Comments on: Shalat Tahiyatul Masjid http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html Website Para Penuntut Ilmu Agama Fri, 11 Oct 2013 23:03:54 +0000 hourly 1 http://wordpress.org/?v=4.0 By: suroso http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-10042 Thu, 05 Jul 2012 00:56:27 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-10042 jakallah khoir.

]]>
By: muhammad hardiansyah http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-10003 Sun, 01 Jul 2012 05:58:52 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-10003 ass.

bagaimana jika tidak sempat untuk sholat tahiyatul masjid??

terima kasih.
wass.

Maksudnya tidak sempat karena sudah iqomat? Kalau ya, maka tidak ada masalah.

]]>
By: Nento Luki http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-9832 Sun, 17 Jun 2012 14:36:31 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-9832 Ass wwb Pak Ustaz

Sekarang ini banyak pesta yang diadakan di masjid termauk peringatan hari hari bersejarah atau bahkan pernikahan, biasanya jauh dari waktu Sholat, seperti Sebelum Duhur atau sesudah Isa.
Pertanyaan apakah perintah sholat sebelum duduk masuk masjid tetap berlaku?

Terima kasih
Wassalam

Kalau memang bangunan itu adalah tempat dimana biasa orang2 shalat jamaah, maka tetap berlaku tahiyatul masjid.
Tapi jika yang biasa dipakai shalat hanya lantai 2, sementara acaranya di lantai 1 yang notabene memang biasa disewakan, maka lantai 1 itu bukan termasuk masjid, dan tidak berlaku tahiyatul masjid di situ.

]]>
By: penuntut ilmu http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-9431 Tue, 15 May 2012 00:12:05 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-9431 Assalamualaikum ustadz,
pertanyaan saya:
1. Ana belum mendapat kesimpulan, apakah shalat
tahiyatul masjid itu hukumnya sunnah atau
wajib? (Karena dari zhahir haditsnya maka
shalat tahiyatul masjid hukumnya wajib.)
2. Kalau misalnya saya datang antara adzan dan
iqomah shalat dzuhur, lalu shalat sunnah
rawatib 4 rakaat di masjid, apa dia sudah
mewakili tahiyatul masjid?
3. Kalau ana wudhu lalu shalat subuh, bisakah
shalat subuhnya itu diniatkan juga sebagai
shalat sunnah wudhu dan tahiyatul masjid?
(atau kata lainnya mengabungkan niat amalan
sunnah dengan fardhu)

Jazzakumllahu khoiron katsir.

Waalaikumussalam.
1. Tahiyatul masjid hukumnya wajib berdasarkan lahiriah dalil yang ada.
2. Ya, dia sudah mewakili tahiyatul masjid.
3. Insya Allah boleh. Wallahu a’lam.

]]>
By: bila http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-8999 Sun, 15 Apr 2012 04:07:41 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-8999 oh,thaank you

]]>
By: Luthfi http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-8795 Fri, 30 Mar 2012 07:28:31 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-8795 Assalamualaikum Warakhmatullah Wabarakatuh.

“Karenanya suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadits ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat 2 rakaat sebelum duduk.”

Dari komentar Ustadz di urutan ke 9 di atas,
“Waktu terlarang shalat itu hanya berlaku bagi shalat sunnah mutlak. Adapun shalat sunnah yang punya sebab seperti tahiyatul masjid atau shalat sunnah wudhu, maka itu tidak masuk dalam larangan.”. Jika di renungkan antara komentar pertama yang mengatakan sholat tahiyatul masjid bukan sholat sendiri. Berarti pada komentar ke dua menjelaskan bahwa satu-satunya sholat sunnah tidak mutlak(bisa di kerjakan pada waktu terlarang) hanya ada satu, yaitu sunnah wudlu. Apakah benar, Ustadz? Mohon pencerahanya. Terima kasih.

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Maksud kami bahwa ketika masuk masjid lalu shalat 2 rakaat, maka diniatkan sebagai shalat sunnah sebelum duduk, bukan tahiyatul masjid, karena tidak ada shalat yang namanya tahiyatul masjid.
Jadi selain sunnah wudhu, shalat sunnah sebelum duduk di dalam masjid juga termasuk boleh dilakukan.

]]>
By: syahru http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-8792 Fri, 30 Mar 2012 06:28:18 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-8792 Assalamualaikum wr. wbr.
1. Saya pernah melihat beberapa kali, seseorang sholat sunnah (sebelum duduk di masjid), 2 rekaat salam, terus sholat lagi 2 rekaat salam. Bagaimana pendapat uztads?
2. Bolehkah saya sholat sunnah (sebelum duduk di masjid): 2 rekaat salam, terus 2 rekaat salam (dst sesuai keinginan kita)?
Terima kasih..

Waalaikumussalam.
1. Boleh saja. Mungkin 2 rakaat pertama adalah untuk duduk dan dua rakaat setelahnya adalah sunnah mutlak sambil menunggu imam datang.
2. Ya boleh, kalau dua rakaat selanjutnya adalah sifatnya mutlak, sampai imam datang.

]]>
By: naim radin ahmad http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-8429 Fri, 02 Mar 2012 07:35:27 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-8429 APAKAH HUKOM ORANG MEINGGALKAN MASJID DI WAKTU AZAN DI KUMANDANGKAN?

Dia berdosa kecuali kalau memang ada udzur mendesak.

]]>
By: Iskandar http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-7554 Fri, 23 Dec 2011 14:55:50 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-7554 Assalamualaikum wr. wbr.
Saya mau bertanya Ustad
Bahwa tidak ada shalat sunat sesudah shalat ashar, dan adanya waktu terlarang shalat.
Kita ke masjid sebelum waktu maghrib tiba.
Pertanyaan :
Apakah kita boleh duduk didalam masjid padahal kita belum shalat tahiyyatul masjid karena disamping waktu terlarang dan juga sesudah waktu ashar ? Terima kasih atas perhatian dan jawabannya.

Waalaikumussalam.
Waktu terlarang shalat itu hanya berlaku bagi shalat sunnah mutlak. Adapun shalat sunnah yang punya sebab seperti tahiyatul masjid atau shalat sunnah wudhu, maka itu tidak masuk dalam larangan.

]]>
By: achmad http://al-atsariyyah.com/shalat-tahiyatul-masjid.html/comment-page-1#comment-6415 Fri, 21 Oct 2011 12:45:43 +0000 http://al-atsariyyah.com/?p=1926#comment-6415 assalamualaikum, ada pertanyaan lagi ustadz, di artikel diatas dijelaskan bahwa sholat tahiyyatul masjid menjadi satu dengan sholat 2 rekaat apapun dan bid’ah jika menyendirikannya.
1. Berarti misalkan kita mau sholat sunnah rawatib niatnya dalam hati adalah shalat sunnah rawatib dan tahiyyatul masjid dibarengkan?
2. Jika karena suatu keperluan kita bolak-balik keluar masjid dan opsi solat sunnah ternyata sudah kita kerjakan semua (sunnah wudhu,rawatib,dhuha,dll)berarti agar tidak menjadi bid’ah apakah kita harus menggabungkan sholat tahiyyatul msjd dengan solat mutlak atau bisa berdiri sendiri?
jazakallah ustadz

Waalaikumussalam.
Pernyataan bid’ah itu bukan terdapat dalam artikel akan tetapi dalam salah satu komentar. Itupun kami bawakan dari sebagian asatidz, walaupun sebenarnya kami sendiri belum bisa memastikan hal itu dari keduanya alim yang tersebut, wallahu a’lam.
1. Ya, niatnya seperti itu.
2. Tidak perlu, dia cukup meniatkan shalat 2 rakaat sebelum duduk.

]]>