Seputar Hewan Kurban

November 12th 2010 by Abu Muawiah |

6 Dzulhijjah

Seputar Hewan Kurban

Allah Ta’ala berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ
“Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darahnya (hewan sembelihan), akan tetap yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
ضَحَّى رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُما بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفاحِهِما
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyembelih dua ekor domba yang sangat putih lagi bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri. Beliau membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau di bagian samping kedua domba tersebut.” (HR. Muslim no. 1966)
Dari Abu Burdah radhiallahu anhu:
أَنَّهُ ضَحَّى قَبْلَ الصَّلاةِ. فَقالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : تِلْكَ شَاةُ لَحْمٍ. فَقالَ: يا رسولَ اللهِ، إِنَّ عِنْدِي جَذْعَةٌ مِنَ الْمَعَزِ؟ فَقالَ: ضَحِّ بِها وَلاَ تَصْلُحُ لِأَحَدٍ غَيْرَكِ. ثُمَّ قالَ: مَنْ ضَحَّى قَبْلَ الصَّلاةِ فَإِنَّما ذَبَحَ لِنَفْسِهِ وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Bahwa dia pernah menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat id. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Itu adalah kambing daging (sembelihan biasa).” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, saya masih mempunyai satu kambing yang telah genap berumur 2 tahun.” Beliau bersabda, “Sembelihlah ia (sebagai pengganti), tapi keringanan ini tidak bisa dilakukan oleh selainmu.” Kemudian beliau bersabda, “Siapa saja yang menyembelih sebelum shalat maka itu sesungguhnya dia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan siapa saja yang menyembelih setelah shalat maka sembelihannya telah sempurna dan sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Muslim no. 1961)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَذْبَحُوْا إِلاَّ مُسِنَّةً, إِلاَّ أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَاذْبَحُوا جَذْعَةً مِنَ الضَّأْنِ
“Janganlah kalian menyembelih (domba/biri-biri) kecuali yang musinnah (sudah berumur 2 tahun), kecuali jika kalian sulit mendapatkannya maka sembelihlah domba yang berusia al-jadza’ (yang berumur setahun).” (HR. Muslim no. 1963)

Penjelasan ringkas:
Menyembelih hewan pada hari idul adh-ha atau yang biasa disebut udh-hiyah adalah amalan yang disyariatkan berdasarkan ayat di atas dan juga firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34)

Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam banyak hadits menerangkan mengenai hukum-hukum dan adab-adabnya. Di antaranya:
1.    Disunnahkan seseorang menyembelih sendiri hewan kurbannya.

2.    Disyariatkan membaca basmalah dan takbir sebelum menyembelih. Adapun membaca basmalah maka hukumnya adalah syarat syah sembelihan, sementara takbir adalah sunnah.

3.    Disunnahkan berbuat baik kepada hewan yang akan disembelih, di antaranya dengan cara membaringkannya sehingga mudah disembelih.

4.    Waktu dimulainya sembelihan secara umum adalah setelah shalat id. Karenanya siapa saja yang menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat id maka sembelihannya hanya dihukumi sembelihan biasa dan tidak syah sebagai udh-hiah.

5.    Khusus untuk domba dan biri-biri, tidak boleh menyembelih yang usianya kurang dari dua tahun. Kecuali jika tidak ada maka baru ketika itu boleh menyembelih yang usianya telah genap setahun. Demikian yang diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah sebagaimana dalam Al-Ikhtiyarat (hal. 120).

Hukum-hukum lainnya secara lebih detail bisa dilihat di sini: http://al-atsariyyah.com/ahkam-al-udhhiyah-sembelihan.html dan di sini: http://al-atsariyyah.com/ahkam-al-udhhiyah-2.html

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, November 12th, 2010 at 1:48 pm and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Seputar Hewan Kurban”

  1. emoel said:

    bismillah..

    sebuah jamaah berkurban 2 ekor sapi., kulit 2 ekor sapi tsb ditukar dengan 1 ekor kambing. kemudian semua daging 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing tsb dibagikan. bagaimana hukumnya..?

    jazakumullohu khoiron..

    Waalaikumussalam.
    Apapun tujuannya, bagian-bagian hewan kurban tidak boleh diperjualbelikan. Wallahu a’lam.

  2. minadzulumati ila nur said:

    apakah boleh menamakan hewan kurban dg nama pulan bin pulan atau sbgnya.bolehkah seorang yg kurban memakan daging kurbannya.

    Keduanya boleh.