Ritual Islami di Kuburan

May 31st 2010 by Abu Muawiah |

16 Jumadil Akhir

Ritual Islami di Kuburan

Dari Buraidah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنِّيْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا
”Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” (HR. Muslim no. 977)
At-Tirmizi menambahkan:
فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ
“Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat”.
Dari Buraidah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan mereka (para sahabat) -jika mereka keluar menuju pekuburan- untuk membaca:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
“Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”. (HR. Muslim no. 974)
Dari Abu Martsad Al-Ghanawi radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَجْلِسُوْا عَلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تُصَلُّوا إِلَيْهَا
“Janganlah kalian duduk diatas kuburan dan jangan melakukan sholat padanya”. (HR. Muslim no. 972)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَأَنْ يَجْلِسَ أَحُدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
“Seandainya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api hingga (bara api itu) membakar pakaiannya sampai mengenai kulitnya itu adalah lebih baik daripada dia duduk di atas kuburan”. (HR. Muslim no. 971)

Penjelasan ringkas:
Ziarah kubur adalah salah satu sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau sendiri telah mengamalkannya, memerintahkannya, dan juga mengabarkan bahwa dia bisa mengingatkan negeri akhirat. Hal itu karena seorang manusia yang berakal, jika dia melihat tempat dimana dia kelak akan berakhir di dunia ini, tidak diragukan dia akan menjadi zuhud terhadap dunia dan dia akan beralih untuk memikirkan bagaimana dia mempersiapkan dirinya untuk kehidupannya yang kekal di akhirat. Apakah dia akan masuk ke dalam surga ataukah dia akan terjatuh ke dalam neraka.

Karenanya, Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur. Dimana di antara lafazh salamnya adalah pengakuan bahwa dia juga akan bernasib sama seperti orang yang sedang dikubur tersebut.

Di antara hukum-hukum yang berkenaan dengan kuburan adalah:
1.    Disunnahkan untuk menziarahinya setiap kali seseorang ingin mengingat kematian dan akhirat. Hanya saja hukum ini hanya berlaku bagi lelaki. Adapun wanita maka mereka dilarang untuk melakukan ziarah kubur berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu’:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam melaknat wanita-wanita peziarah kubur”. (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah)

2.    Tidak boleh mengkhususkan hari-hari tertentu untuk ziarah kubur, karena anjuran Nabi shallallahu alaihi wasallam di atas bersifat mutlak dan umum.

3.    Mengucapkan salam kepada penghuni kubur dengan lafazh yang terdapat dalam hadits Buraidah yang kedua di atas.

4.    Dilarang duduk di atas kuburan.

5.    Dilarang menginjak kuburan. Jika duduk di atasnya saja dilarang maka tentu saja menginjaknya jauh lebih terlarang.

6.    Dilarang masuk ke dalam kompleks pekuburan dengan menggunakan sandal.  Hal ini berdasarkan hadits Basyir bin Khashashiah dia berkata: Ketika Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan diantara kubur dengan mengenakan sandal, maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda, “Wahai pemilik (yang memakai) sandal celakalah engkau  mengetahui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya.” (HR. Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah)

8.    Dilarang shalat menghadap ke kuburan, sebagimana dilarang shalat di masjid yang di bagian dalamnya ada kuburan.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, May 31st, 2010 at 3:28 am and is filed under Muslimah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Ritual Islami di Kuburan”

  1. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, bolehkah ziarah kubur sambil membaca yasin & mendo’akan org yg dikubur? Amalan apa yg sebaiknya dilakukan pada waktu ziarah kubur? Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh membaca Al-Qur`an di kuburan, baik itu surah yasin maupun selainnya. Mendoakan orang yang dikubur boleh saja, tapi lebih utama kalau dikerjakan di masjid dan pada waktu-waktu mustajabah. Amalan yang dilakukan saat ziarah adalah sesuai dengan tujuannya: Untuk mengingat kematian dan akhirat.