Shalatnya Para Pelaut

May 9th 2011 by Abu Muawiah |

Shalatnya Para Pelaut

Tanya:
Assalamu’alaikum. Hayyakumullah ya ustadz. Ana mau tanya. Saudara ana ada yg bekerja (dan tinggal) di kapal pesiar. Sekali berangkat biasanya 8-10 bulan lalu libur 1-2 bulan di indonesia kemudian berangkat lagi. Kapal tsb senantiasa berlayar dr satu tempat ke tempat yg lain di luar negeri. Apakah yg demikian termasuk safar? Apakah sholatnya di-qoshor atau tidak? Lalu bagaimana sholatnya ketika sedang libur di indonesia? Ana mohon jawabannya dikarenakan sholat merupakan hal yg sangat penting dlm agama ini. Jazakumullah khoiron wa baroka fikum
arif [arifdpras@gmail.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah wahayyakumullah.
Ya, dalam keadaan seperti itu dia dianggap sebagai musafir, sehingga berlaku baginya hukum-hukum musafir, seperti: Boleh menjama’ shalat dan wajib mengqashar shalat, itu kalau dia sedang shalat sendirian. Adapun jika dia shalat sebagai makmum maka dia wajib mengikuti imamnya dalam jumlah rakaatnya.

Demikian pula kewajiban shalat jumat gugur darinya, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah tinggal di Makkah selama 19 hari (2 pekan lebih) dan tidak ada riwayat yang menyatakan beliau shalat jumat. Karenanya shalat jumat tidak diwajibkan bagi musafir.

Adapun shalatnya ketika di Indonesia maka kembali seperti semula karena dia sudah tidak dalam keadaan safar. Tidak boleh menjama’, tidak boleh mengqashar, dan wajib menghadiri shalat jumat.

Dia juga boleh tidak berpuasa di bulan ramadhan sebagai keringanan dari syariat, akan tapi dia wajib menggantinya di bulan lain yang dia sanggupi.
Wallahu a’lam bishshawab.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, May 9th, 2011 at 10:21 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Shalatnya Para Pelaut”

  1. abu safa said:

    anna juga seorang pelaut.tapi kapal ana kapal dalam negeri.surabaya.rumah anna sidoarjo,jarak sidoarjo surabaya 25km.apabila kapal ana sandar disurabaya,tiap hari anna kekapal(kayak orang kantoran).perjalan anna kekapal dan tinggalnya anna dikapal saat kapal disurabaya apa juga termasuk safar.

    Tergantung anggapan masyarakat di situ. Jika memang mereka memandang jarak sidoarjo-surabaya itu safar maka berarti itu safar, tapi jika tidak maka berarti bukan safar.

  2. abuyahya said:

    ana asli magelang dari kecil sampe SMA. kemudian kuliah 4 tahun di bandung, kemudian kerja di riau dengan shift 2 minggu kerja, 2 minggu libur. tiap libur, ana pulang ke magelang, kadang mampir ke tasikmalaya ke rumah mertua.

    sebaiknya ana meniatkan mukim di mana ya ustadz? mengingat, di riau pasti 2 minggu, sedangkan di magelang bisa kurang dari 2 minggu, krn kadang ke tasik dan ke tempat lain. perlu diketahui bahwa ana memang ada niat punya rumah di magelang, sekarang masih dalam proses mencari tanah.

    jazakallahu khair.

    Semuanya tergantung antum.