Puasa Enam Hari Syawal
September 27th 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Puasa Enam Hari Syawal
Puasa enam hari di bulan syawal merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam, dimana dia merupakan pelengkap yang mengikuti puasa ramadhan. Dan puasa ini juga sebagai pembuktian apakah kita mendapatkan jenjang ketakwaan yang mejadi target dari puasa ramadhan ataukah tidak. Dimana di antara ciri wali-wali Allah -yang tidak lain adalah orang-orang yang bertakwa- adalah mengerjakan semua amalan yang sunnah setelah mengerjakan semua amalan yang wajib. Karenanya hendaknya seorang muslim mengamalkan puasa sunnah ini setelah dia mengamalkan puasa wajib ramadhan.
Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتَّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa ramadhan kemudian mengikutikan kepadanya enam hari dari syawal maka itu nilainya seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
Hal itu karena satu kebaikan bernilai 10 kali lipat, sehingga puasa 30 hari ramadhan bernilai 300 hari puasa, dan 6 hari syawal bernilai 60 hari puasa sehingga totalnya 360 hari yang sama dengan setahun. Hal ini diutarakan oleh Imam Ash-Shan’ani dalam As-Subul (4/157)
Berikut beberapa permasalahan yang sering dipertanyakan dalam masalah ini:
1. Apakah puasa syawal harus dimulai pada tanggal 2 syawal?
Jawab: Tidak harus, puasa syawal bisa dimulai kapan saja selama dia bisa menyelesaikan 6 hari puasa itu di bulan syawal. Walaupun tidak diragukan bahwa menyegerakan pengerjaannya itu lebih utama berdasarkan keumuman dalil untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan dan dalil yang menganjurkan untuk tidak menunda amalan saleh.
2. Apakah dipersyaratkan keenam hari puasa syawal ini harus dikerjakan secara berturut-turut?
Jawab: Hal itu tidak dipersyaratkan bahkan boleh mengerjakannya secara terpisah-pisah selama masih dalam bulan syawal. Walaupun sekali lagi, mengerjakannya secara berurut itu lebih utama berdasarkan keumuman dalil yang kami isyaratkan di atas.
Ini adalah mazhab Asy-Syafi’iyah, Al-Hanabilah, dan selainnya, dan ini yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Ibnu Al-Utsaimin, dan Syaikh Muqbil -rahimahumullah-.
3. Apakah puasa enam hari dibulan syawal boleh dikerjakan sebelum mengerjakan puasa qadha` -bagi yang mempunyai tunggakan di bulan ramadhan-?
Jawab: Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini, hanya saja lahiriah hadits Abu Ayyub di atas menunjukkan bahwa puasa syawal hanya disunnahkan bagi orang yang sudah selesai mengerjakan puasa ramadhan yang jumlahnya 29 atau30 hari. Sementara orang yang mempunyai qadha tentunya puasanya kurang dari 29 hari maka dia diharuskan menyelesaikan dulu ramadhannya baru kemudian mengerjakan puasa syawal.
Dari sudut tinjauan lain, puasa qadha` adalah wajib sementara puasa syawal adalah sunnah, dan tentunya ibadah wajib lebih didahulukan daripada ibadah yang sunnah.
Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikh Ibnu Baz dan Ibnu Al-Utsaimin -rahimahumallah-. Lihat Asy-Syarhul Mumti’ (6/468)
Jika ada yang bertanya: Bagaimana dengan ucapan Aisyah, “Saya pernah mempunyai kewajiban puasa ramadhan, lalu saya tidak bisa untuk mengqadha`nya kecuali sampai datangnya sya’ban.” Bukankah ini menunjukkan Aisyah -radhiallahu anha- berpuasa syawal sebelum mengqadha`, karena qadha’nya dikerjakan di sya’ban tahun depannya?
Jawab: Dalam ucapannya tidak ada sama sekali keterangan yang menunjukkan kalau beliau mengerjakan puasa syawal, maka ucapan beliau tidak boleh ditafsirkan seperti itu. Karenanya sebagian ulama mengatakan bahwa Aisyah -radhiallahu anha- tidak mengerjakan puasa-puasa sunnah karena beliau sibuk mengerjakan ibadah yang jauh lebih utama dibandingkan puasa-puasa sunnah tersebut, yaitu kesibukan beliau melayani Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-. Dan tidak diragukan bolehnya meninggalkan sebuah amalan sunnah untuk mengerjakan amalan sunnah lain yang lebih besar pahalanya dibandingkan amalan sunnah yang pertama.
Inilah jawaban yang tepat dalam rangka memadukan antara hadits Abu Ayyub dengan ucapan Aisyah di atas, wallahu a’lam.
4. Bagi yang mengerjakan mulai berpuasa syawal pada tanggal 2 syawal dan dia kerjakan berturut-turut. Apakah pada tanggal 8 syawal ada lagi perayaan, yang dinamakan oleh sebagian orang dengan lebaran ketupat?
Jawab: Tidak ada hari raya dalam Islam kecuali dua hari id dan hari jumat, karenanya membuat hari raya baru yang tidak ada tuntunannya dalam syariat adalah perbuatan yang bid’ah yang bertentangan dengan agama.
Demikian beberapa masalah seputar puasa syawal yang bisa kami bahas pada kesempatan ini, wallahu a’lam bishshawab.
Incoming search terms:
- puasa syawal
Related posts:
This entry was posted on Sunday, September 27th, 2009 at 5:42 pm and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








September 29th, 2009 at 4:26 am
السلام عليكم
Ana mau nanya ttg sholat malam di luar romadhon,apakah boleh dikerjakan secara berjama’ah?
جزاك الله خيرا
October 1st, 2009 at 12:12 am
Jazakallahu khairon atas jawabannya. Bagaimana kalau kita sholat malam berjamaah bersama istri di rumah,apakah ada sunnahnya? Baarokallaahu fiikum
November 10th, 2009 at 2:38 am
Assalamu’alaikum
1. Ustadz ana nanya seputar puasa sunnah. mohon dijelaskan tingkatan-tingkatan keutamaan puasa sunnah dari yang paling utama, utama dan seterusnya.
2. Kalau puasa syawwal, asyuro, atau arafah jatuh pada hari senin atau kamis. sedangkan pada hari itu juga ada puasa senin-kamis. mana yang lebih utama kita kerjakan?
3. Bolehkah kita memadukan puasa arafah dengan puasa senin-kamis. Satu puasa dengan niat 2 amalan?
January 4th, 2010 at 5:35 am
Assalamu’alaikum.. ustadz, apakah ada puasa sunnah setiap tgl 13,14&15 hijriyah? mohon dijawab dg dalil2 yg shahih. barakallah fikum, Jazakumullah khairan katsiir.. wassalam
September 16th, 2010 at 1:58 am
[...] Rizal said: [...]
September 22nd, 2010 at 1:30 am
Assalamu’alaikum
Ustadz, Mana yang harus didahulukan/diutamakan, safar mengunjungi orang tua selepas lebaran (adat) atau puasa 6 hari syawwal (sunnah)? Jazakumullahu khair
November 15th, 2010 at 2:42 am
assalamu’alaikum
pa ustadz,
apakah jika ada puasa ramadhan yang batal (karena haid) dan akan menggantinya pada bulan lain, misalnya hari senin pada bulan muharam.
yang saya tanyakan:
Bolehkan niat puasa kita di gabung (niat bayar puasa ramadhan thn lalu pd senin dan pada bulan ramdhan-ada 3 niat puasa dalam 1 hari tersebut)
Sah kah puasa dan 3 niat itu?
Terima Kasih
Wassalamu’alaikum
November 18th, 2010 at 4:22 am
Ustadz, bagaimana jika ada beberapa kali puasa yang sudah di lakukan dengan 3 niat tersebut karena blm tau hukumnya?
apakah harus mengulang puasa qadha nya?
November 22nd, 2010 at 5:38 am
bagaimana jika ada yang mengangap puasa dengan niat tersebut di bolehkan ( Karena, saya juga pernah dengar di perbolehkannya beberapa niat dalam 1 hari puasa )
January 12th, 2011 at 7:21 pm
assalammu`alaikum
ustad ane mau nanya nih kalo kita puasa senin kamis tapi hari senin nye gak puasa hanya hari kamisnya aja apa itu di perbolehkan ? mohon pencerahan nya ustad
terima kasih
wasalammu`alaikum
September 4th, 2011 at 5:38 am
Assalamu’alaykum..
afwan…ustadz ana mau bertanya tentang hadist berikut:
“Barangsiapa yang berpuasa ramadhan kemudian mengikutikan kepadanya enam hari dari syawal maka itu nilainya seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
ana pernah baca bahwa hadist ini juga diriwayatkan oleh abu dawud, at-tirmidzi, dan ibnu majah.
apa itu benar ustadz?
kalo memang benar kenapa ustadz hanya mencantumkan nama imam muslim saja sebagai periwatnya?
September 5th, 2011 at 7:26 pm
adakah boleh puasa enam disertakan niat dengan puasa qhodo’ ramadahan?apakah dalilnya?
September 5th, 2011 at 10:57 pm
assalamualaikum ustad
puasa syawal kan yg disunahkan hanya 6 hari..
bagaimana hukumnya bila saya masih ingin terus berpuasa setelah lewat dari puasa 6 hari di bulan syawal?
terimakasih
wassalamualaikum
September 7th, 2011 at 8:31 am
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Jika seseorang memiliki hutang puasa Ramadhan yang banyak, jika mendahulukan qadha’ puasa, maka tidak ada kesempatan baginya untuk berpuasa syawwal, bolehkah dia mendahulukan puasa syawwal Tadz?
Jazaakallaahu khairan.
October 14th, 2011 at 6:00 am
Assalamualaikum…
Ustadz saya mau tanya,, bagaimana hukumnya menggabungkan 3 niat puasa sunnah sekaligus karena waktunya tiba berbarengan dalam 1 hari yang sama,,misalnya puasa senin kamis ,puasa daud, puasa 3 hari tiap bulan terjadi dalam hari yang sama,,apakah boleh digabung??atau 2 puasa saja maksimal yang boleh??
Wassalamualaikum…
November 3rd, 2011 at 6:48 pm
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ust. mau nanya…Alhamdulillah sy rutin menjalankan puasa senin kamis…tahun ini tgl 10 dzulhijjah jatuh pada hari minggu tgl 6 November 2011…apakah boleh sy menjalankan rutinitas sy utk puasa senin kamis pada tgl 11 dzulhijjah??