Perceraian, Halal Tapi Dibenci

October 3rd 2011 by Abu Muawiah |

Perceraian, Halal Tapi Dibenci

Imam At-Tirmizi rahimahullah berkata (1863): Katsir bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami (dia berkata): Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Mu’arrif bin Washil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ
“Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian.”

Takhrij:
Ini adalah hadits yang lemah dengan dua sebab:
1.    Terjadinya idhthirab (kegoncangan) dalam sanadnya. Dimana terkadang hadits ini diriwayatkan dengan sanad di atas (Mu’arrif dari Muharib) dan terkadang diriwayatkan dengan sanad Mu’arrif dari Al-Wadhdhah dari Muharib, yaitu dengan tambahan Al-Wadhdhah di antara Mu’arrif dan Muharib.
2.    Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Khalid dan Isa bin Yunus dari Ubaidillah bin Al-Walid Al-Wushafi dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2018 dan Ibnu Adi dalam Al-Kamil (1/236).
Dan riwayat mursal inilah yang lebih dikuatkan oleh Abu Hatim dengan ucapannya, “Yang benarnya adalah dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal.” (Ilal Ibni Abi Hatim: 1/431)

Hadits ini mempunyai dua syahid (pendukung) tambahan yaitu:
1.    Ad-Dailami meriwayatkan dari Muhammad bin Ar-Rabi’ (dia berkata): Ayahku menceritakan kepada kami dari Humaid bin Malik dari Mak-hul dari Muadz bin Jabal dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:
إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الطَّلاَقَ، وَيُحِبُّ الْعِتَاقَ
“Sesungguhnya Allah membenci perceraian dan mencintai pembebasan budak.”
Hadits ini juga lemah dengan dua sebab:
1. Humaid bin Malik dihukumi dha’if (lemah) oleh Yahya bin Ma’in dan Abu Zur’ah.
2. Mak-hul tidak mendengar hadits ini dari Mu’adz sehingga sanadnya munqathi’ (terputus).

2.    Ad-Dailami juga meriwayatkan dari Muqatil bin Sulaiman dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا أَحَلَّ اللهُ حَلاَلاً أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ النِّكَاحِ، وَلاَ أَحَلَّ حَلاَلاً أَكْرَهَ إِلَيْهِ مِنَ الطَّلاَقِ
“Tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia cintai daripada pernikahan. Dan tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia benci daripada perceraian.”
Waki’ dan selainnya berkata tentang Muqatil, “Mereka menghukuminya sebagai pendusta.”

[Diringkas dari Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah (7/140) (9/406) dan Irwa` Al-Ghalil (7/106) karya Al-Albani rahimahullah]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, October 3rd, 2011 at 10:47 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

25 responses about “Perceraian, Halal Tapi Dibenci”

  1. zed sanad said:

    lantas hadits yang shahih tentang cerai yang mana ustadz?. Syukron. Jazaakumullahu khoiron.

    Tentang apa? Tentang bolehnya atau tentang makruhnya?

  2. ummahat anonim said:

    yg shahih kan ada di alqur-an ttg masalah talaq/cerai. lalu kisah ttg perceraian zainab bintu jahsin dg. zaid bin haritsah membuktikan cerai itu dibolehkan dan nabi shallallahu alayhi wasallam tdk membenci apa yg dilakukan zainab dan zaid tsb..Allahu a’lam. mhn koreksinya jk salah

    Ya, itu betul.

  3. abuzaenal said:

    assalamualaykum,ustad…

    ana mau tanya, bagaimana jikalau kita sudah menikah, dan istri kita berkomunikasi / membina hubungan secara diam-diam dengan seorang pria lain…apakah ana berhak mentalaq begitu terbukti kebenarannya? kemudian bolehkah suami mengecek barang-barang istri, misal HP, dalam rangka membuktikan kebenarannya bahwa dia “selingkuh” ?
    dan apa yang harus dilakukan oleh seorang suami yg sudah mempunyai rasa curiga terhadap istrinya, terutama jika kecurigaannya tersebut terbukti kebenarannya ?

    jazakumulloh khoir untuk jawabannya ustad

    Waalaikumussalam.
    Jika memang sudah terbukti maka suami berhak mentalak istrinya, karena Islam telah melarang untuk menikahi wanita atau lelaki yang masih mencintai orang lain. Silakan baca artikel ‘Adab-Adab Melamar Pinangan’.

  4. dienulhaq said:

    Assalamu’alaikum. wr. wb
    Afwn Ust. ana mw tnya, apabila ada seorng lelaki menikahi seorng wanita krn terpksa (krn didesak oleh wnta trsebut dgn brbagai alasan, krn wanita itu sngt mncintainya)kmudian lelaki trsbt trpksa menikahinya krn kasihan, kmudian stelah menikah lelaki itu kecewa dgn akhlaq istrinya dn dia merasa selama ini tlh dibohongi(krn selama proses khitbah dst.. ada yg ditutup tutupi oleh wanita trsebt, trkait kondisi keluarganya, dll) dn kemudian lelaki ini tdk bs hidup dgn wanita itu krn akhlaqnya yg kurang baik, juga krn tdk adanya muru’ah pd wanita trsebt,dn sedikitnya rasa malunya juga tdk bs mnjaga izzah suaminya ditambah akhlaq keluarga besar wanita trsbt yg juga krng baik, apakh boleh lelaki trsbt menceraiknnya?
    Jazakallah Ust. atas jawabnnya, afwan agk pnjang, smg Ust. selalu berada dlm lindungan Allah, amiin.

    Waalaikumussalam.
    Talak/cerai adalah hak suami. Maka jika dia memandang perlu melakukannya maka silakan dia lakukan.

  5. ridho said:

    Aslamkm Ustadz,

    Bagaimana hukumnya jika keluarga besar saya memaksa saya untuk menceraikan istri saya, karena mereka tidak menyukai keluarga istri saya?

    Anda tidak boleh mengikuti keinginan mereka jika memang anda masih mencintai istri anda.

  6. ranti diyah said:

    Assalamualiakum.wr.wb

    Saya menikah sudah 3 tahun dan selama itu pula saya selalu bertengkar dengan suami mengenai masalah rumah tangga.Dan yang menjadi pokok permasalahan suami saya selalu berbohong mengenai keuangan misalnya gaji.Suami bilang kalo belum gajian padahal menurut teman sekantornya sudah dan hal ini berlangsung terus menerus.Jika saya bertanya terus suami marah marah berkata kasar dan kata kata jorok semua keluar dari mulutnya.Padahal sebenarnya yang saya inginkan bukan uangnya tapi kejujurannya karena saya saat ini masih bekerja. Salahkah saya jika ingin mengakhiri pernikahan ini Ustad karena saya sudah lelah dan hanya fokus membesarkan anak saya.Dan satu lagi keluarga besar saya memang menganjurkan saya untuk berpisah dengan suami saya. Tolong petunjiknya PAk Ustadz

    Waalaikumussalam.
    Wallahu A’lam, kalau menurut kami pribadi, alasan di atas belum cukup kuat secara syar’i bagi wanita untuk meminta cerai. Karena suami berbohong atau marah kepada istri itu dalam rumah tangga adalah hal yang kerap terjadi (walaupun bukan berarti itu dibenarkan). Jadi yang kami anjurkan adalah banyak2 bersabar dan berbicara dari hati ke hati dengan suami mengenai masalah yang dialami. Sampai suatu saat ada alasan syar’i yang membuat dia boleh menggugat cerai, baru dia lakukan. Akan tetapi semoga Allah Ta’ala memperbaiki hubungan anda berdua, amin.

  7. BT said:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya mau sedikit curhat mungkin ustadz bs kasih pendapat mengenai pernikahan kami, dan mungkin bisa memberikan solusi yang terbaik.

    Singkat kata kami menikah setelah 6 bln saling mengenal (cukup cepat). karena mnrt saya saya tidak ingin lama berpacaran tp tidak jelas akhirnya. seperti hubungan saya sebelumnya. dan sekarang usia pernikahan kami baru 1,2 tahun.

    1. Setelah menikah istri menjadi sangat posesif, pencemburu total. karena terkena macet telat sampai rumah malah dibilang jalan sama perempuan lain. padahal dulunya dia tidak seperti itu. dulu istri merupakan orang yang sangat pengertian, tp setelah menikah dia menjadi diktator.

    2. Setelah menikah saya tidak bisa lagi kerja lembur karena istri mengharuskan saya menjemput setelah pulang kerja, saya sdh coba komunikasikan dengannya mengenai ini, dia blg ya boleh ajah kalau mau lembur. tp hasilnya nihil setiap saya lembur di kantor, tlp saya selalu berdering menanyakan pulang jam brp hampir setiap 10 menit.

    3. Setelah menikah saya tidak lagi bisa bersilaturahmi dengan kawan2 saya kawan2 smp, sma, kuliah, komunitas motor dan mobil, karena istri selalu berfikiran negatif, seperti “mind reader” dia selalu beranggapan tmn2 saya adalah sumber masalah. pdhl mereka yang memberikan jalan agar kami bisa menikah. dan hingga sekarang saya tidak lagi dapa berkumpul dengan kawan2 saya walau hanya 1 jam dalam sebulan. Bahkan contact list tlp pun sdh tidak ada kawan2 saya lagi semua dihapus, Facebook saya harus di delete, email, nomer telepon diganti, pin bbm tiap hari di cek, kalau ada nambah org ditanya siapa, kenal dmn, ada urusan apa add pin bb. Bgitu juga dgn nomer telepon.

    4. Sudah lebih 3 kali dia memukul dan melempar saya dengan benda di rumah, dan berusaha melukai dirinya sndiri dengan membenturkan kepala ke kaca atau ke tembok dan semenjak saya mengalami perlakuan ini, saya sangat tidak respek sm istri. karena terus terang saya sangat sakit hati dengan perlakuan dia. walaupun skrg sdh tidak pernah lagi krn saya selalu menghindari pertengkaran. dan saya lebih banyak diam dan mengikuti kemauannya. krn saya sdh sangat malas untuk berdebat dan bertengkar, krn dia selalu merasa paling benar dan merasa lebih pintar. mungkin krn dia lulusan UI dan saya hanya lulusan universitas swasta dan tidak terkenal. dan dia bekerja di BUMN sedangkan saya hanya bekerja di Bank Swasta dengan gaji yang tentunya lebih rendah dari dia.

    Mohon saya diberikan pencerahan mengenai permasalahan saya ini. Saya takut melakukan kesalahan yang berakibat fatal, krn saya juga takut istri melakukan hal2 yang membahayakan dirinya sendiri apabila saya meminta perceraian.

    Jazakumullahu Khairan Katsiran.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Semuanya terserah anda, anda sebagai suami dan di tangan andalah keputusan rumah tangga, anda mau menceraikan itu adalah hak anda -walaupun jelas akan ada resikonya- dan jika anda bersabar maka itu adalah keutamaan dan pahala. Ada baiknya anda meminta bantuan dari mertua untuk menasehati istri, atau hal-hal lain yang mungkin bisa meluluhkan hatinya untuk memahami anda. Karena suami tentunya lebih paham mengenai watak dan kepribadian istrinya. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki hubungan pernikahan anda, amin.

  8. tika said:

    assalmualaikum ustad. saya menikah sdh 5th.dr awal prnkhn saya mslh sering sekali datang.ga tau knp suami maki2 saya dgn prktaan yg sgt kotor sampe2 klo dia mrh pasti di mukulin saya.baru2 ini dia marah gara2 facebook, dia cemburu lantarn bnyk tmn2 laki2 d FB saya. tp demi Alloh saya ga prnh slingkuh dlm bntk apapun.saya cm tny kbr aj krn sdh 10th ga brtmu.tp mlh suami blang ke saya klo dia mau meninggalkn saya tp dia ga blg menceraikan. itu bagaimana hukumnya ustad?

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya anda berhenti dari bermuamalah dengan lelaki di fb, karena itu adalah hak suami melarang anda. Dan selama tidak ada ucapan cerai atau yang semcamnya, maka talak itu belum jatuh.

  9. Faisal Matsanni said:

    assalmualaikum ustad, istri saya mengakui telah berzina dengan teman smp/sma nya (cinta pertamanya), tapi dia juga sangat sayang sama saya dan keluarga, kami sudah punya anak besar2 2 org (satu sdh menikah)dan saya juga sangat mencintainya, karena kami sudah menikah selama 30 th tanpa ada permasalahan, maaf istri saya sudah monopaus, dia cantik dan menarik, boleh kah saya pertahankan pernikahan kami?, dengan referensi (1)alasan cerai itu dibenci Allah,(2) QS 4 -129, QS 66-6 dan banyak ayat yg serupa

    Waalaikumussalam.
    Jika anda memaafkannya dan dia juga sudah bertaubat, maka sama sekali tidak ada alasan anda menceraikannya.

  10. Dila Saraswati said:

    assalmualaikum ustad,
    saya sudah menikah 29 th, tapi 5 th terakhir ini suami saya kena diabetes sehingga tidak bisa menafkahkan batin pada saya, apakah saya bisa minta cerai pada suami saya
    Tks sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    Secara hukum Islam maka boleh saja insya Allah.

  11. Ida farida said:

    Assalamualaikum
    ustadz saya sdh menikah hmpir 12thn.dlu sya sgt mncintai suami tnp sya tahu latar blkg akhlak dn aqidahnya.stelah mnikah saya tahu smuanya.dia jarang sholat malah sering mninggalkan sholat.dia tidak puasa,tdk pernah mngaji.dan yg paling berat adlah suami bersekutu dgn mhluk2 gaib,dia mngamalkn ilmu2 pengasih,penglaris,dsb.sring mmbuat sajen/suguhan untuk mncapai ssuatu maksudnya.terlebih lg,suami jg memiliki benda2 sbagai jimat.suami tdk mndidik dan mbimbing anak2 dan jg saya sbagai istrinya.sprti mnyuruh sholat,puasa,ngaji,,dll
    semakin lama saya merasa tidak nyaman dgn khidupan rumah tangga kami yg sprti itu.skrg anak2 saya smakin tdk trkontrol,dr tingkah laku dn kebiasaan mereka.
    Saya mohon penjelasan ustadz,
    saya ingin berpisah dari suami,bolehkah ustadz?

    Waalaikumussalam.
    Jika demikian keadaannya maka seharusnya anda menggugat cerai kepada suami, agar anda bisa menyelamatkan agama anda dan anak-anak anda.

  12. Ida farida said:

    Assalamualaikum
    ustadz,
    saya mengucapkn bnyak terima kasih atas jwabannya.slama ini saya bingung karena dari kluarga saya tidak ada yg peduli dgn hal2 yg sudah saya jelaskn.
    Sekali lagi terima kasih
    wassalamualaikum

  13. sofia said:

    assalamualaikum wr wb,
    ustatd,sy sdh menikah 6 tahun,suami sy mualaf,tp blm mau juga untuk menjalankan kewajiban2an sbg muslim. mau sholat cm magrib,isya&jumatan. dia juga tidak mau mempelajari ttg islam. sy sekarang merasa tidak nyaman&lelah klo hrs membimbing dia trs. apalagi sekarang sy serumah dgn mertua yg non muslim yg setiap hari mendengarkan dakwah kristen diradio dirumah dgn volume keras. Apakah boleh klo sy menggugat cerai? sy ingin mencari suami lagi yg bisa membimbing sy dekat dgn Allah.. mohon saranya ustadz.. sy benar2 sedang bingung. terima kasih banyak.

    Waalaikumussalam.
    Jika sudah membahayakan agama anda, maka bukan hanya boleh, tapi bahkan wajib anda menggugat cerai untuk menyelamatkan agama anda.

  14. boy said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,

    Apa hukum nya apabila suami melarang istri nya berkomunikasi dengan satu orang (laki2) teman kerja istri nya ?
    Karena sang suami tdk sengaja menemukan history sms dan call log di hp istri nya.
    Apakah perbuatan melarang berkomunikasi itu, termasuk dalam memutuskan tali silaturahim ?
    Suami tersebut, hanya berusaha melindungi istri dan keluarga nya.

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.
    Itu adalah hak suami dan istri wajib menaatinya, dan itu bukanlah bentuk memutuskan silaturahmi.

  15. Arie said:

    asalamualaikum wr.wb
    abi ,,,,saya ingin tanya gimana hukum nya jika istri menuntut cerai kepada suaminya karena telah di ketaunya suami bermesraan dg perempuan lain yg saya liat sendiri foto” mesranya walau cuma lewat jaringan facebook,sementara jarak suami dan istri sangat jauh ,suami ada di taiwan sementara istri ada di hongkong,,,,saya sangat kecewa dg sikap suami saya krn keberangkatannya ke taiwan dia minta saya carikan pinjaman uang di bank hongkong yg katanya akan di bantu pembayarannya ,yg sampe sekarang tak juga di bantu bahkan no tlp aja saya tdk di kasih,,,dia tdk pernah pedulikan saya lagi,,,,bahkan secara tak sengaja saya temukan suami saya yg upload foto bermesraan dg wanita lain di facebook melihat keadaan itu saya sangat terluka,,,,abi jika saya menuntut cerai apakah saya berdosa,,,,apa yg saya harus lakukan,,,,

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak mengapa. Bahkan anda berhak menuntut cerai.

  16. Wati Bungas said:

    Pa, ustadz saya mau bertanya tentang status pernikahan kami saat ini, saya sudah menikah kurang lebih sepuluh tahun, suami saya pada awalnya baik dan perhatian sama saya, tapi setelah menikah saya baru tahu akhlak dia sebenarnya, apalagi setelah memiliki anak sikap suami saya makin kasar dan suka merendahkan saya. Hingga dia pernah menuduh saya berbuat yang tidak benar hanya gara2 ada sms dari teman kantor saya yang isinya juga masalah biasa menanyakan kabar. Dia sampai hati memaki saya dengan mengatakan saya seorang (maaf) pelacur. Dan merendahkan harga diri saya dengan mengatakan kalau saya ini keturunan orang miskin. Yang pasti kata2 dia sangat menyakitkan hati saya. Bahkan dia sering mengusir saya dari rumah, padahal rumah yang kami tempati sekarang adalah hasil dari uang kami bersama. Saya sudah tidak kuat menahan sabar saya dan saya minta cerai secara resmi dengan dia, karena saya takut saya sudah tidak ikhlas lagi dengan dia. Dia terlalu sombong jadi seorang suami, seolah-olah tanpa dia saya tidak bisa apa-apa. Tidak salahkah keputusan saya untuk bercerai ini, sebagai seorang isteri saya tidak ikhlas diperlakukan seperti itu. Terimakasih.

    Tidak salah, keputusan yang anda ambil insya Allah sudah tepat jika memang anda berdua sudah tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga anda.

  17. muslimah said:

    assalamualaikum wr wb, ustdz saya mau bertanya apabila seorang istri sudah sering dibohongi baik itu hal kecil maupun hal besar. sesering ketauan suaminya berboong, si istri ga tahan lagi ama sifat suaminya yang suka berboong. sering sang istri memaki suaminya karena emang sudah ketrlaluan. sering juga istrinya minta cerai tapi suaminya selalu saja tdk mengijinkan dan selalu berjanji untuk berubah. namun sudah 3 tahun suami masih sering berboong dan melakukan kesalahan fatal yg membuat sang istri gak bs melupakan kelakuan suaminya tersebut. tapi suaminya masih g mau mencereaikannya dan meminta maaf lagi. tapi sang istri tidak bisa melupakan kesalahan suami dan tidak bisa lagi percaya ama suaminya. ustdz apakah hukum percereian dalam masalah ini? jazakalllah khoiron katsir

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja si istri untuk mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama, jika si istri sudah merasa terzhalimi.

  18. suzi said:

    assalamu’alaikum Ustadz. Mohon dibantu untuk pengambilan keputusan. Saya seorang istri yg telah menikah selama 9 tahun. 5 bulan terakhir kami sering ribut besar. Setiap keributan terjadi suami selalu meninggalkan rumah setelah sebelumnya mengucapkan cerai pada saya. seminggu kmdn pulang ke rumah meminta rujuk dan saya iyakan. Hal ini terjadi sampai bbrp kali. Sampai yang ke 3 kali suami menalak saya, kmdn saya tak ingin lg menjadi istrinya. suami ingin rujuk, dan saya bilang tak mgkn lagi krn sudah menalak lbh dr 3 x. Namun dia bersikeras rujuk krn menalak dlm keadaan emosi, jadi tak mgkn jatuh talak, katanya. Saat ini suami sdh menikahi saya kembali dg ijab qabul kira2 sebulan yl. Apakah saya berdosa melakukan ini, ustadz? Mengingat talak yg dia ucapkan sudah lebih dari 3 x, apakah pernikahan ulang ini berfungsi, ataukah bgm? Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan? Terima kasih, wassalamu’alaikum..

    wa’alaikum salam warahmatullah.
    Tergantung dari sifat marahnya,
    1. Jika sang suami dalam keadaan sangat marah(emosi) sehingga membuatnya tidak dapat mengendalikan diri, akal dan ucapannya, maka talak yang seperti ini tidak jatuh,
    2. Namun jika marahnya tidak sampai ke derajat itu dalam ertian ia masih mampu untuk mengendalikan diri, akal dan ucapannya maka yang seperti ini talak itu jatuh.

    jika keadaannya seperti point ke 2, maka harus dengan akad baru dengan syarat sang istri telah menikah dengan orang lain dan dicampuri kemudian di ceraikan.

    jika keadaannya pada point ke 1, maka tidak jatuh talak insyaAllah Ta’ala. (MT)

  19. Iman said:

    Pa ustadz…
    Ana mau tanya, kalau istri suka menceritakan masalah rumah tangga sama org lain, sampai kesalahan2 suami sama org lain apa saya berhak secara syar,i untuk menceraikan istri. Terus kalau proses cerai selalu melibatkan keluarga besar bagaiman,dlm arti saya bisa menceraikan dng cara sayamenyerahkan istri saya pd keluarga besarnya, bagaimana menurut ustadz, bukannya kalau masalah cerai ini masalah suami istri bukan dng keluarga besarny.
    Terima kasih. Wassalamualikum wr wb

    Waalaikumussalam.
    Memang itu adalah masalah pribadi keluarga anda, tapi pasti akan berakibat pada keluarga anda berdua. Jadi sangat baik jika kedua keluarga bermusyawarah mencari jalan terbaik untuk anda berdua.

  20. yusti said:

    asalamualaikum ustad,

    saya telah menikah dengan suami saya selama 5 tahun dan telah dikaruniai seorang anak. kami menikah karena MBA tp awalnya kami saling mencintai . kami menikah secara sah menurut agama dan tercatat d kua. tp keluarga dari pihak suami menyembunyikan status pernikahan kami, begitu juga dengan anak kami. kami hidup terpisah selama 5 tahun ini, namun suami masih mengunjungi kami. awalnya saya tiidak masalah akan hal itu, namun karena status pernikahan kami yang tidak diketahui siapapun berulang kali suami saya menjalin hubungan dengan wanita lain. awalnya saya pikir itu karena ke khilafan akan tetapi kejadian tersebut terus terjadi berulang kali. suami pun seringkali berbohong, sangat kurang dalam beragama, bahkan seringkali dia katakan bahwa ia ingin selalu di pahami dan d bimbing.
    saya sangat kecewa dengan tindakan suami saya yg tidak dapat menjaga hak saya dan anak saya, serta tidak dapat bertanggung jawab selayaknya.

    pertanyaan saya, apakah saya boleh meminta cerai terhadap suami saya ?

    terimakasih banyak ustad,
    pencerahan mengenai ini akan sangat menenangkan kegelisahan saya.

    Waalaikumussalam.
    Ya, anda boleh menggungat cerai ke pengadilan agama.

  21. Ade boeboet said:

    Assalamuallaikum.Wr.Wb..
    Saya mau tanya,,ini kisah pacar saya,dengan apa alasan yang kuat seorang istri ingin menggugat cerai suaminya..
    Dia cuma punya alasan
    1.NGGA CINTA..
    2.PERNIKAHANnya karna terpaksa & di ancam oleh ibunya sendiri.
    Dan sekarang hidup dia,bathin dia tersiksa.
    Saya tunggu jawabannya..
    Wassalam.

    Waalaikumussalam.
    Ya, kedua alasan ini bisa dijadikan alasan seorang istri menggugat cerai.

  22. nia said:

    Assalamualaikum…ustad sy sdh berumah tangga selama 12th..hampir setiap ap hari kami bertengkar,sy td kuat dgn kbohongan suali sy,dia tdtd pernah jujur masalahbkeuangan,sy td pernah ttau gaji dia,sy td pernah diberi nafkah,dan dia selalu pinjam uang sy dgn cara td jujur,pernah dia diam2 mencuri emas sy utk d gadai…sy ingin pisah,tp , memikirkan anak,anak sy sdh tiga…tlg penjelasannya syukron

    Waalaikumussalam.
    Kalau dirasa anda sudah tidak mampu berbakti kepada suami dan khawatir terhadap agama anda, maka anda berhak menggugat cerai dengan hak asuh anak ada di tangan anda.

  23. ardi said:

    Aslm. Kami sudah menikah 12 tahun. selama 10 tahun ini usaha saya naik turun. 2 tahun berjalan, kemudian selama beberapa bulan tidak ada income. Istri bekerja dan menjadi pencari nafkah selama masa paceklik. Selama masa masa paceklik saya seperti kehilangan hasrat melakukan hubungan suami istri. Beberapa minggu lalu, saya menerima email dari seorang perempuan yang mengatakan bahwa istri saya mempunyai affair dengan suaminya. dia sudah memperingatkan istri saya dan meminta pertolongan saya. Dia memberikan bukti berupa foto foto istri saya (dari hanphone suaminya) serta bukti foto whatsup percakapan mesra antara istri saya dan suaminya. Saya menanyakan kebenarannya kepada istri saya dan dia mengakui bahwa dia berzinah dengan laki laki tersebut. Dia memohon ampun dan penyeselannya. Saya sedih,kecewa dan merasa jijik. Berapa lama saya berpikir akhirnya saya memberi ultimatum kepada istri saya untuk keluar dari rumah dalam waktu 1 minggu. Ini bulan puasa, namun saya ingin menenangkan diri, tidak kuasa menahan rasaha jijik membayangkan foto foto tersebut namun saya juga kasihan melihat dia pontang pantin mencari tempat tinggal. saya berharap semoga tindakan saya ini merupakan hukuman dari saya. Saya masih mencintai istri saya terutama anak saya masih 10 tahun umurnya. Mohon saran. Terima kasih

    Semua terserah anda, keputusannya ada di tangan anda. Jelas kita sepakat, perbuatan istri anda itu sangat tercela, tapi apakah kondisi sulit yang dia rasakan ketika itu bukan menjadi salah satu sebabnya? Apakah dengan tidak bekerjanya anda, itu juga menjadi salah satu sebab? Yang jelas intinya, kalau memang anda masih ingin bersamanya, anda harus tahu penyebabnya lalu tempuh solusi terbaik. Wallahul Muwaffiq.

  24. yusran said:

    Assalamu alaikum..
    Sy sdh menikah kurang lebih 9 thn,dan skrg sdh punya anak tiga org, sepanjang pernikahan kami, isteri sy sdh sdh pernah meninggalkan rmh dan anak-anaknya sebanyak 5 kali..dan juga sdh melakukan zinah dgn laki2 lain…sy ingin melepasnya tetapi kasihan sama anak anak saya…mohon saran dan petunjuknya..wassalam

    Waalaikumussalam.
    Jika dia tidak berubah, sebaiknya anda berpisah dengannya. Insya Allah Allah akan menggantikan untuk anak2 anda, ibu yg lebih baik drpd dia.

  25. adam said:

    Assalamu alaikum..

    Pak ustadz,saya mau nanya. saya digugat cerai istri saya. alasan gugatnya saya tidak transparan ekonomi ,kdrt, sering terjadi perselisihan .
    Semua alasan tidak benar , kalau perselisihan iya…karena ada penyebabnya.sebelum gugatan itu saya sering dengar sendiri istri saya telpon2 sama lelaki laen entah itu pacar/temen . sering dapat hadiah gak tau darimana.
    Jika saya tanyain dia tidak mau menjelaskan , malah ditinggal tidur waktu ditanya baek2.
    Dan beberapa tahun lalu sudah mengakui pernah berhubungan ama lelaki lain , dan mungkin sudah berlebihan . tetapi saya maafkan , tanpa dia minta maaf secara tulus.
    Apakah sikap saya dibenci allah pak ustadz seperti itu??
    Dan juga di pengadilan sekarang , saya masih kekeh mempertahankan tidak mau cerai . dan istri saya kekeh untuk cerai.
    istri syaa bekerja dan juga mulai naik jabatan , mungkin salah satu pikiran dia , dia bisa hidup sendiri tanpa suami.

    Mohon solusinya buat pencerahan saya pak ustadz apakah yang terbaik yang harus saya lakukan…
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Saya sarankan anda memenuhi gugatan cerai istri anda. Istri anda sudah masuk dlm kategori istri durhaka, yg tidak pantas anda pertahankan. Insya Allah jika anda meninggalkan sesuatu krn Allah, Allah akan menggantikan untuk anda dgn istri yg lbh baik. Amin