Posisi Makmum Jika Shalat Berdua

November 12th 2011 by Abu Muawiah |

Posisi Makmum Jika Shalat Berdua

Tanya:
assalamualaikum ustadz.
mau nanya ni masalah posisi makmum kalau hanya satu orang apakah sejajar dg imam atau lebih mundur.dan kalau datang lagi satu orang makmum masbuk dimana posisinya ,apakah disebelah kiri imam atau di belakang
lendi
salamselamat27@yahoo.co.id

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Jika yang shalat hanya berdua, maka makmum berdiri tepat di sebelah kanan imam, tidak perlu mundur sedikit. Ini tentunya berlaku jika keduanya adalah lelaki atau keduanya adalah wanita. Adapun jika si makmum adalah wanita, maka wanita harus berdiri di belakang imam.

Dalil bahwa makmum harus berdiri tepat di sebelah kanan imam jika mereka hanya shalat berdua adalah:

Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:

بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ نَامَ حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ قَالَ خَطِيطَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi shalat ‘isya kemudian kembali ke rumah dan shalat sunnat empat rakaat, kemudian beliau tidur. Saat tengah malam beliau bangun dan shalat malam, aku lalu datang untuk ikut shalat bersama beliau dan berdiri di samping kiri beliau. Kemudian beliau menggeserku ke sebelah kanannya, lalu beliau shalat lima rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian tidur hingga aku mendengar suara dengkur beliau. Setelah itu beliau kemudian keluar untuk shalat (shubuh).” (HR. Al-Bukhari no. 656)

Imam Al-Bukhari rahimahullah memberikan judul bab terhadap hadits di atas:

بَابُ: يَقُوْمُ عَنْ يَمِيْنِ الإمامِ بِحِذائِهِ سَواء إِذا كانا اثْنَيْنِ

“Bab: Makmum berdiri tepat di samping kanan imam jika mereka hanya shalat berdua.”

Incoming search terms:

  • posisi saft suami istri
  • posisi sholat berdua istri
  • sholat berjamaah hanya 2 orang
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, November 12th, 2011 at 10:17 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

21 responses about “Posisi Makmum Jika Shalat Berdua”

  1. abu fawwaz said:

    assalamu’alaikum. tanya, keif jika ada makmu kedua datang ketika imam dan makmum shalat berjama’ah hny dua orang? apakah makmum pertama mundur dan memposisikan dirinya dengan makmum kedua? atokah makmum kedua berdiri disamping kanan makmum pertama? wal ‘ilmi ‘indallah.

    Waalaikumussalam.
    Yang pertama, yaitu makmum pertama mundur. Karena posisi sejajar ini hanya berlaku jika mereka shalat berdua.

  2. Aris said:

    Assalamu’alaykum.
    Ustadz, ana ingin bertanya, ketika sholat saat pertama kali bertemunya kedua pengantin, bacaannya(alfatihah & surat pendek) dikeraskan atau di-siir-kan?

    Berikutnya, jika datang makmum ketiga, maka agar makmum pertama mundur itu bagaimana stadz? Karena setau ana menepuk pundak makmum pertama -kebiasaan khalayak- untuk mundur itu sesuatu hal yg mengganggu sholat.

    jazaakumullaahu khairan

    Waalaikumussalam.
    1. Yang nampak dari amalan sahabat yang ada adalah disirrkan.
    2. Kalau sekedar menepuk, insya Allah tidak menganggu. Atau kalau tidak, dia bisa berisyarat dengan suara atau menyuruh dia mundur. Karena dibolehkan berbicara kepada orang yang sedang shalat, selama itu tidak mengganggu.

  3. Abu Zaid said:

    Bismillah, apa yang makmum kedua lakukan jika makmum pertama tidak mundur ke belakang karena tidak mengetahui ada makmum kedua datang?

    Makmum kedua bisa memberikan isyarat kepada makmum pertama agar dia mundur, baik dengan perbuatan maupun ucapan.

  4. Muhammad Fauzi said:

    assalamu’alaikum Wr Wb.
    Mohon ma’af, tapi ada sebagian ulama’ berpendapat, yang bila shalat berdua makmum harus di belakang, karena, yang namanya shalat berjamaah, Imam harus di depan makmum, mohon penjelasannya, kurang lebihnya mohon ma’af.
    Wassalamu’alaikum, Wr Wb.

    Waalaikumussalam.
    Mungkin lebih baik jika disebutkan ucapan ulamanya dan dalilnya jika ada.

  5. Abu Zaid said:

    Bismillah, Ustadz mau tanya kalau shalat jama’ah sudah selesai tapi masih ada makmum yang menambah kekurangan shalatnya, apakah saya menjadikan makmum tersebut jadi Imam atau saya membuat jamaah baru bersama orang-orang yang tertinggal shalat berjamaah?

    Sebaiknya membuat jamaah sendiri bersama orang-orang yang belum shalat. Wallahu A’lam

  6. daru said:

    assalamu’alaikum Wr Wb.
    ustad mau tanya klo kondisinya musholanya
    agak sempit,dan hanya bisa 1 shaaf saja..
    Apakah boleh dalam kondisi itu makmum semuanya berdiri di samping imam smua stad?
    Jazakallah

    Waalaikumussalam.
    Ya boleh saja.

  7. zulian said:

    Bismillah. Assalaamu’alaykum, afwan ustadz, bagaimana jika sholat berdua antara suami dan istri, apakah istri tetap berada di belakang? …mohon dalilnya. jazakumullohu khoyron

    Waalaikumussalam.
    Ya, berdasarkan keumuman dalil yang menyebutkan bahwa shaf para wanita itu berada di belakang laki-laki.

  8. Aris said:

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, Selama ini saya kalau jama’ah berdua selalu mundur sedikit di sebelah kanan imam. Apakah boleh? Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Itu menyelisihi tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Seharusnya sejajar kalau memang keduanya laki-laki.

  9. Abu muthmainnah said:

    Bissmillah.

    Afwan ustad mohon penjelasannya :

    1. Untuk pertanyaan no.1 diatas tentang apa dalil bolehnya berbicara atau memberi isyarat kepada orang yang lagi sholat

    2. Untuk pertanyaan no.2 yakni sholat pertama kali ketemunya dua pengantin, apakah ini hanya perlakuan sahabat ataukah ada dalil dari istri-istri rasulullah bahwa rasulullah pernah melakukannya kepada istri-istrinya ?
    Jazakallahu khoiran

    1. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
    أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُنْطَلِقٌ إِلَى بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَتَيْتُهُ وَهُوَ يُصَلِّي عَلَى بَعِيرِهِ فَكَلَّمْتُهُ فَقَالَ لِي بِيَدِهِ هَكَذَا
    “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengutusku dalam keadaan beliau bertolak pergi ke bani al-Mushthaliq, lalu aku mendatanginya dalam keadaan beliau shalat di atas untanya. Lalu aku mengajaknya berbicara, lalu beliau berkata dengan memberikan isyarat tangannya demikian.” (HR. Muslim no. 840)
    Dari Suhaib bin Sinan radhiallahu anhu dia berkata:
    مَرَرْتُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَرَدَّ إِشَارَةً
    “Aku melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara beliau dalam keadaan shalat, lalu aku mengucapkan salam kepadanya, dan beliau menjawabnya dengan isyarat.” (HR. Abu Daud no. 790)

    2. Wallahu a’lam, yang kami ketahui hanya ada atsar dari 2 atau 3 orang sahabat. Tidak ada hadits yang marfu’ dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

  10. Ahmad Fauzy said:

    Assalamu’alaikum. ustadz,afwan saya mau tanya.
    Saya pernah shalat masbuq, ketika imam salam saya menyempurnakan shalat saya yang kurang 1 rakaat. Tiba-tiba ada seseorang memepuk pundak saya dengan maksud dia menjadikan saya sebagai imam. sementara posisi saya berada di tengah-tengah makmum masbuq lain yang juga sedang menyempurnakan shalatnya. saya bingung dan akhirnya saya tetap pada posisi saya dan saya mengeraskan suara takbir intiqal saya. sedangkan orang tersebut dibelakang saya menjadi makmum saya. yang saya tanyakan apakah yang saya lakukan itu benar atau salah? kalau salah, maka tindakan yang benar seharusnya seperti apa? apakah saya perlu mengulang shalat saya?

    Waalaikumussalam.
    Apa yang anda lakukan insya Allah sudah benar, tidak ada masalah.

  11. arif said:

    bgaimanan posisi makmum dan imam apabila kita makmum dengan orang selain faham…..

    maksudnya jika kita NU sama orang yang selain NU-
    tetapi kita tidak mengetahui bahwa orang tersebut tidak sama islamnya dengan kita????????

    tlong ea,,,,,,,,,

    Posisi shalat tetap sama seperti biasa, tidak terpengaruh oleh bedanya pendapat dan mazhab, selama semuanya masih muslim.

  12. Anggi said:

    Afwan ustadz, ana masih kurang paham tentang shalat berjamaah antara suami istri apakah posisi istri (makmum) tepat di belakang suami, ataukah di belakang dan agak kearah kanan atau kiri?
    Jazakallah…

    Tepat di belakang suami. Yang sejajar di samping kanan itu kalau sesama lelaki atau sesama perempuan.

  13. eki said:

    afwan ustadz, saya pernah mendengar bahwa ketika shalat berjamaah, makmum wanita berdiri di belakang makmum laki-laki. Sementara kalau kita lihat ketika shalat ied di istiqlal, laki-laki dan perempuan berdiri sejajar di belakang imam, laki-laki dan perempuan hanya dibatas dengan hijab sehingga laki-laki mengisi bagian kanan dan perempuan mengisi bagian kiri. Apakah itu tepat ustad. Kalau memang tepat, dalilnya apa?

    Itu salah, tidak boleh jamaah wanita sejajar dengan lelaki.

  14. Muhammad said:

    As’kum Utz,
    Sekiranya sholat berjemaah bersama isteri dan kami tidak mempunyai cukup ruang dibelakang, dimanakah posisi isteri. Adakah disebelah kanan atau disebelah kiri?
    Wassalam :)

    Kalau memang tidak cukup, maka shalat sendiri sendiri saja.

  15. rosa said:

    Maaf ustad, msh masalah shalat berjamaah suami istri, jika tempat nya tidak memungkinkan untuk makmum (istri) berada tepat di belakang suami (misalnya kondisi kamar yg sempit), bagaimana ?
    Trimakasih

    Shalat sendiri sendiri saja.

  16. beny said:

    Mau tanya, Jika kita niat Sholat Sunah, ketika Sholat Sunah berlangsung, ada seseorang yang menepuk punggung kita. Sebagai tanda dai menyuruh kita melakukan Sholat Fardu berjamaah. Bagaimana yang harus kita lakukan?
    Terima kasih….

    Lanjut saja shalatnya seperti biasa, tidak perlu ada yang dirubah.

  17. dessy said:

    assalammualikum ustad, saya mau tanya jikalau sholat berjamaah bersama keluarga, suami (Imam), 1orang anak laki2, saya (istri) dan 1 anak perempuan, dimana posisi berdiri kami?

    terimakasih ustad

    Waalaikumussalam.
    Anak lelaki tepat sejajar di samping kanan imam, dan wanita (dewasa maupun anak2) berada di belakang imam.

  18. heru ariawan said:

    Assalamualaikum,
    Saya mau tanya posisi masbuk di shaf 2 seorang diri apa di tengah atau sebelah kanan / kiri tks mohon dalilnya Wass

    Waalaikumussalam.
    Pembentukan shaf, baik shaf 1,2, maupun 3, dst, semuanya dimulai dari tengah, tepat di belakang imam.

  19. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, kalau kita akan bermakmum pada seorang yg posisinya menempel tembok sebelah kanan (tidak ada ruang bagi kita untuk disebelah kanannya);dimana sebaiknya posisi kita?
    Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Hendaknya berdiri di sebelah kirinya. Ini jawaban dari Syaikh Abdurrahman Al-Mar’i hafizhahullah.

  20. Fahruroji said:

    Assalamu’alaikum,
    Akhi, bagaimana jika sholat berjamaah di masjid, sedangkan ada jamaah masbuk yang tidak kebagian shaft pertama sehingga harus membentuk shaft ke2, dan saat itu dia sendiri, dimanakah posisinya ?? Apakah disebelah kanan shaft, atau ditengah sejajar imam ?

    Repeat me akhi, ASAP. . :)

    Waalaikumussalam.
    Di tengah, sejajar dengan imam.

  21. Tika said:

    Asalamualaikum ustadz..
    Saya mau tanya jika solat berjamaah dengan sesama wanita lagi posisinya bagaimana ya???
    Dan imamnya it seorang perempuan…
    Terimakasih..

    Waalaikumussalam.
    Imamnya berada sejajar dengan shaf pertama.