merubah kemungkaran wajib menguasai ilmu tentang apa yang dia ingkari berdasarkan dalil yang benar, bukan sekedar berdasarkan pada ucapan alim ini dan itu. Serta dia wajib mempertimbangkan maslahat dan mafsadat. Jika hal ini tidak terpenuhi pada diri seseorang, maka dia tidak wajib untuk merubah kemungkaran.

  12. dyah said:

    Assalamualaikum ustadz.. Sy mau tanya. Ustadz bilang di tulisan di atas, bhw ibadah yg tdk ada dalilnya adalah bid’ah. Meskipun hanya krn niat baik saja. Jd menurut ustadz niat baik untuk melakukan suatu ibadah tdk cukup bila tdk ada dalilnya. Bagaimana yg dilakukan oleh sahabat Nabi Saw, Bilal yg melakukan shalat dua raka’at setiap habis wudhu..padahal beliau melakukannya tanpa melihat dalil dulu..tp atas dasar kecintaan beliau kpd Allah Swt semata.

    Waalaikumussalam.
    Maaf, darimana anda tahu bahwa Bilal mengerjakannya tanpa melihat dalil. Karena masalah shalat sunnah wudhu ini jelas pensyariatannya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan kemungkinan besar Bilal telah mengetahuinya, karenanya beliau mengerjakannya.

  13. dyah said:

    Oh ya ustadz, agak melenceng…
    Tp mengapa dzikir berjama’ah dikatakan bid’ah jg?

    Yang dikritisi dari amalan di atas bukanlah dzikirnya, akan tetapi caranya yang dipimpin oleh satu orang lalu diikuti secara bersamaan oleh jamaah. Cara zikir seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahkan telah diingkari secara langsung oleh sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu.

  14. mulyadi said:

    untuk kota jambi, dimana y saya bisa mendapatkan bukunya..

    Maaf, belum ada yang menjual buku ini di kota Jambi. Jadi sementara harus pesan langsung.

  15. Abu Rayhan said:

    Tadz, ana izin copas, untuk di posting di web ana boleh tidak ???
    Syukron…..

  16. edy said:

    kenapa tanggapan2 saya tidak ditampilkan??

    Soalnya tanggapan dan pertanyaan anda tidak berbobot dan tidak layak ditampilkan.

  17. ummu ibrohim said:

    Assalaamu’alaikum
    Alhamdulillah ,lalu bagaimanakah dengan mengkhususkan hari libur dihari Minggu untuk para santri di Mahad Salafi sebagai pengganti hari Jum’at?hal ini terjadi di tempat ana dan membuat kami resah,apakah ini termasuk tasyabuh bil kuffar atau tidak?karena kaum Nasrani memuliakan hari Minggu?apa nasihat ustadz untuk kami yang hanya wali santri yang awam dan kurang ilmu ini….?atas perhatiaanya jazakumullah khoiron ….

    Waalaikumussalam.
    Saya pikir tidak ada masalah insya Allah, selama itu tidak diniatkan tasyabbuh. Karena libur di hari minggu sekarang bukan lagi menjadi kekhususan kaum nashrani, akan tetapi telah tersebar di seantero dunia dan menjadi kebiasaan mereka, baik muslim maupun kafir. Wallahu a’lam.

  18. anshorussunnah said:

    BISMILLAAH….
    MAJU TERUS WAHAI SAUDARAKU…
    TERUSLAH BERJIHAD DG PENA ILMIYAH DAN HUJJAH YANG TERANG BERDASAR ALQUR’AN WAS SUNNAH DG PEMAHAMN SALAF, KARENA ITULAH TANGGUNG JAWAB KITA…MENERANGKAN KEPADA UMMAT INI MANA YANG HALAL, MANA YANG HAROM, MANA BID’AH DAN MANA SUNNAH..AGAR KECINTAAN KITA BERIBADAH TIDAKLAH SIA-SIA HANYA KARENA AMALAN TSB TIDAK BERDASAR HUJJAH YG QOTH’IE
    SEMOGA ALLOH TABAROKA WA TA’AALA SENANTIASA MENGUATKAN DAN MENJAGA ANTUM SEMUA..WAHAI DU’AAT ILALLOOH
    YAA ALLOH, BERILAH KEKUATAN DIATAS KESABARAN KPD HAMBA-HAMBA MU INI YANG SENANTIASA MENGINGATKAN SAUDARA2NYA DARI TIPUDAYA AHLUL AHWA DAN PARA RUWAYBIDHOH AGAR KELAK DI AKHIRAT NANTI MEREKA DAPAT BERKUMPUL DG HAMBA2 MU DARI KALANGAN PARA NABI DAN ROSUL ‘ALAYHI SHOLATU WASALLAM, PARA SHIDDIQQIEN, PARA SYUHADAA DAN ORANG2 YANG BERIMAN DG BENAR
    AAMIENN
    ALLOOHUMMAA AAMIEN
    JAZAKALLOHUKHOIRON WABAROKALLOHUFIEKUM

    akhuukumfilaah

    anshorussunnah

  19. dymas said:

    Assalamualaikum, ustadz…
    Mo nnya, maaf klw agak mnyimpang^^
    Apa pndapat ustadz soal sholawat nariyyah…sya dl sring mngamlkanny, tp ad yg bilang klw itu bi’ah ustadz…mohon pnjlasannya^^
    Trima ksih, asslamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Shalawat nariyah bukan hanya bid’ah, tapi mengandung kesyirikan di dalamnya. Di antaranya: Meyakini bahwa Nabi Muhammad dhallallahu alaihi wasallam juga bisa menghilangkan kesulitan.

  20. sulaeman said:

    apakah imam syafii bersalah karna nembagi bidah
    jai hasanah dan sayiah

    Tidak salah, karena yang beliau bagi seperti itu adalah bid’ah secara bahasa, bukan bid’ah secara istilah.