Shalat Id

November 11th 2010 by Abu Muawiah |

5 Dzulhijjah

Shalat Id

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ, لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا
“Nabi -shallallahu alaihi wasallam- melaksanakan sholat iedul fithri sebanyak dua raka’at, namun beliau tidak sholat sebelum dan sesudahnya”. (HR. Al-Bukhari no. 912, 945, 5544 dan Muslim no. 884)
Dari Aisyah radhiallahu anha berkata:
أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كانَ يُكَبِّرُ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى فِي الْأُوْلَى سَبْعَ تَكْبِيْرَاتٍ وَفِي الثّانِيَةِ خَمْساً
“Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertakbir pada shalat idul fithri dan idul adh-ha, pada rakaat pertama 7 kali takbir dan pada rakaat kedua 5 kali takbir.” (HR. Abu Daud no. 1149 dan Ibnu Majah no. 1280)
Dari Abu Waqid Al-Laitsi radhiallahu anhu dia berkata:
كانَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي الأَضْحَى وَالْفِطْرِ بـِ {ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ} و{اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ }
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa membaca dalam shalat idul adh-ha dan idul fithri dengan, “Qaf. Demi Al-Qur`an yang mulia,” (QS. Qaf: 1) dan “Hari kiamat telah dekat dan bulan telah terbelah.” (QS. Al-Qamar: 1) (HR. Muslim no. 891)
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنِّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كان يُصَلِّي فِي الأَضْحَى وَالْفِطْرِ ثُمَّ يَخْطُبُ بَعْدَ الصَّلاةِ
“Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat idul adh-ha dan idul fithri, kemudian beliau berkhutbah setelah shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 957)

Penjelasan ringkas:
Dari dalil-dalil di atas ada beberapa hukum mengenai shalat id, yaitu:
1.    Shalat id tidak mempunyai shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah. Kecuali karena ada uzur lalu shalat id dikerjakan di masjid, maka yang ada hanyalah shalat tahiyatul masjid bagi yang mau duduk.

2.    Shalat id terdiri dari dua rakaat, dimana rakaat pertama dimulai dengan 7 kali takbir dan rakaat kedua dengan 5 kali takbir. Sisanya sama seperti kaifiat shalat seperti biasa.

3.    Disyariatkan membaca surah seteleh Al-Fatihah pada kedua rakaat tersebut dengan suara jahr. Disunnahkan pada rakaat pertama membaca surah Qaf dan pada rakaat kedua dengan surah Al-Qamar. Dan juga telah tsabit bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiah pada rakaat kedua, sebagaimana yang beliau lakukan pada shalat jum’at. Ini berdasarkan hadits riwayat Muslim no. 878 dari sahabat An-Nu’man bin Basyir.

4.    Shalat dilakukan sebelum khutbah id.

Selengkapnya bisa dilihat di sini: http://al-atsariyyah.com/ahkam-shalat-al-idain-3.html

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, November 11th, 2010 at 1:18 pm and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Shalat Id”

  1. ZULEN said:

    asalamualaikum ustat saya mw tanya ustat apakah sholat 5 waktu tidak dikerjakan di hariraya umat islam tidak berdosa,mohon ilmu penjelasan nya ustat

    Waalaikumussalam.
    Jelas dia telah berdosa besar.