Status Hadits ‘Bunuhlah Rafidhah’

November 15th 2013 by Abu Muawiah |

Tanya:
Gimana derajat hadist berikut ust. benarkah hadistnya hasan?

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
Wahai Ali, akan muncul sebuah kelompok dari umatku yang berlebihan mencintai kami Ahlul bait, gelar panggilan mereka adalah Rafidhoh. Perangilah mereka karena mereka kaum musyrikin.” (Terjemahannya sdh kami -admin- perbaiki)

(Majma’ Az Zawa’id 10/22, hadist hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Hajar Al Haithami)

Jawab:
Pertama: Al Haithami tidaklah meriwayatkan hadits itu, namun yg membawakan hadits ini adl Al Haitsami. Itu pun Al Haitsami hanya mentakhrijnya, bkn meriwayatkannya. Karena kitab Majma’ Az Zawaid bukanlah kitab hadits seperti kutub as sittah dan semacamnya, melainkan kitab takhrij. Wallahu a’lam.

Kedua: Lafazh hadits itu dlm bahasa arab sbb:
يا علي، سيكون في أمتي قوم ينتحلون حبنا أهل البيت. ولهم نبز يسمون الرافضة. فاقتلوهم فإنهم مشركون

Ketiga: Status hadits ini: Dhaifun Jiddan (sangat lemah).
Hadits di atas diriwayatkan oleh Ath-Thabrani (12998) dan Ibnu Al Jauzi (257)
Ibnu Al Jauzi berkata setelah meriwayatkannya, “Hadits ini tdk shahih, kami sdh sebutkan sebelumnya bahwa tdk ada seorg pun yg mendukung Al Hajjaj dalam haditsnya.”
Kami katakan:
Al Hajjaj yg dimaksud di sini adalah Al Hajjaj bin Tamim, yg menjadi sebab lemahnya hadits ini.
An-Nasai berkata, “Tidak tsiqah.”
Al Uqaili berkata, “Tidak ada yg mengikutinya dlm periwayatan.”
Dari ucapan kedua imam ini, Adz Dzahabi menarik kesimpulan beliau ttg Al Hajjaj, “Sangat lemah.”

Keempat: Ucapan penulis artikel: Hadits Hasan
Kami tdk tahu alasan dia menyatakan hadits ini hasan, pdhl Al Haitsami sendiri -yg kelihatannya menjadi sandaran penulis artikel- hanya mengatakan, “Sanadnya hasan.”
Dan sdh diketahui bersama oleh mereka yg mempelajari ilmu hadits, bahwa ucapan: ‘Sanadnya hasan’ itu lebih rendah tingkatannya drpd ucapan ‘haditsnya hasan’. Dimana ucapan ‘hadits hasan’ itu menunjukkan kepastian sanadnya hasan, sementara ucapan ‘sanadnya hasan’ bukanlah jaminan kalau hadits hasan, bahkan bisa jadi haditsnya lemah atau sangat lemah, sbgmn dlm hadits ini.

Kelima: Al Haitsami menyatakan hasannya sanad hadits Ibnu Abbas di atas hanya berpatokan pada tautsiq (pujian) Ibnu Hibban kpd Al Hajjaj, tdk ada yg lain. Ini adl tindakah tasahul (bergampangan) dr beliau karena:
1. Ibnu Hibban terkenal di kalangan ahli hadits sbg alim yg mutasahil (bergampangan) dalam memberi tautsiq. Sangat sering beliau memberi tautsiq kpd perawi yg majhul (tdk dikenal). Al Haitsami jelas tahu keadaan Ibnu Hibban ini, namun beliau tetap berpatokan pd tautsiqnya.
2. Terdapat jarh yg bersifat mujmal dr An Nasai dan secara mufassar dr Al Uqaili. Dan Al Haitsami rahimahullah tdk memandang hal ini.

Keenam: Penulis artikel keliru ketika menyamakan Al Haithami (الهيتمي) dgn Al Haitsami (الهيثمي). Karena yg dr kedua alim ini, yg disebut dgn nama Ibnu Hajar adl Al Haithami, bukan Al Haitsami. Sementara yg membawakan hadits ini dlm kitabnya Majma’ Az Zawaid adl Al Haitsami.

Ketujuh: Al Haitsami membawakan beberapa hadits ttg penamaan Rafidhah oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, dlm Majma’ Az Zawaid (10/21-22) dr hadits nomor 16431 sampai 16435. Semuanya beliau nyatakan lemah kecuali hadits di atas, dan sdh diketahui status hadita di atas.
Demikian halnya Al Albani rahimahullah membawakan bbrp hadits seputar ini dalam Silsilah Al Ahadits Adh Dhaifah (13/568-572) hadits no. 6267. Dan beliau menyatakan semuanya sbg hadits yg lemah. Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, November 15th, 2013 at 11:21 pm and is filed under Dari Grup WA, Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.