Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi

December 29th 2009 by Abu Muawiah |

Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi

Tahukan anda apa perbedaan antara keempat perkara di atas?
Mengetahui hal ini adalah hal yang sangat penting, khususnya perbedaan antara mani dan madzi, karena masih banyak di kalangan kaum muslimin yang belum bisa membedakan antara keduanya. Yang karena ketidaktahuan mereka akan perbedaannya menyebabkan mereka ditimpa oleh fitnah was-was dan dipermainkan oleh setan. Sehingga tidaklah ada cairan yang keluar dari kemaluannya (kecuali kencing dan wadi) yang membuatnya ragu-ragu kecuali dia langsung mandi, padahal boleh jadi dia hanyalah madzi dan bukan mani. Sudah dimaklumi bahwa yang menyebabkan mandi hanyalah mani, sementara madzi cukup dicuci lalu berwudhu dan tidak perlu mandi untuk menghilangkan hadatsnya.

Karenanya berikut definisi dari keempat cairan di atas, yang dari definisi tersebut bisa dipetik sisi perbedaan di antara mereka:
1.    Kencing: Masyhur sehingga tidak perlu dijelaskan, dan dia najis berdasarkan Al-Qur`an, Sunnah, dan ijma’.
2.    Wadi: Cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, misalnya berolahraga berat. Wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk dicuci. Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.
3.    Madzi: Cairan tipis dan lengket, yang keluar ketika munculnya syahwat, baik ketika bermesraan dengan wanita, saat pendahuluan sebelum jima’, atau melihat dan mengkhayal sesuatu yang mengarah kepada jima’. Keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya. Terkadang keluarnya tidak terasa. Dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadits Ali yang akan datang dimana beliau memerintahkan untuk mencucinya.
4.    Mani: Cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung, keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya, keluar ketika jima’ atau ihtilam (mimpi jima’) atau onani -wal ‘iyadzu billah-, dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.

Berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah dikenali, maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi:
a.    Madzi adalah najis berdasarkan ijma’, sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
b.    Madzi adalah hadats ashghar yang cukup dihilangkan dengan wudhu, sementara mani adalah hadats akbar yang hanya bisa dihilangkan dengan mandi junub.
c.    Cairan madzi lebih tipis dibandingkan mani.
d.    Mani berbau, sementara madzi tidak (yakni baunya normal).
e.    Mani keluarnya terpancar, berbeda halnya dengan madzi. Allah Ta’ala berfirman tentang manusia, “Dia diciptakan dari air yang terpencar.” (QS. Ath-Thariq: 6)
f.    Mani terasa keluarnya, sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
g.    Waktu keluar antara keduanyapun berbeda sebagaimana di atas.
h.    Tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani, dan tidak demikian jika yang keluar adalah madzi.
Karenanya jika seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya, maka hendaknya dia perhatikan ciri-ciri cairan tersebut, berdasarkan keterangan di atas. Jika dia mani maka silakan dia mandi, tapi jika hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu. Berdasarkan hadits Ali -radhiallahu anhu- bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda tentang orang yang mengeluarkan madzi:
اِغْسِلْ ذَكَرَكَ وَتَوَضَّأْ
“Cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

[Update: Anas bin Malik -radhiallahu anhu- berkata:
أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ حَدَّثَتْ أَنَّهَا سَأَلَتْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَرْأَةِ تَرَى فِي مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا رَأَتْ ذَلِكِ الْمَرْأَةُ فَلْتَغْتَسِلْ. فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: وَاسْتَحْيَيْتُ مِنْ ذَلِكَ. قَالَتْ: وَهَلْ يَكُونُ هَذَا؟ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَعَمْ, فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ الشَّبَهُ؟! إِنَّ مَاءَ الرَّجُلِ غَلِيظٌ أَبْيَضُ وَمَاءَ الْمَرْأَةِ رَقِيقٌ أَصْفَرُ فَمِنْ أَيِّهِمَا عَلَا أَوْ سَبَقَ يَكُونُ مِنْهُ الشَّبَهُ
“Bahwa Ummu Sulaim pernah bercerita bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tentang wanita yang bermimpi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lelaki. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani, maka dia wajib mandi.” Ummu Sulaim berkata, “Maka aku menjadi malu karenanya”. Ummu Sulaim kembali bertanya, “Apakah keluarnya mani memungkinkan pada perempuan?” Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, kalau dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan (anak dengan ibunya)? Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning. Manapun mani dari salah seorang mereka yang lebih mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi karenanya.” (HR. Muslim no. 469)
Imam An-Nawawi  berkata dalam Syarh Muslim (3/222), “Hadits ini merupakan kaidah yang sangat agung dalam menjelaskan bentuk dan sifat mani, dan apa yang tersebut di sini itulah sifatnya di dalam keadaan biasa dan normal. Para ulama menyatakan: Dalam keadaan sehat, mani lelaki itu berwarna putih pekat dan memancar sedikit demi sedikit di saat keluar. Biasa keluar bila dikuasai dengan syahwat dan sangat nikmat saat keluarnya. Setelah keluar dia akan merasakan lemas dan akan mencium bau seperti bau mayang kurma, yaitu seperti bau adunan tepung.
Warna mani bisa berubah disebabkan beberapa hal di antaranya: Sedang sakit, maninya akan berubah cair dan kuning, atau kantung testis melemah sehingga mani keluar tanpa dipacu oleh syahwat, atau karena terlalu sering bersenggama sehingga warna mani berubah merah seperti air perahan daging dan kadangkala yang keluar adalah darah.”]

Tambahan:
1.    Mandi junub hanya diwajibkan saat ihtilam (mimpi jima’) ketika ada cairan yang keluar. Adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang keluar maka dia tidak wajib mandi. Berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri secara marfu’:
إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ
“Sesungguhnya air itu hanya ada dari air.” (HR. Muslim no. 343)
Maksudnya: Air (untuk mandi) itu hanya diwajibkan ketika keluarnya air (mani).
2.    Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat ketika keluarnya mani -dalam keadaan terjaga. Artinya jika mani keluar tanpa disertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca yang terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak mewajibkan mandi junub darinya. Berbeda halnya dengan Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi yang keluar mani, baik disertai syahwat maupun tidak. Wallahu a’lam.
Demikian sekilas hukum dalam masalah ini, insya Allah pembahasan selengkapnya akan kami bawakan pada tempatnya.

Incoming search terms:

  • perbedaan mani dan madzi
  • perbedaan mani madzi dan wadi
  • beda mani dan madzi
  • perbedaan madzi dan mani
  • cairan madzi
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, December 29th, 2009 at 3:47 pm and is filed under Fiqh, Tahukah Anda?. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

200 responses about “Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi”

  1. achmad said:

    assalamu’alaikum….
    sya achmad….sya pernah mimpi basah trus melakukan mandi junub….
    setelah sya selesai mandi junub, ketika beraktifitas, ada sisa “air” yg keluar di pintu depan sya…
    yg mw saya tanyakan…
    1. apakah air itu trmasuk mani?(karna bagaimanapun itu keluar stelah kejadian mimpi basah tp sisanya keluar stlah mandi junub)
    2. apakah sya hrus mengulang mandi junub lg?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Wallahu a’lam, kalaupun itu mani maka tidak diwajibkan mandi karena keluarnya mani waktu itu tidak terpancar dan tidak disertai dengan perasaan nikmat.

  2. alan said:

    ass..
    saya mo nanya tad.ketika saya sholat terus air mazi keluar kena kain.apkah sah sholat saya dan apkah harus cuci kain saya lalu wudhu terus sholat..antinya sah ap tidak kain kena mazi..wasalam

    Ia, shalatnya tidak syah karena wudhunya batal dengan keluarnya madzi. Kain harus dicuci terlebih dahulu baru berwudhu kembali baru kemudin mengulangi shalat.

  3. Hamba Allah pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum..

    Hmm ~
    Gimana yah pak, kalo saya menjilat kemaluan istri saya??..

    Dikemaluan perempuan itu ada cairan, namun saya tidak tahu cairan apa itu..

    Bagaimana jika cairan itu sudah tertelan saya??..

    Mohon sekali jawabannya..

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Asalnya boleh menjilat kemaluan istri kecuali jika padanya ada madzi maka itu tidak boleh. Karena madzi itu najis dan diharamkan menelan najis.

  4. Perbedaan MANI, MADZI, KENCING, dan WADI | RUANG BELAJAR ABU RAMIZA said:

    […] Firman said: February 28th, 2010 at 3:32 am […]

  5. ukhti said:

    Assalamu’alikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

    pak ustadz saya mau tanya…
    semalam saya bermimpi menghayal bermesraan tapi tidak lama terus saya merasa ada syahwat/rancangan tapi sebentar & tidak terlalu besar. terus pas saya mau shalat subuh di cek ada bekas cairan warnanya putih sekidit sekali apakah itu mani? cuma pas saya cium baunya seperti bau keputihan..
    jawabannya di tunggu ustadz..

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Itu adalah madzi yang najis. Dia cukup membersihkannya dan tidak perlu mandi junub.

  6. aisyah said:

    Assalamualaikum

    Satelah berhubungan dengan suami biasanya saya langsung mandi junub. sebelum mandi saya yakin telah membersihkan kemaluan. Beberapa saat setelah mandi (10-15menit) ada sedikit cairan yg keluar. Saat keluarnya tidak terasa, hanya memang sedikit hangat. warnanya putih dan agak kental. saya beranggapan yg keluar itu adalah sisa mani suami. Pertanyaan saya apakah cairan yg kluar itu? Dan apakah saya wajib mandi junub lagi??

    Waalaikumussalam.
    Mungkin saja. Kalaupun itu mani sendiri maka tidak wajib mandi junub lagi karena keluarnya tidak terpancar dan tidak disertai perasaan nikmat.

  7. narman said:

    assalamualaikum ww,,
    ustadz kalo dalam keadaan junub karna keluar air mani atau mengeluarkan madzi, boleh tidak kita bekerja mencari nafkah atau melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya?
    uang yang dihasilkan haram atau halal ustadz? mhn pencerahannya ustadz.. trimakasih

    Waalaikumussalam.
    Orang yang berhadats kecil atau hadats besar seperti junub boleh melakukan apa saja selain shalat dan menyentuh Al-Qur`an. Tidak ada dalil yang melarang.

  8. Aku said:

    Assalamualaikum
    pak ustadz,
    saya tadi beres kencing langsung duduk setelah itu saya melihat kedalam cd saya waktu saya lihat ada cairan yang mw menetes dan saya memegangnya ternyata cairan itu lengket dan hanya
    menetes sedikit tidak memancar
    apakah saya harus mandi besar

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu mandi karena itu hanyalah wadi. Hukumnya najis dan membatalkan wudhu.

  9. yousukezilla said:

    assalamualaikum

    pak,
    pagi tadi ketika saya bangun dari tidur dan pergi ke wc terlihat oleh ku CD yang basah.
    tidak seperti mani yang lengket, tidak ada bercak seperti pas saya mimpi biasanya, ini sekiranya cair namun agak berbau.
    saya juga tidak mimpi basah dan tidak merasa lelah.
    kemudian saya perciki saja CD saya dengan air karena aku pikir itu madzi.
    aku bingun tadz, cairan apaan ya?

    Waalaikumussalam.
    Itu adalah madzi, tapi cara membersihkan najis madzi ini tidak cukup diperciki air akan tetapi harus dituangkan air padanya hingga zatnya hilang

  10. selfi said:

    aslm, ust, sy masih bingun, sebenarnya bagaimana proses keluarnya mani pada wanita? penyebab keluarnya bagaimana ust?

    Kalau masalah ini silakan tanya ke dokter.

  11. gun said:

    Assalamualaikum, kadang saat buang air kecil keluar cairan kental, yang terasa seperti anyang-anyangen (bahasa jawa). apa itu wadi? wajib mandikah?

    Waalaikumussalam. Tidak wajib mandi junub

  12. Lia said:

    Assalamualaikum,
    pak ustad, Apa boleh sya mbCa al quran dg koNdsi ada cAiran wadi/madzi di CD sya?

    Waalaikumussalam.
    Ini dibangun di atas masalah apakah orang yang berhadat boleh membaca dan menyentuh Al-Qur`an atau tidak.
    Kalau dia berpendapat bolehnya, maka boleh. Jika tidak, maka tidak boleh. Wallahu a’lam

  13. Mustari said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Pk ustad saya umur 14th, saya mau nanya setelah habis selesai tidur saya bangun dan langsung ke kamar mandi untuk shalat,ketika saya cek ternyata ada yg keluar banyak dr pintu depan berwana abu-abu padahal ketika saya tidur saya tidak mimpi yg berbau wanita tetapi saya mimpi yg tegang…
    setelah itu saya langsung mandi junub karna saya ragu….
    setahu saya mani itu cukup banyak dan berwarna..
    1.apakah itu mani/madzi..???
    2.saya setelah bangun tidur sering mengalami seperti itu..apakah saya memiliki kelainan..???
    3.Apakah benar jika sesudah berwudhu lalu memegang kelamin untu me-cek itu batal wudhunya…????

    terimakasih pk ustad. sya tunggu jawabanya…

    Waalaikumussalam.
    1. Silakan periksa tanda-tanda lainnya.
    2. Wallahu a’lam.
    3. Yang benarnya menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu.

  14. Satria said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Ustad, saya mau tanya. Kemarin malam saat saya tidur, saya merasa ada cairan yg terpompa seperti saat mani akan keluar. Setelah itu saya seperti merasa lemas sejenak. Tp saat saya lihat CD saya tdk ada mani di CD. Sebelum saya tidur saya kencing, saat kencing dilantai saya lihat sedikit cairan yg seperti mani. Saya tdk tau itu mani atau bkn. Tapi saya tetap lanjutkan kencing spt biasa.
    Apakah mgkn itu mani yg tadi tertunda keluarnya ?
    Apakah jk itu mani, saya wajib mandi ?
    Mohon penjelasan
    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Wallahu a’lam, tapi kalau kejadiannya seperti itu maka tidak wajib mandi junub

  15. awaludin said:

    askum tadz… kira” yang bkin hamil tuh yang mana tad?? mani? madzi? atou wadi???

    Mani atau sperma

  16. fulan said:

    assalamu’alaikum,,

    akhi saya mau tanya, saya dalam keadaan normal selalu mgeluarkan cairan yg saya anggap itu adlh keputihan. Ktika mau sholat saya brshkan (maaf) kemaluan sya smpai benar2 bersih. Tapi ketika sya sholat, sya merasa cairan trsbut keluar lg. Batalkah sholat saya? Atau apakah hal ini jg dhukumi madzi? Shgga sya musti wudhu dan sholat lg. Syukran, jazakalloh khoir

    Waalaikumussalam.
    Jika memang dia pastikan ada yang keluar maka itu membatalkan wudhu dan shalatnya.

  17. ferdi said:

    Ustadz melanjutkan bebrapa pertanyaan diatas. jIka mani keluar tidak terpancar dan tanpa rasa nikmat apa yang harus dilakukan? Terima kasih.

    Tidak ada kewajiban apa-apa.

  18. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak ustadz ana mw nanya …
    klo sedang ngobrol dengan teman ( bukan ngobrol yang negatif) saya merasakan ada yang keluar di kemaluan saya dan saya merasa lemas dan pas di cek di CD ada setitik cairan.
    tapi ana tidak tahu apakah ini mani atau madzi…
    terus ketika mw sholat di masjid ana ragu apakah syah jika masuk ke dalam masjid dan melakukan sholat dengan rasa was-was akan hal yang tadi …
    mohon bimbingannya pak ustadz …

    Waalaikumussalam.
    Mungkin itu wadi, wallahu a’lam. Yang jelas kalau terbukti ada cairan, maka dia wajib menghilangkan cairan tersebut, berwudhu, baru dia boleh shalat.

  19. Dwi said:

    Assalamu’alaikum…wr. wb.

    Ustadz saya sering kali keputihan,,apa yang hrus sya lakukan saat mau sholat? apakah sya hrus mengganti CD??

    Wassalamu’alaikum wr. wb

    Waalaikumussalam.
    Hendaknya najisnya dihilangkan, jika sudah hilang maka tidak perlu harus mengganti pakaian yang terkena najis tersebut. Setelah itu baru dia berwudhu lalu shalat. Wallahu a’lam

  20. doni said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak ustadzana mw nanya …
    jika kita selesai mandi junub, pas saya buang air kecil air saya melihat ada cairan putih lengket yang keluar ..
    apakah ini madzi atau sisa mani yang masih ada di kemaluan saya ?!
    apakah saya harus mandi junub lagi ?..
    wassalamu ‘alaikum wr.wb …

    Waalaikumussalam.
    Keduanya memungkinkan, tapi yang jelas dia tidak wajib mengulang mandi junubnya.

  21. Hilman said:

    Apakah pakaian yg terkena cairan madzi harus di cuci juga, atau hanya kemaluan saja yg di cuci

    Terima kasih

    Madzi adalah najis. Jika pakaiannya mau dipakai shalat maka tentu saja wajib dicuci untuk menghilangkan najisnya. Tapi jika tidak akan dipakai shalat maka saat itu ia tidak wajib dicuci.

  22. dwi said:

    ustad melanjutkan pertnyan yg diatas..
    Cara menghilangkan najisnya apkh ckup dg dipercikan dg air ato sampai bnr2 ga da, kan biasany klo keputihan psti mnempel dikain.

    Harus sampai benar-benar hilang zat najisnya.

  23. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    ana mw tanya lagi pak ustad …
    ketika ana sedang smsan atau menelepon ataupun sedang membonceng seorang perempuan, ana sering mengeluarkan cairan lengket di kemaluan ana…
    apakah ini mani atau bukan pak ustadz ?!
    apakah ana harus mandi junub ?!
    mohon pencerahannya pak ustadz .

    Waalaikumussalam
    Kemungkinan besar itu adalah madzi, dia najis dan merupakan hadats kecil. Karenanya tidak wajib mandi, tapi dia wajib membersihkannya dan berwudhu ketika akan shalat.

  24. hendi said:

    ustadz melanjutkan beberapa pertanyaan di atas …
    dalam mandi junub kan ada wudhu dan di sunnahkan mengakhirkan mencuci kaki, yang saya mau tanyakan, ketika selesai mencuci telinga di dalam wudhu, apakah harus membaca do’a selesai wudhu atau tidak ?!

    Tidak perlu, karena wudhu di sini bukanlah wudhu sebagaimana kalau mau shalat. Wudhu di sini adalah rangkaian dari tata cara mandi junub dan tidak ada keterangan kalau Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca doa setelah wudhu di situ.

  25. dedi said:

    Assalamu’alaikum Pak ustadz. Setelah saya baca komentar dan jawaban ustadz tentang cara menhilangkan najis kencing,wadi dan madzi yg menempel di CD saya merasa lega dan ternyata Alloh benar2 memberikan kemudahan pada hamba-Nya. Selama ini setiap mau sholat,pada saat istirahat kerja yg waktunya sangat sempit… saya selalu melepas pakaian keja dan berganti sarung dan baju koko, yg sering membuat saya terlambat bekerja.ternyata cukup di tuangkan setelapak tangan air pada bag. CD yg terkena najis wadi ato mazi. Jazakalloh pak usatdz. Mohon komentnya….

    Waalaikumussalam.
    Ya betul, islam itu adalah mudah hanya saja terkadang para pemeluknya sendiri yang memberatkan diri mereka sendiri. Dalam hal ini, yang penting najisnya hilang, walaupun dengan hanya menuangkan air padanya.

  26. ihwan said:

    mau tanya,
    kalau madzi keluar
    terus CD saya cuci pakai sabun, tanpa saya jemur langsung sayaa pakai, gimana ustadz

    bagaimana cara menghentikan madzi yang sudah keluar, tanpa harus onani?

    Yang penting zat madzi sudah hilang maka insya Allah sudah suci dan sudah bisa digunakan kembali.
    Tentang menghentikan madzi -wallahu a’lam- mungkin ini pembahasannya dalam ilmu kedokteran.

  27. lutfan said:

    nambah,
    ustadz bagaimana caranya menghentikan madzi yang keluar,
    agar tidak was-was ketika bersucinya, masih ada atau tidak,,,

    Wallahu a’lam, mungkin ini pembahasannya dalam ilmu kedokteran.

  28. afdal said:

    saya mw tanya ustaz, critanya begini, sya kan baru mandi wajib,apakah saya bisa langsung sholat tanpa berudu lagi? dan seandainya saya menyentuh kemaluan saya setelah berwuduh, apakah saya harus berudu lagi baru sholat atau wudhu saya tidak batal?

    Ya boleh tidak wudhu lagi jika setelah mandi junub dia tidak berhadats lagi. Menyentuh kemaluan bukanlah pembatal wudhu berdasarkan pendapat yang paling kuat di kalangan ulama. Karenanya dia tidak wajib berwudhu lagi.

  29. abi said:

    assalamu’alaikum tadz…gimana solusinya jika sering keluar madzi.pdhl ane mo ibadah haji.

    Waalaikumussalam.
    Mungkin sebaiknya konsultasi ke dokter, karena ada kemungkinan itu berkenaan dengan masalah kesehatan.

  30. Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi « Band ke-wae said:

    […] http://al-atsariyyah.com/perbedaan-mani-madzi-kencing-dan-wadi.html […]

  31. hendi said:

    pak ustadz ketika ana smsan sama kekasih ana, terus kemaluan ana selalu mancung, terus lama-kelamaan ada yang keluar dari kemaluan ana dengan rasa sedikit hangat.
    dan ana cek di cd ana ternyata ada 3 atau lebih titik cairan yang lengket.
    setelah ana diamkan beberapa jam, cairan yang menempel di cd ini berubah jadi putih kering.
    apakah ini mani atau bukan pak ustadz ?!
    apakah ana wajib mandi junub ?!

    Itu madzi, tidak wajib mandi junub.
    Sebagai tambahan, hendaknya saudara menjauhi semua amalan dan ucapan yang mengantarkan kepada perzinahan. Wallahul Musta’an

  32. Aku said:

    Assalamualaikum
    1.Tdi aq bermain game d game itu ada yg sperti bgitu dan hasrat aq pun naik.Setelah itu aq melihat ke cd aq ternyata ad cairan putih dan lengket
    pertanyaanya:apakah itu mani,madzi,atau wazi?
    2.Aq bermimpi berhubungan intim tetapi ketika bangun tdk bsah
    pertanyaan: apakah sya hrus mandi besar?

    Waalaikumussalam
    1. Kemungkinan besar itu madzi.
    2. Tidak wajib mandi junub sampai keluar mani.

  33. fitri said:

    assalamualaikum.

    ustad, saya sering mengalami mimpi yg di dalam mimpi itu saya sedang mealalukan onani. tapi saat saya terbangun dari tidur, sya merasa saya tidak melakukan onani di kenyataan. tapi masih sering ragu karena terkadang saya merasa ada cairan yang keluar saat bangun itu. tapi saya tidak merasa lelah. jadi itu madzi atau mani? apakah saya harus mandi junub atau hanya perlu membersihkannya lalu berwudhu? mohon jawabannya.

    Waalaikumussalam.
    Kalau cairannya sedikit, kemungkinan besar itu adalah madzi. Cukup dibersihkan lalu berwudhu dan tidak wajib mandi.

  34. Satria said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, saya mau tanya lg. Saya bingung, hampir setiap hari saya mengeluarkan madzi. Saya kadang sampai ragu, sholat saya sah atau tdk. Hampir (maaf) semua cd yg saya punya mgkn sdh terkena, dr madzi ataupun mani. Saya bingung ustadz, apa yg hrs saya lakukan agar hal itu berhenti. Dan hampir setiap tidur/bangun tidur saya jg dapati madzi di cd saya. Kadang setelah berolahraga jg demikian.
    Sedangkan tadi pagi, saya tidak merasa saya mimpi basah, tp saya temukan di cd saya sedikit cairan berwarna putih yg sudah kering. Saya tdk tahu kpn keluarnya. Karena cm sedikit, baunya jg sedikit saat saya cium baunya dr dekat. Saya bingung, itu madzi/mani? Dan saya bingung saya wajib mandi/tidak? Sampai siang ini, saya belum sholat. Saya serba bingung. Ya Allah, saya benar2 bingung jika terus seperti ini setiap hari.
    Mohon bantuanya.
    Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Yang wajib mandi hanyalah jika mengeluarkan mani, dan biasanya mani ini hanya keluar ketika berhubungan intim atau onani, dan sifatnya telah dijelaskan di atas.
    Selain daripada itu tidak wajib mandi tapi hanya wajib menyiramkan air pada daerah yang terkena najis lalu pakaian itu bisa dipakai kembali.

  35. adam said:

    Ass.wr.wb
    ustadz saya mau tanya, kalo bhis mimpi basah , khan mandi besar. Saat sudah itu saya mencuci clana yang terkena sperma, apakah kalo kita terkena sperma itu, kita harus mandi besar lagi ?
    wass.wr.wb

    Tidak perlu mandi lagi.

  36. ammi said:

    Assalamualaikum ustaz,…
    saya inign bertanya.
    1.beberapa jam setelah berjimak, selalu ada cairan yang keluar dari farji bentuknya bening dan lengket. apakah itu termasuk mani madzi atau wadi?. lalu, apakah saya harus bersuci kembali?
    2.saya pernah medengar kata teman, bahwa orang yang sudah berjimak dan belum mandi junub tidak boleh bepergian kemana-mana sebelum suci, sebab dikhawatirkan tanah/jalan/tempat yang kita singgahi akan menuntut di hari kemudian dikarenakan kita berjalan diatasnya dalam keadaan belum bersuci, apakah itu benar ustaz? saya bingung ustaz, mohon jawabannya…
    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Waalaikumussalam.
    1. Wallahu a’lam, yang jelas tidak wajib mandi kembali jika sudah mandi wajib sebelumnya.
    2. Ucapan seperti itu tidak benar dan tidak mempunyai landasan kebenaran. Bahkan hadits-hadits yang ada justru menunjukkan sebaliknya, yaitu boleh orang yang junub menunda mandinya sampai dia membutuhkannya.

  37. abu suhailah said:

    bismillah
    ustadz, seorang suami selesai berjima’ dg istrinya, selesai jima’ si istri mandi junub. kemudian selesai mandi si istri merasa pada kemaluannya keluar cairan yang tampaknya cairan tsb sisa mani si suami (karena biasanya mani suami keluar beberapa saat selesai berhubungan). Ada kemungkinan karena kurang bersihnya membasuh kemaluan ketika mandi. bagaimana hukumnya?? apakah istri harus mandi junub lagi??, apakah dia perlu membersihkannya atau tidak?? (karena hukum mani adalah suci) jazakallah khoir atas jawabannya barakallah fiikum..

    Tidak perlu dia mandi lagi. Karena mani suci maka terserah dia mau bersihkan atau tidak.

  38. ahmad said:

    apakah madzi keluarnya sedikit atau banyak pak ustadz ?!

    Wallahu a’lam, tapi biasanya sedikit.

  39. abi said:

    assalamu’alaikum ustadz…apa jika srng keluar madzi bs disembuhkan.

    Waalaikumussalam. Keluar madzi terlalu sering bisa dikatakan sebagai penyakit, dan insya Allah semua penyakit bisa disembuhkan dengan izin Allah.

  40. jaya said:

    assalamualaikum . .
    mau nanya ustad, kalau bangun kesiangan lalu malamnya sudah mimpi basah ketika hendak sholat subuh apakah harus mandi terlebih dahulu atau cukup dengan wudhu saja baru sesudah itu mandi junub?

    terima kasih . .

    Waalaikumussalam.
    Dia tetap wajib mandi dulu baru shalat, walaupun shalatnya di luar waktu subuh.

  41. anonim said:

    ustad saya mau nanya lagi, mohon dijawab ya… sy blm menikah, jd tdk tahu soal mani dan lain2… tempat keluarnya mani wanita itu sama seperti tempat keluar kencing (klitoris), atau dari tempat keluar haid?

    Wallahu a’lam, mungkin lebih tepatnya pertanyaan ini diarahkan kepada ahli kesehatan

  42. Mitha said:

    Assalamualaikum…
    Ustadz afwan saya mau tanya, saya sudah bersuami dan saat jima’ sama suami, maaf (dzakar) suami tidaklah masuk ke farji, yg kena hanyalah ujung dzakar, dan suami sengaja mengeluarkan maninya di luar,apakah saya n suami wajib mandi junub, walaupun hanya ujung dzakar suami yg nempel? mohon petunjuk dan penjelasannya terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Jika tidak terjadi penetrasi maka tidak ada mandi junub kecuali jika ada mani yang keluar. Jika tidak keluar maka tidak wajib mandi junub.

  43. fian said:

    Assalamualaikum.
    Pak Ustadz, sebelumnya saya mohon maaf kalau pertanyaan saya salah tempat karena bukan tentang Mani, Madzi dkk. tapi masih berhubungan dengan najis.

    Jadi ceritanya saya kan membersihkan jamban dengan sikat jamban. Nhah pada saat itu ada sepercik air jamban yang muncrat ke mata saya (sepercik sih, setetes muungkin, tapi terasa di mata). Kemudian saya khawatir bagaimana kalau masuk ke mata najis nggak gitu.

    Kemudian langsung saya bilas pake air agak banyak, sampai beberapa kali sampai mata saya memerah sedikit. Tapi belum sampai keluar air mata. Saya pikir harus yakin dengan dikeluarkannya air mata, maka saya merebus air dan menghadapkan mata saya ke uap air yang mendidih sampai keluar air mata.

    Nhah dari situ, apakah air mata saya jadi najis atau tidak? Karena saya kemudian maen PS dan memegang joypad sambil mengelap mata pake tangan (saat mengantuk kan keluar air mata) dan maen game lagi. Nhah apa joypadnya najis juga? Saya khawatirnya begitu sih, maaf ya Pak kalau pertanyaan dan ceritanya aneh, mungkin karena saya yang terlalu parno saja.

    Dari yang pernah saya baca sih, najis yang sudah kering, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna berarti sudah tidak najis lagi. Itu benar ya Pak?

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa, air cipratan itu tidak najis selama tidak berbarengan dengan najis masuk ke mata. Jadi sama sekali tidak ada yang butuh dikhawatirkan.

  44. Ferdi said:

    Assalamualaikum Ustadz, boleh saya tahu dasar dalil bahwa jika setelah mandi junub keluar sisa mani tidak perlu mengulang mandi? dan dasar jika mani keluar tanpa memancar dan rasa nikmat tidak perlu mandi. Syukron Ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca beberapa artikel tentang mandi junub dalam blog ini, beserta komentar yang ada di bawahnya.

  45. ahmad said:

    pak ustadz saya mau tanya, tadi maghrib kan saya mandi junub tapi saya mandi junub bukan karena habis jima atau junub, melainkan hanya was-was saja dan ingin meyakinkan mandi junub saya yang tadi pagi dilakukan masih ragu,,, terus pas sudah selesai sholat maghrib dan saya duduk, saya merasakan ada yang keluar dari kemaluan saya dan saya merasa lemas, yang ingin ana tanyakan, yang keluar ini cairan apa pak ustadz ?!
    apakah saya harus mandi junub lagi ?!

    Wallahu a’lam, yang jelas tidak wajib mandi lagi.

  46. fahrizal said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.pak ustad saya mw tnya:
    1.sya klw membayangkan perempuan,sya suka keluar cairan bening lengket,tp tdk memancar dan tidak lemas stlh kluarnya,apakah itu madzi atau wadhi pa ustad?trus bgaimana cara membershkan pkaiannya jika terkena,sya baca artikel d atas dan d komen,memang harus dicuci pak?pdhal sya googling ada hadits yg bunyinya,hanya dengan memercikan segenggam air k pkaian yg trkna,mna yg btul pa ustad?
    2.bagaimana klw kluar madzi atau wadhi ketika berpuasa, apakah membatalkan puasa, pak ustad?
    Terimakasih pak ustad,mhon d jwb dgn cpt.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    1. Itu adalah madzi. Cara menyucikannya harus dibasahi dengan air sampai hilang dzatnya.
    2. Tidak membatalkan puasa.

  47. Nur said:

    assalamu alaikum wr.wb…sy mau tanya, beberapa jam setelah mandi junub ada cairan terasa keluar, warnanya putih dan setelah kering agak mengkilat tapi tidak berbau, apakah itu madzi atau mani? apakah wajib mandi atau tidak? Syukran atas jawabannya..

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, yang jelas tidak wajib mandi lagi.

  48. Abu Ali said:

    Assalamualaikum,

    ustadz, ana mau tanya.
    1. setelah selesai mandi junub sering kali keluar cairan BENING yang lengket dari kemaluan ana. apakah ana harus mengulangi mandi lagi?

    2. apa hukum jima’ dengan istri yang sudah selesai haid nya, tapi sang istri belum mandi untuk bersuci ?

    jazakallahu khoiron atas jawabannya

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak perlu mengulang mandinya.
    2. Untuk masalah ini, silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/antara-haid-dan-lelaki.html

  49. tama said:

    Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
    saya mau tanya, kemarin saya mimpi basah, lalu setelah itu saya mandi junub dan saya lanjutkan dengan salat subuh. tapi saat jam 7 pagi ketika saya hendak kesekolah, saya mandi lagi, ketika saya melepas pakaian saya melihat seperti ada bekas mani di CD saya, padahal tadinya saya sudah ganti CD. Lalu bagaimana dg salat subuh saya? apakah berarti salat subuh saya tak berguna ? kalo bgtu berarti amalan salat saya hilang semua? tlg djawab…
    wassalaamu’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh….

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Shalat subuhnya insya Allah tetap syah.

  50. ihsan said:

    Assalamualaikum Ustadz. saya pernah main internet lama dahulu sehingga keluar mani. Saya sudah bertaubat,mohon istiqamah. persoalannya, kain saya itu tutup semua btg zakar. jadinya, kain saya itu najiskah? kerana mani itu keluar bersama mazi, dan pastinya keduanya bercampur. dan kalo najis, saya telah campakkannya ke atas karpet. pastinya karpet itu najis. selepas mandi atau berwudhu,pasti saya memijak karpet (najis hukmi). adakah ianya menyebabkan saya memindahkan najis ke tempat2 lain?

    atau kerana saya bertaubat, maka semuanya terangkat? termasuk solat dan puasa saya yang saya tinggalkan dahulu. (saya sekarang masih melakukan qadha solat dan puasa walaupun sudah separuh syaaban. Syukran atas jawabannya..

    Waalaikumussalam.
    Semua yang terkena madzi menjadi najis. Jika zat madzi sudah hilang dari karpet maka tidak mengapa menginjaknya. Shalat dan puasa yang ditinggal DENGAN SENGAJA tidak perlu diqadha, karena tidak ada dalilnya. Kewajiban dia adalah bertaubat kepada Allah, karena dia tidak akan bisa menebus apa yang telah dia tinggalkan itu walaupun dia menghabiskan seluruh umurnya.