Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

February 8th 2010 by Abu Muawiah |

24 Shafar

Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

Allah Ta’ala berfirman:
وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ
“Dan jika kalian junub maka bersucilah (mandilah).” (QS. Al-Maidah: 6)
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
“Kebiasaan Rasulullah -shallallahu’alaihiwasallam- jika beliau mandi junub adalah: Beliau memulainya dengan mencuci kedua tangan beliau, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri lalu mencuci kemaluanya, kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jemarinya ke semua pangkal rambut. Sampai setelah beliau memandang bahwa airnya sudah merata mengenai semua rambut beliau, beliau lalu menyiram kepalanya sebanyak tiga kali tuangan, kemudian beliau mencuci seluruh tubuh beliau, kemudian akhirnya mencuci kedua kaki beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Dari Maimunah bintu Al-Harits -radhiallahu anha- dia berkata:
أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنْ الْجَنَابَةِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ أَفْرَغَ بِهِ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ
“Aku pernah membawa air mandi untuk junub kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-. Lalu beliau memulai dengan membasuh dua telapak tangannya sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah berisi air, lalu menuangkan air tersebut pada kemaluan beliau, dan beliau mencucinya (kemaluan) dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan gosokan yang kuat. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian beliau menuangkan air ke kepala beliau sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan, lalu beliau mencuci seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergerak mundur dari tempat beliau berdiri, lalu beliau mencuci kedua kakinya. Kemudian aku mengambilkan handuk untuk beliau, tetapi beliau menolaknya.” (HR. Al-Bukhari pada banyak tempat, di antaranya no. 259 dan Muslim no. 723)
Kalimat [berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat], diterangkan dalam riwayat lain, “Kemudian beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian beliau mencuci wajahnya dan kedua lengannya (tangannya sampai siku).”

Penjelasan ringkas:
Para ulama menyebutkan bahwa kaifiat mandi junub ada 2 cara, dan bisa dipilih salah satunya:
1. Cara yang sempurna, yaitu mengerjakan semua rukun, wajib dan sunnah dalam mandi junub.
Ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Aisyah dan Maimunah di atas.
2. Cara yang mujzi’ (yang mencukupi), yaitu hanya melakukan yang merupakan rukun dalam mandi junub.
Seperti yang diisyaratkan dalam ayat di atas. Imam Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (2/28) menjelaskan ayat di atas, “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan padanya.”
Penjelasan lebih detail masalah ini silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=649

Masalah lain yang bisa dipetik dari dalil-dalil di atas adalah:
1.    Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin menyatakan tidaknya wajib berwudhu setelah mandi junub berdasarkan ayat di atas. Karena Allah Ta’ala telah menyatakan mandi itu sebagai thaharah dan wudhu termasuk thaharah.
2.    Hukum gerakan wudhu yang ada di  pertengahan mandi junub adalah sunnah, karena pada mandi junub yang cukup tidak disinggung masalah wudhu.
3.    Bolehnya ada jarak antara mencuci anggota wudhu yang satu dengan yang lainnya dalam wudhu, selama anggota wudhu sebelumnya belum kering. Pada hadits Maimunah beliau mengundurkan mencuci kaki dari semua gerakan wudhu sebelumnya.
4.    Sebaiknya tidak menggunakan handuk atau yang semacamnya untuk membasuh tubuh setelah mandi junub, akan tetapi hendaknya menggunakan tangan sebagaimana yang diterangkan dalam riwayat lain hadits Maimunah.
5.    Menggunakan tangan kiri ketika akan menyentuh sesuatu yang najis.

Incoming search terms:

  • kaifiat mandi junub
  • sifat mandi nabi
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, February 8th, 2010 at 12:23 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

149 responses about “Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-”

  1. Trisna Abdillah said:

    Assalamualaikum,ustad mau tanya:boleh tidak kalau mandi wajib memakai air hangat yaitu air dingin yg dicampur air panas yang dimasak?mohon penjelasannya ustad.wassalamualaikum …

    Waalaikumussalam.
    Boleh, tidak ada masalah.

  2. Ari said:

    Askum ustad
    kan ketiak saya ane pkekin reksona lalu ane mandi wajib dan apakah sah mandi wajib ane karna rasanaya lengket karna kena reks0na

    Asalkan semuanya terkena air, insya Allah mandinya syah.

  3. nanda said:

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

    pak ustad saya mau tanya:
    kalau setelah mandi wajib kita mendapati ternyata masih ada sisa sperma yang belum bersih di bagian tubuh kita padahal saat mandi sudah yakin terkena air semuanya perlukah mengulang mandi wajib nya?

    tolong penjelasannya ya pak ustad
    jazakallahukhoir

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh
    Tidak perlu, mandinya sudah syah insya Allah.

  4. athia said:

    pak ustadz, saya mau nanya, misalnya ketika haid di bulan ramadhan, kemudian beberapa hari kemudian saya mandi wajib, dan setelah dua hari berpuasa tiba-tiba semacam cairan berwarna coklat kental keluar, saya tidak tau apakah itu haid atau bukan, tapi saya mandi wajib lagi, yang saya tanyakan, apakah dua hari puasa tadi harus diganti diluar bulan ramadhan, atau tidak? kemudian, misalnya lupa berapa jumlah hari haid dan sudah lewat satu tahun, apakah puasa gantinya harus di dua kali lipatkan? mengingat karena saya pernah mendengar bahwa utang yang dibayar tidak harus dilipatgandakan, lalu puasa gantinya harus dikira-kira saja atau bagaimana? karena lupa? mohon pendapatnya.

    Tidak harus diganti, kalau memang tidak yakin itu haid.
    Tidak perlu dilipatgandakan, itu tidak ada landasannya.
    Dikira-kira saja.

  5. Fahrul said:

    Tad mau nanya apabila sedang membersihkan kemaluan dgn sabun tiba2 keluar cairan . Memang sebelum saya mandi saya kencing terlebih dahulu dan sedang membersihkan kemaluan seperti ada yg keluar tp ragu2 ada yg keluar atau tidak karna itu saya lanjut untuk membersihkan pintu belakang dan apakah mandi saya sah dan apakah harus diulang ? Mohon jawab dgn cpt

    Syah, tidak perlu diulang.

  6. singgih said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    pak ustadz saya mau brtanya nih, beberapa hari yg lalu, saya dan istri saya melakukan hub suami istri. setelah slesai, kami tertidur tp, belum sempat saya mandi junub ketika saya bangun, air mani saya kluar lg (mimpi basah). pertanyaan saya, apakah saya harus mandi junub 2x atau tidak? selain itu saya jg tidak tau tatacara mandi junub dan niatnya. mohon jawabannya pak ustadz. terima kasih

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam.
    Cukup 1 kali mandi saja.
    Niat cukup di dalam hati tidak perlu diucapkan.
    tata caraya sudah dijelaskan dalam blog ini, silakan disearch artikelnya.

  7. rayme said:

    Assalamulaikum Ustaz

    Saya nak tanya.Setelah selesai mandi wajib saya nampak ada sisa benda di kuku saya.tak tahu benda apa.Apakah saya perlu mandi wajib semula.?

    Terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Kalau airnya tetap masuk ke kuku, maka tidak perlu mengulang mandinya.

  8. ferzzi said:

    assalammualaikum uztaddd,,,

    uztadd setalh selesai mandi wajib apakah boleh langsung mandi biazaa

    mhon pncerahn@,,,,,,,,,,

    Waalaikumussalam.
    Boleh.

  9. ekqi said:

    pak ustd saya mau nanya setelah mandi junud saya sholat karna berhubung waktu sholat, pada saat sholat tsb kluar cairan trz bagai mana dengan sholat saya ? apakah itu mani,wady,madzi apakah saya harus mandi lagi pak?

    Apapun cairan itu, shalat anda harus diulangi dan cairan itu harus dibersihkan.

  10. abdullah said:

    ketika saya mandi junub di mana air baru tersiram 50% ke tubuh, saya kentut. Dan saya memaksakan diri untuk mengulang proses mandi junub dari awal (cuci kemaluan dan wudhu). Setelah saya ulang dari awal, dan saya pun kentut lagi. Saya ulang lagi proses mandinya dari awal.. sehingga terasa berat dan melelahkan krn menguras tenaga… Kalo was-was ini dibiarkan, saya khawatir akan futur dalam hal thaharah

    1.) Saya selalu beranggapan bahwa kentut di tengah-tengah proses mandi junub itu membatalkan mandi junub. Apakah itu benar ?

    2.) rumah saya hanya ada kamar mandi yang bercampur WC. Nah, apakah ketika mandi junub boleh baca bismillah di kamar mandi seperti itu ?

    1. Itu tidak benar. Kentut, kencing, dan semacamnya tidak membatalkan mandi, sehingga tidak perlu diulang.
    2. Boleh saja.

  11. Aldy said:

    Aslm.ustad saya mau tanya,apakah syah mandi junub kalau kita menyiram badan pertama dan berjatuh an air ke dalam ember air yg kita gunakan untuk menyiram yg ke dua kalinya untuk menyempurnakan air mengalir ke seluruh tubuh.tolong penjelasannya ustad!
    Soalnya ada yg mengatakan tidak syah karna bekas dari air junub tadi.

    Tetap syah. Karena air musta’mal (bekas pakai) seperti itu tetap suci.

  12. aidila said:

    Assalamu Alaikum Wr.Wb…
    Ketika saya haid darahnya terkena di celana saya, tapi saya tidak langsung mencucinya tapi saya simpan di ember. Ketika saya selesai haid saya mandi wajib haid, sudah mandi haid saya lupa membersihkan celana saya yang dilumuri darah haid,lalu saya membersihkannya setelah saya mandi haid, apakah saya harus mengulang mandi haid lagi karena sudah menyentuh darah haid?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu. Darah haid memang najis, tapi tidak membuat orang berhadats besar jika menyentuhnya. Ini sama seperti menyentuh kencing dan najis lainnya.

  13. adenaro said:

    Assalamualaikum pak ustad, jika syahwat naik tanpa mengeluarkan mani , apakah kita wajib mandi wajib

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mandi sampai keluar mani.

  14. Hery H. said:

    Assalamuailaikum
    Pak Ustad saya mau tanya,apakah sah bila kita mandi junub ada sebagian tubuh kita tidak terkena air karena ada luka di bagian tubuh itu,mohon penjelasan nya pak ustad
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Tetap syah insya Allah, karena ada uzur.

  15. emil said:

    Assalamualaikumsalam wr wb…
    Ustad mau tanya.. kemarin saya mandi junub.. seteah mandi ada perasaan mandi junub saya tidak sah.. karna kepikiran waktu wudhu mencuci kaki cuman 2 kali bukan 3 kali. trus, di saat saya guyur air di kepala terasa tidak merata.. apakah saya harus mengulangi junub saya ustad?
    Jazaakallohu khoir wa baarokallohu fiik

    Waalaikumussalam.
    Kalau yg hanya menyiram 2 kali, itu tidak masalah. Intinya ada bagian tubuh yg tidak terkena air atau tidak. Jika semuanya sudah basa, maka mandinya syah.

  16. Ewi said:

    Assalamu’alaikum, ustd apkah kita wajib keramas dgn sampo, setiap kali mandi junub. Jazaakallahu khoiron smg ust brkenan mnjwab.

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib.

  17. I said said:

    Ustdz sy mw tnya, pd wktu itu sy prnah mandi junub tetapi saya tidak mengerti klou kita harus membersihkan rambut dengan air sebanyak 3x dan 3x menimba air, tetapi saya hanya 1x menimba air lalu menaruh tangan pada air dan mengusap pada rambut dan menaruh air lagi lalu diusapkan ke rambut lagi sampai 3x. Apakah yang seperti itu sah?

    Yang jelas kalau seluruh rambut dan tubuhnya sudah basah terkena air maka itu sudah syah.

  18. H o said:

    Assalamu’alaikum,
    pak ustad, saya mau nanya,waktu sya sudah selesai mandi,saya baru sadar masih ada sisa tinta di tangan saya..apakah mandinya harus diulang lagi atau tidak??Jazaakallahu khairan

    Waalaikumussalam.
    Jika tintanya tidak menghalangi air masuk ke kulit, insya Allah tidak ada masalah. Mandinya tetap syah.

  19. tarsinah said:

    Ass, pak ustad gmn jika habis sahur darah haid berhenti terus mandi jam 7 pagi, apa sudah puasa apa belum? mohon penelasanya…wsslm.
    Jika dia sempat menghadirkan niat (keinginan) puasa di dalam hatinya sebelum azan subuh, maka dia syah untuk berpuasa.

  20. randi said:

    assalamualaikum pak ustadtz
    saya mau tanya
    1.apakah bila kita bicarra pada saat sedang mandi junub karena ada yg memanggil apakah sah mandi junub kita.
    2.yang benar apakah kita menunda membasuh kaki pada saat wudhu atau kita menyempurnakan membasuh kaki pada saat wudhu untuk mandi junub..

    terima kasih…
    wassalamualaikum…

    Waalaikumussala.
    1. Syah. Satu-satunya pembatal mandi junub adalah junub itu sendiri.
    2. Keduanya boleh.

  21. grt said:

    assalamualaikum,
    pak ustad saya mau tanya nih,,waktu mandi wajib saya lumpa membersihkan dalam telinga dan ketiak, dan saya mengucapkan niatnya kurang tepat, apakah mandi saya syah, apakah saya harus mengulang mandinya, waktu itu aku mandi sebelum imsyak di bulan ramadhan, kalu tidak syah apakah puasa aku diterima?

    Waalaikumussalam.
    Niat itu di dalam hati, tidak perlu diucapkan. Cukup munculkan keinginan mau mandi junub, dan niat sudah dianggap syah.
    Jika telinga dan ketiak tidak terkena air, maka mandi junubnya harus diulang karena tidak syah.
    Mandi ulang segera, dan puasanya tetap syah.

  22. H o said:

    Assalamu’alaikum,
    Maaf saya mau nanya lagi, bagaimana kalau saya sudah tau ada tinta di tangan saya sebelum mandi junub, tapi saya lupa membersihkannya saat mandi junub, jadi waktu selesai mandi masih ada sisa tintanya itu..apakah mandi saya tetap sah atau harus diulangi lagi?

    Waalaikumussalam.
    Biasanya tinta itu tidak menghalangi sampainya air ke kulit, jadi mandinya tetap syah insya Allah.

  23. anggia said:

    assalam mualaikum.pak uztad saya mau nanya apabila seseorang keluar mani karena melihat flim porno dan keluar mani itu batal gak pak uztad .dan berapa hari kita harus membayar nya ?

    Waalaikumussalam.
    Batal apa maksudnya? Kalau puasa, maka puasanya tidak batal, dan dia tidak harus membayar apa-apa. hanya saja jelas dia berdosa dan itu mengurangi pahala puasanya.

  24. yusron said:

    pak ustadz ,,jika mngluarkn mani pada mlm hri d’bln rmdhn dn saya mndi wajib nya pada wktu sktr jm 8-9 pagi ,,apkh puasa sya sah atau tidak ,,dan disaat sya mau shlt sbuh sya blum mndi wajib ,,apkh sah shlt nya

    Puasanya syah, tapi shalat subuh anda tidak syah. Jangan sekali-kali mengulangi hal itu. Anda wajib mandi sebelum shalat subuh.

  25. rahmad said:

    Tuan,
    Saya berpenyakit was was yang serius dalam bab mandi wajib. Selepas selesai mandi wajib, saya pun yakini bahawa mandi saya sudah sempurna lantas saya ucapkan secara lisan “aku yakin mandi ku ini sempurna’. Namun seketika kemudian, saya selalu berasa terfikir-fikir sama ada air sudah terkena rata keseluruhannya atau tidak. saya was-was sama ada air sudah diratakan pada zakar atau pusat sedangkan saya mandi agak lama dengan shower yang deras airnya. Mohon tuan jelaskan hukum mandi saya ini sama ada sah atau tidak? Terima kasih tuan…

    Mandinya sudah syah insya Allah. Jangan diulang mandinya, dan buang semua was-was itu.

  26. Grt said:

    pak ustad, waktu saya mandi wajib pertama tama saya wudhu, kemudian baca niat terus menyiram selutuh tubuh dengan air dan menggunakan sabun, apakah itu udah cukup? tapi saya sering cemas karena sering ada bisikan kalo mandi saya belom syah apakah itu hanya was was syaitan ?

    Secara umum sudah benar insya Allah, kecuali pembacaan niat, karena tidak dianjurkan untuk mengucapkan niat, niat itu hanya di dalam hati.
    Was-was seperti itu wajib anda tinggalkan dan jangan dituruti, karena bisa mengantarkan anda kpd berbagai kejelekan di kemudian hari.

  27. ashrul said:

    assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya nih
    kalau seseorang mandi wajib dan telah syah tetapi dia meyakini kalau mandinya belum syah dan dia mengulangi mandinya lagi apakah dia berdosa? jika berdosa bagaimana cara menghapus dosanya?

    mohon pencerahannya,
    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Kalau keseringan, maka dia bisa terjatuh ke dalam dosa, karena dia telah mengikuti was-was dan dugaan yang tidak berdasar. Hendaknya dia bertaubat kpd Allah dan jangan lagi menuruti was-wasnya.

  28. Unknown said:

    ass. wr wb. pak ustad sy mau tanya setiap sebelum saya mandi wajib saya selalu merasa was was karna takut mandi saya tidak di terima bagaimana solusinya? dan setiap saya sedang mandi wajib terkadang terlintas di pikiran hal buruk atau jorok apakah itu membatalkan mandi wajib sy pak ustad? terima kasih

    Solusinya, jangan menuruti semua was-was itu, cuekin saja.
    Semua pikiran itu tidak membatalkan mandi. Satu2nya pembatal mandi junub adalah jika anda junub kembali.

  29. hamba said:

    aslm…maaf pa’ mw taya
    soal mandi wajib, air yang digunakan sebaiknya yang bagaimana?ada keharusan untuk masalah air nda?
    terus kalo dalam sehari ada dua orang yang mandi wajib itu airnya haruus bagai mana?thx

    Yang penting, masih dinamakan sebagai air lagi suci, maka syah mandi dengannya, walaupun bekas dipakai orang lain.

  30. Prakasa said:

    Assalamualaikum wr. Wb.
    Pak ustad saya mau tanya, jika saya mandi wajib tapi saya ragu ragu kalau mandi wajibnya belum syah tapi saya merasa kalau airnya sudah mengenai seluruh tubuh, karena ragu saya mengulanginya, setelah saya baca di artikel ini rupanya itu hanya was was setan, apakah saya sudah berdosa karena mengulangi mandinya, apa yang harus saya lakukan? Gimana caranya supaya dosanya diampunin.

    Mohon dijawab, pak ustad? Karena hati saya selalu merasa takut akan hal ini

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada dosa, jika kesalahan dilakukan dalam keadaan tidak tahu itu adl kesalahan.

  31. l.suwendi said:

    Pa udah 3 hari ketika saya puasa di bulan ramadhan pada siang hari diwaktu tidur selalu mimpi basah , apakah itu membatalkan puasa ??

    Tidak membatalkan puasa dan tidak ada dosa sama sekali.

  32. Rama Ebzan Putra said:

    assalamualaikum. maaf pak ustadz saya mau tanya kan kalo mandi junub kan airnya harus masuk ke dalam lubang telinga tapi tadi saya tidak memasukannya ke dalam lubang telinga karena takut batal puasanya, saya hanya mencuci daun telinga saya tanpa memasukan airnya ke lubang telinga.
    apakah mandi junub saya sah?? atau saya harus mengulanginya lagi?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu memasukkan air ke dalam lubang telinga. Karenanya, mandi anda sudah syah.

  33. ranny said:

    Assalamualaikum .
    Ustadz saya mau tanya,malam sebelum sahur saya dan suami berhubungan intim, lalu kami berdua ketiduran hingga tidak sempat sahur dan bangun pada jam 7.30 pagi, lalu pada saat itu saya dan suami langsung mandi junub dan berpuasa. Namun seingat saya malam harinya saya belum membaca niat puasa. Apakah puasa kami syah ustadz?mohon pencerahannya ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Niat puasa tidak perlu dibaca. Yang jelas, kapan di malam hari, anda berdua sudah menghadirkan di dalam hati bahwa besok anda berdua berpuasa, maka anda syah untuk berpuasa di esok harinya.

  34. a y said:

    Ass wr wb

    Utstad saya mau bertanya , bila saya mandi wajib setelah itu saya solat subuh dan sesusah solat subuh saya melihat dikemaluan masih ada sisa mani. , 1 apakan solat dan mandi wajib saya sah?
    2. Apakah bila saya harus mandi wajib lagi?

    Tolong pencerahannya

    1. Tetap syah.
    2. Tidak perlu. Karena syarat wajibnya mandi tidak terpenuhi di sini.

  35. muh rusdi said:

    assalamu mulaikum
    dan saya tanyaka pa uztas
    saya bersetubuh pada sudah
    sholat subuh apa saya bisah
    mandi junub pada siang hari
    terimah kasi sebelumnya
    pa uztas.?

    Waalaikumussalam.
    Maksudnya? Sudah selesai shalat subuh?

  36. zulpan nasir said:

    asslamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,.,mohon penjelesan nya pak ustd..kalau mauberhubungan suami istrikan harus bersih dari hadast besar n kacel,,nah yg mau saya tanyakan sehabis istri haid sang istri merasa sudah bersih dan sudah mandi junub dan langsung berhubungan,..,tetapi setelah berhubungan tiba2 di kemaluan terdapat darah,,apakah saya berdosa!!!!!!
    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

    Ko` bahasanya ‘merasa sudah bersih’, apakah dia belum memastikan dirinya sudah suci dr haid?
    Kalau dia belum memastikan, hanya menduga saja, maka anda berdua telah berdosa karena melakukan hubungan saat itu, karena belum jelas kalau istri anda suci dr haid.

  37. zulpan nasir said:

    assalamualaikum waroh matullahii wabarokatuh…mohon penjesan lagi,,malam dibulan ramadah melakuan hub suami istri..,pas mau mandi junub nya suara azhan subuh terdengar/..apakah syah untuk puasa nya!!!!

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Tetap syah untuk berpuasa, tidak ada masalah.

  38. Ashrul said:

    Ass wr. Wb.
    Pak ustad sya seorang lki2 sya mw tnya, apkah jika mandi wajib hrus masukin air sampai ke dlm lubang bekas bnang jahitan khitanan, trus apakah kita harus mengorek pusar jika ada kotorannya, itu kan ngeribetin.
    Stu lgi nih pak ustadz.
    Apkah jika ada kulit mati di jari tpi blom trklupas apkah jka stelah mndi wajib kita klupasin, apkh hrus diulang mandinya?
    Mohon jawabannya.

    Semua itu tidak perlu dilakukan.

  39. sahab aziz said:

    Asalamualaikum pa ustad saya ,au nanya soalnya saya takut g sah,bila saya mandi wajib saya cma membasuhi badan bagian kanan 3x dan kiri 3x dan membasuhi pala 3x ,tpi saya tidak membersihi sampai ke dalam telinga dan ke dalam pusarnya soalnya lupa gimana hukum nya kalau lupa apakah saya harus mandi wajib lgi

    Waalaikumussalam.
    Itu belum cukup kalau masih ada bagian tubuh yang belum terkena air. Jadi anda wajib mengenakan air pada seluruh bagian tubuh anda.

  40. asul said:

    ass wr. Wb
    pak ustad sya mw tnya, sya seorang anak 13 tahun, tapi blom mimpi basah, suatu hri aku bring tengkurap, kmudian aku agk trangsang, dan kmudian aku (maaf) memainkan penis saat tengkurap, tak beberapa lama menetes bbrapa tetes cairan dan tak dapat ditahan, stelah aku cek ke kamar mamdi aku liat cd ku basah redikit, tpi gk jlas warnanya tpi ku lhat di ujung penisku ada cairan bening agak lengke, tapi baunya gk tajam n gk jelas, trus aku gk lemes, apakh baisan trsebut?

    Itu adalah madzi. Tidak wajib mandi, hanya saja dia najis jadi wajib dibersihkan.

  41. asul said:

    pak ustad apakah air yang terkena gayung yg pernah mengenai kemaluan masib boleh dipakai mandi biasa atau mandi wajib

    Ya, masih boleh.

  42. Gilang Bilqis said:

    Saya,Mau Nanya Maaf Karna Saya Terlalu berlebihan

    Saya Tadi Niatnya mau Mandi karna dah sore

    Terus Saya Lama2 Onani di situ dah keluar Banyak sperma,Terus saya bis itu langsung cuci kemaluan saya make sabun dan abis itu saya langsung mandi wajib,abis mandi wajib selesei saya solat dan sesudah solat Saya keluar Cairan sangat dikit setetes mungkin Tapi Ga Bau kayanya g berwarna apakah itu Mani Lagi,Apakah Saya Harus Mandi Wajib lagi

    Apapun itu, anda tidak perlu mandi lagi. Tapi anda wajib bertaubat karena telah berbuat dosa onani ini.

  43. FSD said:

    Aslamualikum…
    Pak Ustad, cuman mau bertanya sedikit, ketika kita dalam proses mandi wajib, kita buang air kecil, itu tidak membatalkan mandi wajib tersebut kan pak? Dan, ketika dalam proses mandi wajib tersebut, kita memegang kemalua untuk istinjak, apakah itu membatalkan mandi tersebut?
    Mohon penjelasannya pak…
    Trima kasih

    wassalamualaikum…

    Waalaikumussalam.
    Ya, kedua amalan itu tidak membatalkan mandi junub.

  44. mamat said:

    asalamualaikum
    ustad bila mandi besar,niat sudah dan saat mau wudhu tidak dengan niat karna lupa,apa sah mandi wajibnya

    Waalaikumussalam.
    Syah mandinya. Niat wudhu, sudah masuk ke dalam niat mandi.

  45. ME said:

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Pa Ustadz, bagaimana jika ada minyak rambut/gel saat mandi junub??apakah mandinya sah?

    terus jika masih tersisa gel rambut setelah selesai mandi,apakah mandinya sah??mohon penerangannya pa ustadz

    Waalaikumussalam
    Kalau gel itu menghalangi air membasahi rambut, maka mandinya tdk syah. Sangat baik jika sebelum mandi, dia hilangkan dulu gel tersebut.

  46. ME said:

    assalamu’alaikum wr wb

    pa ustadz, saat selesai mandi junub, saya merasa ada bagian yang tidak terkena air. seperti kata pa ustadz, saya tidak mengulanginya agar “penyakit” was-was itu hilang. namun, jika benar ada bagian yang tidak terkena air, itu bagaimana pa?? apakah mandinya perlu diulang?

    Waalaikumussalam.
    Bagaimana dia tahu itu benar, kalau dia hanya ragu-ragu?

  47. ME said:

    Assalamu’alaikum wr wb

    pa ustadz!!
    diatas diterangkan bahwa Nabi Muhammad SAW menghirup air ke dalam hidung lalu membuangnya. Apakah itu wajib dikerjakan, sementara saya mempunyai penyakit telinga (jika menghirup air ke hidung,telinga saya terasa sakit sekali)?

    minta petunjuknya pa ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Ya, itu wajib. Tapi jika memang itu bisa mengganggu kesehatan anda, insya Allah tidak mengapa ditinggalkan.

  48. Ade said:

    ass wr wb

    pa ustad, apakah boleh berendam saat mandi junub, apabila tujuannya agar air bisa mengenai seluruh tubuh?

    mohon bimbingannya pa ustad

    wassalamu’alaikum wr wb

    Waalaikumussalam.
    Boleh, tidak ada masalah.

  49. dinda said:

    assalamualaikum , ,saya mau nnya tentang haid pak ustad,
    jadi gini,sya kan sudah mandi suci, terus 1 hari setelah mandi suci keluar lengket lengket berwarna agak kecoklatan . ,apa itu termasuk dalam haid , ,??
    dan apakah sya harus mandi wajib lagi, ,???
    mohon jawabanya pa ustad ,terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Anda memutuskan sudah suci, apa karena masa kebiasaan haid sudah lewat atau karena ada tanda suci?