Puasa-Puasa Sunnah

September 12th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email

03 Syawal

Puasa-Puasa Sunnah

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Siapa yang berpuasa ramadhan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim no. 1164)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Pada hari senin dan kamis semua amalan diperhadapkan (kepada Allah), karenanya saya lebih suka jika amalanku diperhadapkan ketika saya sedang berpuasa”. (HR. At-Tirmizi no. 747)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata:
أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dengan shalat witir terlebih dahulu”. (HR. Al-Bukhari no. 1981 dan Muslim no. 721)

Penjelasan ringkas:
Puasa termasuk ibadah yang paling utama, dan di antara rahmat Allah adalah Dia tidak menjadikan puasa ini terbatas pada waktu tertentu. Bahkan Allah Ta’ala mensyariatkan puasa ini setiap saat sebagai suatu amalan tambahan yang disunnahkan (puasa sunnah mutlak). Walaupun demikian, Allah Ta’ala tetap menjadikan adanya beberapa hari yang jika seseorang berpuasa padanya maka dia mendapatkan pahala yang lebih dibandingkan berpuasa pada hari-hari lainnya. Di antaranya adalah puasa 6 hari di bulan syawal, puasa setiap hari senin dan kamis, serta puasa 3 hari setiap bulannya.

Incoming search terms:

  • puasa sunah mutlak
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, September 12th, 2010 at 5:56 am and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Puasa-Puasa Sunnah”

  1. Mawardi said:

    Kalau boleh saya bertanya, Apa saja dalil-dalil tentang puasa mutlak? Teman saya ngomong, yang disyariatkan adalah puasa nabi Daud (berselang-seling), sementara puasa mutlak tidak ada syariatnya. Mohon penjelasannya. Terima kasih sebelumnya.

    Dalil-dalil umum tentang disyariatkannya memperbanyak puasa. Silakan baca di artikel ‘keutamaan berpuasa’.

  2. Aryo said:

    assalamualaikum ustad

    saya mau bertanya, apa boleh jika berpuasa hari senin sampai rabu? dan apa benar jika saya puasa dari hari senin saya tidak boleh berhenti puasa pada hari rabu, melainkan harus berhenti di hari kamis?
    terima kasih

    Wassalamu’alaikum warahmatullah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Puasa yang disunnahkan dalam sepekan adalah 2 hari, puasa hari senin dan hari kamis. Hari yang lain secara umum terserah dia mau puasa atau tidak.