Shalat Taubat dan Syaratnya

February 18th 2009 by Abu Muawiah |

Shalat Taubat dan Syaratnya

Tanya:
Apakah ada shalat taubat? Tolong sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat?

085215547574

Jawab:
Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)
Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.
Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah- menyebutkan ada delapan, yaitu:
1. Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.
2. Berlepas diri dari maksiat tersebut.
3. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.
5. mengembalikan apa yang kita zhalimi kepada pemiliknya, kalau kezhalimannya berupa darah atau harta atau kehormatan.
Kami katakan: Maksudnya kalau kita menzhalimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kezhaliman kita.
6. Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).
7. Siksaan belum turun menimpa dirinya.
8. Matahari belum terbit dari sebelah barat.
[Fawaid Ammah 5 dari www.shrijhi.com]
Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • shalat taubat
  • sholat taubat
  • sholat tobat
  • shalat tobat
  • solat taubat
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, February 18th, 2009 at 10:02 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

132 responses about “Shalat Taubat dan Syaratnya”

  1. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Ustadz, saya ingin bertanya. Jika saat UN/Ujian nasional mencontek kemudian kita mendapatkan Ijazah dan Ijazah tersebut digunakan Melamar kerja apakah Uang dari hasil kerja tersebut haram? Jika Haram bagaimanakah cara untuk membersihkan uang tersebut, dan bagaimana caranya bertaubat?
    Ma’af jika banyak pertanyaannya.

    Waalaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
    Tidak haram insya Allah, selama dia memang mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya dalam pekerjaan tersebut.

  2. ricard said:

    assll.pak uszad

    apakah jika saya sudah shalat toubat.dosa dosa saya kepada orang tua sudah di ampuni oleh allah swt

    Bertaubat itu bukan dengan shalat taubat, tapi dengan memenuhi semua syarat2 taubat yang 5.

  3. dani said:

    Assalamu’alaykum Pak USTADZ
    Pak Ustadz saya pernah membaca dari sperti hadits
    TERTULIS dari Ibni Qayyim al jauziyah-rahimahullah mengatakan,kaum muslimin brsepakat bahwa meninggalkan sholat 5waktu dgn sengaja adlah dosa besar yg pling besar dan dosanya lbih besar dri dosa membunuh,merampas harta orang lain,berzina,mencuri dan minum minuman keras ,org yg meninggalkannyaakn mendapat kehinaan di dunia dan akhirat

    saya berusaha utk tdk meninggalkan sholat5waktu sdah Alhamdulillah skitar seminggu,tetapi tadi subuh saya berniat banget utk menunggu adzan subuh utk sholat subuh,tetapi saya terlelap ketiduran,saya sangat menyesal karena meninggalkan sholat subuh tdi,krna sya telah membaca hadits di atas sbgaimana dosa yg tlah disebutkan dri hadits trsbut saya merasa takut dan berdosa kpd Allah,org berzina kan perlu bertaubat,malahan rupanya mdosa meninggalkan sholat 5waktu lbih besar,
    jd apakah kalau seseorang misalnya hri ini meninggal sholat magrib,truz bertaubat dan sholat taubat,eh tidak sngaja misal 3hari k dpan tidak sngaja meninggalkan sholat dzuhur misalnya,
    saya mw tanya pak Ustadz,apakah stiap meninggal Sholat kata hruz bertaubat dan sholat taubat?
    terima kasih n mohon jawaban pak Ustadz
    Assalamu’alaykum

    Waalaikumussalam.
    Orang yang tidak shalat tepat waktu karena ketiduran atau lupa tidaklah berdosa. Yang wajib bagi dia adalah mengerjakan shalat itu setelah dia bangun atau setelah dia ingat, walaupun waktunya sudah habis.

  4. dani said:

    Assalamu’alaykum Pak USTADZ
    Pak Ustadz saya pernah membaca dari sperti hadits
    TERTULIS dari Ibni Qayyim al jauziyah-rahimahullah mengatakan,kaum muslimin brsepakat bahwa meninggalkan sholat 5waktu dgn sengaja adlah dosa besar yg pling besar dan dosanya lbih besar dri dosa membunuh,merampas harta orang lain,berzina,mencuri dan minum minuman keras ,org yg meninggalkannyaakn mendapat kehinaan di dunia dan akhirat

    saya berusaha utk tdk meninggalkan sholat5waktu sdah Alhamdulillah skitar seminggu,tetapi tadi subuh saya berniat banget utk menunggu adzan subuh utk sholat subuh,tetapi saya terlelap ketiduran,saya sangat menyesal karena meninggalkan sholat subuh tdi,krna sya telah membaca hadits di atas sbgaimana dosa yg tlah disebutkan dri hadits trsbut saya merasa takut dan berdosa kpd Allah,org berzina kan perlu bertaubat,malahan rupanya mdosa meninggalkan sholat 5waktu lbih besar,
    jd apakah kalau seseorang misalnya hri ini meninggal sholat magrib,truz bertaubat dan sholat taubat,eh tidak sngaja misal 3hari k dpan tidak sngaja meninggalkan sholat dzuhur misalnya,
    saya mw tanya pak Ustadz,apakah stiap meninggal Sholat kata hruz bertaubat dan sholat taubat?
    terima kasih n mohon jawaban,dan kirim k email saya pak Ustadz,,,,,,, pak Ustadz
    Assalamu’alaykum

    wa’alaikum salam warahmatullah wa barakaatuh.

    kalau shalatnya tertinggal karena tidur atau lupa maka dikerjakan segera jika sudah bangun atau teringat dan tidak ada dosa untuk hal tersebut insyaAllah.
    Wajib anda untuk bertaubat dari hal tersebut. Baarakallahu fiykum. (MT)

  5. yoga said:

    Assalamu’alaikum ustadz,

    saya adalah seorang freelance desainer graphics
    karena ketidak tahuan saya,saya sudah lama memakai software bajakan
    dan saya baru mengetahui bahwa hukum software bajakan adalah tidak boleh!
    kemudian saya membeli software original dari uang hasil software bajakan.
    karena saya hanya memiliki penghasilan cuman dari situ.
    harga software original untuk graphics harga nya lumayan mahal dan
    saya terpaksa membeli software dgn uang itu.

    pertanyaan nya :
    -Apakah taubat saya bisa di terima kalau saya membeli software original dr hasil uang software bajakan?
    -Apakah penghasilan saya masih haram?
    -Apakah saya harus mencari pekerjaan baru?

    mohon jawaban nya ustad

    Jazakumullahu khairan

    Waalaikumussalam.
    Silakan membaca jawabannya di sini: http://al-atsariyyah.com/kaidah-seputar-harta-haram.html

  6. Rudi said:

    AssalamualAikum ..
    Pak Ustad saya mau tanya klo org yang sudah taubat tapi dia melakukan perbuatannya lagi bagaimana pak ustad ? apakah tobat nya tidak akan di terima selamanya ??
    Terimakasih Pak Ustad ..

    Waalaikumussalam
    Allah tidak pernah bosan menerima taubat hambaNya, kecuali jika si hamba itu sendiri yang bosan bertaubat.

  7. rezza cyber said:

    assalammualaikum…
    Ustdz q mau nanya nih klau orang sdah taubat 2kali dan bersungguh sungguh untuk taubat lagi untuk ke 3 kalinya.itu apakah taubatnya akan di terima allah SWT atau tidak.?

    wa’alaikum salam warahmatullah.
    Diterima insyaAllah. (MT)

  8. Hamba Allah said:

    asslmu’alikm…
    pak ustadz,, sya mau bertanya, sya prnh mendengar ceramah, katanya apabila ada seorg laki-laki yg belum jg menikah sampai ia meninggal, mka Allah akan melaknatnya..
    apakah itu benar pak ustadz ??

    Tidak benar. Tidak ada landasan dalilnya.

  9. tia said:

    aslmkm
    ustdz mf sblumnya saya ingin curhat
    dan cri solusi

    2 mnggu lgi sy akn mlgsungkn prnkhan akn ttpi sya hamil 1bln saya sangat menyesal dan berdosa pd allah dn kluarga
    sya malu. sya blm crta pd ortu krna khwatir mreka malu dan kcewa mnjelang prnikahan saya
    yh saya tanyakan
    1. saya ttp ingin mnikah dgn psangan saya saya demi anak yg dkndung. apkh sah bila sdh bertaubat?
    2. bgimna sstus ank saya?
    3.apkah taubat kami diterima?
    jazakillah ustadz

    1. Tidak syah pernikahan yang dilakukan dalam keadaan hamil.
    2. Statusnya sebagai -maaf- anak zina.
    3. Tidak ada dosa yang tidak diampuni Allah jika seseorang ikhlas bertaubat kepadaNya. Janganan zina, kekafiran dan kesyirikan pun Allah ampuni.

  10. yuli said:

    asalamualaikum
    sebelumnya maaf
    sekarang saya berada dalam kebingungan yang amat bingung
    pak saya mau bertanya tentang unek2 saya
    1. apakah allh mau menerima shlat kita setelah melakukan zina sedangkan saya belum bertaubat
    dan pa yang harus saya lakukan padahal saya ingin bertaubat tetpi saya msih melakukan hal yang mendekati zina
    terima kasih
    saya mohon jawsabannya
    wasalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada hubungannya shalat dengan zina. Anda shalat dengan memenuhi semua aturannya maka insya Allah shalat anda diterima. Dan jika anda berzina maka anda telah melakukan dosa besar.

  11. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaikum Pak Ustad, Apabila ada pasangan yang melakukan Perzinahan si Fihak laki-laki ingin pertanggung jawabkan perbuatannya dan menikahinya sekalipun tak menghamilinya, tapi fihak wanita dengan tegas menolak.. bagaimana hukumnya?..

    Waalaikumussalam.
    Ya, pihak lelaki tidak berhak memaksa. Itu hak pihak wanita untuk menolak.

  12. hamba Allah said:

    asslm.,ust. Saya mlakukan zina dan kmudian istri saya (sblum mnikah) hamil. tdk ada s’orgpun yg tau. Ktika usia kandungan 6bln kami mnikah. Tp krn akhirnya orgtua istri saya m’tahui. Kami dipisahkan smentara sampai istri saya melahirkan. Lalu orgtua istri saya menikahkan kami kembali tanpa penghulu. Hanya keluarga saja dan ayah mertua saya sebagai p’bicara, wali dan skaligus p’ceramah. Dan disaksikan sbagian keluarga. Apakah pnikahan kami yg kdua itu sah ust.?

    Justru pernikahan anda yang kedua itu yang syah. Pernikahan yang pertama itu tidak syah karena dilakukan dalam keadaan hamil.

  13. adi p said:

    assalammualaikum warrahmatullah wabarrakattuh.
    Ustadz, pertanyaan saya ini mungkin sudah pernah ditanyakan tentang taubat orang yang pernah melakukan syirik.

    hal ini penting karena sy baru sadar ternyata saya pernah terjerumus kedalam syirik yaitu pada beberapa tahun lalu,

    sedikit cerita: sy pernah datang ke orang yang sering dipanggil “ustadz” di daerah dekat rumah saya, waktu itu saya baru mendapat pekerjaan, dan pekerjaan sy itu kantornya diseluruh indonesia, berdasarkan rekomendasi, sy kesana untuk minta dido’akan agar penempatan tempat kerja saya, dikota kelahiran saya,setelah pulang dari sana sy dikasih air yg didalamnya ada semacam kertas bertuliskan arab, dulu sy yg BODOH akan ilmu agama ini tidak terlalu curiga, karena menurut saya itu adalah tulisan alqur’an, dan do’a2, sy menurutinya untuk campurkan dengan air pada saat sy mandi,dan disuruh mengambil tanah dr rumah saya dan dibawa ke tempat kerja nanti yg saya inginkan,dan masih belum curiga(sekali lagi karena KEBODOHAN saya)karena dalam pikiran saya saya itu adalah “ustadz” yg ahli agama.

    jujur saja ALhamduLILLAH waktu itu dalam hati sy tetap percaya bahwa segala sesuatu datang dari ALLAH SWT,ALLAH SWT yang mengkabulkan permintaan,yang ada dipikiran adalah mungkin ini adalah salah cara2 agar do’a dan keinginan saya bisa dikabulkan ALLAH SWT yang belum saya ketahui caranya.
    karena dalam pikiran saya (waktu itu) dia adalah “ustadz” yang mungkin berlimu agama tinggi dan tahu cara2 agar doa dan keinginan terijabah.

    sehabis kejadian itu kehidupan sy biasa2 saja,beribadah seperti biasa, dan tdk pernah mendatanginya lagi.

    setelah bertahun2,dan mendapat ilmu2 baru dan beberapa referensi yg saya baca,saya baru sadar bahwa yang pernah saya lakukan itu adalah salah satu kelakuan syirik,
    dan demi ALLAH sy sangat menyesal Ust, saya benar2 menyesal, dan benar2 taubat.

    pertanyaan saya Ust.
    1. Apakah kesyirikan dan kebodohan (yang tidak tahu tentang syirik) saya itu dapat diampuni ALLAH SWT dengan bertaubat, yang kaitannya dengan Firman ALLAH SWT Dalam Surat An-nissa ayat 48, kalau masih memungkinkan adanya ampunan untuk dosa syirik tersebut,adakah referensi baik dari al-qur’an dal Al hadist? agar sy khusyuk dan tenang dalam melaksanakan taubat yg sedang saya jalani, karena jujur, setiap sy memohon ampun, sy kadang sy merasa manusia hina, dan tak terampunkan.
    2.bagaimana Status sy sekarang apakah masih ISLAM atau sudah termasuk KUFUR? haruskan sy syahadat dan disaksikan oleh saksi2 seperti seorang mukallaf?
    3. kalau boleh saya minta tips agar taubat saya lebih khusyuk dan sempurna?

    afwan Ustadz, kepanjangan..

    Jajakallahu Khoir, atas ilmu dan jawabannya Ust,Semoga ALLAH SWT membalas dengan pahala.

    dan semoga kita semua terhindar dari dosa syirik, dan Semoga ALLAH Mengampuni syirik yang secara sadar atau tidak sadar kita pernah lakukan.
    Aamiin Allahuma Aamiin.
    Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

    Waalaikumussalam Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
    1. Ayat 48 dr surah An-Nisa itu hanya bagi yang meninggal dalam keadaan belum bertaubat. Maka jelas Allah tidak akan mengampuninya.
    Adapun yg masih punya kesempatan bertaubat, maka ayat itu tidak berlaku baginya. Namun yang berlaku adalah firman Allah dalam Az-Zumar ayat 53.
    Lagipula anda melakukannya dalam keadaan tidak tahu hukumnya, dan org yang berbuat dosa karena kebodohan, insya Allah tidak terhitung dosa.
    2. Jelas masih seorang muslim. Jadi tidak perlu ada syahadat lagi.
    3. Lakukan syarat-syarat diterimanya taubat.

  14. adi p said:

    Asslmkm wr wb Ustdz,
    mohon maaf pertanyaan sebelumnya sudah dihapus?

    mau bertanya lagi ust. berdasarkan pertanyaan sebelumnya (yg dihapus) bagaimana hukumnya bila sy menikahi wanita muslim?

    Wallahu a’lam, memangnya pertanyaannya yang mana?
    Harap ditulis ulang pertanyaannya secara lengkap.

  15. ani said:

    Assalamualaikum ustad, sya ingin brtnya, seorng temn prnah melakukan zina dngn pcr nya , memng tdk smpai brstbh ataupun hamil. Tp dia pcran sprti kbnykan remaja zaman skrng. Mohon maaf ada peluk dan cium. Lalu dia ingin brtaubat, dia jga sdh memtskan hbngn pacrn dngn pacr nya , dan alhamdulillah pcr nya mau mngrti dan sma2 ingn brtaubat, merka skrng layak nya sahabat biasa. Namun, kedua orng tua mrka tdk tahu ttg apa yg pernah mereka lakukan. Pertnyaan saya : apakah mereka harus jujur kepada orng tua mereka ttg apa yg pernah mereka lakukan ? Atau mereka hnya prlu brtaubat msng2 dngn sngguh2, memohon ampun kepda Allah ? … Dan lagi ibu dri dri si wanita dlm kndisi krng baik jantung nya … Mohon jawabnya ustad . Trima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Cukup bertaubat masing-masing, dan jangan dia ceritakan keburukan itu kepada siapa pun. Semoga Allah mengampuni mereka.

  16. Anonymous said:

    kalo orang yang sebenter lagi akan menjalankan eksekusi mati, sah atau tidak taubatnya? mohon dijawab.

    Kalau memang dia ikhlas dan jujur dari dalam hatinya, serta menyesali kesalahannya, insya Allah Allah pasti akan menerima taubatnya.

  17. hamba Allah said:

    assalammualaikum warrahmatullah wabarrakattuh.
    pa ustad sayamau bertanya, saya sering melakukan perbuatan maksiat,ibarat merokok sudah kecanduan, tetapi saya ingin bertobat dan bersungguh sungguh ingin berhenti melakukannya, tetapi setiap setelah beserah diri untuk bertaubat saya masih melakukan perbuatan maksiat itu lagi karena khilaf mungkin karena kebiasaan. tetapi Alhamdulillah tidak separah sebelumnya,setelah itu semakin berserah diri semakin berkurang kadar hasrat untuk melakukan perbuatan itu lagi, Apakah saya mendapakan dosa besar? karena bertaubat tetapi masih melakukannya.

    kemudian saat ini sedang menjalankan shaum ramadhan,saya secara tidak sadar dan melakukan zinah mata karena membuka situs yang aneh aneh,setelah itu saya sadar dan beristighfar. apakah pahala puasa saya masih bisa di pertahankan, atau saya termasuk orang yang merugi?

    Jajakallahu Khoir, atas ilmu dan jawabannya dari pa ustad

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Berulangnya maksiat bukan menjadi tanda tidak benarnya taubat, apalagi jika maksiat itu sudah dilakukan bertahun-tahun. Jadi, tetap optimis taubatnya diterima oleh Allah, dan selalu bertaubat ketika terjatuh lagi ke dalam kesalahan yang sama. Karena Allah tidak akan pernah bosan menerima taubat kita, sampai kita sendiri yang bosa bertaubat.

  18. andy bingung said:

    kenapa ziyarah kok syirik tadz ? padahal ketika orang muslim haji selalu ziyarah ke makam rasulullah

    Siapa yang bilang ziarah kubur itu syirik?! Ziarah kubur adalah sunnah bagi laki-laki jika terpenuhi aturannya.

  19. Budi said:

    Assalamualaikum pk ustadz. Saya mau bertanya. Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan menikah. Yang menjadi permasalahannya, perempuan yang akan saya nikahi itu pernah mengakui bahwa ia dulu pernah dicabuli secara paksa oleh mantan pacarnya. Dan ia sudah benar2 bertobat. Yang menjadi permasalahannya, bagaimana caranya agar saya tidak dihantui perasaan buruk. Saya sudah berusaha mengikhlaskan masa lalunya. Saya cukup shock mendengarnya. Namun saya juga sudah terlanjur menyayanginya, ia juga berlaku sopan kpd orang tuanya dan juga keluarga saya. Bagaimana caranya supaya saya benar2 bisa menerimanya dengan ikhlas. Terima kasih pak ustadz Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokaatu..

    Waalaikumussalam.
    Yakini bahwa orang yang sudah bertaubat dari dosa, sama seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa. Jika Allah Maha Pemaaf, kenapa kita tidak memaafkan org yg sudah bertaubat. Terlebih jika dia memang dipaksa melakukan dosa tersebut, dan bukan atas keinginan dia.

  20. Qedi said:

    Assalamualaikum ustad… Saya nak bertanya… Saya telah membuat dosa kecil dan dosa besar, ( seperti menipu,mencuri dan sbagainya) adakh taubat saya di terima oleh allah?

    Waalaikumussalam.
    Tentu saja kalau memang jujur dan ikhlas dalam bertaubat. Jangankan cuma dosa seperti itu, dosa musyrik dan murtad sekali pun Allah akan ampuni jika seseorang bertaubat dengan benar.

  21. Ghuffar said:

    Assalamu’alaikum
    pak ustadz , saya mau bertanya
    teman saya curhat , katanya dia telah melakukan dosa besar berkali-kali tapi ia tidak mengetahui hukum dosa itu, setelah dia menyadarinya, dia langsung shalat taubat dan bertekat untuk tdk mengulanginya, tapi setelah sekitar 1 bln , dia tergoda dan mengulangi dosa itu lagi, dan dia langsung sangat menyesal sekali, kali ini dia benar2 ingin bertaubat & mninggalkan perbuatan itu ,
    apakah sholat taubatnya yang kedua ini dapat diterima oleh Allah SWT ?
    Terima kasih pak ustadz
    mohon dijawab
    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Jika dia memang ikhlas dan jujur, Allah pasti menerima taubatnya.

  22. sari said:

    assalamualaikum . ustad zina mata, hati, sentuhan, telinga apa sm dosanya seperti zina badan? dan zina yg dimaksud dlm alqur’an bs dihapuskan dgn cambuk& rajam itu hanya zina badan atau semua jenis zina?

    Waalaikumussalam.
    Tentu tidak sama.
    Hukum had yg tersebut dlm Al-Qur`an hanya untuk zina kemaluan.

  23. hamba allah said:

    assalamuaikum uztadz saya ingin bertanya.
    dimasa lalu saya sering berzina dengan pacar sy atas dasar suka sama suka tapi walaupun kami berdua tidak direstui oleh kluarga,terakhir saya memutuskan untuk mninggalkannya dengan menikah dengan orang lain pilihan kluarga yang mnurtnya baik dan berniat untuk bartaubat.sekarang sy sudah berkeluarga,saya berusaha menceritakan masa lalu saya kepada suami sy dan dia bisa menerima sy apa adanya.pertanyaan saya udztad apa dosa besar dimasa lalu saya masih bisa diampuni dan bgmn caranya supaya bisa menghapus dosa itu???
    waalaikumsalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada dosa yang tidak diampuni jika seseorang bertaubat dengan jujur dan ikhlas. Jangankan zina, kesyrikan dan murtad sekalipun tetap Allah ampuni asalkan dia bertaubat sebelum meninggal. Orang yg sudah bertaubat sama seperti org yg tdk pernah melakukan dosa.

  24. andik said:

    Kalau dosa zina sseperti pertanyaan hamba Allah di atas, apakah cukup TAUBAT saja atau harus menjalani hukum cambuk/RAJAM?

    Iya, cukup bertaubat saja. Wallahu a’lam.

  25. aria said:

    pak ustat mau tanya;sy kenal sm cewek, stlh sekian tahun,km mau niat nikah namun cewek itu menceritakan bawah dirinya tidak gadis lagi di krenakan di cabuli rekan kerjanyaewek ini,lalu laki2 itu mau menikahinya dgn niat untk membimbing cewek ini ke jalan yg baik.setelah menikah laki laki itu tugas selama beberap bulan sampai satu tahunan dan istrinya kembali ke ortunya dan bekerja seperti biasa dan rekan kerjanya menggau lagi dan mengajak istrinya berziana iistri tdk kuasa menolak krn klu tidak mau laki2 itu mengancam membunuh dirinya taupun cewek itu(istrinya tadi)kemudian selah pulang suaminya tugas istrinya dia ajak pindah ikut suaminya ,setelah menjalani 5tahun pernikahan suainya tugas lagi ke luar negeri pd saat tugas itu istrinya mengakuh bahwa dia pernah melakukan sperti cerita diatas (zina krn di bawah tekanan rekan kerjanya)dan suaminay memaafkan dan istrinya di suruh bertobat nasuha dan istrinya berjanji utk tidak mengulanginya lagi dan sampai skr ada perubahan istrinya ke arah yg baik pertanyaannya pak ustat apakah suami yang memaafkanya istri yg melakukan zina seperti cerita diatas pakah suami tersebut di kategorikan dayus atau tidak, kedua mohon dalil yg menerangkan hal tersebut jangan sampai di akhiran laki2 tersebut masuk neraka krena tdk di lirik oleh Allah.mhn penjelasan dan buku apa yg sy hrs baca dan judulnya krn yg sy baca dr hadis dan dalil dan pendapat ulama ada yg mengatakan laki2(suami yg meaafkan istrinya tersebut dapat pahala krena tergolong suami yg sabar dan ada pula yg blg dayus mohon penjelasan yg selengkapnya dan dapt jd pedoman sampai akhirat dan dipertanggungjawabakan di hadapan Allah terimakasih pak ustat mohon penjelasannya pak ustat

    Jika memang demikian keadaannya dan istrinya sdh mengarah kpd kebaikan, maka apa yang suaminya lakukan adalah perbuatan yang bisa diterima insya Allah. Hanya saja tuk kedepannya, dia jangan hanya menuntut istrinya menjaga dirinya, sementara dia sendiri tidak berusaha untuk menjaga istrinya. Dia pergi kerja dalam jangka waktu yang lama, sementara dia tahu istrinya seperti itu. Jika dia tetap menelantarkan penjagaan trhdp istrinya maka dia bisa dikategorikan sebagai dayyuts.

  26. Aprilia Ferdina said:

    Bagaimana jika org murtad berkali-kali apakah diampuni ?! Karena mazhab fiqh yg mengatakan hal tersebut diampuni hanyalah mazhab Imam Syafi’i. Jika org tersebut menganut mazhab lain apakah diampuni ?!

    Bagaimana maksud dan contohnya orang yang murtad berkali-kali?

  27. ramadhan said:

    assalamualaikum ustadz. .sy ting6al di desa, .kbodohan iman tlah mlanda kami,bhkan bnyak yg tk shalat,tp mengang6ap dirinya islam, .prtanyaan sya,apakah masih diterima taubat mereka jk mereka taubat diusia tua, .pdahal dlm islam 3 kali mening6alkan shalat jum’at sdh trmasuk orang2 munafik, .cntoh lbih detailnya taubat seorang preman.,biasanya mereka tak prnah shalat

    Waalaikumussalam.
    Sesungguhnya Allah senantiasa menerima taubat hambaNya yang bertaubat nasuha, selama nyawa belum sampai ke kerongkongannya. Doa apapun itu, walaupun itu dosa kesyirikan dan meninggalkan shalat.

  28. Mirza Abdi Ikroma said:

    Pak, saya ingin bertanya, bolehkah shalat taubat itu dilakukan setiap hari? terimakasih pak

    Tidak ada tuntunannya dilakukan setiap hari.

  29. pendi said:

    ustad kalau kita penah bersumpah kan kaparat memberi makan 10 0rang miskin yang saya mau tanyakan;
    1.berapa ukuran per org nya
    2.kalau sumpah nya ada beberapa kali dan untuk beberapa masalah boleh ga bayar nya di satuin masud saya,misalkan per orang harus dapat 1 kg tapi karna 2 sumpah maka dapat 2 kg
    terimakasih

    1. Satu porsi standar.
    2. Boleh.

  30. hamba said:

    ustad sy mau tnya. Saya sdh bertobat dan mengucapkan (ya allah hamba tdk akan mengulangi lg jika hamba mengulangi jgn engkau ampuni lagi ) tp sy mengulangi lg. Apa allah msh memaavkan sy?

    Allah memaafkan anda jika anda jujur dlm bertaubat. Adapun ucapan anda itu adalah ucapan yg batil, krn anda tdk berhak mengatur Allah untuk tidak mengampuni anda.

  31. johan said:

    assalamualikum,pak uastad saya mau tanya , ada yang bertanya pada saya , apakah penyakit homo itu bisa di sembuhkan dan adakah amalan khusus ? Mohon pencerahannya

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada penyakit yg tdk bisa disembuhkan dengan izin Allah, apalagi penyakit maksiat. Al-Qur`an adalah obat bagi semua penyakit kemaksiatan. Tidak ada amalan khusus. Namun jika itu berhubungan dengan mental orang itu, maka bantuan psikolog dan selainnya bisa dibutuhkan.

  32. apa aja said:

    apakah sholat taubat bisa dilakukan berjama’ah

    Tidak boleh.