Shalat di ruangan tunggu

October 6th 2008 by Abu Muawiah |

Shalat di Ruangan Tunggu

Tanya:
Bolehkah seseorang mengakhirkan shalat subuh dalam kondisi yang tidak mungkin baginya untuk shalat tepat waktu dikarenakan dia berada dalam ruang tunggu keberangkatan di pelabuhan, yang di dalamnya tidak ada air dan waktu shalat telah masuk. Dan apakah boleh bertayammum dalam keadaan seperti itu?

085242658257

Jawab:
Sebelum menjawab, maka kami terlebih dahulu bertanya apakah keadaan yang disebutkan oleh penanya mungkin terjadi?
Karena sepanjang pengalaman kami, jadwal keberangkatan kapal itu sudah ditentukan, bahkan seringnya terundur dari jadwal. Maka dia bisa keluar dari ruang tunggu menuju ke masjid pelabuhan untuk melakukan shalat. Atau kalau di sekitar situ tidak ada masjid, maka dia keluar menuju toilet untuk beruwudhu/atau sanggup membeli air untuk berwudhu, lalu shalat di tempat yang memungkinkan, di dalam atau di luar ruang tunggu.
Kalau dia memperkirakan dia sudah akan berada di atas kapal sebelum waktu subuh habis maka dia boleh mengundurnya agar dia tetap bisa shalat dengan berwudhu.
Pada kedua keadaan di atas, seseorang tidak diperbolehkan untuk bertayammum, karena dia masih tergolong mempunyai/mendapat air.
Kalau pun misalnya kejadian yang penanya sebutkan betul-betul terjadi, yakni seseorang berada di dalam ruang tunggu yang tidak ada air, dia juga tidak bawa air dan tidak sanggup membeli air, dia tidak bisa atau tidak diperbolehkan keluar darinya sejak awal waktu shalat sampai akhirnya. Kalaupun ini terjadi maka hendaknya dia shalat tepat pada waktunya -dan tidak mengundurkannya sampai keluar waktu- dengan menggunakan tayammum. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

فَاتَّقُوْا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian”.
Juga berdasarkan hadits Aisyah -radhiallahu anha- tentang kisah kalungnya yang hilang yang menjadi sebab turunnya ayat tayammum. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- meminta para sahabat untuk mencarinya hingga masuk waktu sholat sedang mereka tidak membawa dan tidak mendapatkan air, sehingga merekapun sholat tanpa berwudhu. Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, October 6th, 2008 at 7:32 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Shalat di ruangan tunggu”

  1. akhwat said:

    assalamu’alaikum
    saya mau menanyakan perihal shalat…
    saya seorang pelajar yang les setiap sore, saya berangkat les jam 02.30 dan pulang 18 lewat
    saya ingin bertanya apakah boleh melakukan shalat ashar digabung dengan shalat zhuhur??? , disekolah memang tersedia tempat shalat tapi saya lebih nyaman melakukan shalat dirumah.
    terima kasih…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak boleh, tetap wajib mengerjakan shalat lima waktu pada waktunya, apakah di tempat les atau di masjid/mushalla dekat situ. Barangsiapa yang mengundurkan shalat sampai keluar waktunya maka dia berdosa dan dianggap telah meninggalkan shalat tersebut dengan sengaja dan tidak ada kewajiban untuk mengqadha`.

  2. Ridhallah said:

    Ass. wr. wb
    saya ingin bertanya…
    saya sering kali mendengar kata-kata “CELAKALAH KAMU DENGAN SHALAT MU”…
    itu maksudnya shalat yang bagaimana…???
    mhon pnjelasannya…
    terima kasih…
    Wassalamu’alaikum. wr. wb

    Waalaikumussalam
    Maksudnya adalah shalat yang orang itu lalai/tidak khusyu’ di dalam shalatnya.