Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

February 8th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email

24 Shafar

Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-

Allah Ta’ala berfirman:
وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ
“Dan jika kalian junub maka bersucilah (mandilah).” (QS. Al-Maidah: 6)
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
“Kebiasaan Rasulullah -shallallahu’alaihiwasallam- jika beliau mandi junub adalah: Beliau memulainya dengan mencuci kedua tangan beliau, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri lalu mencuci kemaluanya, kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jemarinya ke semua pangkal rambut. Sampai setelah beliau memandang bahwa airnya sudah merata mengenai semua rambut beliau, beliau lalu menyiram kepalanya sebanyak tiga kali tuangan, kemudian beliau mencuci seluruh tubuh beliau, kemudian akhirnya mencuci kedua kaki beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Dari Maimunah bintu Al-Harits -radhiallahu anha- dia berkata:
أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنْ الْجَنَابَةِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ أَفْرَغَ بِهِ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ
“Aku pernah membawa air mandi untuk junub kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-. Lalu beliau memulai dengan membasuh dua telapak tangannya sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah berisi air, lalu menuangkan air tersebut pada kemaluan beliau, dan beliau mencucinya (kemaluan) dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan gosokan yang kuat. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian beliau menuangkan air ke kepala beliau sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan, lalu beliau mencuci seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergerak mundur dari tempat beliau berdiri, lalu beliau mencuci kedua kakinya. Kemudian aku mengambilkan handuk untuk beliau, tetapi beliau menolaknya.” (HR. Al-Bukhari pada banyak tempat, di antaranya no. 259 dan Muslim no. 723)
Kalimat [berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat], diterangkan dalam riwayat lain, “Kemudian beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian beliau mencuci wajahnya dan kedua lengannya (tangannya sampai siku).”

Penjelasan ringkas:
Para ulama menyebutkan bahwa kaifiat mandi junub ada 2 cara, dan bisa dipilih salah satunya:
1. Cara yang sempurna, yaitu mengerjakan semua rukun, wajib dan sunnah dalam mandi junub.
Ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Aisyah dan Maimunah di atas.
2. Cara yang mujzi’ (yang mencukupi), yaitu hanya melakukan yang merupakan rukun dalam mandi junub.
Seperti yang diisyaratkan dalam ayat di atas. Imam Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (2/28) menjelaskan ayat di atas, “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan padanya.”
Penjelasan lebih detail masalah ini silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=649

Masalah lain yang bisa dipetik dari dalil-dalil di atas adalah:
1.    Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin menyatakan tidaknya wajib berwudhu setelah mandi junub berdasarkan ayat di atas. Karena Allah Ta’ala telah menyatakan mandi itu sebagai thaharah dan wudhu termasuk thaharah.
2.    Hukum gerakan wudhu yang ada di  pertengahan mandi junub adalah sunnah, karena pada mandi junub yang cukup tidak disinggung masalah wudhu.
3.    Bolehnya ada jarak antara mencuci anggota wudhu yang satu dengan yang lainnya dalam wudhu, selama anggota wudhu sebelumnya belum kering. Pada hadits Maimunah beliau mengundurkan mencuci kaki dari semua gerakan wudhu sebelumnya.
4.    Sebaiknya tidak menggunakan handuk atau yang semacamnya untuk membasuh tubuh setelah mandi junub, akan tetapi hendaknya menggunakan tangan sebagaimana yang diterangkan dalam riwayat lain hadits Maimunah.
5.    Menggunakan tangan kiri ketika akan menyentuh sesuatu yang najis.

Incoming search terms:

  • kaifiat mandi junub
  • sifat mandi nabi
  • Berapa lama mandi wajib ?
  • gangguan jiwa/mandi junub terus
  • hukum wudlu pada saat junub
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

Related posts:

  1. Sifat Wudhu Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
  2. Kaifiat Mandi Junub
  3. Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi -shallallahu alaihi wasallam-
  4. Duduknya Nabi -shallallahi alaihi wasallam- di Atas Arsy Allah
  5. Beberapa Catatan Bagi Yang Junub

This entry was posted on Monday, February 8th, 2010 at 12:23 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

84 responses about “Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-”

  1. abu sa'id said:

    Ustadz yang terhormat, jika kita meyakini pendapat bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudlu, maka bagaimana sebaiknya ketika menyiramkan air ke seluruh tubuh dalam mandi junub, apakah kita perlu menyentuh kemaluan kita ataukah tidak, mengingat sebelumnya kita telah melakukan gerakan2 wudlu? Jazakumullah khairan

    Tentunya perlu karena air harus mengenai seluruh tubuh. Walaupun pendapat yang antum pilih bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudhu, tetap saja tidak bermasalah. Karena amalan mandi junub dari awal hingga akhir itu sudah menempati posisi wudhu, karenanya Nabi tidak pernah berwudhu lagi setelah mandi.
    Adapun jika mandi sudah selesai lalu menyentuh kemaluan, maka berdasarkan pendapat yang antum pilih, barulah dia harus berwudhu kembali sebelum shalat. Wallahu a’lam

  2. Abu Naufal Bayu said:

    Assallaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh…
    Ana mau bertanya ustadz …
    Bagaimana bila setelah berwudu kemudian ia berhadats besar/kecil lagi, apakah harus mengulang wudhunya baru kemudian mandi junub atau langsung mandi junub saja ?
    Jazaakallohu khoir wa baarokallohu fiik

    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokaatuh
    Keduanya boleh dilakukan. Dia berwudhu lagi baru menyiram seluruh tubuhnya, dan bisa juga langsung saja dia mandi karena hukum wudhu dalam mandi junub hanyalah sunnah yang bisa ditinggalkan. Wallahu a’lam.

  3. Ummu Aisyah said:

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

    Ustadz, ada yang bertanya seperti ini di blog ana:
    Assalamu’alaikum ya ustadz….
    saya ada membaca artikel di beberapa website mengenai tentang tatacara mandi junub ini, khususnya mengenai tidak boleh memotong kuku sebelum mandi wajib. hal senada ini termaktub dalam kitab Al-ihya. jadinya saya bingung yang mana yang benar..wahai ustadz..mohon pencerahannya… Jazakumullah khairan…….

    http://hanifatunnisaa.blogsome.com/2010/02/09/tanya-jawab-seputar-mandi-junub-bersama-ustadz-abu-muawiyah/

    MOhon penjelasannya.

    Jazakallahu khoir

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Tidak ada dalil yang shahih yang mengharuskan tidak bolehnya memotong kuku sebelum mandi junub.
    Mungkin saja ada yang berdalil dengan hadits Abu Hurairah secara marfu’, “Sesungguhnya di bawah setiap rambut itu ada junub, karenanya cucilah rambut dan bersihkanlah kulit.” HR. Abu Daud dan At-Tirmizi
    Mereka mengatakan, karena setiap rambut itu ada junub padanya maka tidak boleh menggunting rambut, dan mereka lalu mengkiaskan kuku kepada hukum ini, yakni tidak boleh dipotong.
    Hanya saja hadits di atas adalah hadits yang lemah, dinyatakan lemah oleh Imam At-Tirmizi sendiri. Hal itu karena di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Al-Harits bin Wajih, dimana Abu Daud berkomentar tentangnya, “Haditsnya mungkar dan dia rawi yang lemah.” Imam Asy-Syafi’i juga berkata, “Hadits ini tidak tsabit (shahih).”

  4. T.Septiawan said:

    Assalaamu’alaikum,
    bagaimana jika seseorang setelah bangun tidur ragu apakah dia mimpi basah atau tidak kemudian memutuskan untuk mandi junub (karena adanya sesuatu yang keluar). Tetapi sebelum mandi,dia merasa yakin bahwa yang keluar bukan sperma tapi madzi, apakah dia harus tetap mandi junub? meskipun awalnya berkeyakinan.
    Jazakallahu khoir

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Kalau dia memang yakin yang keluar adalah madzi maka dia tidak perlu mandi walaupun untuk tujuan jaga-jaga, karena setan akan memanfaatkan was-was tersebut untuk mendatangkan was-was berikutnya. Yang jelas kapan dia yakin itu bukan mani maka dia tidak perlu mandi. Dan kalaupun ternyata keyakinannya keliru maka dia tidak berdosa dan shalatnya tetap syah karena dia telah menunaikan kewajibannya yaitu mengamalkan sesuatu yang diyakini. Wallahu a’lam

  5. kiki said:

    Assalamualaikum
    Pa ustadz, biasanya setelah melakukan hub suami-istri di bulan ramadhan, saya mandi junubnya setelah sahur.tapi kemarin malam, saya kesiangan sahur, baru bangun jam 07.05 saya langsung mandi junub. apakah sah puasa saya?atau harus di ganti di luar bulan ramadhan?
    batas maksimum mandi junub pada saat puasa jam berapa?
    sebelumnya terimakasih atas jawabannya

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Puasanya syah dan tidak makruh. Tidak mengapa seseorang mengundurkan mandi junubnya sampai fajar terbit, karena seseorang hanya diwajibkan mengangkat hadats ketika dia akan mengerjakan shalat atau amalan lain yang harus dikerjakan dalam keadaan suci. Silakan baca beberapa artikel tentang puasa dalam situs ini.

  6. tuan tanah said:

    Assalamualaikum

    ustaz yg dihormati… saya nak tanya, brapa kali jirusan air untuk basuh kemaluan??

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Tidak ada jumlah tertentu dalam mencuci kemaluan, itu terserah dia. Hanya saja sebaiknya berjumlah ganjil

  7. fadhil said:

    Assalamualaikum ustadz. Mo tanya saat sedang mandi junub kita maaf kentut atau BAB atau BAK, mandinya di ulang dari awal atau boleh dilanjutkan dan tetap sah?

    Sebaiknya diulang tapi tidak harus, karena yang menjadi rukun dalam mandi junub hanyalah menyiram air sampai mengenai seluruh bagian tubuh.

  8. fadhil said:

    ustadz, Mohon dikoreksi kalo kesimpulan saya salah. Kesimpulannya, kalo bisa diulang lebih baik. Namun jika tidak diulang mandinya tetap sah. Jika tidak diulang apakah selesai mandi jika mau sholat harus wudhu? (krna saat mandi keluar air seni)?.

    Yang benarnya tidak perlu diulang itu yang lebih baik, karena memang tidak ada kewajiban mengulangi dan itu hanya akan memberatkan dirinya.

  9. wazay said:

    assalam..
    bgni ustadz. saya junub d pg hr sblm subuh,krn wktu subuh mepet mk sy hanya niat mandi janabah dan hanya membasuh alat kelamin n kotoran kemudian wuduk,stlh tu sy langsung shalat.stlh shalt subuh sy meneruskan mandi besar untuk seluruh tubuh. apakah sah yang sy lakukan itu ustdz?

    Shalat yang dilakukan tidak syah dan dia berdosa karena telah shalat tanpa thaharah. Seharusnya dia mandi junub dulu baru shalat walaupun waktu shalat subuh sudah habis, karena dalam keadaan seperti itu dia mendapatkan uzur. Wallahu a’lam

  10. amil said:

    tad aq mau tanya ne, gmn kalau air mani keluar saat tidur di siang hari d bulan ramadhan? sah g puasa a tad??? atau harus d bayar d bulan yg lain???

    Puasanya syah insya Allah, karena keluarnya bukan akibat berhubungan intim.

  11. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak ustadz ana mw nanya …
    apakah mencuci kaki dalam mandi junub sunnah atau wajib pak ustadz ?!
    ana sering ragu-ragu pak ustadz karena ana suka lupa untuk mencuci kaki pada saat selesai mandi junub …

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya sunnah, tidak membatalkan mandi jika ditinggalkan dengan sengaja, apalagi jika dalam keadaan lupa.

  12. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak ustadz ana mw tanya.
    ketika ana selesai mandi junub dan selesai melakukan shalat dzuhur, ana selalu merasa was-was terhadap mandi junub yang ana lakukan tadi apakah sudah benar atau belum.
    karena was-was terus, didalam hati ana sudah meniatkan kembali akan mengulangi mandi junub lagi pada saat waktu ashar. tetapi pada waktu ashar tiba, ana tidak mandi junub lagi tetapi menganggap bahwa perasaan tadi hanyalah was-was dari syetan yang mengganggu iman ana, terus ana langsung melaksanakan shalat ashar tanpa mandi junub lagi.
    tetapi ana ragu apakah ana berdosa melaksanakan sholat ashar tadi, karena ana sudah meniatkan kembali akan mandi junub lagi pada waktu ashar.
    apa yang ana lakukan benar atau salah pak ustadz ?!
    mohon pencerahannya pak ustadz supaya ana tidak ragu.

    Waalaikumussalam.
    Apa yang anda lakukan itu sudah sangat tepat. Jangan sekali-kali meladeni semua bentuk was-was karena hanya akan merusak agama kita.

  13. hendi said:

    oh berarti jikalaupun ana sudah meniatkan kembali didalam hati ana ingin mengulang kembali mandi junubnya pas waktu ashar, tetapi pada waktu ashar tiba ana membatalkan niat itu dan ana menganggap itu hanyalah was-was yang syetan timbukan.
    terus ana lakukan shalat ashar dengan tidak mandi lagi, berarti ana syah dalam melaksanakan sholat,membaca al-quran maupun masuk kedalam masjid.
    begitu pak ustadz ?!

    Ya, insya Allah.

  14. hendi said:

    terima kasih pak ustadz atas pencerahannya…
    semoga penyakit was-was yang saya alami dapat hilang …
    amien Ya Rabbal Alamin .

  15. salmah said:

    Assalamu alaikum ustad. Adakah doa sebelum dan sesudah mandi junub ustad ?

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada.

  16. hendi said:

    maaf pak ustadz saya mw tanya lagi …
    jika saya meniatkan mandi junubnya tidak didalam hati tapi dengan cara berbisik oleh mulut apakah sah mandi junubnya pak ustadz ?!…
    saya suka ragu kalo meniatkan mandi junubnya didalam hati karena saya takut salah dalam melafalkan niat mandi junub yang memakai bahasa arab.
    apakah boleh meniatkan mandi junub memakai bahasa indonesia padahal kita tahu niat yang bahasa arabnya ?!.
    mohon pencerahannya pak ustadz …

    Tidak diwajibkan melafalkan niat dan tidak juga disunnahkah, baik secara jahr maupun sirr. Niat adalah maksud dan kehendak, sementara maksud dan kehendak itu tempatnya di hati dan bukan di lisan berdasarkan kesepakatan para ulama. Maka cukup dia berkeinginan untuk mandi junub maka itulah niatnya dan itu sudah cukup.

  17. Umm Yahya said:

    Assallammu’allaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh,

    Ustd, mohon pencerahannya. Ramadan tahun lalu ana dalam kondisi hamil muda tidak puasa karena ana keluar masuk rumah sakit opname. Dan selama kami tidak pernah berhubungan karena kondisi fisik ana yg sangat lemah. sampai pada minggu terakhir ramadan dokter memutuskan ana dikuret. Suami ana mualaf yg baru belajar dien ini ustd. dan pada akhir ramadan tersebut suami ana sakit juga jadi tidak bisa puasa karena dokter menyarankan harus banyak minum karena ginjalnya terganggu. Pada sore hari ramadan suami ana minta dilayani. ana menolak namun ana luluh juga karena ana kasihan juga melihat dia. pertanyaan ana apakah kami harus membayar denda atas pelanggaran karena melakukan hubungan disore hari ramadan?walaupun kondisi kami berdua tidak puasa karena sakit? 2. suami ana setiap mani junub selalu mengambil wudhu dipertengan atau diakhir manidinya ana telah menasehati namun kami akhirnya bertengkar. apakah yang harusnya ana lakukan berdiem ?
    seperti selama ini atau tetap menasehatinya?

    Barokallohufik ustd.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    1. Tidak wajib membayar kaffarat karena keduanya sedang tidak berpuasa.
    2. Tidak ada masalah. Wudhu memang ada tengah gerakan mandi junub. Dan jika selesai mandi junub juga dia mau wudhu kembali maka itu tidak mengapa. Tidak ada hal yang perlu diingkari.

  18. ahmad said:

    pak ustadz jika ana saat tidur ana mimpi basah kemudian ana langsung mandi junub, setelah selesai mandi junub ana kebelet buang air besar (BAB), pas saat mengeden ana melihat ada cairan putih kental keluar dari kemaluan ana, yang ingin ana tanyakan apakah ini sisa mani atau madzi pak ustadz ?! apakah mandi junubnya harus diulang kembali ?!
    mohon wawasannya …

    Mandinya sudah syah dan tidak perlu diulang

  19. inginmenghilangkanwaswas said:

    Assalamu ‘alaikum wr.wb
    saya mau tanya !
    apabila selesai mandi wajib kita sudah yakin bahwa airnya sudah merata dan sudah sah mandinya tetapi pada saat mau sholat, hati kita menjadi tidak yakin bahwa mandi wajibnya belum sah.
    tapi saya berkeyakinan bahwa itu hanya bisyikan syetan saja yang ingin mengganggu iman saya.
    apakah saya harus mandi wajib lagi ?!

    Waalaikumussalam
    Ya, itu hanyalah bisikan setan dan tidak perlu ditoleh. Mandinya insya Allah syah.

  20. ahmad said:

    pak ustadz, setelah ana selesai mandi junub terus hati ana selalu merasa was-was yakni apakah mandi wajibnya sudah sah atau belum.
    yang ingin ana tanyakan, apakah rasa was-was di hati ana ini adalah bisikan syetan yang ingin mengganggu iman ana ?!
    apakah ana harus mandi junub lagi ?!

    Ya, semua itu hanya was-was setan. Jangan sekali-kali anda mengulang mandi, karena itu akan memperparah was-was tersebut.

  21. ahmad said:

    pak ustadz jika ana sedang kencan atau berduaan dengan perempuan, ana merasakan syahwat ana naik tapi tidak lama cuma hanya sebentar, terus beberapa saat kemudian ana kadang-kadang merasakan ada yang keluar dari kemaluan ana. terus beberapa jam setelah kencan, ana melihat di CD ana ada cairan kering berwarna putih sebesar uang koin kecil yang Rp.50, cairan apakah ini pak ustadz ?!
    apakah ana harus mandi junub ?!

    Itu adalah madzi dan tidak perlu mandi. Dan sudah sewajibnya setiap muslim untuk menghindari semua wasilah perzinahan.

  22. fariz said:

    Ustadz kalo saat mandi tertelan air batal ga? sebenarnya apa saja yg membatalkan mandi?

    Tidak batal. Yang membatalkan mandi adalah jika ada bagian tubuh yang tidak terkena air.

  23. pipin said:

    Assalamualaikum..

    Tad,, kalo mandi junub itu apakah airnya harus yang mengalir dan tidak boleh tersentuh tangan sebelumnya?

    lalu jika saya mandi menggunakan pancuran (shower) apakah mandi saya sah? padahal di dalam hadits, Rasulullah SAW mengambil air (mungkin dengan gayung) dan membasuh kepalanya 3 kali..

    Waalaikumussalam.
    Bagaimanapun caranya mandi junub, mandinya syah selama air mengenai seluruh anggota tubuhnya.

  24. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak ustadz ana mau tanya …
    sebelum ana mandi junub, ana BAK (Buang Air Kecil) terlebih dahulu lalu saat ana sedang melakukan mandi junub dan airnya sudah merata, tapi pas waktu mau mengkahiri mandi junub yakni saat mencuci kedua kaki, saya merasakan ada yang keluar dari kemaluan ana dan menetes di paha ana, tapi ana tidak mencuci paha ana yang terkena cairan itu…
    yang ingin ana tanyakan, apakah cairan yang keluar ini kencing/wadi ?!
    apakah mandi junub ana harus diulang atau sudah sah dan tidak perlu diulang ?!
    mohon wawasannya …

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam itu apa, yang jelas mandinya tidak perlu diulang. Pahanya cukup dicuci saja.

  25. alamsyah said:

    asalamualaikum, pa ustad saya selalu ada rasa was was setelah mandi junub, karena di malam harinya saya kencing dan suka mengeluarkan cairan kental, tetapi tidak terasa pak, apakah cairan itu mani?
    dan saya harus mandi lagi? karena saya ampir setiap hari mandi, mohon perhatiannya, wasalam

    Waalaikumussalam.
    Maaf kami tidak paham soalnya.

  26. abu said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz ….
    saya mau tanya . . .
    jika saya sedang bermain facebook di warnet selama 2 jam, saya suka merasakan ada yang keluar dari kemaluan saya, tapi saya tidak membuka situs-situs porno tapi saya hanya sedang mendownload lagu-lagu . . .
    yang ingin saya tanyakan, yang keluar ini cairan apa pak ustadz ?!
    apakah saya harus mandi junub ?! . . .
    mohon wawasannya . . .

    Waalaikumussalam.
    Kemungkinan itu wadi atau madzi, tidak wajib mandi.

  27. abdulrachman said:

    apakah sah mandi kita, jika sementara
    kita mewarnai rambut dngan produk pewarna rambut yang ada dipasaran saat ini?

    Ya, tetap syah.

  28. fadhil said said:

    pak ustad
    saya mau bertax,,apa bila kita sedang mandi wajib tiba tiba kita kentut,,,,bagaimana itu pak ustad ,,apakah baTAL?????
    ,,,,mohon wawasanx

    Tidak ada masalah, dia tetap lanjutkan mandinya sampai selesai.

  29. syafiq said:

    pa ustad klau mandi wajib itu sebenarnya lama apa sebentar sich soalnya saya suka lama mandi wajib jadi orang rumah sya lama menunggu sya keluar dari kamar mandi…

    Terserah dia, yang jelas kapan seluruh tubuhnya sudah terkena air maka itu sudah cukup. Hanya saja dimakruhkan membuang-buang air untuk mandi kalau memang mandi junubnya sudah sempurna.

  30. dendi said:

    pak ustadz, setelah saya beres mandi junub, saya mencium tangan saya, ternyata bau tangan saya seperti bau mani, apakah saya harus mandi junub lagi ?!

    Tidak perlu.

  31. doni said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz.
    saya mau tanya.
    saat saya mau mengakhiri mandi junub yakni saat mencuci kedua kaki, saya merasakan ada cairan yang mau keluar dengan terpancar dari kemaluan saya, tapi saya menahannya keluar, tapi saya tidak tahu apakah cairannya keluar atau tidak, soalnya tubuh saya kedinginan karena mandi dengan air yang dingin.
    jika cairannya memang keluar, ini cairan apa pak ustadz ?!
    kencing atau apa ?!
    kalo bukan kencing, apa saya harus mandi junub lagi ?!

    mohon binaannya pak ustadz.

    Apapun cairan yang keluar, mandi junub tidak perlu diulangi. Silakan baca komentar semakna dari artikel ini.

  32. doni said:

    pak ustadz kenapa setiap saya sudah melakukan mandi junub, hati saya selalu was-was dan selalu ada bisikkan bahwa mandinya belum sah dan harus diulang kembali karena saya selalu mengeluarkan cairan ketika saya handukan saat selesai mandi.
    apakah ini was-was dari syetan pak ustadz ?!

    Itu jelas was-was, tidak perlu diperhatikan.

  33. ayu said:

    assalamualaikum, pak apakah seorang mualaf yg telah balig setelah membaca kalimat syahadat wajib mandi junub? Trims

    Waalaikumussalam.
    Ya, diwajibkan orang yang kafir baru masuk islam untuk mandi sebelum membaca syahadat.

  34. ayu said:

    semisal ada seorang wanita balig calon mualaf, dia sehabis haid dan berencana untuk membaca 2 kalimat syahadat, apakah diwajibkan baginya untuk mandi haid dan mandi janabah sebelum membaca 2 kalimat syahadat?

    Dia mandi masuk Islam terlebih dahulu kemudian membaca kalimat syahadat, setelah itu dia mandi suci dari haid.

  35. hamba Allah said:

    pak setelah mandi junub org itu membaca 2 kalimat syahadat, org itu sudah bisa lgsg solat? Tidak usah mandi wajib lagi?

    Ya boleh langsung shalat, tentunya setelah wudhu.

  36. kholilah said:

    Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh
    Saye hendak tanya pak, sewaktu saye mandi junub setelah sampuan saye membersihkan kuping saye, tapi sewaktu saye solat, dikuping saye seperti ade sisa sabun tertinggal. Cemane hukumnye pak? Sah tidak mandi saye? Ape itu hanyalah was2 syaitan?

    Waalaikumussalam warrahmatullahi wabarokatuh
    Insya Allah mandi junubnya syah.

  37. bela said:

    kalau ada kulit ari yg terkelupas sebagian tp masih menempel di jari. Sewaktu mandi wajib saya mengecek jari saya tdk menyadari ada kulit yg terkelupas, setelah mandi beberapa menit dan tubuh sudah kering saya menyadari bahwa ada kulit yg terkelupas. Wajibkah bag di bawah kulit yg terkelupas untuk terkena air? Apakah mandi wajib saya harus diulang, mengingat saya tidak tau apakah bag bwh kulit ari yg terkelupas sudah terkena air atau belum

    Semua itu tidak perlu dilakukan.

  38. wahyu said:

    assalamualaikum pak ustadz yang terhormat, gini nih ustadz ketika saya sudah mandi junub saya lupa membersihkan celana saya yang dilumuri sperma. lalu saya membersihkannya setelah saya mandi junub, apakah saya mesti mandi junub lagi karena sudah menyentuh sperma ?
    mohon penjelasannya ustadz.. makasih sebelumnya

    Waaalaikumussalam.
    Tidak perlu mandi.

  39. waswas said:

    seringkali ketika saya mau tidur, terlintas di pikiran saya ketika memejamkan mata saya melihat sesuatu yg “jorok”. Dan sewaktu saya melihat yg “jorok” itu kaki saya terhentak, lalu keluar sedikit cairan, tp tidak merasa lemas atau pun nikmat. Haruskah saya mandi wajib pak? Kejadian ini sering sekali terjadi kpd saya

    Tidak perlu.

  40. eka said:

    assalamualaikum wrwb

    Ternyata banyak sekali orang2 yg terkena penyakit was2. Dari artikel yg saya baca di internet bahwa, sesuatu yg meragukan setelah mandi junub adalah gangguan setan. Dan tidak ada jalan lain yg harus dilakukan penderita untuk mengabaikannya. Sudah hampir semua artikel tentang was2 telah saya baca, sudah hampir semua yg dianjurkan saya ikuti. Tetapi pikiran saya selalu tertuju kepada was2 ini. Dan mengganggu ibadah saya. Tolong wawasannya tentang hal ini pak…

  41. waswas said:

    tapi kalo cairannya berbau? saya tidak merasa lelah atau ada di puncak syahwat. sebenarnya mani wanita itu wujudnya seperti apa pak

    Walaupun seperti itu. Silakan baca artikel ‘Perbedaan mani, madzi, dan wadi’.

  42. tsiqah said:

    Assalamualaikum pak ustad yg terhormat.

    Pak mau tanya. Kalo di kepala suka ada kulit kepala kering (ketombe, rasanya gatal) tp kadang berupa kerak. Apakah dìa diwajibkan untuk dibersihkan pada mandi junub? Kalau iya, sungguh memberatkan pak. Karena setiap keramas saya sudah menhgaruk kulit kepala supaya bersih. Tp setelah mandi junub masih ada yg tersisa. Membuat saya ingin mengulang mandi.

    Terima kasih pak atas perhatiannya. Semoga, Allah membalas segala kebaikan pak ustad.

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, cukup siram air ke kepala sebanyak 3 kali lalu ke seluruh tubuh hingga merata.

  43. tsiqah said:

    pak, apakah org yg mandi junubnya tdk sah harus mengulangi syahadatnya lg ketika menjadi mualaf? kalau orang itu sedang tidak menstruasi, apa cukup mandi janabah sebelum membaca syahadat? Dan setelah membaca 2 kalimat syahadat tidak mandi haid.

    Tidak perlu diulangi syahadatnya. Ya, cukup mandi saja sebelum baca syahadat.

  44. dini said:

    assalamualaikum

    Apa hukum darah kering di luka yg menempel saat mandi junub? Sudah dicoba dikeringkan ttp tidak bisa. Adakah mandi junub saya syah?

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tetap syah. Darah kering itu tidak perlu dihilangkan.

  45. hendi said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz. . .
    beberapa menit setelah mandi junub yakni saat sudah berpakaian lengkap, saya selalu mengeluarkan cairan, kadang-kadang cairannya lengket dan keluarnya tidak banyak. . .
    tapi saya tidak tahu ini cairan apa. . .
    apakah saya harus mandi junub kembali ?!

    Waalaikumussalam.
    Mungkin saja itu madzi. Tidak wajib mandi.

  46. dini said:

    assalamualaikum Apa hukum darah kering di luka yg menempel saat mandi junub? Sudah dicoba dibersihkan ttp tidak bisa. Adakah mandi junub saya syah?

    Waalaikumussalam.
    Mandinya tetap syah, darah yang kering tidak wajib dibersihkan karena dia bukanlah najis.

  47. Rani said:

    assalamualaikum

    Sewaktu saya mandi saya wudu nah setelah mandi saya lupa untuk membersihkan hidung, kalo ada upilnya, mandi saya syah kah?

    Waalaikumussalam.
    Ya, tetap syah.

  48. hamba Allah said:

    assalamualaikum

    Pak mau tanya, saya td pagi melihat sesuatu yg agak “seronok” lalu kemaluan saya bergerak dan memuncratkan sesuatu dua kali. Tapi setelah saya cek, kemaluan saya tidak basah, hanya bagian dalamnya saja basah agak sedikit berbau. Saya tidak dikuasai syahwat walau ada sedikit syahwat timbul. Kemungkinan itu madzi atau mani ya pak? Kalau sewaktu saya menunggu jawaban bpk tidak mandi, sahkah solat saya?

    Waalaikumussalam.
    Itu madzi, tidak perlu mandi. Cukup dibersihkan dan berwudhu.

  49. hendi said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz saya sedang ada masalah.
    dihati saya selalu ada bisikan kalau saya keluar Islam tapi saya membiarkannya dan saya melawan kalau agama saya sampai kapanpun adalah Islam, tpi bisikan itu kalau dilawan semakin kuat.
    apakah bisikan itu adalah bisikan dari syetan pak ustadz ?!
    apakah saya harus membaca syahadat dan melakukan mandi junub ?!
    mohon wawasannya pak ustadz . . .

    Waalaikumussalam.
    Ya, semua itu adalah was-was dari setan. Tidak perlu dihiraukan dan banyak-banyak meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

  50. hamba Allah said:

    Assalamualaikum pak,

    Saya biasanya mens 7 hari, tp bulan ini saya mens 5 hari, di hari ke 6 masih ada flek2, dari ciri2nya, yang berwarna merah darah dan tidak berbau seperti darah haid sepertinya ini darah istihadah, dan saya sudah melihat cairan putih (walaupun lihatnya sekilas) lalu di hari ke 6 saya mandi karena saya takut sebenarnya saya sudah bersih tp tidak mandi dan meninggalkan solat karena darah istihadah. Apakah hal yg saya lakukan sudah benar pak?

    Waalaikumussalam.
    Kalo jelas hari cairan putih pada hari ke6 itu dipastikan adalah tanda suci, maka tindakannya sudah benar. Akan tetapi jika tidak dipastikan, maka seharusnya anda menunggu sampai hari ke7, baru mandi suci.

  51. delila said:

    assalamualaikum pak ustad

    Kemarin saya mandi junub, lalu saya melihat kotoran dipojok jempol kaki. Saya siram air dan saya gosok2 tp tidak bisa hilang. Lalu saya pikir, mungkin emg gak bisa hilang dan kalau memang mau dihilangkan sangat susah. Lalu saya yakin saya sudah bersih. Keesokan harinya saya mencoba membersihkan kotoran itu, trnyata bisa hilang, lalu saya mandi junub lg karena takut kotoran itu menghalangi jalannya air. Apakah saya wajib mengqadha solat saya yg kemarin?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, insya Allah mandi junub yang kemarin sudah syah.

  52. firman akhmad said:

    ass.wr.wb
    Saya mau tanya pak ustazd
    Jadi begini, apabila kita sdh mlksnakan mandi wajib, trus tmbul prsaan was-was dan keesokkan harinya mengulangi mandi wajib tsb. Apakah itu sah?
    Terimaksih mohon jwbnnya.

    Perbuatan di atas salah. Seharusnya anda tidak perlu mengulangi mandi hanya karena was-was semata.

  53. argian said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz..
    dalam mandi junub kn bagian yg dicuci adalah kemaluan.. yg d maksud kemaluan dsini.. kemaluan depan atau belakang?? apakah dua-duanya?? kalo dua-duanya mana yang harus di dahulukan?? syukron
    maaf terlalu banyak tanya.. hal ini upaya utk mncari kebenaran dlm beribadah
    semoga Allah sejahtera dan keberkahan serta ampunan Allah sllu tercurah pada pak ustadz..aamiin

    Waalaikumussalam.
    Yang dimaksud adalah kemaluan di depan, bukan di belakang, karena dari depanlah keluarnya najis.

  54. syafiq said:

    assalamualaikum pak ustad
    saya mau curhat ni pak, ini tengtang kehidupan sya yg selalu menggangui sya pak ustd
    jadi begini pak sya ini anak kelas 3 sma tp pak penyakit ini aneh pak,jadi ini gara2 fb saja pak melihat teman di fb bnyak like statusny sdangkan sya tidak pak sya jadi iri pak jadi terpikir terus sya pak, apa lagi kalau bicara sma teman klau sya terpikir di fb sya yg tidak bnyak likeny sya jadi tidak bersemangat lg bicara pak, jadi sya takut pak apa itu gangguan jiwa sya pak ustad sya tkut itu menggangu belajar sya pak, terkadang disaat belajar terpikir hal tadi juga pak, sya tkut pak un sya jadi terganggu mhon pencerahany pak ustad…..

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya anda mengurangi main fb dan lebih sering bergaul dan berbaur dengan teman-teman yang baik di dunia nyata.

  55. argian said:

    selama ini saya mencuci kedua-duanya pak ustadz, krna di hadist tdk di terangkan secara tegas antara kemaluan depan atau belakang.. apakah sah mandi junub saya?

    Ya, tidak apa-apa insya Allah.

  56. syafiq said:

    y mkasih atas sarany
    jika dalam pergaulan kita kdang2 slah komunikasi pak ustad gimana? kdang kalu kita lambat nangkap dalam pembicaraan stu kelompok itu dikatakai oleh teman kita jadi sya ini orangny suka msuk hati dan terlalu anggap srius mau marah segan tapi hal itu diendap2 pak …?
    mf pa ustad nanya yg bgitu terus sya ini cuma mau normal sja seperti teman yang lain pa ustad amin..

  57. NoName said:

    pak ustad, bagaimana kalau keluar mani saat haid, apa lgsg mandi junub atau mandi junubnya kalo udh bersih dr haid?

    Sebaiknya dia mandi junub untuk mengangkat junubnya, mengingat ada sebagian ulama yang menyatakan tidak bolehnya menggabung niat mandi junub dengan mandi bersih dari haid. Wallahu A’lam.

  58. Farhan said:

    Assalamu’alaikum Ustads, sebelum mandi junub saya kencing dan setelah mandi junub saya sholat namun ternyata sisa sperma / mazi masih keluar.. Sah kah mandi saya ato perlu diulang.. Lalu bagaimana sholat saya?
    Jazakallah khoiron katsiron

    Waalaikumussalam.
    Sudah syah insya Allah dan tidak perlu diulang.

  59. abdullooh said:

    assalamu’alaykum ustadz,apakah dlm mandi junub air harus mengenai bagian dalam telinga?syukron
    Waalaikumussalam.

    Ya, harus mengenai bagian dalam telinga.

  60. cinta said:

    pak, jka mimpi basah, belum mandi janabah, kemudian keluar mani karena sebab lain seperti mastrubasi misalnya, apakah harus mandi dua kali?

    Cukup mandi sekali saja.

  61. herlan yanuardi said:

    assalamualaikum ustadz

    pertanyaan saya

    1.jika saya mandi junub setelah itu shalat dzuhur dan sudah yakin kena semua tapi saat ashar saya mandi junub lagi apakah sah shalat saya pada dzuhur

    2.apakah iman saya lemah karena mengulangi mandi junub karena bisikan setan

    tolong beri jawabannya

    Waalaikumusssalam.
    1. Syah insya Allah. Yang jadi masalah, kenapa anda mandi junub lagi???
    2. Ya itu bisa saja, karena itu hanya was-was setan dan anda mengikutinya.

  62. Lutfi said:

    pak ustadz,saat saya mndi wajib, saya selalu ragu apkah air sudah mengenai seluruh tubuh atau belum ,sehingga mandi wajib saya menjadi lama sekali.Bagaimana ini pak ustadz??

    Itu was-was dan tidak perlu dihiraukan. Kalau sudah yakin kena seluruhnya, maka tinggalkan keragu-raguan itu.

  63. hamba allah said:

    assalamualaikum usrad

    saya mau nanya, bagaimana hukum’a jika saya sedang keadaan junub menemukan rambut yg rontok dan di biarkan saja,dan setelah itu sya mandi junub tapi rambut yg rontok tsb tidak dibasuh saat mandi junub, apakah sah mandi junub tsb?

    dan ada lagi saat saya mandi junub, saya benar2 lupa usatd saat mengucapkan niat mandi junub,seharusnya niat tsb kan ”nawaitul ghusla lirafil hadasil akbari fardhu lillahitaala” tapi saya mengucapkan tidak pake kata fardhu, apakah syah mandi junub saya??

    dan perlukah mengqodo sholat jika mandi junub saya tidak syah?

    syukron

    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, rambut yang rontok atau kuku dan kulit yang terlepas, dibiarkan saja dan tidak perlu dikumpulkan lagi.
    Tetap syah, karena niat itu di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan. Kapan hatinya sudah niat mau mandi junub maka itu syah dan tidak perlu diucapkan.

  64. MFikri said:

    assalamualaikum wrwb
    waktu lagi bersihkan najis2 sebelum mandi janabah, kulit dari lukaku basah kena air dan kukupas trus saya simpan untuk ikut kumandikan nanti saat mandi janabah,, pas selesai mandi dan badan sudah mulai kering.., saya baru ingat…, saya lupa mengikutkan kulit dari lukaku itu untuk dimandikan juga…
    Apakah perlu saya mengulangi mandi janabah dan mengikutkan kulit terkupas dari lukaku itu untuk dimandikan juga???

    Waalaikumussalam.
    Semua itu tidak perlu, mandu junubnya sudah syah.

  65. razi said:

    pak ustad saya mau tanya, setiap kali saya selesai mandi junub,ada saja yang membisik saya bahwa ada bagian tubuh saya yang tidak terkena air.! apa saya harus ulang lagi mandi junub saya ustad?? padahal setelah selesai mandi saya sudah yakin terbasuh semua,, selang sejam atau 2 jam kemudian baru bisikan itu datang dan mengatakan mandi saya tidak syah. setiap kali saya mandi dibisikkan ngak syah begitu usatad.bagaimana solusinya apa saya harus ulang terus menerus.mohon jawaban nya usatad

    Semua itu hanya was-was. Solusinya, tidak perlu dihiraukan.

  66. herman said:

    Ass Wr Wb
    apakah dalam membasuh kemaluan itu hingga bagian dalam juga ? karena terkadang ada sperma yang tertinggal di dalam. Sukron. Wss Wr Wb

    Tidak perlu insya Allah. Cukup bagian luar saja.

  67. hamba allah said:

    Maaf pak mau tanya apabila keluar mani tetapi waktu itu blm tahu mandi wajib itu bagaimana caranya lalu sudah terlanjur lama, itu mandi wajibnya bagaimana?

    Cukup mandi wajib saja, dan itu sudah menutupi semuanya yang telah lalu.

  68. Hen said:

    Pak ustad saya mau tanya… ketika mau mandi saya melihat ada kotoran di kemaluan saya… dan ketika mandi saya sudah membersihkannya… tapi pas sudah selesai mandi ternyata kotoronnya masih ada…. takutnya kotoran itu menutupi air untuk sampai ke kulit, itu gimana ustad apakah sah atau tidak mandi saya…. terimakasih sebelumnya…

    Sudah syah insya Allah, insya Allah madzi dan mani tidak akan menghalangi air mengenai kulit.

  69. Hen said:

    melanjutkan pertanyaan kmrn ustad, maaf ustad yang dimaksud kotoran disini bukan madzi atau mani…. tapi kotoran seperti daki yang menempel di kemaluan saya sama seperti kotoran yang ada di kuku ustad….. itu gmn ustad…. terimakasih……

    Itu insya Allah tidak menghalangi air.

  70. wahid said:

    Assalamu’alaykum ww
    Ustad kmrn2 saya belum tau caranya mandi junub, yg saya lakukan hanya membersihkan kemaluan lalu mandi kramas dg shampo dan membasuh tubuh dg sabun, lyknya org mandi biasa. Cuma ketika mau sholat baru wudlu. Apakah itu sudah sah? Jazakallah khoir

    Waalaikumussalam.
    Kalau saat mandi itu niat mandinya adalah mandi junub dan seluruh tubuh sudah terkena air, maka insya sudah syah.

  71. riyad said:

    pa ustad kata teman saya kalau mandi junub harus memasukan jari ke anus memakai sabun dan harus memakai air yg mengalir., dan sehabis mandi junub boleh tidak memakai handuk tetapi hanya untuk menutupi kemaluan saya boleh atau tidak ya.,?? mohon jawabannya pak ustadz

    Ucapan itu tidak benar, itu tidak perlu dilakukan.
    Boleh saja.

  72. Rey said:

    Pak ustad saya mau tanya ketika mandi besar saya mencuci kedua tangan lalu membersihkan kemaluan dan dubur lalu cuci tangan dgn sabun, lalu saya tidak wudhu tapi langsung ambil air ke tangan membasuh kepala 3x lalu mengguyur kepala 3x dan mengguyur badan 3x setelah itu mengguyur kaki 3x baru setelah itu berwudhu. Setelah itu saya mandi seperti biasa, setelah mandi saya wudhu lagi. Apakah sah?

    Insya Allah syah. Yang rukun dalam mandi junub adalah semua anggota tubuh terkena air secara sempurna.

  73. Rey said:

    Oh iya ada 1 lagi pak ustad, apabila seorang lelaki onani lalu sebelum ia membersihkan tangannya ia memegang benda lain. Apakah benda tersebut harus dibersihkan. Bagaimana cara bersihkannya? Bagaimana bila benda itu benda elektronik yg tidak boleh kena air? Karena ada perasaan bahwa tangan yg belum dibersihkan itu mengandung najis, baik belum keluar sperma atau sudah atau tangan tersebut terkena madzi terlebih dahulu. Terima kasih

    Tidak ada masalah sama sekali. Mani bukan najis jadi tidak ada masalah. Madzi najis, jadi kalau dipastikan mengenai benda lain, cukup dicuci atau dilap basah saja pada bagian yang terkena. Kalau tidak dipastikan adanya maka tidak harus dicuci.

  74. agus supriyanto said:

    assalamu’alaikum pak ustad. saya mau tanya pada waktu mandi junub setelah yakin air mengenai seluruh tubuh saya berdoa seperti halnya doa setelah wudhu. sewaktu berdoa saya merasakan seperti ada yang keluar dari kemaluan saya walaupun saya ragu. apakah mandi junub saya syah pak ustad?

    Waalaikumussalam.
    Ya, tetap syah insya Allah. Apapun itu yang keluar, maka itu tidak mempengaruhi keabsahan mandi junub anda yang sudah selesai.

  75. Rey said:

    Saya mau menanyakan lg pak perihal barang yg terkena madzi, apabila barang yang terkena madzi tidak dibersihkan lalu orang lain memegang benda tsb bagaimana hukum nya? Ada perasaan berdosa jika saya melihat ada orang yg memegang benda tsb.

    Kalau madzinya sudah kering dan zatnya hilang, maka tidak ada masalah. Amannya, anda cuci barang tersebut.

  76. NN said:

    Permisi pak ustad saya mau tanya, suaru hari saya berkunjung ke rumah seseorang, dimana saya ketahui ia memelihara anjing. Saya memakai celana jeans panjang dan tetap memakai kaus kaki. Saat pulang dan memakai sepatu saya baru sadar bahwa di kaus kaki saya menempel bulu anjing, sepertinya bulu itu kering karena menempel di kaus kaki dan tidak melekat seperti bulu yang basah. Saya pulang dgn mobil, sesampainya dirumah saya kemudian membersihkan dalam mobil dengan lap basah juga tas dan celana. Sepatu yang terkena bulu anjing pun saya lap basah, baju saya cuci namun tidak dipisah dgn baju lain. 2 hari kemudian saya merasa masih was was, akhirnya saya mencuci mobil saya ke tempat cuci mobil agar dalm mobil dibersihkan dan di sedot debu.begitu pula sepatu nya saya minta dibersihkan dengan sedot debu karena khawatir masih ada bulu anjing. Hingga skrg saya belum berani memakai baju dan sepatu saya, karena takut belum suci. Bagaimana seharusnya pak ustad? Saya perlu solusi karena saya selalu ada perasaan takut. Terima kasih sebelumnya.

    Tubuh anjing bukanlah najis menurut pendapat yang paling kuat, karena tidak ada dalil yang menyatakan najisnya. Yang dihukumi najis oleh para ulama hanyalah liurnya saja. Jadi insya Allah tidak ada masalah dengan kasus anda di atas.

  77. ahmad said:

    assalamualaikum wr.wb
    Pak ustadz, saya mau tanya apakah hukumnya ketika kita sedang melaksanakan mandi wajib tiba2 kentut,ttpi kita dalam keadaan tidak tau hukumnya? apakah itu membatalkan mandi wajib dan hrus mengulangnya .. Terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak membatalkan, lanjutkan saja mandinya.

  78. derri said:

    ustadz, jika kita ditengah2 mandi junub lalu kita merasa ada yg keluar dari kemaluan kta (mungkin sisa2 kencing atau semacamnya), apakah setelah selesai mandi kita harus wudhu kalau mau shalat?

    Ya, wajib wudhu kembali.

  79. ilham said:

    ustadz, saya mw tnya ??
    setelah mandi junub/wajib , bolehkah mandi lagi/mandi biasa ???

    Boleh saja.

  80. Manusia Biasa said:

    Pak Ustadz saya mau nanya:
    1) Ada seorang penceramah yang bilang kalau keluar angin dari kemaluan (perempuan) maka wudhu/sholatnya batal. Tapi masalahnya angin tersebut kan bukan kentut,keluarnya pun selalu secara tidak sengaja. Apalagi sangat sering keluar ketika dalam pergerakan sholat. Jadi bagaimana tolong dijelaskan saya bingung.
    2) Apakah wajib kita harus bersuci(istinja) sebelum wudhu? Wassalam.

    1. Itu kurang tepat. Yang benarnya, itu tidak membatalkan wudhu karena tidak ada dalil yang menyatakan dia sebagai hadats. Adapun mengkiaskannya dengan buang angin, maka itu kias yang keliru.
    2. Tidak wajib istinja` kecuali setelah buang air.

  81. muhammad fajrin said:

    Ass. ustad apakah mandi wajib sudah sah dan bisa shalat apabila setelah mandi pas perjalanan menuju mesjid ditelinga saya masih tertinggal sisa sabun padahal saya yakin sudah membersihkan telinga dari sabun saat mandi wajib tolong ustad pertanyaan saya dijawab

    Ya, insya Allah sudah syah.

  82. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, apabila setelah mandi junub kita akan melakukan sholat apakah perlu berwudhu juga? Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Kalau dia berhadats setelah mandi, maka dia wajib wudhu.

  83. Bagas Putra said:

    AS.wr.wb. pak ustad,
    saya mau nanya nie, kan di sunnah rasul yg diatas sahabat rasul mengasih handuk untuk mengelap badan nya, Rasul menolak nya, tpi saya siap mndi wajib saya berhanduk stad, apkah mndi wajib saya sah stad.
    mohon penjelasan nya stad. As.Wr.Wb

    Boleh saja memakai handuk, tidak ada masalah. Mandi junubnya tidak terpengaruh.

  84. Bagas Putra said:

    as.wr.wb
    ustad saya mau nanya, misal nya kita lagi mandi wajib pas selasai mndi wajib kita lupa membasuh kaki kita, itu sah atau ngx mandi nya stad,
    mohoon penjelasan nya ya stad

    Syah, asalkan semua anggota tubuh sudah terkena air.

Tafadhdhal komentari artikel
Sifat Mandi Junub Nabi -shallallahu alaihi wasallam-