Penggabungan Nishab Zakat Uang dan Emas

June 17th 2011 by Abu Muawiah |

Penggabungan Nishab Zakat Uang dan Emas

Tanya:
Assalamu Alaikum Ust.
Ana mau tanyakan,ana punya emas tapi tdk cukup nishabnya untuk dikeluarkan zakatnya dan ana juga punya uang tp tdk cukup jg nishabnya untuk dikeluarkan zakatnya, tp kalo’ keduanya digabung maka nishabnya cukup.Apakah wajib keluar zakatnya?jazakumullahu khairan ust
Ridwansyah [blackwaone@gmail.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah
Emas dan uang dalam masalah zakat dihukumi sama, karenanya jumlah keduanya boleh digabungkan untuk mencapai nishab. Jika setelah digabungkan jumlahnya mencapai atau melebihi nishab, maka zakatnya wajib dikeluarkan setelah dimiliki selama setahun (haul). Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • nishab zakat
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, June 17th, 2011 at 11:07 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Penggabungan Nishab Zakat Uang dan Emas”

  1. abu salman said:

    afwan ustadz, apakah dgn demikian ustadz ikut pendapat nishab uang mengikuti emas? Bagaimana jika ikut pendapat nishab uang mengikuti perak, sementara emas punya nishab tersendiri…, apakah kemudian tidak bisa digabungkan uang dan emas tersebut? Jazakallah khairan

    Wallahu a’lam, kelihatannya sama saja. Karena kalau dia mengikutikan uang pada perak, maka berarti jumlah nominal nishabnya saja yang berbeda.

  2. yae said:

    assalamualaikum…
    harga emas kan sering naik, tp sblum naik kt sdh keluarkan zakatnya lalu apakah kt perlu mengeluarkan zakat lg apabila disaat emas naik? trmksh sblumnya

    Waalaikumussalam.
    Sudah tidak wajib dikeluarkan. Dia wajib dikeluarkan tahun depannya lagi jika nishabnya masih mencukupi.

  3. Suhel said:

    Assalamualaikum …
    Saya simpan uang dalam tabungan di bank, tidak bermaksud ingin memperoleh bunga, namun agar aman saja. Kena nishab dan sudah mencapai haul, tetapi tidak bertambah. Bagaimana atas harta tersebut apakah harus dizakati, karena bukankah salah satu syarat dizakatinya harta adalah harta tersebut produktif atau berkembang. Terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Sebagian ulama ada yang membolehkan menyimpan uang di bank dengan alasan keamanan, tentunya dengan syarat tidak mengambil bunganya. Jika kedua syaratnya sudah terpenuhi maka wajib dikeluarkan zakatnya.

  4. ishaq said:

    bismillah. afwan apakah dasar yg menyamakan antara uang dgn emas/perak,shngga trkena zakat? bukankah seluruh bentuk emas&perak terkena zakat(jika trpnuhi nishab&haulnya) tnpa melihat apakah itu sbg mata uang,perhiasan ataupun batangan?. bukankah uang yg ada skrang bukan emas/perak? jazaakumullohu khoyr..

    Emas dan perak dikenai zakat karena dia adalah mempunyai nilai tukar di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Sementara di zaman ini alat tukar yang kita pakai adalah uang, karenanya hukumnya disamakan.

  5. mukhdan said:

    Assalamu’alaikum…
    Saya mempunyai tabungan yg cukup nishabnya dan sudah dikeluarkan zakatnya tahun yg lalu, tahun ini tabungan tersebut tidak bertambah. Apakah saya harus mengeluarkan zakat atas tabungan tadi pada tahun ini?

    Waalaikumussalam.
    Kalau jumlahnya masih mencapai nishab, maka tetap wajib dikeluarkan zakatnya.

  6. ilyas said:

    Jika emas yg sudah di zakati tahun. Dizakati lg emas yg sama thn ini

    Ya, tetap dikeluarkan lagi zakatnya tahun ini jika jumlahnya tetap mencapai/melebihi nishab.