Seputar Nasikah (Aqiqah)

October 3rd 2008 by Abu Muawiah |

Seputar Nasikah (Aqiqah)

Tanya:
1.    Bagaimana bentuk syukur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau dikaruniai seorang anak?
2.    Bagaimanakah hukumnya ‘aqiqah, adakah kemudahan bagi orang yang  tidak mampu?

(Sedah Anuraga)
Samarinda-Kaltim

Jawab :
1.    Adapun cara bersyukur kepada Allah adalah dengan melakukan kewajiban-kewajiban syukur itu sendiri, yaitu: Meyakini dengan hati bahwa nikmat itu datangnya dari sisi Allah, memuji Allah dengan lisannya serta menyebut (menyandarkan) bahwa nikmat tersebut dari Allah, dan menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan.
Di antara bentuk kesyukuran yang sepantasnya dilakukan oleh setiap orang tua secara umum adalah menyambut kelahiran anaknya dengan cara-cara yang sesuai dengan syari’at dan menghindari amalan-amalan yang bertentangan dengannya, seperti adzan dan iqomah di telinga bayi, mengubur ari-ari bayi dengan tata cara tertentu dan selainnya, mengadakan acara kemaksiatan (misalnya musik dan ikhtilath) di tengah acara nasikah, dan selainnya. Di antara cara bersyukur adalah dia memberikan nama-nama yang baik kepada anaknya serta mendidiknya dengan pendidikan Islami yang benar.
2.    Sebelum kami menerangkan tentang hukum nasikah, maka terlebih dahulu kami menegaskan bahwa penamaan acara penyembelihan untuk bayi yang baru lahir dengan nama nasikah lebih utama daripada menamakannya dengan nama ‘aqiqah berdasarkan hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam ditanya tentang ‘aqiqah maka beliau bersabda :
لاَ يُحِبُّ اللهُ الْعُقُوْقَ ، وَكَأَنَّهُ كَرِهَ الْاِسْمَ
“Allah tidak menyukai ‘uquq (asal kata ‘aqiqah) –seakan-akan beliau tidak menyukai nama itu-” (HR. Abu Daud 2842 dan An-Nasa`i (2/188) dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Al-Irwa: 4/392)
Adapun hukum nasikah, ada dua pendapat di kalangan para ulama, ada yang mewajibkan dan ada yang menyatakan sunnah. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan hukumnya sunnah dengan dalil lanjutan hadits ‘Amr bin Syu’aib di atas, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْسَكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَنْسَكْ عَنْهُ، عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ، وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
“Siapa yang ingin mengadakan nasikah untuk anaknya maka hendaklah ia lakukan, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor”.
Sisi pendalilannya adalah: Beliau shallallahu alaihi wasallam mengembalikan masalah nasikah kepada keinginan orang tua sang anak, apakah dia ingin melakukannya ataukah tidak. Seandainya hukumnya wajib, niscaya beliau tidak akan mengembalikannya kepada keinginan seseorang.
Setelah kita mengetahui bahwa hukum dari nasikah ini adalah sunnah, maka tentunya ada keringanan bagi orang yang tidak mampu untuk tidak mengerjakannya, oleh karena itu kita tidak boleh mengatakan kepada seorang yang miskin: “Pergi dan cari pinjaman untuk acara nasikah”.

Adapun bila anaknya lahir pada pertengahan bulan sedangkan dia belum mempunyai uang saat itu, akan tetapi dia akan menerima gajinya pada akhir bulan, maka apakah dia harus meminjam uang dan membayarnya pada akhir bulan atau dia menunggu sampai akhir bulan? Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menyatakan bahwa yang lebih baik adalah dia menunggu sampai akhir bulan lalu melaksanakan nasikah. (Lihat Syarhul Mumti’  : 7/536)

Incoming search terms:

  • aqiqah
  • aqiqah salaf
  • aqiqah salafy
  • apakah aqiqah harus ada pengajian
  • bagaimana jika aqiqah dan mencukur rambut bayi tidak berbarengan apakah masih disunahkan untuk menimbang rambut bayi sedekah dengan emas
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 8:53 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Seputar Anak. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

44 responses about “Seputar Nasikah (Aqiqah)”

  1. Abul Faruq said:

    Bismillah
    Jika sewaktu bayi orang tua tidak sempat melakukan Aqiqoh terhadap anak tersebut, apa yang harus dilakukan orang tua atau anak tersebut?

    Nasikah (aqiqah) bisa dilakukan kapan saja orang tuanya atau dirinya mampu, walaupun dia telah dewasa. Inilah yang difatwakan oleh para ulama dalam Al-Lajnah Ad-Daimah, yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz, wallahu a’lam.

  2. Abu Hafshah singkep said:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz hafizhakallah, tolong beri penjelasan dalil bolehnya waktu nasikah kapan saja yg di fatwakan Al lajnah, supaya kami memiliki hujjah ! JAZAKALLAHU KHAIRAN

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Yang ana ketahui, mereka berdalilkan dengan hadits-hadits umum disyariatkannya nasikah tanpa ada penyebutan hari, misalnya, “Setiap yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya,” tanpa ada penyebutan hari keberapa. Maka ini menunjukkan setiap yang lahir itu disyariatkan untuk dinasikah.
    Sementara hadits-hadits yang menyebutkan pensyariatannya pada hari ketujuh, mereka arahkan kepada afdhaliah (yang lebih utama) atau jika itu memungkinkan, tapi tidak menunjukkan pembatasan hanya pada hari ketujuh. Wallahu a’lam
    Dan ini adalah pendapat yang terarah, karena jika hari ketujuh itu sebagai pembatasan maka berarti tidak boleh menasikah anak pada hari kedelapan, jika misalnya kemarin ada halangan. Jika dikatakan boleh mengadakan nasikah pada hari kedelapan karena ada uzur, maka kita katakan kalau begitu boleh juga menasikah sebulan berikutnya jika ada uzur, dan seterusnya, karena keduanya sama-sama pengunduran dari hari ketujuh. Karenanya bagi yang melarang nasikah setelah dewasa maka dia juga harus melarang nasikah pada hari kedelapan karena keduanya sama-sama pengunduran dari hari ketujuh. Allahumma kecuali jika dia membawakan dalil akan adanya perbedaan hukum antara mengundurkan sehari dengan mengundurkan setahun. Wallahu a’lam.

  3. adi said:

    Assalamu’alaikum wr wb, bagaimana cara walimahnya ustad, atau langsung dibagikan ke tetangga dlm keadaan masak, karena kami kawatir terjatuh pada perkara bid’ah dlm hal walimahnya?

    Waalaikumussalam
    Tidak ada masalah, makanannya mau diantarkan ke tetangga atau dimakan ditempat sama saja. Wallahu a’lam

  4. azwar said:

    Assalammu’alaykum ustadz,

    ana mau tanya apakah sunnah kita mengusap atau mengolesi kepala bayi dengan Za’faron setelah dicukur ? Mohon bimbingannya ustadz, Jazakumullah khairan.

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam kami tidak mengetahui ada dalil akan hal itu, tapi hal itu diperbolehkan.

  5. bosirwan said:

    bro,apa mengazani+mengqomati anak sesaat setelah lahir gak ada dalilnya?kok antum blg itu menyalahi syariat?kalo menyalahi syariat, apakah ada dalil yang menyatakan rosululloh melarang azan+iqomah dan mengubur ari2x yang dibumbui?
    thank
    afwan ane newbi nihhh…

    Bukan tidak ada dalilnya, ada dalilnya tapi semua dalilnya lemah.
    Hukum asal dalam ibadah adalah tidak dikerjakan sampai ada dalil yang menyuruh. Maka dalam hal ini, yang menyatakan disyariatkan hal itu yang dimintai dalil, karena memang pada dasarnya amalan seperti itu tidak ada di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Wallahu a’lam

  6. abul abbas said:

    Afwan, di dalam kitab ahkamul aqiqah karya abu muhammad ‘ishom bin mar’i terbitan maktabah ash shahabah, jeddah, saudi arabia, disebutkan bahwa dilaksanakannya aqiqah (nasikhah) pada hari selain hari ke-7 yaitu 14, 21 merupakan hadits yang lemah, sedangkan hadits tentang Rosululloh shollolloohu ‘alayhi wasallam mengaqiqahi dirinya sendiri adalah hadit yang lemah dan mungkar. lalu bgmn hukumnya melaksanakan aqiqah di luar daripada itu. apakah dengan isyarat dibolehkannya aqiqah diluar hari ke-7, berarti boleh melaksanakan aqiqah dg waktu yang tdak terbatas, sehingga boleh bagi seseorang utk melaksanakan aqiqah tanpa batasan waktu yang telah disebutkan oleh Nabi shollolloohu ‘alayhi wasallam. kalaulah demikian, berarti pendapat yang mengatakan bahwa boleh dilaksanakan nasikhah di luar hari ke-7, menguatkan pendapat yang menyatakan WAJIBnya dilaksanakan nasikhah. dikarenakan, bolehnya melaksanakan aqiqah untuk menebus gadai dari seorang bayi, meski di luar waktu ketentuan yang disyariatkan, padahal aqiqah adl sunnah menurut jumhur dari para ulama’, sbgaimana tuntunan sholat sunnah yang dikerjakan dengan batasan waktu sholat sunnah tsb. Allohu a’lamu bis showwab,, barokallohufykum….

    Sepengetahuan kami, para ulama yang menyatakan bolehnya nasikah setelah hari ketujuh tidak berdalil dengan hadits yang lemah tersebut, akan tetapi mereka berdalil dengan hadits-hadits nasikah yang tidak menyebutkan hari ke7 seperti hadits, “Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya.” Adapun penyebutan hari ketujuh pada sebagian hadits maka mereka tidak memahaminya sebagai pembatasan akan tetapi afdhaliah. Wallahu A’lam.
    Tidak benar jika para ulama yang membolehkan nasikah setelah hari ketujuh melazimkan mereka berpendapat akan wajibnya nasikah. Hal itu karena tidak ada kelaziman di antara keduanya dan keduanya adalah masalah yang berbeda dan mempunyai dalil yang berbeda. Wallahu A’lam

  7. asrul salam said:

    bismillah, ustadz, tolong dijelaskan tentang mencukur rambut yang disyariatkan saat nasikah, soalnya di beberapa tempat di sulawesi sebagian masyarakat mencelupkan rambutnya pada air kelapa muda, barokallahu fiik

    Disyariatkan menggundul rambut bayi sampai habis. Adapun apa yang antum sebutkan maka itu adalah khurafat dan pamali karena biasanya ada keyakinan tertentu pada amalan itu.

  8. asrul salam said:

    adakah dalil yang shahih yang menjelaskan tentang bersedekah dengan nilai perak atau emas yang setara dengan berat rambut bayi tersebut?
    barokallahu fiik

    Yang ada haditsnya adalah bersedekah dengan nilai perak, hanya saja wallahu A’lam tentang keabsahannya.

  9. Abu Muhammad dhany said:

    Assalamualaikum …..
    Ustadz jika seseorang sebelum matinya berwasiat untuk mengaqiqahkan dirinya setelah kematiannya kepada anaknya apakah hal itu patut dilaksanakan ? kalau saran dari ustadz lebih baik seperti apa agar dapat diambil manfaat untuk orang tua yang telah meninggal yang telah berwasiat untuk mengaqiqahkan dirinya . Jazakallahu khairan wa barakallahu fikum

    Waalaikumussalam
    Wallahu A’lam, kami tidak mengetahui ada dalil yang membolehkan dan kami juga tidak mengetahui ada ulama salaf yang pernah mengamalkannya.

  10. Achmad said:

    Bismillah,

    Ustadz, yg dimaksud dgn nasikah apakah hanya menyembelih kambing ataukah termasuk juga pencukuran rambut dan pemberian nama?

    Jika yg dimaksud adalah hanya penyembelihan kambing, apakah hukumnya mencukur rambut bayi dan apakah juga boleh ditunda setelah hari ketujuh?

    Jazakallaahu khairan.

    Wallahu a’lam, lahiriah hadits-hadits yang ada, aqiqah itu adalah penyembelihan kambing. Adapun pemberian nama maka itu bisa dilakukan sejak hari pertama. Sementara menggundul rambut sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh. Wallahu a’lam

  11. Achmad said:

    Jazakallaahu khairan ya Ustadz atas jawabannya.

    Kemudian apakah hukumnya menggundul rambut bayi, apakah wajib ataukah mustahab?

    Dan apakah dibolehkan memberi nama dengan nama ajam seperti Nayla, Nabila, Rudi dan semisalnya?

    Barakallaahu fiika.

    Hukumnya sunnah.
    Naylah dan Nabila itu bahasa Arab dan mempunyai arti jadi bukan termasuk ajam. Kalau rudi, jelas itu ajam. Kalau masalah boleh, ya boleh saja. Tapi sebaiknya menggunakan nama yang Islami dan mengandung makna yang baik.

  12. Achmad said:

    Afwan ustadz,dalam qamus mahmud yunus ana lihat Naylah artinya adalah “barang yg ditemukan”.. Apakah baik untuk dijadikan nama?

    Dan apakah boleh kita membuang ta’ marbuthoh-nya semisal Nayla, Fathima, ‘Aisya, Amina, dsb?

    Jazakallaahu khairan

    Kalau dihilangkan jadi nggak ada artinya. Sebaiknya memilih nama yang baik maknanya.

  13. ibue nana said:

    Assalamu’alaikum ustadz.

    Semoga Allah melimpahkan kebaikan dan ketenteraman untuk kita semua. Amin

    Mau tanya nih ustadz,
    (1) Dalam menjawab pertanyaan Akhi Azwar Said tentang pengolesan minyak Za’faron, ustadz menjawab bahwa tidak diketahui dalilnya, walaupun tidak diketahui dalilnya tapi hal itu diperbolehkan.
    Yang saya tanyakan, mengapa adzan di telinga bayi dan mengubur ari-ari dilarang (makruh/haram?)? Padahal menurut penelusuran dan penelitian ustadz, keduanya sama-sama tidak ada dalilnya yang shahih. Sebagaimana kasus meminyaki kepala dengan za’faron juga tidak ada dalilnya.

    (2)bolehkah mengubur ari-ari di dekat rumah tanpa ritual-ritual tertentu? Yakni, hanya dikubur begitu saja lalu diberi batu di atasnya sebagai penanda.

    Syukron atas jawabannya dan bimbingan ustadz.

    Waalaikumussalam.
    1. Dua masalah ini berbeda. Masalah meminyaki kepala asalnya adalah masalah dunia, sehingga tidak mengapa melakukannya kecuali jika ada dalil yang melarang. Sementara azan adalah ibadah, tidak boleh dikerjakan sampai ada dalil yang memerintahkan.
    Adapun mengubur ari-ari, itu adalah hal yang diperbolehkan dan boleh dikubur dimana saja selama tanpa ada ritual dan keyakinan tertentu.

  14. abu sulaiman said:

    bismillah. ustadz, ana adalah salah satu orang yang hingga hari ini belum melaksanakan nasikah atas diri ana, jika hukum nasikah itu sunnah muakkadah, maka mana yang lebih didahulukan antara nasikah ataukah berkurban diharai raya ied adha? barokallohufiika

    Wallahu a’lam, sebaiknya dahulukan nasikah terlebih dahulu.

  15. abu sulaiman said:

    bismillah, maaf ustadz apabila dana yang tersedia hanya bisa membeli satu ekor kambing saja bagaimana? sehingga didahulukan kurban dulu? apa sah kurban nya?

    Ya, syah.

  16. rudi hermawan said:

    assalamualaikum
    bismillah, ustad untuk masalah nasikah yang berdekatan dengan waktu idul adha. mana yang lebih utama
    1. berkorban pada saat idul adha atau
    2. apabila berkorban pada idul adha dikhawatirkan tidak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan nasikah pada saat hari ketujuh.

    untuk masalah menimbang rambut, berapa banyak jumlah perak yang harus dikeluarkan?dan kemana harus disalurkannya?

    Waalaikumussalam.
    Jika dikhawatirkan rezki untuk nasikah belum tentu ada lagi dalam waktu dekat, maka lebi utama jika dia melaksanakan nasikah terlebih dahulu. Wallahu a’lam.
    Peraknya tergantung berat timbangan semua rambut bayi yang dicukur. Lalu hasilnya disedekahkan kepada fakir dan miskin.

    jazakumullah khoiran katsiron

  17. Rusmin Mulyadi said:

    Assalamualaykum ustadz,
    Saya ingin menanyakan beberapa hal:
    1. Bagaimana tatacara nasikah itu sendiri dari awal hingga akhir (apakah dimulai dengan memotong kurban hingga mencukur) dan siapa saja yang boleh mencukurnya.
    2. Bisakah dipisah hari antara memotong hewan nasikah dengan bercukur.(contoh: mencukur hari ke-7 dan memotong hari ke-8 atau mana yang lebih dulu?
    3. Bagaimana hukumnya meng-nasikahkan anak angkat yang sudah sesusu dgn anak saya. anak angkat ini saya ambil sejak umur 3bulan krn orangtuanya tidak mampu untuk menghidupinya dan belum aqiqah hingga hari ini(umur 1tahun)

    wassalam,

    Waalaikumussalam.
    1. Sepanjang pengetahuan kami -wallahu a’lam- tidak ada dalil yang mengurutkan ritual nasikah, karenanya boleh dimulai dengan yang paling mudah dilakukan, wallahu a’lam. Yang mencukurnya boleh siapa saja, asalkan dia mahir melakukannya sehingga tidak melukai bayi.
    2.Boleh saja insya Allah, tapi lebih baik jika dilakukan pada hari yang sama.
    3. Boleh saja, nasikah ini tidak harus dilakukan oleh orang tua kandungnya.

  18. Abu Said said:

    Assalamualaikum,

    Apakah nasikah dan ibadah kurban dapat digabung dalam satu pelaksanaan. Misal : seorang bapak yang melakukan penyembelihan seekor kambing dengan niat akikah untuk anak perempuannya sekaligus ibadah kurban. ?
    Syukron Ustadz, Jazakallahu Khairan

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, karena kedua jenis ibadah ini berdiri sendiri sehingga tidak bisa digabungkan niatnya.

  19. Firas said:

    Assalamualaikum
    ustadz,kalo sudah dewasa trus ingin melakukan nasikah apakah harus mencukur habis rambutnya jg kemudian bersedekah seberat rambutnya itu?harga perak 1gram berapa sih?
    Jazakallahu khairan

    Waalaikumussalam.
    Wallahu A’lam kelihatannya tidak perlu, karena itu hanya dilakukan jika nasikahnya kepada anak bayi. Silakan tanya ke penjual emas dan perak mengenai harga sekarang.

  20. ibnu ashar said:

    Bismillah. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ana mau bertanya mengenai nama kunyah. Abi seorang mu’alaf yang bernama Sihar (dalam bahasa batak berarti sinar/cahaya), dan memiliki nama islam “Ashar” (yang tidak pernah digunakan). Yang mau ana tanyakan :
    1. Apakah dibenarkan pemberian nama islam dalam syariat ketika seseorang masuk islam?
    2. Bolehkah ana memakai nama kunyah ibnu ashar? karena ana pernah cek di internet, kata ashar berasal dari bahasa hebrew (ibrani) yang berarti “diberkati Tuhan”

    Jazakumullahu khairan

    1. Ya disyariatkan, jika namanya mengandung makna yang kurang baik.
    2. Kalau boleh, ya boleh saja jika maknanya memang kebaikan. Wallahu A’lam

  21. Rifa'i said:

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz, mana yang lebih utama antara melaksanakan nasikah untuk anak yang sudah berumur lebih dari 7 hari atau bahkan lebih jauh dari itu dengan melaksanakan nasikah untuk diri sendiri? mengingat diri sendiri pun belum di aqiqahi.

    Waalaikumussalam.
    Wallahu A’lam, mengaqiqah diri sendiri dahulu baru kemudian anak, tapi jika mampu maka dia kerjakan bersamaan.

  22. firda said:

    siapa saja yang boleh memakan daging aqiqah?orangtua dari bayi itu apa boleh

    Ya, boleh.

  23. habibi said:

    Assalamu’alaikum..
    maaf ustadz ijinkan saya bertanya
    1. haruskah mencukur habis rambut bayi perempuan ? kalo harus kapan ?
    2. bagaimana sih nabi muhammad mencontohkan untuk memperlakukan bayi ? apa dan bagaimana?
    3. anak saya perempuan insya Allah namanya maulaa nadzifatu assyifa. atau maulaa naszifatussyifa mana yang lebih bagus ustadz?
    terimakasih atas jawaban nya..
    semoga Alla melimpahkan rahmat pada kita semua.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak harus, tapi sunnahnya seperti itu. Pada hari ketujuh kelahirannya.
    2. Wah, ini pembahasannya luas sekali. Insya Allah ditempat lain.
    3. Keduanya boleh, tapi sebaiknya tanpa kata ‘maula’ yang artinya penolong. Karena Maula kita hanyalah Allah Ta’ala.

  24. Irwan Setiawan said:

    sy punya 2 anak laki-laki, blm nasikah. sy sendiri & istri jg blm nasikah, shg kalo ditotal seandainya ada rejeki sy hrs memotong 7 ekor kambing. Bisakah diganti dg 1 ekor sapi?

    Tidak boleh. Dalil menyebutkan kambing, sehingga tidak boleh diganti dengan hewan lain walaupun harganya lebih mahal.

  25. sari said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,

    Saya berencana mau mengadakan aqiqah untuk anak lelaki saya tp ibu mertua saya ingin acara tersebut disatukan dengan memperingati satu tahunnya alm. Bapak mertua saya..apakah itu gpp? Trs nanti akan rencananya akan dibagikan souvenir berbentuk sajadah kecil, dmn dibelakang sejadah itu terdapat tulisan “memperingati 40 hari sekaligus aqiqah anak saya dan mengenang 1 tahun wafatnya alm bapak mertua”..apakah gpp itu pak ustadz?

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya tidak digabungkan. Karena acara memperingati kematian bukanlah amalan yang sesuai dengan sunnah.

  26. fajar arif kes said:

    bismilah ustad saya mta diperjelas masalah azan di telinga dan mencukur rambut boleh dak toh….dan bila di kerjakan bidah dak mksih wasslam.

    Mencukur rambut disyariatkan, sementara azan di telinga bayi, tidak ada hadits shahih yang menunjukkan disyariatkannya. Karenanya sepatutnya tidak dikerjakan.

  27. budy setiaji said:

    Bismillah
    Ustadz, dalam pelaksanaan Nasiqoh hingga selesai (cukur rambut,sedekah,pemberian nama,dll) adakah do’a2 atau bacaan yg sesuai syari’at yang dapat dibacakan dlm pelaksanaannya?
    Wassalam

    Wallahu a’lam. Setahu kami tidak ada.

  28. ade said:

    Assalamualaikum ust..
    1.boleh Saya minta penjelasan step2 nya aqiqah yg sesuai syari’atnya.. Dalam penyembelihan kambing/domba, dan saat pencukuran rambut bayi.

    2.Apakah boleh penyembelihan kurban di luar kota,sdgkan istri,suami dan sang anak ada di kota lain.kami tdk menyaksikan penyembelihan.tp kami berniat utk sedekah.

    3.Apakah benar, pencukuran rambut bayi harus dicukur habis? Sampai bnr2 botak.?

    Syukron ustad..

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak ada urutan, bebas mau kerjakan mana dahulu.
    2. Boleh saja insya Allah.
    3. Tidak harus tapi memang sunnahnya seperti itu.

  29. tao said:

    assalamualaikum,,
    maaf ustadz,biasanya di udel bayi masih ada sisa ari ari yang belum lepas, nah setelah lepas kemanakah sebaik nya sisa ari2 yg lepas itu di simpan,di kubur, di buang? yg katanya gini gitu klo menurut orang tua, apakah ada tata caranya dalam membuang/ mengubur/ menyimpan mhn penjelasanya pak ustadz

    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Dikubur saja, tidak ada ritual tertentu dalam hal ini.

  30. gazali said:

    Bismillah
    ustadz didalam nasikah, apakah kambing disembelih harus jantan atau betina?
    Jazakumullahu khair

    keduanya boleh, tidak ada ketentuan.

  31. arfan said:

    asalamualaikum..ustadz ..
    mau tanya daging aqiqah sebaiknya di bagikan mentah ato sudah matang…apa boleh bila hasil daging qiqah mentah diberikan plus masakan udah jadi seperti syukuran …

    Waalaikumussalam.
    Keduanya boleh saja insya Allah.

  32. neni said:

    Assalamualaikum wr wb mau tya pak ustad, bpk sy kmren mengadakan aqiqah gabungan dengan saudara ibu saya mereka berjumlah 7 orang dan di belilah sapi untuk 7 org tersebut, apakah bisa menggantikan kambing dengan sapi? Apakah syah aqiqah yg mereka lakukan / sia2 atw bgamana sya minta penjelasannya . Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak syah. Dalil aqiqah menyebutkan kambing atau yang semacamnya (domba), karenanya tidak bisa diganti dengan yang lain. Wallahu a’lam.

  33. hendro said:

    assalamualaikum wr.wb..ustadz ana mau tanya saya mempunyai 2 orang putra..3 tahun dan satu tahun..bolehkah saya mengggabungkan aqiqahnya dan bolehkan saya membeli masakan jadi untuk dibagikan untuk niat aqiqah tsb..mohon penjelasannya.terima kasih.wassalamualaikum.wr,wb

    wa’alaikum salam warahmatullah wabarakaatuh.

    Jika digabungkan maka disunnahkan anda menyembelih empat ekor kambing, tapi itu tidaklah harus.
    Tuntunan syariat menjelaskan dengan menyembelih bukan “membeli masakan jadi”. wallahu Ta’ala A’lam (MT)

  34. anna said:

    assalamualaikum..ustadz…anna mau tanya, apa saja syarat sah aqiqah? bolehkah meng-aqiqahi anak sementra ortu masih punya hutang( kredit rmh)?
    terimakasi. wassalam..

    Waalaikumussalam.
    Syarat syah aqiqah adalah syarat syahnya sembelihan kambingnya. Boleh, walaupun masih ada hutang.

  35. Abu Fayyadh said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,

    InsyaAllah istri ana akan melahirkan 1 bulan lagi, dan insyaAllah dianugerahi anak laki-laki, mohon doa agar persalinan lancar.

    Ana mau bertanya,

    1.Apakah boleh menyerahkan penyembelihan kambing kepada pihak ‘jasa aqiqah’ yg saat ini banyak terdapat disekitar kita? (biasanya mereka membantu menyembelih kurban hingga ke penyajiannya (dalam bentuk box), jadi kita hanya membayar biaya paket yang mereka tetapkan)

    2. Apakah nama Muhammad Fawwaz mengandung arti yang baik?

    Syukron atas jawabannya, jazakallahu khair

    Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    1. Insya Allah boleh, tidak ada masalah.
    2. Baik. Maknanya: Orang yang terpuji lagi sangat beruntung.

  36. Abu Husain Abdullah said:

    Assalamu’alaikum ustadz..
    Ana sewaktu kecil belum di nasikah. nah insyaallah dlm wktu dekat, istri ana melahirkan jd rencana mau dibarengkan saja..
    Tapi yg jd kebingungan kami, yg membeli kambing utk nasikah diri ana sendiri apakah ortu ana krn baru skrg punya dananya, ataukah uang ana sendiri? shg kalau uang ana sendiri, ortu ana akan menasikahkan dirinya sendiri jg…
    mana yg lebih afdhol ustad? jzklh khair

    Waalaikumussalam.
    Yang mana saja boleh. Karena aqiqah adalah ibadah maliyah (harta), jadi bisa dibayarkan oleh orang lain. Wallahu a’lam.

  37. dwi paramita ayu said:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Ustad, alhamdulillah anak pertama saya telah melaksanakan nasikah pada usianya yg ke 7 hari, tentu termasuk memberi nama. Akan tetapi tad, kepala nya tidak kami gunduli hanya di gunting sebagai simbolis, dikarenakan pihak dari keluarga suami juga meminta untuk melaksanakan aqiqah. Pertanyaan saya apakah boleh melakukan aqiqah dua kali? Karena setahu saya tidak boleh. Dan apakah benar pelaksanaan nasikah yang telah saya dilakukan pada hari ketujuh tersebut belum sesuai karena tidak ada acara pengajian dan pembacaan ayat-ayat alquran untuk bayi? Mohon penjelasannya ustad agar tidak salah dalam melangkah.
    Wassalamualaikum.wr.wb.

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, hanya saja yang menjadi aqiqah sebenarnya adalah yang pertama. Dan selanjutnya hanya dihukumi sedekah memberikan makan kepada orang lain. Wallahu a’lam.
    Tidak benar. Tidak disyariatkan adanya pengajian dan pembacaan Al-Qur`an pada acara seperti ini. Justru seharusnya hal itu tidak dilakukan.

  38. bolovon said:

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh.ma’af pak ustadz,misalnya daging Nasikah itu kita berikan berupa matangnya sesuai dg yg di anjurkan,apakah cukup di hidangkan begitu saja atau kita hidangkan layaknya selamatan/kenduri”ada yg memimpin do’a”sebelum makan.mohon penjelasannya.terima kasih,Wassalamualaikum wr.wb

    Waalaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh
    Intinya memberi makan, jadi cukup dihidangkan saja, jangan sampai memaksakan diri, apalagi ditambahi pakai doa-doa segala.

  39. yusuf said:

    assalamualaykum, ustad saya mau bertanya anak lelaki saya belum sempat di nasikah,apakah nasikah masih bisa dilakukan utk anak lelaki saya yg sudah meninggal di usia 6 tahun? syukron ustad, wassalam

    admin:
    waalaikumussalam.
    ya, insya Allah masih bisa. Setiap bayi yg lahir tergadaikan dgn aqiqahnya, sementara anak anda sdh terlahir ke dunia ini. Wallahu a’lam

  40. Rusmin Mulyadi said:

    Assalamualaikum ustad,
    syukran katsiran atas jawaban pertanyaan ana sebelumnya. Yang ana mw tanyakan lagi, apakah ada petunjuk bagaimana ritual pemberian nama bayi pada hari ke-7. Ditempat saya mayoritas orang2 melafazdkan nama anaknya disaat kambing hendak disembelih. apakah itu mengikuti sunnah..?

    wassalam,

    Waalaikumussalam.
    Cara seperti itu tidak ada sunnahnya, jadi seharusnya ditinggalkan.

  41. Faisal said:

    السلام عليكم…

    ana mw tny ttg makna dalil “setiap yg lahir tergadai dengan aqiqohnya”, tergadai dari apakah yg d maksud dlm hadits ini? Jazakallohu Khoiron

    Ada beberapa penafsiran, di antaranya:
    1. Aqiqah itu wajib, sebagaimana wajibnya seseorang membayar hutang dan mengambil kembali barang yang dia gadaikan.
    2. Keselamatan anak itu dr keburukan, ditentukan dengan aqiqahnya.
    3. Anak bagaikan barang gadaian, dimana seseorang tdk bisa menikmati barangnya kecuali jika seseorang sudah membayar hutangnya. Maka demikian halnya, orang tua tidak bisa sempurna berbahagia dengan nikmat berupa anak kecuali setelah dia mengaqiqahinya.
    4. Dan ada beberapa penafsiran lainnya.

  42. Abdullah said:

    Assalamualaikum ustadz,

    Bagaimakah tata cara, atau runtutan acara nasikah atau aqiqah?
    misal: saat tamu2 sudah hadir dirumah, bagaimanakah acara selanjutnya? apakah perlu bayinya dikeluarkan? lalu apakah bayinya perlu dihadirkan kesemua orang untuk dicukur rambutnya? atau bagaimana? mohon penjelasannya..

    Waalaikumussalam.
    Tata cara nasikah cukup menyembelih kambing dan mencukur habis rambut bayi. The end
    Kebanyakan acara tambahannya tidak berdasar, jadi jangan merepotkan diri sendiri dengannya.

  43. amir said:

    Assalamu’alaykum,

    Ustadz, apakah ada do’a2 khusus untuk penyelanggaraan nasikah dan waktu penyembelihan hewan?
    bagaimana hukumnya mencukur rambut bayi kemudian menimbangnya dan bersedekah seberat perak sesuai dengan berat rambutnya tadi?

    Jazakumullahu khaira..

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada doa khusus ketika itu.
    Para ulama menyatakan sunnahnya.

  44. abu abdillah said:

    bismillaah.. bolehkan menyembelih kambing nasikah pada hari ke 6? mengingat jika disembelih hari ke 7 akan terlambat disantap siang oleh para tamu. dan bagamana dgn pemberian nama AINUNJARIYAH? apakah sdh bagus dan apakah tdk trmasuk nama yg mngandung 2 kata? syukrm

    Boleh saja, tapi lebih baik lagi kalau disembelih hari ke-7, trus acara makan2nya keesokan harinya.
    Maknanya bagus: Mata air yg mengalir.